Anda di halaman 1dari 30

TAHAP PEMERIKSAAN DI LAPANGAN

Fieldwork Phase
Brina Febrianing (C1C014001)
Nida Imanika (C1C014023)
Karunia Adhi Prabowo (C1C014024)
Nur Maudiana (C1C014026)
Wildan Jalu Perdana (C1C014029)
Ika Andriani Kasmiati (C1C014033)
Rafika Agustina (C1C014035)
Nur Cholifah Amin M (C1C014071)
Yopi Akbar P (C1C014084)
Hary Prabowo (C1C014091)
Larasatyaning W.F (C1C014108)
Definisi Internal Control

Internal Control menurut COSO adalah s


uatu proses yang dijalankan oleh dewan
direksi, manajemen, dan staff, untuk me
mbuat reasonable assurance mengenai :
Efektifitas dan efisiensi operasional.
Reliabilitaspelaporan keuangan.
Kepatuhan atas hukum dan peraturan y
ang berlaku.
Tujuan Internal Control

Internal Control berguna untuk memban


tu manajemen untuk mencapai tujuan ut
amanya. Menurut COSO Tujuan Internal
Control bagi perusahaan yaitu :
Keandalan pelaporan keuangan
Efektivitas dan efisiensi operasi
Kepatuhan terhadap peraturan dan hu
kum yang berlaku
Fungsi Internal Control
a) Melindungsi harta perusahaan dari tindakan dan keadaan
yang merugikan, misalnya pencurian, kerugian dan
kerusakan.
b) Mengecek kerusakan data akuntansi, sehingga dapat
menghasilkan data yang dapat diandalkan dalam
pengambilan keputusan.
c) Meningkatkan efisiensi usaha dalam beroperasi. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari pengulangan kerja yang
tidak perlu dan merupakan pemborosan dalam seluruh
aspek usaha.
d) Mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah
ditetapkan. Manajemen membuat berbagai peraturan dan
prosedur untuk pencapaian tujuan perusahaan.
Komponen Internal Control

Menurut COSO terdapat 5 komponen yang saling


berkaitan:
1. Lingkungan Pengendalian (Control Environmen
t)
2. Penaksiran Risiko (Risk Assessment)
3. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)
4. Informasi Dan Komunikasi (Information and co
mmunication)
5. Pemantauan (Monitoring).
Kelebihan Internal Control

Menurut COSO kelebihan Internal Control yaitu :


Pengendalian internal dapat membantu suatu entitas m
encapai kinerja dan profitabilitas target dan mencegah
hilangnya sumber daya
Dapat membantu memastikan pelaporan keuangan yan
g dapat diandalkan
Dapat membantu memastikan bahwa perusahaan sesua
i dengan peraturan perundang-undangan
Menghindari kerusakan reputasi dan lainnya
Kekurangan Internal Control

Menurut COSO kekurangan Internal Control yaitu :


Pengendalian intern tidak dapat mengubah
manajer intern buruk menjadi baik.
Pergeseran kebijakan atau program pemerintah
tindakan pesaing atau kondisi ekonomi dapat
melampaui control manajemen.
Control internal tidak menjamin keberhasilan a tau
bahkan bertahan hidup.
Opening Conference

Selama pembukaan pertemuan pendahuluan ini, klien menggambar


kan unit atau sistem yang akan ditinjau, organisasi, sumber daya yan
g tersedia (personil, fasilitas, peralatan, temuan), dan informasi terk
ait lainnya. Tujuan pertemuan ini adalah :
1. Menyampaikan rencana audit kepada manajemen auditee
2. Memberikan peluang bagi auditor dan auditee untuk mengenal
satu sama lain secara langsung (face to face)
3. Membangun jalur komunikasi
4. Mengidentifikasi masalah dan hal-hal yang perlu diperhatikan
5. Memperoleh dukungan dari manajemen dan staff auditee
6. Mengkomunikasikan detil audit.
On Site Tour

On-site tour merupakan suatu kegiatan yang dilakukan


untuk meninjau lokasi atau tempat dilakukan audit.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu
gambaran luas mengenai operasional perusahaan.
Hal-hal Penting Dalam Pelaksanaan Audit
Pendahuluan

1. Pemahaman auditor terhadap objek audit


2. Penentuan tujuan audit
3. Penentuan ruang lingkup audit
4. Review terhadap peraturan dan perundang-unda
ngan yang berkaitan dengan objek audit
5. Pengembangan kriteria awal dalam audit
Tujuan Audit Pendahuluan

1. Membuat auditor akrab dengan aspek-aspek penting


dari program, fungsi, perusahaan atau aktivitas yang
diaudit.
2. Mengidentifikasi dan mengevaluasi semua fungsi uta
ma, sistem manual, dan sistem computer termasuk p
engendalian manajemen keuangan untuk mengisolis
asi area-area yang potensial bermasalah.
3. Memastikan melalui pengujian, inquiry, dan observas
i area-area yang potensial bermasalah.
4. Merencanakan pekerjaan audit secara rinci.
Penelitian Lapangan

Penelitian lapangan mencakup semua usaha


yang dilakukan oleh auditor internal untuk
membentuk suatu opini, menyajikan temuan
dan memberikan rekomendasi atas materi
yang sedang diperiksa. Pembahasan mengen
ai penelitian lapangan ini akan dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Alat-alat penelitian lapangan
2. Penelitian Lapangan
Prosedur Analitis Dan Penarikan K
esimpulan

