Anda di halaman 1dari 35

KONSEP PERENCANAAN

PANGAN DAN GIZI


MARY ASTUTI
2015
Undang-Undang No. 17 tahun 2007
tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional tahun 2005-2025
menegaskan bahwa Pembangunan
dan perbaikan gizi dilaksanakan
secara lintas sektor meliputi
produksi, pengolahan, distribusi,
hingga konsumsi pangan dengan
kandungan gizi yang cukup,
seimbang, serta terjamin
keamanannya
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2010-
2014 secara tegas telah
memberikan arah pembangunan
pangan dan gizi yaitu
meningkatkan ketahanan pangan
dan status kesehatan dan gizi
masyarakat.

Instruksi Presiden No 3 tahun 2010,


tentang penyusunan:

a) NASIONAL: Rencana Aksi Nasional


Pangan dan Gizi 2011 2015

b) DAERAH: Penyusunan Rencana Aksi


Daerah Pangan dan Gizi








TUJUAN
Sebagai acuan dalam
melaksanakan
pembangunan pangan dan gizi
bagi institusi pemerintah,
organisasi non pemerintah,
institusi swasta, masyarakat dan
pelaku lain, baik pada tataran
nasional, provinsi, maupun
kabupaten dan
kota
PROSES PENYUSUNAN DAN
PENDEKATANNYA
PENYUSUNAN:
MELALUI SEMINAR
MELALUI WORKSHOP
Pendekatan : Sektoral dan multisektoral serta pendekatan partisipatif
Politik : penjabaran agenda pembangunan
Teknokratik : Menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah
( misalnya membuat naskah akademik lebih dahulu)
Partisipatif : Melibatkan semua fihak yang berkepentingan
Pendekatan Top-down
Pendekatan Bottom up Tk Desa
Tk Desa
Tk Kecamatan
Tk Kabupaten
MUSRENBANG Tk Propinsi
Tk Nasional
TANTANGAN

1. Sosial dan Budaya
Disparitas kemiskinan
Disparitas pendidikan
Persepsi hak asasi manusia
Pemberdayaan keluarga dan pengarus-
utamaan gender
Persepsi kesehatan reproduksi
Tabu makanan, kepercayaan dan perilaku
yang bertentangan dengan kesehatan
Pengertian dan pemahaman gizi seimbang
TANTANGAN
2. Sistem Pangan dan Gizi
Sumberdaya manusia
Infrastruktur
Pembiayaan
Implementasi Standar Pelayanan Minimal
Ketahanan pangan terkait dengan climate change
Kewaspadaan (surveilans) pangan dan gizi terkait
dengan tingkat kemiskinan
Pengawasan mutu dan keamanan pangan
Koordinasi dan kemitraan
Penelitian pangan dan gizi termasuk kurang zat gizi
mikro
5 PILAR RENCANA AKSI
1. Perbaikan Gizi Masyarakat terutama pada ibu
prahamil, ibu hamil dan anak
2. Peningkatan Aksesibilitas Pangan yang
beragam
3. Peningkatan Pengawasan Mutu dan Keamanan
Pangan
4. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS)
5. Penguatan Kelembagaan Pangan dan Gizi
PENGERTIAN PANGAN
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati
dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah yang
diperuntukan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi
manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan
dan bahan lain yang dipergunakan dalam proses penyiapan,
pengolahan dan atau pembuatan makanan dan atau minuman.
Tujuan pembangunan pangan :
1. Memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat
secara adil dan tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat
2. Melakukan pengelolaan pangan yang mampu menyediaakan
pangan yang mampu memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan
gizi bagi kepentingan kesehatan manusia. Terciptanya perdagangan
yang jujur dan bertanggung jawab, terwujudnya kecukupan pangan
dengan harga yang wajar dan terjangkau.
KONDISI INDONESIA TERKAIT
PANGAN
Jumlah penduduk 237,6 juta (20104) dg
pertambahan1,49%/tahun
Pendapatan per kapita 27 juta per jiwa per tahun dg
distribusi tidak merata
Jumlah penduduk miskin 31,02 juta
Pelaku usaha pertanian didominasi pelaku usaha kecil
(gurem)
Skor pola harapan 80,6
Beras dikonsumsi melebihi AKG
Kekuatan pangan Indonesia relatif tinggi tetapi daya
saing produk pangan masih rendah dan kalah bersaing
dengan negara lain
ISTILAH TERKAIT PANGAN

Ketahanan Kemandirian Kedaulatan


pangan pangan pangan
IMPOR DAN KETAHANAN
PANGAN
No Komoditas Impor, %
1 Gandum dan terigu 100
2 Bawang putih 90
3 Susu 70
4 Daging sapi 36
5 Bibit ayam Ras 100
6 Kedelai 65
7 Gula 40
8 Kacang Tanah 15
9 Jagung 10
10 Garam 70

Maksum, 2010
BUNG KARNO

Pangan merupakan soal mati-


hidupnya suatu bangsa;
apabila kebutuhan pangan
rakyat tidak dipenuhi, maka
malapetaka; oleh karena itu
perlu usaha besar-besaran,
radikal dan revolosioner
PERENCANAAN

