Anda di halaman 1dari 54

TOKSIKOLOGI

dr. Hj Rovika Trioclarise,


MKM
Nopember 2015
Pertemuan ke 1
1. Jenis jenis zat toksik
2. Sifat sifat zat toksik
Pertemuan ke 2

1. Proses masuk zat toksik kedalam tubuh


2. Proses zat toksik dalam merusak
Pertemuan ke 3

1.Proteksi tubuh dalam menghindari zat


2.Cara alami tubuh dalam membuang zat
beracun
JENIS DAN SIFAT ZAT TOKSIK
Toksikologi
Adalah ilmu tentang racun?
Zat yg tdk berbahaya jika masuk tubuh
scr tdk tepatpun akan mnyebabkan
keracunan.
Ada keterkaitan antara takaran dan
respon tubuh trhdp zat yg masuk ke dlm
tubuh.
Toksikologi menurut:
Loomis (1978):
Ilmu yg mempelajari aksi berbahaya zat
kimia atas sistem biologi
Doull dan Bruce (1986)
lmu yang mempelajari pengaruh zat kimia
yang merugikan atas sistem biologi
Timbrell (1989)
Interaksi antara zat kimia dan sistem
biologi
Toksikologi
sebagai kajian tentang
hakikat dan mekanisme efek toksik
berbagai bahan terhadap makhluk hidup
dan sistem biologi lainnya
Arti penting toksikologi
Dapat mengevaluasi keberbahayaan zat
kimia
Shg dpt ditentukan batas keamanannya

Penting utk perkembangan produksi


obat, pestisida, zat tambahan makanan
dll
Ruang lingkup toksikologi
Toksikologi Lingkungan:
menguraikan pemejanan (exposure) zat
kimia (pencemar lingkungan, makanan
dan air) yg tdk disengaja pd jaringan
biologi (lebih khusus manusia)
Lanjutan
Toksikologi ekonomi
Menguraikan pengaruh berbahaya zat
kimia yg sengaja diberikan pd jaringan
biologi dgn maksud utk mdpatkan
pengaruh/efek bermanfaat yg khas (mis.
Obat, zat makanan, pestisida)
Lanjutan
Toksikologi kehakiman
Menangani aspek medis dan aspek
hukum atas pengaruh berbahaya zat
kimia baik yg dipajankan scr sengaja
atau tdk sengaja.
toksikan : Subtansi toksik yang
diproduksi oleh aktifitas manusia
Toksin : subtansi toksik yang diproduksi
secara alami
Toksisitas
Kemampuan suatu zat kimia/xenobiotik
dalam menimbulkan kerusakan pada
organisme baik saat digunakan atau saat
berada di lingkungan
Subtansi kontak dgn permukaan tubuh
misal melalui kulit, mata, mukosa saluran
cerna atau traktus respirasi
Cabang Toksikologi
Toksikologi analitik
Diperlukan utk mengenali zat toksik yg tdk
dikenal dgn analisis cairan tubuh, isi
lambung, tmpat makanan yg dicurigai dll
Toksikologi klinik

Untuk mengatasi toksisitas , mengupayakan


tindakan menghilangkan gejala dan
mengeluarkan racun secepatnya dr tubuh
misal dgn memberi antidotum
Lanjutan.
Toksikologi forensik
masalah hukum dalam kasus toksisitas
Toksikologi kerja

Keracunan yg terjadi di tempat kerja


Toksikologi lingkungan

Mempelajari pencemaran lingkungan, sumber


bahan, transportnya, degradasi, biokonsentrasi
di lingkungan serta pengaruhnya pd manusia
Lanjutan
Toksikologi hukum
Undang2, standart yg membatasi
pengggunaan zat kimia beracun
Toksikologi konvensional

