Anda di halaman 1dari 33

PERANCANGAN TATA LETAK (LAY OUT)

DAN PENENTUAN LOKASI PABRIK


Perancangan Tata letak
Pabrik
Perancangan tataletak pabrik dapat dilakukan setelah
flowsheet proses, perhitungan proses (process
calculation) dan seleksi serta penentuan ukuran
peralatan (equipment selection and sizing) selesai
dikerjakan.
Demikian pula lokasi telah ditetapkan, peta topography
dan data-data geoteknik dan hidrologi lokasi telah
tersedia.
Perancangan Tataletak Pabrik
Tataletak pabrik yang baik memenuhi kriteria-kriteria berikut:
Jelas, memberikan aliran material yang logik, efisien dan
memberikan kenyamanan lingkungan kerja
Meminimalkan biaya untuk proses transportasi
- Memudahkan proses operasi dan maintenance
(perawatan)
- Memberikan kemudahan dalam proses supervisi
- Melindungi kesehatan dan keselamatan (safety) pekerja
- Memaksimalkan keamanan (security) pabrik
- Memberikan ruang untuk perluasan (ekspansi) pabrik
Perancangan Tataletak Pabrik
Meminimalkan biaya untuk proses transportasi

Tempat penyimpanan konsentrat, reduktor dan reagen-reagen


diusahakan sedekat mungkin dengan tempat pengumpanan
material-material tersebut
Memberikan akses keluar-masuk yang baik terhadap semua
tempat penyimpanan material
Transportasi slurry bila memungkinkan dibantu dengan
mekanisme gravitasi untuk mengurangi kebutuhan energi dari
pompa
Meminimalkan jumlah belt conveyor yang digunakan dengan rute
yang paling efisien sesuai dengan perhitungan
Perancangan Tataletak Pabrik
Memudahkan proses operasi dan maintenance pabrik
Keseluruhan bagian pabrik dirancang secara kompak disertai
informasi yang jelas mengenai batas-batas antara satu bagian
dengan bagian yang lain
Memberikan akses yang mudah bagi personil di dalam melakukan
sampling, inspeksi, dan pengendalian proses (process control)
-jalan,
-tangga (stairs)
-personil lift dari satu level ke level yang lain
Memberikan pencahayaan (lighting) dan ventilasi yang baik
Perancangan Tataletak Pabrik
Tataletak pabrik umumnya digambarkan dalam gambar teknis 2
dimensi, tampak atas, namun juga sering digambarkan 3 dimensi
Komponen-komponen yang digambarkan dalam tata letak pabrik
ekstraksi logam, meliputi:
Peralatan utama proses
Tempat dimana peralatan dan fasilitas pendukung diletakkan
seperti laddle station, reagent storage area, brick storage, oxygen
plant, acid plant, power plant dsb.
Utilities: tempat penyimpanan air, bahan bakar, dan pumping
station
Tempat penyimpanan bahan baku
Tempat penyimpanan produk
Komponen-komponen yang digambarkan dalam tata letak
pabrik ekstraksi logam, meliputi (lanjutan):

Kantor (office), kantin, tempat ibadah, tempat parkir dan


evacuation area
Laboratorium
Control room
Change house
Bengkel
Ware house (tempat penyimpanan spare part)
Gudang
Nomer komponen dalam lay out harus konsisten. Dibagian tertentu
(biasanya di pojok) diberikan informasi skala yang digunakan
Layout (general) pabrik peleburan dan
pemurnian tembaga, PT. Smelting Gresik

Sumber: Budi P. Handogo, Seminar Perhapi, Oktober 2009


Sumber: Moto Goto presentation at ITB, 1998
Flowsheet proses peleburan dan pemurnian
tembaga di PT. Smelting Gresik

Sumber: Budi P. Handogo, Seminar Perhapi, Oktober 2009


Refinery lay out, PT Smelting Gresik
(sebelum ekspansi)