Analisis
Situasi

DATA PERENCANAAN PROGRAM

MONEV
IMPLEMENTASI

KELUARAN

1. Meningkatnya cakupan ASI ekslusif


2. Meningkatnya tingkat keragaman konsumsi dan skor PPH
3. Meningkatnya cakupan jajanan anak sekolah yang
memenuhi syarat dan produk PIRT tersertifikasi
4. Meningkatnya jumlah rumahtangga yang melakukan
PHBS
5. Meningkatnya jumlah kab/kota yang mempunyai SKPD
bidang Pangan dan Gizi
6. Meningkatnya peraturan perundangan Pangan dan Gizi
7. Meningkatnya tenaga D3 gizi puskesmas dan PPL
kecamatan

SASARAN PEMBANGUNAN PANGAN


DAN GIZI PADA TAHUN 2015
Prevalensi anak balita
Gizi kurang: 15.5%
Stanting (Pendek): 32%
Konsumsi pangan dengan asupan
kalori 2.000kkal/hr
2. Peningkatan aksesibilitas pangan
di tingkat rumah tangga pada
wilayah sangat rawan pangan dan
wilayah rawan pangan melalui (1)
pengembangan desa mandiri pangan
dan lumbung pangan masyarakat;
dan (2) percepatan diversifikasi
pangan sumber daya lokal dan
pengembangan agroindustri di
perdesaan untuk memperluas
3. Peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap serta
perubahan perilaku/budaya konsumsi pangan
masyarakat kearah konsumsi pangan yang semakin
beragam, bergizi seimbang, dan aman

4. Penerapan standar keamanan pangan berdasarkan


kajian risiko, meneruskan teknologi inovatif yang
tepat guna, memberdayakan pemerintah daerah
dalam peningkatan pengawasan, kuantitas dan
kualitas pengawas makanan dan mengembangkan
sistem kewaspadaan pangan dan gizi
PANGAN DAN GIZI SEBAGAI
INVESTASI PEMBANGUNAN
1. Pangan dan Gizi untuk Pertumbuhan dan
Kecerdasan
Anak yang memiliki status gizi kurang atau
buruk mempunyai resiko kehilangan tingkat
kecerdasan atau IQ sebesar 10-15 poin

2. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan dan
Produktivitas
Dengan diperbaikinya konsumsi pangan dan status
gizi, produktivitasmasyarakat miskin dapat
ditingkatkan sebagai modal untuk memperbaiki
ekonominya dan mengentaskan diri dari kemiskinan
ta
i

NERACA BAHAN MAKANAN


ar
d
ai
ul
Sampai saat ini situasi gizi dunia m
,
menunjukkan dua kondisi yang ekstrem, al
mulai dari kelaparan sampai pada pola n
io
makan yang mengikuti gaya hidup yaitu as
rendah serat dan tinggi kalori serta mulai
n

