Anda di halaman 1dari 23

OBESITAS PADA

ANAK & REMAJA


PENGERTIAN
Obesitas adalah peningkatan lemak tubuh
yang berlebihan, Karena keseimbangan
energi positif, sebagai akibat ketidak
seimbangan antara asupan energi dengan
keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan
energi yang disimpan dalam bentuk jaringan
lemak.
Multifaktorial yang diduga bahwa sebagian
besar obesitas disebabkan oleh karena
interaksi antara factor genetik dan faktor
lingkungan
Obesitas merupakan akibat dari
keseimbangan energi positif untuk periode
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi obesitas dan overweight pada
anak di dunia meningkat 4,2% pada 1990
menjadi 6,7% pada 2010 diperkirakan
2020 menjadi 9,1%
Riskesdas 2013 : prevalensi obesitas
pada balita 2007 (12,2%), 2010 (14%),
2013 (11,9%)
Usia 5-12 tahun (8,8%), 13-15 tahun
(2,5%), dan 16-18 tahun (1,6%)
Peningkatan prevalensi obesitas
peningkatan prevalensi komorbiditas
EPIDEMIOLOGI
Komorbiditas :
- TD
- Aterosklerosis
- LVH
- OSA
- Asma
- PCOS
- DM tipe 2
- fatty liver/NAFLD
- defisiensi Fe
- dyslipidemia dan sindrom metabolik.
ETIOLOGI
Ketidakseimbangan intake energy dengan keluaran
energy kelebihan energy disimpan dalam
bentuk jaringan lemak.

Kelebihan energy karena : intake berlebihan atau


tinggi atau keluaran energy kurang

Keluaran energy kurang karena : rendah metabolism


tubuh, aktivitas fisik kurang, efek thermogenesis
makanan (lemak lebih rendah efeknya disbanding
karbohidrat dan protein)
ETIOLOGI
Ketidakseimbangan intake energy dengan
keluaran energy kelebihan energy
disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

Gangguan homeostasis energy tsb karena


- Factor idiopatik obesitas primer,
nutrisional
- Faktor endogen obesitas sekunder, non-
nutrisional
Tabel 2. Karakteristik dan etiologi obesitas

