Anda di halaman 1dari 27

WAKAF

Kelompok 11 :
Ilham Syarif Alimakinsyah
Firdaus Hariyanto
Fauzan Dicky
Muhammad Iqbal K
Pengertian Wakaf
Bahasa : waqafa: menahan, menahan harta
untuk diwakafkan
Etimologi : menahan harta dan memberikan
manfaatnya di jalan Allah.
Kepemilikan berpindah kepada Allah SWT, maka ia
bukan milik pewakaf dan juga bukan milik
penerima wakaf. Sehingga atas harta wakaf tidak
dapat dijual, dihibahkan, diwariskan atau apapun
yang dapat menghilangkan kewakafannya.
Secara syariah, Wakaf berarti menahan harta
dan memberikan manfaatnya di jalan Allah
(Sabiq, 2008)
Pengertian Wakaf
UU no. 41 Thn 2004 tentang Wakaf Pasal 1:
Perbuatan hukum wakif untuk memisahkan
dan/atau menyerahkan sebagian harta
benda miliknya untuk dimanfaatkan
selamanya atau untuk jangka waktu
tertentu sesuai dengan kepentingannya
guna keperluan ibadah dan/atau
kesejahteraan umum menurut syariah.
Perbedaan Wakaf &
Infak/Sadaqah
Menyerahkan kepemilikan Menyerahkan kepemilikan
suatu barang kepada suatu barang kepada pihak
orang lain lain
Hak milik atas barang Hak milik atas barang
dikembalikan kepada Allah diberikan kepada penerima
Obyek wakaf tidak boleh
shadaqah/hibah
Obyek shadaqah/hibah
diberikan atau dijual
kepada pihak lain boleh diberikan atau dijual
kepada pihak lain
Manfaat barang biasanya Manfaat barang dinikmati
dinikmati untuk oleh penerima
kepentingan sosial shadaqah/hibah Obyek
Obyek wakaf biasanya shadaqah/hibah tidak harus
kekal zatnya kekal zatnya
Pengelolaan obyek wakaf Pengelolaan obyek
diserahkan kepada shadaqah/hibah diserahkan
administratur yang kepada sipenerima
disebut nadzir/mutawalli
Sejarah Wakaf
Pada masa Rasulullah
kami bertanya tentang mula-
mula wakaf dalam Islam. Orang
Muhajirin mengatakan adalah
wakaf Umar, sedangkan orang-
orang Anshar mengatakan adalah
wakaf Rasulullah saw (Asy-
Syaukani:129).
Sejarah Wakaf
Masa Dinasti Islam
- Dinasti Umayyah didirikan lembaga
wakaf khususnya administrasi wakaf
pertama kali di Mesir dibawah
pengawasan hakim.
- Dinasti Abbasiyah, Administrasi
pengelolaan wakaf dilakukan oleh
lembaga Independen disebut dengan
shadr al-Wuquf
- Dinasti Ayubbiyah, mewakafkan tanah-
tanah baitul mal bagi kemaslahatan
umat
Sejarah Wakaf
- Al Mamluk sistem pendidikan dan
pembangunan perpustakaan umum
meningkat pesat karena peranan
wakaf.
- Dinasti Utsmani, pencatatan wakaf,
sertifikasi wakaf, cara pengelolaan
wakaf, upaya mencapai tujuan wakaf
dan melembagakan wakaf dalam
upaya realisasi wakaf dari sisi
adminstrasi dan perundang-
perundangan.
Jenis Wakaf
Berdasarkan Peruntukan
1. Wakaf ahli (wakaf Dzurri/wakaf alal
aulad) yaitu wakaf yang
diperuntukkan bagi kepentingan dan
jaminan sosial dalam lingkungan
keluarga, dan lingkungan kerabat
sendiri.
2. Wakaf Khairi (kebajikan) adalah wakaf
yang secara tegas untuk kepentingan
agama (keagamaan) atau
kemasyarakatan (kebajikan umum).
Jenis Wakaf
Berdasarkan Jenis Harta (UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf)
1. Benda tidak bergerak:
a) Hak atas tanah : hak milik, strata title, HGB/HGU/HP
b) Bangunan atau bagian bangunan atau satuan rumah susun
c) Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah
d) Benda tidak bergerak lain
2. Benda bergerak selain uang, terdiri dari:
Benda dapat berpindah
Benda dapat dihabiskan dan yang tidak dapat dihabiskan
Air dan Bahan Bakar Minyak
Benda bergerak karena sifatnya yang dapat diwakafkan
Benda bergerak selain uang
Surat berharga
Hak atas Kekayaan Intelektual:
Hak atas benda bergerak lainnya
3. Benda bergerak berupa uang (Wakaf tunai, cash waqf)
Jenis Wakaf
Berdasarkan Waktu:
1. Muabbad , wakaf yang diberikan untuk selamanya
2. Muaqqot, wakaf yang diberikan dalam jangka
waktu tertentu

Berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan


1. Mubasyir/dzati; harta wakaf yang menghasilkan
pelayanan masyarakat dan bisa digunakan secara
langsung seperti madrasah dan rumah sakit) .
2. Mistitsmary, yaitu harta wakaf yang ditujukan
untuk penanaman modal dalam produksi barang-
barang dan pelayanan yang dibolehkan syara
dalam bentuk apapun kemudian hasilnya
diwakafkan sesuai keinginan pewakaf.
Sasaran dan Tujuan

Wakaf
Semangat keagamaan untuk memperoleh Ridha
Allah
dan carilah wasilah (sarana) untuk menuju
kepadanya.(QS.5:35).
Semangat sosial sbg bukti partisipasi dalam
pembangunan masyarakat
Motivasi keluarga sebagai sarana mewujudkan rasa
tanggung jawab kepada keluarga:
jika kamu meninggalkan keluargamu dalam
keadaan kaya, itu lebih baik daripada kamu
meninggalkan mereka dalam keadaan miskin,
sehingga mereka meminta-meminta kepada orang
lain. (HR Bukhari Muslim)
Dorongan kondisional untuk menyatuni orang yang
jauh dari keluarga
Dorongan naluri
Dasar Syariah Al Quran
...........perbuatlah
kebajikan,supaya kamu
mendapat kemenangan. (QS. Al Hajj :77)
kamu sekali-kali tidak sampai kepada
kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.
Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka
sesungguhnya Allah mengetahui.(QS. Ali
Imran :92).
perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan seratus biji. Allah
melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja
yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(Karunianya) lagi Maha Mengetahui.(QS. Al
Baqarah :261)
Dasar Syariah As Sunnah
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: apabila anak
Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalnya,
kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan
anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.(HR.Muslim).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, Umar bin Khatab r.a memperoleh
tanah (kebun) di Khaibar, lalu ia datang kepada Nabi SAW, untuk
meminta petunjuk mengenai tanah tersebut, ia berkata Wahai
Rasulullah saya memperoleh tanah di Khaibar, yang belum
pernah saya peroleh harta yang lebih baik bagiku melebihi tanah
itu, apa perintah engkau (kepadaku) mengenainya?, Nabi SAW
menjawab, jika mau, kamu tahan pokoknya dan kamu
sedekahkan (hasilnya), Ibnu Umar berkata maka Umar
menyedekahkan tanah itu (dengan mensyaratkan) tanah itu tidak
dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan ia menyedekahkan
hasilnya kepada fuqara, kerabat, riqab (hamba sahaya, orang
tertindas), sabilillah, ibnu sabil, dan tamu. Tidak berdosa dari
orang yang mengelola untuk memakan dari (hasil) tanah itu
secara ma'ruf (wajar) dan memberi makan (kepada orang lain)
tanpa menjadikannya sebagai harta hak milik. Rawi berkata, saya
menceritakan hadis tersebut kepada Ibnu Sirin, lalu ia berkata
ghaira mutaatstsilin malan' (tanpa menyimpannya sebagai harta
hak milik. (H.R. al-Bukhari, Muslim, al -Tharmidzi, al-Nasa'i)
Rukun dan Ketentuan
Syariah
Rukun Wakaf ada 4 (Depag, 2006), yaitu
Pelaku terdiri dari orang yang mewakafkan
harta (wakif/pewakaf). Namun ada pihak
yang memiliki peranan penting walaupun
diluar rukun wakaf yaitu pihak yang diberi
wakaf/ diamanahkan untuk mengelola wakaf
yang disebut nazhir.
Barang atau harta yang diwakafkan
(mauquf bih)
Peruntukan wakaf (mauqufalaih)
Shighat (pernyataan atau ikrar sebagai
suatu kehendak untuk mewakafkan
sebagian harta bendanya termasuk
penetapan jangka waktu dan peruntukan)
Unsur Wakaf (Pasal 6
Undang-Undang Wakaf)
a. Wakif;
b. Nazhir;
c. Harta Benda Wakaf;
d. Ikrar Wakaf;
e. Peruntukan harta benda wakaf;
f. Jangka waktu wakaf.
Pewakaf (Wakif)
Syarat Orang yang mewakafkan hartanya (wakif)
Cakap dalam bertindak dalam melakukan tabarru
(melepaskan hak milik tanpa mengharapkan imbalan
materil).
Dapat mempertimbangkan baik buruk perbuatan yang
dilakukannya.
Benar-benar pemilik harta yang diwakafkan itu.
Sudah baligh dan rasyid.
Baligh menitikberatkan pada usia.
Rasyid pada kecerdasan dan kematangan
pertimbangan akal.
Tidak
berhutang dan pailit kecuali atas izin orang yg
memberi utang (golongan Hanafiyah).
Pengelola Wakaf (Nazhir)
Hal-hal yang wajib dilakukan oelh pengelola wakaf :
Melakukan pengelolaan dan pemeliharaan barang
yang diwakafkan,
Melaksanakan syarat dari pewakaf. Boleh dilanggar
jika:
Adanya maslahat (kepentingan)
Perkara itu diajukan pada hakim
Membela dan mempertahankan kepentingan harta
wakaf.
Melunasi utang wakaf dengan menggunakan
pendapatan atau hasil produksi harta wakaf tersebut.
Menunaikan hak-hak mustahik dari harta wakaf, tanpa
menundanya, kecuali terjadi sesuatu yang
mengakibatkan pembagian tersebut tertunda.
Yang Boleh Dilakukan
Nazhir
Menyewakan harta wakaf
Menanami tanah wakaf
Membangun pemukiman di atas
tanah wakaf untuk disewakan
Mengubah kondisi harta wakaf
menjadi lebih baik dan
bermanfaat bagi para fakir miskin
dan mustahik,
Yang Tidak Boleh Dilakukan
Nazhir
Tidak melakukan dominasi atas harta
wakaf,
Berutang atas nama wakaf
Menggadaikan harta wakaf
Mengizinkan seseorang menggunakan
harta wakaf tanpa bayaran, kecuali
dengan alasan hukum
Meminjamkan harta wakaf kepada
pihak yang tidak termasuk dalam
golongan peruntukkan wakaf.
Harta yang diwakafkan
(Mauquf Bih)
Benda yang diwakafkan harus mutaqawwim dan
aqar.
Mutaqawwim barang yang dimiliki seseorang
dan boleh dimanfaatkan menurut syariat Islam
dalam keadaan apapun.
Aqar benda tidak bergerak dan dapat diambil
manfaatnya.
Benda wakaf harus tetap zatnya dan dapat
dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama,
tidak habis sekali pakai serta dimanfaatkan
sesuai dengan syariat Islam.
Benda yang diwakafkan harus jelas wujudnya
dan pasti batas-batasnya.
Harta yang diwakafkan
(Mauquf