Penelitian tentang toksikologi untuk


menentukan gambaran efek toksik
Toksikologi mekanistik

Pengetahuan cara kerja zat toksik


Kasus keracunan
Tumor anilin ditemukan oleh Rehn
(1895) pada pekerja pabrik anilin
(pewarna mkn yg disisntesis dr ter batu
bara)
Fokomelia (tidak adanya tungkai badan)
krn Thalidomide (1950-an)
Paralisis dan kematian krn metilmerkuri
pada ikan di Minamata dan Niigata,
Jepang
Sulphanylamide in diethylene glycol
(Australia, 1937)
Tempe bongkrek poisoning, Banyumas,
Indonesia
Bakteri Pseudomonas cocovenenans
akan memproduksi racun toxoflavin dan bongkrekic acid
Biscuit
poisoning, South Sumatera
Carbon monoxide (CO)

Produk rumah tangga


Klasifikasi Racun
Racundapat diklasifikasikan
berdasarkan atas berbagai hal seperti:
sumber,
sifat kimiawi dan fisikanya,
bagaimana dan kapan terbentuknya,
efek terhadap kesehatan,
kerusakan organ, dan
hidup/tidaknya racun tersebut
Klasifikasi berdasar sumber :
Sumber alamiah/buatan.
Klasifikasi ini membedakan racun asli yang
berasal dari flora dan fauna dan kontaminasi
organisme dengan berbagai racun yang berasal
dari bahan baku industri beracun ataupun
buangan beracun dan bahan sintetis beracun.
Sumber berbentuk titik, area dan bergerak.
Klasifikasi sumber seperti ini biasanya
dipergunakan orang yang berminat melakukan
pengendalian. Tentunya sumber titik lebih mudah
dikedalikan daripada sumber area dan bergerak.
KLASIFIKASI BERDASARKAN JENIS BAHAYANYA

1. Eksplosif
2. Gas mampat
3. Cairan mudah menyala
4. Padatan mudah menyala
5. Oksidator
6. Racun
7. Radioaktif
8. Korosif
9. Iritan
10. Karsinogenik, mutagenik
11. Elektronik
12. Etiologi/biomedik
Sumber domestik, komersial
dan industri :
Sumber domestik biasanya berasal dari
permukiman, kurang beracun kecuali
bercampur dengan buangan pestisida,
obat-obatan dll.
Buangan komersial dapat sangat
beragam, demikian pula dengan
buangan industri
KLASIFIKASI ATAS DASAR WUJUD

Sangat bermanfaat dalam memahami


efek yang mungkin terjadi serta
pengendaliannya
Wujud pencemar :
Padat : padatan yang sangat halus dapat
terbang bersama udara, disebut debu, fume,
mist, sehingga dampaknya dapat sangat luas.
Cair : banyak dipergukan dalam pertanian dan

biasanya ditambah pengencer dampaknya


tidak secepat gas.
Gas : dapat berdifusi sehingga menyebar

lebih cepat dari pada cairan dan zat padat.


Ukuran pencemar, densitas,
serta komposisi :
Hal ini akan memberikan petunjuk mudah
tidaknya pencemar memasuki tubuh host dan
cepat tidaknya menimbulkan efek serta
seberapa jauh efeknya.
Klasifikasi atas dasar sifat fisika dan kimia :

Korosif
Radioaktif
Evaporatif
Eksplosif
Reaktif
Semua nya memerlukan penanganan,
transportasi, dan pembuangan yang berbeda,
karena bahaya yang mungkin timbul akan
berbeda.
Klasifikasi atas efek kesehatan:
Fibrosis : terbentuknya jaringat ikat secara
berlebihan;
Granuloma : didapatnya jaringan radang kronis;
Demam : suhu badan melebihi suhu normal;
Asfiksia : keadaan kekurangan oksigen;
Alergi : sensitifitas yang berlebihan;
Kanker : tumor ganas;
Mutan : generasi yang berbeda dg gen induknya
Teratogenik : cacat bawaan
Keracunan sistemik : keracunan yang menyerang
seluruh tubuh.
Klasifikasi atas dasar kerusakan
organ target :
Hepatoksik : beracun pada hati;
Nefrotoksik : beracun pada ginjal;
Neurotoksik : beracun pada saraf;
Hematotoksik : beracun pada sel darah;
Toksikologi sistem pernafasan
Toksikologi sistem reproduksi dan kardiovaskuler
Toksikologi pada kulit
Toksikologi mata
Klasifikasi atas dasar hidup/matinya racun

