Anda di halaman 1dari 19

BAB :

CURRENT
TRANSFORMER &
POTENTIAL
TRANSFORMER
4.1. TRAFO INSTRUMEN (INTRUMENT
TRANSFORMER)
Adalah trafo yang mana dipergunakan bersama dengan peralatan
lain seperti: relai proteksi, alat ukur atau rangkaian kontrol, yang
dihubungkan ke arus bolak balik
Trafo instrumen: current transformers dan voltage transformers.

PERALATAN PENGUKURAN LISTRIK


kWh meter : untuk mengukur pemakaian energi listrik
kVAr meter : untuk mengukur pemakaian daya reaktif
Ampere meter : untuk mengukur arus
Volt meter : untuk mengukur tegangan
Watt meter : untuk mengukur pemakaian daya aktif
Cos meter : untuk mengukur power factor
PERALATAN PROTEKSI
Over Current Relay
Ground Fault Relay
Differential Relay
Distance Relay
36
4.2. TRAFO ARUS

DEMI KEAMANAN & KETELITIAN, TRAFO ARUS UNTUK :


PENGUKURAN
HARUS PUNYA KETELITIAN TINGGI PADA
DAERAH ARUS PENGUKURAN BEBAN
NOMINAL
HARUS JENUH PADA ARUS GANGGUAN YANG
BESAR, UNTUK KEAMANAN ALAT UKUR

PROTEKSI
HARUS PUNYA KETELITIAN / ERROR KECIL PADA
DAERAH ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
BESAR
TIDAK JENUH PADA ARUS GANGGUAN YANG
BESAR, UNTUK KEANDALAN ALAT PROTEKSI

37
Lanjutan 4.2.

RANGKAIAN EKIVALEN CT

IP
P1/K P2/L

S1/k S2/l
IS
A

P1/K masuknya arus primer & P2/L keluaran arus primer


S1/k masuknya arus sekunder dari primer dan S2/l keluaran arus
sekunder
Pembumian : pada S2/l -- sudut IP dan IS = 00
pada S1/k -- sudut IP dan IS = 1800

38
4.3. KESALAHAN CURRENT TRANSFORMER

Kesalahan arus
Perbedaan arus yang masuk disisi primer dengan arus
disisi
sekunder

% = [(Kn Is - Ip)/Ip] x 100%


Kesalahan fasa
Akibat pergeseran fasa antara arus sisi primer dengan
arus
sisi sekunder
Composite Error

c = 100/ Ip 100/T (Knis ip)2 dt

is dan ip merupakan nilai arus sesaat sisi sekunder dan


sisi primer.

39
4.4. SPESIFIKASI CLASS CT
Sesuai IEC 60044-1 spesifikasi class untuk CT:
Kelas +/- % kesalahan ratio arus +/- % pergeseran fase pada %
ketelitian pada % dari arus pengenal dari arus pengenal , menit
(centiradians)
5 20 100 120 5 20 100 120

0,1 0,4 0,2 0,1 0,1 15 8 5 5


0,2 0,75 0,35 0,2 0,2 30 15 10 10
0,5 1,5 0,75 0,5 0,5 90 45 30 30
1,0 3,0 1,5 1,0 1,0 180 90 60 60

Kelas +/- % kesalahan ratio arus +/- % pergeseran fase pada % dari
ketelitian pada % dari arus pengenal arus pengenal , menit
(centiradians)
1 5 20 100 120 1 5 20 100 120
0,2S 0,75 0,35 0,2 0,2 0,2 30 15 10 10 10
0,5S 1,5 0,75 0,5 0,5 0,5 90 45 30 30 30