Sumber: PT Smelting presentation at ITB


Contoh Lay Out Pabrik Pengolahan Emas
Contoh lay out pabrik peleburan ferronikel
(FeNix Guatemala)
Contoh lay out sebuah pabrik HPAL
nikel laterit
Overview autoclave system, Murin-Murin plant
Contoh lay out pabrik HPAL nikel laterit
di Goro, Kaledonia Baru
Contoh lay out pabrik pengolahan Bauxite
(Proses Bayer) di Australia
Contoh lay out pabrik heap leaching
nikel laterit
Contoh lay out pabrik heap leaching Cu
Perancangan Tataletak Pabrik
Memudahkan proses operasi dan maintenance pabrik
Akses yang mudah untuk transportasi dari dan ke pabrik, di dalam
lingkungan pabrik dari dan ke setiap mesin dan peralatan untuk
maintenance peralatan, akses yang mudah untuk inspeksi pipeline,
pompa, valves, motor, kompressor dan kabel-kabel listrik.
Gang-gag harus mempunyai ukuran yang memadai sehingga
forklift dan personil dapat melakukan proses pembersihan dengan
mudah. Menghindari proses akumulasi debu dan kotoran.
Penempatan bengkel (workshop) yang tidak terlalu jauh dari lokasi
utama untuk proses produksi
Perancangan Tataletak Pabrik
Memudahkan proses supervisi

Menempatkan ruangan para supervisor pada lokasi dimana


mereka dapat melakukan observasi pada dan supervisi proses
produksi dengan mudah.
Memudahkan proses supervisi dengan menempatkan ruangan
untuk supervisors (manager pabrik dan asisten manager) tidak
jauh dari ruangan operator dan control room.
Perancangan Tataletak Pabrik
Menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja

Menyediakan ruangan ganti untuk pakaian dan peralatan pelindung keselamatan kerja
Menyediakan akses dan fasilitas yang memberikan kemudahan (cepat, aman) jika terjadi
kebocoran, ledakan dan kecelakaan (accidents) lainnya
Menyediakan area untuk evakuasi jika terjadi kebakaran, ledakan atau gempa bumi.
Memberikan akses yang memudahkan bagi armada pemadam kebakaran
Perancangan Tataletak Pabrik
Memberikan ruang untuk perluasan (ekspansi) pabrik
Kemungkinan untuk ekspansi pabrik tidak hanya diantisipasi dengan memberikan
ruang (space) namun juga dengan merancang peralatan yang mempunyai kapasitas
yang dapat digunakan jika dilakukan peningkatan kapasitas pabrik di masa depan.
Kemungkinan ekspansi pabrik juga diantisipasi dalam mendesain reservoar
penyedia air, gudang dan fasilitas untuk pengolahan, penimbunan limbah (disposal
facilities)
Electrorefining plant lay out,
PT Smelting Gresik (sesudah ekspansi ke-
1)
Original Expanded

Slime Tellurium Control Room Electrolyte Circulation Equipment


Treatment Recovery
Plant Plant

9
1 5 11 15 19
11
10

2 6 12 16 20

Liberator 3 7 13 17 21
Machin
Rectifiers e Area

4 8 14 18

Commercia
l Rectifiers Anode Cathode
AnodeScrap

Liberator Cells Commercial Cells

Sumber: Budi P. Handogo, Seminar Perhapi, Oktober 2009


Electrorefining plant lay out,
PT Smelting Gresik (sesudah ekspansi ke-
2)
Original Expanded

Slime Tellurium Control Room Electrolyte Circulation Equipment


Treatment Recovery
Plant Plant

9
1 5 11 15 19
11
10

2 6 12 16 20

Liberator 3 7 Machin 13 17 21
Rectifiers e Area
22A
4 8 14 18
22B

Rectifier added at 2nd


Commercia Expansion
for Sec.
l Rectifiers Anode Cathode
21&22
AnodeScrap

Liberator Cells Commercial Cells

Sumber: Budi P. Handogo, Seminar Perhapi, Oktober 2009


Tata Letak Peralatan-Peralatan Proses

Pada prinsipnya semua bagian peralatan harus mudah diakses


untuk kegiatan pemeliharaan (maintenance) dan inspeksi
Disekitar peralatan harus disediakan ruangan yang memadai bagi
personil untuk bergerak secara bebas dan aman

Bin dan Hopper


Harus disediakan akses dari semua arah
Akses yang mudah dari atas
Disediakan port dan lubang bukaan untuk maintenance dan inspeksi
Bin dan hopper yang menyimpan material yang berdebu seharusnya
dilengkapi fasilitas penangkap debu
Overhead Crane
Overhead crane harus dilengkapi monorail untuk reparasi
Disediakan platform pada bagian ujung runway untuk keperluan
maintenance
Perlu diperhatikan kemungkinan alternatif charging (misalnya
cross charging) bila salahsatu reaktor sedang shut down