Klasifikasi ini dibuat berdasarkan


pertimbangan bahaya yang ditimbulkannya
Zat yang hidup dapat berkembang biak bila
lingkungannya mengijinkan
Zat abiotis dapat berubah menjadi berbagai
senyawa
Sehingga pengendaliannya berbeda
Jenis jenis Zat toksik
toksik 1

1. Zat tambahan dan pencemar makanan


2. Toksisitas pestisida
3. Toksisitas logam
4. Zat kimia dan pencemar lingkungan
1. Zat tambahan dan pencemar makanan
..Toksik 2a

Deff: bahan apapun yg biasanya tdk dimakan sendiri


sebagai bahan makanan dan biasanya tdk
digunakan sbg bahan khas makanan, baik
mempunyai nilai gizi maupun tdk,.diharapkan
berakibat scr lgs atau tdk makanan itu atau hasil
sampingannya menjadi bgn komponen makanan
atau mempengaruhi ciri makanan tsb (FAO/WHO,
1987)
Terdiri dari langsung dan tidak langsung
.Toksik 2b

Zattambahan dianggap tdk aman


apabila zat tsb terbukti menginduksi
kanker bila dimakan oleh orang atau
hewan, atau setelah dilakukan uji yg
tepat unt evaluasi keamanan dari zat
makanan tsb terbukti menginduksi
kanker pada orang atau hewan
..Toksik 2c

Zat tambahan dan pencemar makanan


langsung antara lain :
Bahan pengawet makanan yang berguna untuk
memperpanjang life makanan atau mencegah
pertumbuhan mikroba (asam benzoat,nitrat, nitrit belerang
dioksida dll)
Antioksidan pada minyak untuk mencegah tengik, pada
buah dan sayur unt mencegah pencoklatan enzimatik
(hidroksianisol berbutil, asam askorbat, tokoferol dll)
Zat pengemulsi, pemantap dan pengental (lesitin,ester
sukrosa,selulosa,garam fosfat, kalsium sitrat, agar dll)
Toksik 2d
Warna makanan unt mempertinggi daya tarik makanan
:karoten, klorofil,kokineal dll
Bumbu penyedap : ester, aldehid,keton (sintetis), MSG,minyak
esensial dll
Bahan pemanis buatan, biasanya unt pederita diabetes atau yg
membutuhkan pemanis yg tdk berkalori (siklamat, sakarin,
aspartam dll)
Zat gizi sepeti vitamin, mineral,asam amino esensial dll
Kelompok lain : pengatur keasaman unt buah kaleng, zat anti
gumpal pada aram, gula, zat antibusa yg diberikan pada cairan
unt mencegah busa, zat pengolah tepung unt memperbaiki
mutu pemanggangan, zat pengilap, zat pengembang
.Toksik 2e
Zat tambahan makanan tdg langsung/tdk sengaja
yaitu zat antibiotik atau zat anabolik yg digunakan
selama pemeliharaan hewan di peternakan, residu
dari perlengkapan mesin pengolahan bahan pangan,
zat yg lolos dari pengemas
Pencemar makanan yi zat yg terdapat dalam
makanan akibat polusi lingkungan atau salah olah
pada mkanan, cont merkuri pada ikan yg ditangkap
di perairan tercemar,mikotoksin pada kacang yg
disimpan scr tdk benar
2. Toksisitas pestisida
Toksik 3a

Pestisida adalah zat unt membunuh atau


mengendalikan hama
(serangga,nyamuk,lalat,rumput liar)
Efeknya adalah keracunan akut
Penggolongan pestisida berdasarkan penggunaan
dan sifat kimianya
..Toksik 3b

Kelompok pestisida antara lain :


Insektisida,terdiri dari insektisida
rganofosfat,karbamat,organoklorin,tanaman
Herbisida, antara lain klorofenoksi,bipiridil,dinitrokresol
Fungisida, misalnya senyawa merkuri (pengawet butir padi),
pentaklorofenol (unt pengharum kayu)
Rodentisida (pada hewan tikus), misal tiourea
Fumigan : bbrp gas,cairan yg mudag menguap, dan zat padat
yg melepaskan berbagai gas lewat reaksi kimia
3. Toksisitas logam
.Toksik 4a