Kelas +/- % kesalahan ratio arus pada % dari arus


ketelitian pengenal
50 100
3 3 3
5 5 5

40
4.5. CLASS TRAFO UNTUK PENGUKURAN
TRAFO ARUS
MASING MASING CLASS TRAFO ARUS
UNTUK PENGUKURAN

Untuk kebutuhan industri : CL2 or CL1

Untuk kWh meter di pelanggan : CL0.5

Untuk memperkecil kesalahan : CL0.2S

Untuk kebutuhan laboratorium : CL0.1

Untuk kebutuhan instrument : CL3 or CL5

2,5 VA; 10 VA; 30 VA


5 VA ; 15 VA
Akurasi burden pengenal:
7,5 VA ; 20 VA

41
4.6. KURVA MAGNETISASI

Kurva maknetisasi CT

CT Metering ES

Kurva CT untuk proteksi

Knee point

Kurva CT untuk pengukuran

CT Proteksi
IeXct

42
4.7. BEBERAPA KONSTRUKSI CT

Sisi primer Sisi primer lilitan


batang

43
Lanjutan 4.7.

Inti besi
Trafo arus dengan inti besi

Trafo arus tanpa inti besi

Rogowski coil

44
Lanjutan 4.7.

Type lingkaran/Wound
primary

Conventional
Dead Tank
CT

45
Lanjutan 4.7.

Type batang /Bar primary

Inverted CT

46
Lanjutan 4.7.

Teriminal primer
1 belitan
Pola (mould) Pola (mould)

Resin Resin

Belitan Belitan
sekunder sekunder
Belitan sekunder Belitan sekunder
Untuk Untuk
Untuk Proteksi Untuk Proteksi
pengukuran pengukuran

Teriminal sekunder Teriminal sekunder


P1(C1) P2(C2)

Gambar 8: dua belitan sekunder

1S1 1S2 2S1 2S2 3S1 3S2 4S1 4S2

4 Teriminal sekunder

BILA PRIMER 2 BELITAN -- DIPILIH PADA LOWER RATIO


47
4.8. TRAFO TEGANGAN

Trafo tegangan:
Instrumen trafo yang dipergunakan untuk memperkecil tegangan
tinggi ke tegangan rendah , dipergunakan untuk pengukuran atau
proteksi

Accuracy classes sesuai IEC 60044-2

48
Lanjutan 4.8.

Rangkaian ekivalen
R
S
T
Primer
20.000/3

Sekunder
100/3

r s t

Tegangan pengenal primer : kV (150 kV, 20 kV atau 150 kV/3 , 20


kV/3)
Tegangan pengenal sekunder: volt (110 V , 110 V atau 110 V/3 , 100
Untuk pengukuran tegangan jatuh disisi sekunder 0,05 % s/d 0,1 % x
V/3)
tegangan pengenal sekunder PT

Tipe trafo tegangan:


Inductive voltage transformers
Capacitive voltage transformers

49
4.9. KLASIFIKASI TRAFO TEGANGAN

Jenis INDUKTIF (PT)


Terdiri dari belitan Primer dan belitan sekunder,
Belitan primer akan menginduksikannya ke belitan
sekunder melalui core.

Jenis KAPASITIF (CVT)


Terdiri dari rangkaian kondensor yang berfungsi
sebagai pembagi tegangan tinggi dari trafo pada
tegangan menengah yang menginduksikan
tegangan ke belitan sekunder melalui media
capasitor.

50
4.10. JENIS INDUKTIF TRAFO TEGANGAN

Keterangan gambar:

1. Kertas/Isolasi Minyak Mineral/Quartz filling.


7

6
2. Belitan Primer: vernis ganda-isolasi kawat
tembaga, tahan pada suhu tinggi.
5

3. Inti: bukan orientasi listrik baja


1 memperkecil
resiko resonansi besi

4 2
4. Belitan Sekunder

3 5. Isolator Keramik
8
6. Dehydrating Breather

7. Terminal Primer

8. Terminal Sekunder
51
4.11. JENIS KAPASITIF TRAFO TEGANGAN

1 1). HV.T adalah terminal tegangan tinggi

2) kapasitor C1 & C2 pembagi


tegangan (capacitive voltage
divider) yang berfungsi sebagai
5 pembagi tegangan tinggi untuk
diubah oleh trafo tegangan
menjadi tegangan pengukuran
yang lebih rendah
2
3). L0 adalah induktor penyesuai
tegangan (medium voltage
choke) yang berfungsi untuk
mengatur/menyesuaikan supaya
tidak terjadi pergeseran fasa
antara tegangan masukan (vi)
3 7 dengan tegangan keluaran (vo)
pada frekuensi dasar.

4) Belitan primer

5) Isolator keramik
4
7) Terminal sekunder

52
4.12. KESALAHAN TRAFO TEGANGAN

Kesalahan rasio trafo tegangan


Kesalahan besaran tegangan karena perbedaan rasio name plate
dengan rasio sebenarnya dinyatakan dalam

% = 100 (Kn Vs - Vp)/Vp

Composite Error

c = 100/ Vp 100/T (Knvs vp)2 dt

vs dan vp merupakan nilai tegangan sesaat sisi sekunder dan


sisi primer.

53