Conveyor
Harus disediakan ruang dan instalasi untuk menahan conveyor dari
atas sehingga bagian dibawah conveyor dapat dibersihkan
Transportasi partikel yang lembut seperti debu disarankan
menggunakan pneumatic conveyor yang tertutup.
Penentuan Lokasi Pabrik

Faktor-faktor yang menentukan lokasi suatu pabrik, adalah sebagai


berikut:
1) Keberadaan bahan baku
Disarankan lokasi pabrik dekat dengan sumber bahan baku, karena
selain dapat mengurangi biaya transportasi (pengangkutan) juga
dapat mengurangi biaya untuk fasilitas penyimpanan (gudang).
2) Pasar (domestik dan internasional)
Dalam memasarkan produk hasil akhir, penjualan dan distribusi
produk sering menjadi suatu faktor yang krusial. Kedekatan dengan
pasar dan/atau akses ke jalur pemasaran, seperti pelabuhan, akan
meminimalkan biaya transportasi dan meningkatkan keuntungan
perusahaan.
3) Ketersediaan Sumber Energi listrik
Ketersediaan sumber listrik dalam jumlah yang memadai merupakan
salasatu pertimbangan penting dalam memilih suatu pabrik.
Penyediaan listrik
- Membeli dari perusahaan penyedia listrik (untuk Indonesia
misalnya PLN)
- Membangun sendiri pembangkit (untuk kebutuhan energi listrik
yang besar)
PLTA (tenaga air: umumnya lebih murah)
PLTU (tenaga uap)
PLTG (tenaga diesel)
dst.

4) Ketersediaan bahan bakar (fuel), reduktor, reagen pelindi, fluks


dan bahan-bahan consumable yang diperlukan untuk proses
5) Faktor Iklim

Kondisi-kondisi iklim yang meliputi curah hujan, kelembaban, kondisi


angin merupakan pertimbangan dalam menentukan lokasi pabrik
dan proses desainnya.

6) Faktor topografi dan kestabilan tanah

Instalasi pabrik memerlukan tanah yang stabil dan umumnya dalam


keadaan yang datar. Pada kondisi tertentu diperlukan area dengan
kemiringan tertentu misalnya untuk proses pengaliran fluida dengan
metoda gravitasi (thickener, tangki).
7) Fasilitas transportasi

Fasilitas transportasi meliputi:


- transportasi laut: fasilitas pelabuhan
- transportasi darat: jalan, railroad
- transportasi udara: bandara dan akses ke bandara

8) Ketersediaan sumber air

Industri/pabrik metalurgi ekstraksi sangat memerlukan air, selain untuk


proses produksinya juga untuk pencucian, pendinginan, granulasi slag,
dan steam generating operations serta kebutuhan domestik. Lokasi
pabrik sebaiknya sedekat mungkin dengan sumber air (laut, sungai,
danau) untuk mencukupi kebutuhan airnya. Instalasi penyedia air
menjadi bagian penting dari suatu pabrik metalurgi ekstraksi
9) Pembuangan limbah (padat, cair, gas)
Perlu diperhatikan daya dukung area/lokasi untuk menampung
limbah baik tanah, air dan udara
-Tanah: tailing pond, tailing dam, red mud dam, dst.
-Air: sungai, laut.

10) Kerawanan terhadap bencana alam


- banjir
- gempa bumi
- tsunami
Pemilihan lokasi harus memperhitungkan kemungkinan terjadinya
bencana alam yang dapat terjadi di lokasi pabrik dan bagaimana
cara mengantisipasinya. Kalau ada tersedia daerah yang aman,
sebaiknya dihindari pemilihan lokasi yang rawan bencana.
11) Keberadaan industri terkait
Sebagai contoh, PT Smelting (PTS) didirikan di Gresik diantaranya
karena terdapat PT. Semen Gresik yang dapat mengolah slag PTS
dan PT. Petrokimia yang dapat mengolah H2SO4 sebagai byproduct
PTS. Demikian pula lokasinya pada daerah yang mempunyai
infrastruktur yang memadai seperti jalan dan pelabuhan.

12) Faktor sosial dan faktor keamanan di lokasi


-kondisi sosial masyarakat di sekitar lokasi pabrik
-tingkat pendidikan
-budaya masyarakat sekitar
-mata pencaharian