Logam mrp toksikan yg unik, ditemukan


dan menetap dialam, tetapi bentuk
kimianya dapat berubah akibat pengaruh
kimia, biologi atau aktifitas manusia
Logam berbahaya tu pada pekerja
tambang, peleburan logam dan berbagai
jenis industri
.Toksik 4b

Timbal dan merkuri sangat toksik


Titanium hampir tdk beracun
Tempat kerja logam dalam tubuh :
Enzim : Kerjanya logam menghambat kerja enzim,
dimana suatu enzim dpt dihambat oleh logam
toksik dg penggusuran kofaktor logam yg
penting dari enzim, cont timbal dpt
menggantikan zink dlm enzim
Disamping itu juga logam menghambat sintsis dari enzim
seperti sintesis hem dan enzim yg terlibat dihambat oleh
timbal
..Toksik 4c

Organel seluler : biasanya logam yg bersifat lipofilik lebih


mudah masuk dlm sel seperti metil merkuri. Disamping itu
logam juga masuk mll difusi pasif misalnya timbal. Bila logam
terikat dg suatu protein maka masuk dalam sel mll endositosis.
Logam bekerja pada RE dg menghambat mikrosomnya serta
mengacaukan struktur RE (cont kadmium, kobalt,metil
merkuri, timah)
Pada lisosom cont kadmium akan menghambat enzim
proteolitik dalam lisosom sehingga menyebabkan cedera sel
Pada mitokondria , krn aktifitas metabolismenya tinggi dan
transportasi membrannya cepat, maka enzim pernafasan
dalam organel ini juga mudah dihambat oleh logam (cont
timbal)
..Toksik 4d

Faktor yg mempengaruhi toksisitas :


o Tingkat dan lamanya pajanan, makin tinggi kadarnya
dan makin lama pajanannya maka efek toksik akan
lebih besar. Cont kadmium dalam satu dosis tunggal
dan besar akan dapat menginduksi ggn saluran
cerna, sedangkan asupan kadmium dalam jumlah
kecil tapi berulang akan mengganggu fungsi ginjal
o Bentuk kimia : cont merkuri, senyawa anorganiknya
mrp toksikan ginjal, sedangkan metil merkuri dan etil
erkuri lebih toksik pada SSP
.Toksik 4e
o Kompleks protein- logam : besi dpt bergabung dg
protein unt membentuk feritin yg bersifat larut dalam
air atau hemosiderin yg tdk larut dlm air, kadmiun dg
metalotionein (protein sel) akan berefek toksik
apabila dilepas di tubulus ginjal
o Faktor penjamu : usia muda atau usia tua lebih
rentan daripada dewasa muda terhadap logam, cont
faktor diet seperti deff protein, vit c dan vit D
meningkatkan toksisitas timbal dan kadmium
Timbal dan merkuri dapat melintasi plasenta dan
mempengaruhi janin
Toksik 4f

Efek toksik yg umum :


a. Karsinogenisitas :
arsen,kromium,nikel,berilium,kdmium
b. Funsi imun ; penghambatan fungsi imun ketika
terpajan logam tt cont berilium, kromium,nikel, emas,
merkuri, platina akan menginduksi rx hipersensitifitas
c. SSP : SSP sangat rentan sehingga sasaran toksis
dari logam dg klinis ensefalopati, defisit fungsi
kejiwaan pada anak anak
..Toksik 4g

d. Ginjal : kadmium akan mempengaruhi sel tubulus


proksimal ginjal sehingga ekskresi molekul protein,
asam amino dan glukosa dalam urin dan juga
menginduksi kerusakan ginjal terutama tub proks
e. Sistem pernafasan : iritasi dan radang saluran
nafas, kromium mempengaruhi lubang hidung,
arsen mempengaruhi bronkus, berilium
mempengaruhi paru paru dan waktu lama akan
menyebaban fibrosis/carsinoma
.Toksik 4h

Logam yg berbahaya dalam


toksikologinya adalah :
1. Timbal
2. Merkuri
3. Kadmium
4. Zat kimia industri dan pencemaran
lingkungan
...toksik 5