Prosedur analitis meliputi perbandingan jumlah-jumlah


yang tercatat atau ratio yang dihitung dari jumlah-jumla
h yang tercatat, dibandingkan dengan harapan yang
dikembangkan oleh auditor.
Tujuan Prosedur Analitis

1. Tahap perencanaan audit, membantu auditor


dalam merencanakan sifat, saat, dan luas
prosedur audit lainnya.
2. Tahap pengujian, pengujian substantif untuk
memperoleh bukti tentang asersi tertentu
(berhubungan dengan saldo rekening atau jeni
s transaksi).
3. Tahap review akhir audit, review menyeluruh
informasi keuangan dalam laporan keuangan
setelah diaudit.
Prosedur analitik dapat membantu auditor dalam
perencanaan dengan cara :
1. Meningkatkan pemahaman auditor atas usaha
klien.
2. Mengidentifikasi hubungan-hubungan yang
tidak biasa dan fluktuasi yang tidak diharapkan d
alam data yang bisa menunjukkan bid
ang-bidang yang kemungkinan mencerminkan r
esiko salah saji.
Penggunaan Prosedur Analitis
dalam Tahap Perencanaan

a. Mengidentifikasi perhitungan atau perbandingan yang akan dib


uat.
b. Melakukan perhitungan atau perbandingan.
c. Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan.
d. Menyelidiki perbedaan signifikan yang tak diharapkan.
e. Menentukan pengaruhnya terhadap perencanaan audit
f. Penarikan Kesimpulan
TEKNIK AUDIT KERJA LAPANGAN
Pekerjaan Lapangan (Field Work)

Pekerjaan lapangan (field work) merupakan proses


untuk mendapatkan keyakinan secara sistematis d
engan mengumpulkan bahan bukti secara objektif
mengenai operasi entitas, mengevaluasinya, dan
melihat apakah operasi tersebut memenuhi standar
yang dapat di terima dan mencapai tujuan-tujuan
yang telah di tetapkan, dan menyediakan informasi
untuk pengambilan keputusan oleh manajemen.
Auditor internal yang professional seharusnya tidak
terlibat dalam audit yang asal-asalan. Mereka harus
memahami bahwa mereka :
1. Tidak dapat memberikan keyakinan dengan
mengaudit operasi secara sempit.
2. Tidak dapat mengamati sebuah proses dan s
eenaknya memutuskan apakah proses tersebut b
aik atau buruk.
3. Harus memandang operasi tersebut dalam b
entuk unit-unit pengukuran dan standar
Tujuan Pekerjaan lapangan (Field Wor
k)

Tujuan Field Work adalah untuk membantu pem


berian keyakinan dengan melaksanakan prosedu
r-prosedur audit yang ada di program audit, sesu
ai tujuan audit yang ingin dicapai atau dengan b
ahasa sederhana pengumpulan bahan bukti unt
uk pengukuran dan evaluasi.
Pembuatan Strategi Untuk Melakukan
Pekerjaan Lapangan

1. Kebutuhan pegawai
2. Kebutuhan sumber daya dari luar
3. Pengorganisasian staf audit
4. Wewenang dan tanggung jawab
5. Struktur pekerjaan lapangan
6. Waktu pelaksanaan pekerjaan lapangan
7. Metode pekerjaan lapangan
8. Metode pendokumentasian
9. Penyiapan laporan
10. Recana kontijensi.
Penerapan Teknik-Teknik Audit

1. Teknik Audit
2. Audit Fungsional
3. Audit organisasi (dan evaluasi produktivitas)
Evidence

Dari sudut pandang auditor bukti a


dalah fakta dan informasi yang dapat
digunakan sebagai dasar pembuatan
kesimpulan audit.
Pengumpulan Bukti Audit

1. Top-down audit evidence, tujuannya memper


oleh pengetahuan tentang perusahaan klien
dan mengembangkan harapan auditor t
erhadap laporan keuangan
2. Bottom-up audit evidence, tujuannya mempe
r-oleh & bukti-bukti yang mendukung transak
si-transaksi & saldo-saldo akun dalam laporan
keuangan.
Jenis Jenis Bukti Audit

1. Pemeriksaan fisik
2. Konfirmasi
3. Dokumentasi
4. Prosedur analitis
5. Mengajukan pertanyaan
6. Perhitungan Kembali
7. Pengerjaan kembali
8. Pengamatan
Kompetensi Bukti Audit

a. Independensi penyedia bukti/Sumber Bukti


b. Relevansi
c. Obyektivitas bukti
d. Ketepatan Waktu.
Kecukupan Bukti Audit

1. Materialitas
2. Resiko audit
3. Faktor faktor ekonomi
4. Ukuran dan karakteristik populasi
Sumber Sumber Bukti Audit

1. Pandangan auditor yang berkaitan dengan


dunia nyata (bukti observasi)
2. Pandangan orang lain yang berkaitan dengan
dunia nyata yang disampaikan kepada auditor
(bukti testimonial)
3. Karakteristik khusus dari suatu item yang t
erkait dengan realitas yang dapat dirasakan ol
eh siapa saja (bukti-bukti tercatat).
THANK YOU