Bih)
Harta yang diwakafkan harus benar-benar kepunyaan wakif
secara sempurna, bebas dari segala beban.
Benda yang diwakafkan harus kekal.
Imam Malik berpendapat: Wakaf itu boleh dibatasi waktunya.
Hanafiyyah berpendapat:
Benda bergerak dapat diwakafkan jika :
Keadaan harta bergerak itu mengikuti benda tidak bergerak
yaitu: bersifat diam di tempat, mis. pohon, bangunan atau
Benda bergerak untuk membantu benda tidak bergerak
misalnya alat membajak atau kerbau.
Kebolehan wakaf atas senjata dan binatang-binatang yang
dipergunakan untuk perang.
Wakaf benda bergerak itu mendatangkan pengetahuan,
seperti kitab - kitab, untuk mengambil manfaat (termasuk
wakaf uang)
Wakaf Uang
Di Indonesia wakaf uang telah dibolehkan dengan
dikeluarkannya Fatwa MUI pada tgl 11 Mei 2002 :
Wakaf uang (Cash Wakaf / Waqf al Nuqud) adalah
wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang,
lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang
tunai.
Termasuk dalam uang adalah surat-surat berharga.
Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh)
Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan
untuk hal-hal yang dibolehkan oleh syari.
Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya,
tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.
Tujuan Wakaf
(Mauqufalaih)
Tidak boleh bertentangan dengan syariat
Islam
Untuk mendapatkan keridhoan Allah.
Untuk beribadah kepada Allah
Tujuan ini harus jelas, misalnya:
Untuk kepentingan umum,
Untuk kemashlahatan masyarakat,
Untuk menolong fakir miskin,
Untuk keperluan anggota keluarga.
Ikrar Wakaf (Shighat
Wakaf)
Ikrar wakaf adalah pernyataan wakif yang
merupakan tanda penyerahan barang atau benda
yang diwakafkan dapat dilakukan secara lisan atau
tertulis dengan dihadiri 2 orang saksi.
Dalam wakaf hanya ada ijab tanpa qabul.
Benda kembali menjadi hak milik mutlak Allah yang
dimanfaatkan oleh orang-orang yang disebut dalam
ikrar wakaf.
Saksi sebaiknya dibicarakan walau termasuk akad
tabarru karena wakaf termasuk kategori maslahah
mursalah.
Pernyataan wakif harus jelas yakni: Melepaskan
haknya atas pemilikan benda yang diwakafkan dan
menentukan peruntukan benda. Wakaf tersebut.
Ikrar Wakaf ( Undang
Undang Wakaf No. 17-21)
Dilaksanakan oleh Wakif kepada Nadzir di hadapan
PPAIW (Penjabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan
disaksikan oleh 2 orang saksi yg dinyatakan secara
lisan dan/atau tulisan serta dituangkan dalam akta
ikrar wakaf oleh PPAIW.
Wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat
kuasa yang diperkuat oleh 2 (dua) orang saksi bila
Wakif tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara
lisan atau tidak dapat hadir karena alasan yang
dibenarkan oleh hukum,
Untuk dapat melaksanakan ikrar wakaf, wakif atau
kuasanya menyerahkan surat dan/atau bukti
kepemilikan atas harta benda wakaf kepada PPAIW.
Akuntansi Wakaf
Belum Ada PSAK yang mengatur
Bentuk pengelolaannya mirip
zakat
Perbedaannya ada hasil
pengembangan