(Sumber: dikutip dan dimodifikasi dari Williams CL, dkk. Ann N Y Acad Sci. 1997.32)
REKOMENDASI
DIGANOSIS, TATA
LAKSANA, &
PENCEGAHAN OBESITAS
menurut IDAI
REKOMENDASI 1
Gizi lebih dan obesitas pada anak
dan remaja ditegakkan
berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisis, pemeriksaan
antropometris, dan deteksi dini
komorbiditas yang dibuktikan
dengan pemeriksaan penunjang
terkait
Anamnesis : factor risiko medis dan
perilaku
Pemeriksaan antropometris : IMT dan
pengukuran BB/TB untuk menilai lemak
tubuh. Untuk anak dan remaja saat ini
dipakai 3 klasifikasi CDC 2000, IOTF,
WHO 2006
Pemeriksaan fisis : umum dan khusus
Deteksi dini komorbiditas dengan
pemeriksaan penunjang
- OSA : polisomnografi, AHI
- NAFLD : pem. Faal hepat, SGOT, SGPT
- DM tipe 2 : kadar glukosa darah
REKOMENDASI 2
Prinsip tata laksana gizi lebih
dan obesitas pada anak adalah
menerapkan pola makan yang
benar, aktivitas fisis yang benar,
dan modifikasi perilaku dengan
orangtua sebagai panutan
Pola makan yang benar
Seimbang dan sesuai RDA
Metode Food Rules
1. Terjadwal, makan besar 3x/hari, camilan 2x/hari
(diutamakan buah segar), diberi air putih diantara
jadwal makan. Batasi lama makan 30menit tiap kali.
2. Lingkungan netral, tidak memaksa anak
mengonsumsi makanan dan jumlah ditentukan
anak.
3. Beri makana sesuai kebutuhan kalori dari perkalian
kebutuhan kalori berdasar RDA menurut TB dengan
BB ideal menurut TB.
Pola makan yang benar
Pengaturan kalori menurut Metode Food Rules
Kalori disesuaikan kebutuhan normal.
Pengurangan 200-250 Kalori/hari,target
penurunan BB 0,5kg/mgu.
Diet seimbang : KH 50-60%, lemak 30%,
protein 15-20%
Bentuk dan jenis makanan dapat diterima anak
Diet tinggi serat.
Konsumsi serat pada Anak >2thn umur(thn)
+5 gram / hari
Pola Aktivitas Fisis yang
Benar
CDC menganjurkan anak dan remaja harus
latihan fisis tiap hari selama 60 menit atau lebih.
1. Aktivitas aerobic 60mnt atau lebih per hari.
Intensitas sedang (jalan cepat), Intensitas
Bugar (berlari). Minimal 3x / mgu
2. Muscle strengthening (senam, push up)
minimal 3x/mgu. Bagian dari total latihan fisis
yang 60 menit per hari
3. Bone strengthening (lompat tali, berlari)
min. 3x/mgu, bagian dari total latihan fisis
Modifikasi Perilaku
- Pengawasan terhadap berat badan, intake makanan,
aktivitas fisis dan mencatat perkembangannya
- Kontrol rangsangan atau stimulus (cth : menonton
sambil makan dilarang), orangtua meniadakan
stimulus disekitar anak yang merangsang keinginan
untuk makan
- Mengubah perilaku makan, control porsi dan jenis
makanan yang dikonsumsi serta mengurangi camilan
- Penghargaan atas keberhasilan perilaku sehat, dan
berikan terus dorongan
- Pengendalian diri untuk makan dan latihan tambahan
untuk membakar energi
REKOMENDASI 3
Orangtua, anggota keluarga,
teman, dan guru harus dilibatkan
dalam tata laksana obesitas
REKOMENDASI 4
Terapi intensif berupa
Farmakoterapi dan terapi bedah
dapat diterapkan dengan
persyaratan pada anak dan
remaja obes yang mengalami
penyakit penyerta dan tidak
memberikan respons pada terapi
konvensional
FARMAKOTERAPI
Penurun nafsu makan cth :
sibutramin
menurut FDA diijinkan pada 16 thn
menimbulkan rasa kenyang,
pengeluaran energi
Penghambat absorbs zat gizi cth :
orlistat
120mg + ekstra suplementasi vitamin
larut lemak. Hanya untuk anak >12thn.
Mengatasi komorbid dan rekombinan
TERAPI BEDAH
Prinsip terapi bedah bariatric
- Restriksi atau perlambat pengosongan lambung
gastric banding & vertical banded gastroplasty
- Mengurangi absorbsi gatric bypass
Pertimbangan :
- Gagal menurunkan BB setelah program terencana
6 bulan dan memenuhi syarat antropometri, medis,
psikologis
- Superobes . IMT 40
- Mencapai maturitas tulang. Perempuan 13th, laki-
laki 15th
REKOMENDASI 5
Pencegahan terjadinya gizi lebih dan
obesitas terdiri dari 3 tahap,
pencegahan primer dengan
menerapkan pola makan dan aktivitas
fisis yang benar sejak bayi,
pencegahan sekunder dengan
mendeteksi early adiposity rebound,
dan pencegahan tersier dengan
mencegah terjadinya komorbiditas
PENCEGAHAN PRIMER
Pendekatan populasi :
mempromosikan cara hidup sehat
pada semua kelompok tanpa
memandang apapun.
Pendekatan kelompok : pendekatan
pada kelompok berisiko tinggi alami
obesitas
PENCEGAHAN SEKUNDER
Mendeteksi early adiposity rebound

Normal
IMT pada tahun pertama kehidupan
menurun setelah 9-12 bln nilai terendah
(ADIPOSITY REBOUND) pada 5-6thn
kembali IMT pada masa remaja-dewasa

Peningkatan IMT pada usia <5thn


berhubungan dengan risiko obesitas dan
sindrom metabolik di masa depan.
PENCEGAHAN TERSIER

Mencegah komorbid dengan


menatalaksana secara tepat
Obesitas pada anak dan remaja