kondisi kurus dan pendek sampai


n
a
kegemukan. Disisi lain, penyakit menular dan
n

penyakit tidak menular (PTM)juga meningkat,


u
g
sangat jelas peran gizi berkontribusi n

bermakna pada penanggulangan ke dua jenis


a
b
penyakit m
e
p
m
Pembangunan pangan dan gizi bukan hanya
merupakan pembangunan yang bersifat
parsial tetapi merupakan penajaman upaya
pencapaian sasaran-sasaran pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan kualitas
hidup dan kesejahteraan rakyat. Untuk itu
pembangunan pangan dan gizi menjadi salah
satu prioritas dalam pembangunan nasional,
mulai dari tahap perencanaan sampai dengan
tahap pemantauan dan evaluasi atas
pelaksanaan pembangunan.
Untuk menjawab masalah ini diperlukan informasi
mengenai situasi pangan disuatu negara/daerah pada
periode tertentu. Hal ini dapat terlihat dari gambaran
produksi, pengadaan dan penggunaan pangan serta
tingkat ketersediaan untuk konsumsi penduduk per
kapita. Salah satu cara untuk memperoleh gambaran
situasi pangan dapat disajikan dalam suatu neraca
atau tabel yang dikenal dengan nama Neraca Bahan
Makanan. Dalam rangka penyusunan program
pembangunan ketahanan tersebut, maka diperlukan
analisisi situasi pangan yang dituangkankan dalam
Neraca Bahan Pangan.
Neraca Bahan Makanan (NBM)
memberikan informasi tentang situasi
pengadaan/penyediaan pangan, baik yang
berasal dari produksi dalam negeri,
impor/ekspor dan stok serta penggunaan
pangan untuk kebutuhan pakan, bibit,
penggunaan untuk industri, serta
informasi ketersediaan pangan untuk
dikonsumsi penduduk suatu
negara/wilayah dalam kurun waktu
tertentu (BKP, 2006)
Neraca Bahan Makanan disusun
dalam suatu Tabel NBM terdiri dari 19
kolom yang terbagi menjadi 3
kelompok penyajian yaitu
pengadaan/penyediaan,
penggunaan/pemakaian dan
ketersediaan per kapita. Jumlah
pengadaan harus sama dengan
jumlah penggunaan. Komponen
pengadaan meliputi produksi
Padi-padian : terdiri dari padi/gabah, gabah/beras,
jagung, jagung basah atau muda, gandum, dan tepung
gandum
Makanan berpati : Terdiri dari ubi jalar, ubi kayu, gaplek,
tapioka, sagu atau tepung sagu.
Gula : terdiri dari gula pasir dan gula mangkuk.
Buah biji berminya: terdiri dari kacang tanah berkulit,
kacang tanah lepas kulit, kedelai, kacang hijau, kelapa
berkulit dan kelapa daging atau kopra.
Buah-buahan : terdiri dari alpokat, jeruk, duku, durian,
jambu, mangga, nanas, pepaya, pisang, rambutan, salak,
sawo, semangka, belimbing, manggis, nanka/cempedak,
markisa, sirsak, sukun dan lainnya.
Sayur-sayuran : terdiri dari bawang merah, ketimun, kacang merah,
kacang panjang, kentang, kubis, tomat, wortel, cabe, terong, petsai/sawi,
bawang daun, kangkung, lobak, labu siam, buncis, bayam, bawang putih,
kembang kol, jamur, melinjau, petai dan lainnya.
Daging : terdiri dari daging sapi, daging kerbau, daging kambing, daging
domba, daging kuda/lainnya, daging babi, daging ayam buras, daging
ayam ras, daging itik dan jeroan semua jenis.
Telur : terdiri dari telur ayam buras, telur ayam ras dan telur itik.
Susu: terdiri dari susu sapi dan susu impor.
Ikan : terdiri dari ikan tuna/cakalang/tongkol, kakap, cucut, bawal, teri,
lemuru, kembung, tenggiri, bandeng, belanak, mujair, ikan mas, udang,
rajungan, kerang darah, cumi-cumi, sotong dan lainnya.
Minyak dan lemak: terdiri dari kacang tanah/minyak, kopra/minyak
goreng, minyak sawit/ minyak goreng, lemak sapi, lemak kerbau, lemak
kambing, lemak domba, dan lemak babi..

Indeks Pembangunan
Manusia
IPM (HDI) menggambarkan kualitas hidup penduduk
suatu negara dan daerah
3 Komponen IPM adalah :
1. Pendidikan
a. lamanya sekolah
b. Tingkat buta huruf
2. Kesehatan
a. Angka kematian bayi
b. Angka kematian ibu melahirkan
3. Ekonomi
Kemampuan daya beli
Global Nutrition Report

People with good nutrition are key for


sustainable development
PENGEMBANGAN SISTEM PANGAN MENUJU
KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

PASAR INTERNASIONAL
-Oligopolistirk
- Demand for Bio-Energy
IKLIM
LAHAN Deversifikasi
-Konversi meningkat Konsumsi
- Kualitas lahan Pangan lambat
turun
TEKNOLOGI
-Benih Pendapatan
- Budidaya SUPPLY PASAR DEMAND Masyarakat
-Pasca panen meningkat

KELEMBAGAAN Pertumbuhan
-Permodalan penduduk
Harga
- Organisasi petani meningkat
Fluktuatif
- Institusi pendukung

SARANA PRASARANA
-Penyediaan terbatas
- Penyuluhan
Produksi

Pasokan pangan dari


KETERSEDIAAN PANGAN luar (Impor )
PER KAPITA
Cadangan pangan

Bantuan pangan
Luas panen
Produktifitas
Diversifikasi Sarana dan
produk prasarana
pemasaran
Irigasi,
teknologi, Jumlah
kredit, Penduduk
Sarana Sumber : Patrick Webb and Beatrice
produksi Iklim, hama Rogers. 2003 (dimodifikasi
penyakit,
Pendapatan
Akses Ekonomi
Kesempatan kerja

Harga Pangan

AKSES PANGAN

Sarana dan prasarana


Akses Fisik (isolasi perhubungan
daerah)
Infrastruktur pedesaan

Akses sosial Preferensi thd jenis


pangan dan
Pendidikan
Sumber : Patrick Webb and Beatrice
Tidak adanya
Rogers. 2003 (dimodifikasi)
konflik. Perang.
Konsumsi
1. Kecukupan
Energi Falilitas dan Layanan Kesehatan
2. Kecukupan Gizi 1. Fasilitas Kesehatan
3. Diversifikasi 2. Layanan kesehatan
pangan
4. Keamanan
pangan Sanitasi dan Ketersediaan air
1. Kecukupan air bersih
2. Sanitasi
PENYERAPAN
PANGAN Pengetahuan ibu RT
1. Pola makan
2. Pola asuh kesehatan

Outcome Nutrisi dan kesehatan


1. Harapan hidup
2. Gizi balita
3. Kematian bayi
Gangguan iklim

Hama dan
penyakit tanaman
KERENTANAN
PANGAN

Bencana alam

Konflik, Perang. dll


Aku sehat karena panganku cukup, beragam, bergizi seimbang,
aman, dan halal