Mrpk zat yg digunakan unt industri antara lain zat


tambahan makanan,pestisida, logam dan zat kimia yg
tdk sengaja dibuat atau terpaksa dihasilkan namun
berpotensi menimbulkan bahaya dan dpt masuk dalam
tubuh melalui makanan,mikotoksin atau pencemar
lainnya
Toksik 5a
Antara lain
1. Pelarut organik (digunakan unt cat, tinta,perekat, cleaning pakaian,
menghilangkan oli pada perlengkapan mesin) cont hidrokarbon
aromatik, glikol, eter dll
Efeknya antara lain :
Iritasi , bila bersentuhan dg kulit
Depresi SSP : depresan pada SSP seperti disorientasi,pusing, euforia.
Mekanismenya bahwa depresi SSP berkaitan dg daya larut zat ini
dalam lipid dan tdk berhubungan dg struktur kimianya sehingga
depresi disebabkan ggn fungsi sel SSPsetelah pelarut masuk kedalam
membran sel
Interaksi : interaksi antar zat kimia, cont pelarut benzen dpt
meningkatkan efek toksik zat lain dg peningkatan bioaktivasinya
..Toksik 5b

2. Pencemar udara ; letusan gunung berapi,


pembusukan bahan organik, mobil, pembakaran
(batubara,gas alam, minyak bakar), industri kimia
(pelarut,zat antara kimia)
2.a.Pencemar jenis pereduksi : pencemar utama
adalah oksida belerang, suspensi artikel. Krn
partikelnya kecil maka tersuspensi diudara dan dpt
terhirup oleh manusia. Sumbernya pembakaran
batubara dan bahan bakar lainnya dlm rumah unt
pemanasan dan memasak
..Toksik 5c

2.B Oksidan fotokimia ; al nitrogen dioksida (NO2),


ozon, oksida nitrogen. NO2 paling banyak dan
dibentuk dari proses anaerobik tanah
Sumber utama oksidan fotokimia adalah : mobil
dan pembakaran industri serta pmbakaran dalam
rumah
Efeknya : melewati sal nafas atas sampai alveoli dan
membentuk asam nitrat dan asam nitrit yg bersifat
korosif dan iritan. Pajanan akut akan menyebabkan
odem paru dan kongestif
.Toksik 5d

2.c. Pencemar udara didalam rumah :


Formaldehid (digunakan dalam mobil, sifat iritan,mudah larut
dalam air,mengiritasi mata,hidung,saluran nafas bag atas, pada
kosentrasi yg lebih tinggi akan mempengaruhi bronkial,odem
paru dan pneumonia)
Asbes (banyak digunakan dirumah,mobil,kapal,akan
menimbulkan asbestosis parenkim paru berupa fibrosis dan ca
paru. Fibrosis krn asbes masuk dalam sel/makrofag dan
limfosit lalu memecah membran lisosom dan melepaskan
hidroksilase dan akan menimbulkan tumor dg membawa
hidrokarbon karsinogen dalam tubuh
Toksik 5e

2.d. Pencemaran air dan tanah


Pencemarnya adalah pestisida dan logam
PCB (bifenil poliklorin, digunakan dlm berbagai
produk al isolator listrik, industri karet dan industri
kertas,lipofilik sehingga terakumulasi scr biologis dlm
organisme di air, mrp penginduksi kuat bagi enzim
mikrosom dan akibatnya menigkatkan metab steroid
n berefek pada fungsi reproduksi dan krn efeknya
thd enzim maka bisa mengubah toksisitas zat kimia
lainnya dan bertindak sbg promotor karsinogenesis
Toksik 5f

Ion anorganik (nitrat), apabila meningkat dlm tanah


akibat pemakaian pupuk dan pembuangan ekskreta
manusia dan hewan pertanian maka berubah
menjadi nitrit didalam air, tanah dan sal GI mll kerja
mikroba.Nitrit dpt menginduksi methemoglobinemia
sehingga menurunkan daya angkut oksigen
hemoglobin. Selain itu zat ini juga bereaksi dg amin
tertentu sehingga membentuk nitrosamin yg
umumnya karsinogenik