Anda di halaman 1dari 61

NUTRACETICA

KESEHATAN
Tulang &
sendi
1. Muhammad
KELOMPOK 1 :
Faid Solihin
K11016I006
2. Rizki Apriyani K11016I009
3. Silvia Riska Pratiwi K11016R002
4. Akhmad Nurzaki
K11016R005
5. Ernie Halimatushadiyah
K11016R007
6. Emi Putri Primasari
K11016R028

PROGRAM STUDI PROFESI


APOTEKER
UNIVERSITAS
Kesehatan Tulang & Sendi
DEFINISI

Osteoarthritis (OA) adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum dan

Ameye., L.G and Chee. W.SS, 2006


DUNIA
salah satu penyakit
Epidemiologi kelumpuhan sendi dan
umumnya dialami
r thrit sebagaian besar orang
st eo a
O )
tua (populasinya

is (O A hampir 50% di atas


usia 50 tahun dan 85
% diatas usia 65
INDONES
tahun di seluruh dunia)

IA
Berdasarkan Hasil
RISKESDES 2013 untuk
prevalensi penyakit
sendi berdasar
diagnosis nakes di
Indonesia sebesar
11,9 % dan berdasar
diagnosis atau gejala
24,7 %.
Sharma, G and Rathore, D.S, 20
ETIOLO multifaktor

GI Dapat Potensi Tidak Dapat


Dirubah Dapat Dirubah
Dirubah
Kegemuka Trauma Umur
n/ sendi
obesitas
Kelemaha Biomekanik Jenis
n otot sendi yang kelamin
jelek (misal :
kelemahan
Dipiro, J.T., et al, 2008, sendi /
Pasien OA tubuhnya tidak laxity)
stabil dan cenderung Aktifitas Keturunan /
mudah jatuh. Dengan fisik
Pharmaceutical
yang Care untuk Pasien
genetik
demikian meskipun berat
Arthritis Rematik, 2006
kepadatantulangnya cukup
tinggi, namun risiko
terjadinya fraktur sama
Kekakuan sendi dengan / Biasa dialami pada usia
tanpa pembesaran sendi
> 50 tahun
Krepitus, berderak /
suara kisi terdengar Nyeri pada sendi,
dengan gerakan yang tangan, lutut dan
disebabkan oleh pinggul (Umum)
ketidakteraturan Nyeri paling sering
permukaan sendi
dialami ketika
Jangkauan gerak yang
melakukan gerakan,
terbatas yang bisa
dan rasa sakit dapat
disertai dengan
ketidaksetabilan sendi juga terjadi pada saat
Stadium penyakit istirahat
dikaitkan dengan Kekakuan sendi saat
deformitas sendi terjadi gerakan dan
saat istirahat

Dipiro, J.T., et
al, 2008,
Sendi
yang
Sehat
Sendi adalah bagian
dari tubuh dimana dua
tulang. Lebih bersatu
dalam suatu koordinasi
antara : otot, tendon,
ligamamen dan
cartilage
Seluruh sendi dikelilingi
oleh sarung yang kuat
yang dinamkan kapsul
sendi.
Lapisan sinovial dari
kapsul sendi
mengeluarkan cairan
sangat sedikit yang
fungsinya sebagai
lubrikan.

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases,


Handout on Health: Osteoarthritis, Bethesda MD, Maret 2016.
Osteoarthr
itis
Pada osteoarthritis,
tulang rawan
(kartilago)
mengalami
pengikisan.

Spurs tumbuh dari


tepi tulang, dan
meningkatkan cairan
sinovial Secara
keseluruhan, sendi
terasa kaku dan
sakit.

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases,


Handout on Health: Osteoarthritis, Bethesda MD, Maret 2016.
Bagian tubuh yang sering
terkena OA
Di tangan (di ujung jari tangan dan jem

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases,


Handout on Health: Osteoarthritis, Bethesda MD, Maret 2016.
Dipiro, J.T., et
al, 2008,
FARMAKOLOGIS

- Paracetamol

Henrotin, Y., et all, 2011


Sinusas, K, 2012
Pharmaceutical Care untuk Pasien
Arthritis Rematik, 2006
Non-
FARMAKOLOGIS
Edukasi Pasien

Henrotin, Y., et all, 2011


NUTRASETIKA

Produk terisolasi atau dimurnikan dari


makanan dan bermanfaat dalam
mempromosikan kesehatan dengan jalan
pencegahan dan pengobatan penyakit.
Istilah ini pertaman kali diciptakan oleh
Dr. Stephen. Dunia Nutrasetical adalah
kombinasi dari Gizi dan Farmasi.
Keuntungan dari Nutracetical adalah
ketersediaaan yang luas tanpa efek
sampng dan memungkinkan untuk
pengobatan sendiri.
N- 3 / Omega 3 polyunsaturated
fatty acids (n-3 PUF As)

menghambat asam arak


EB
M
EB
M

Hogstrom, M., Nordstrom P., & Nordstrom A., 2007, n-3 Fatty acids
are positively associated with peak bone mineral density and bone
accrual in healthy men: the NO2 Study, Am J. Clin. Nutr, 85, 803-807
ASUs (Avocado soybean
memberi efek yang
unsaponifiables)
EB
M
CHs (Collagen
diperoleh dengan hidrolisis enzimatik jaringan kolagen (tulang) dari m
hydrosylates)
EB
M
EB
M
Vitamin D
Menurunkan hormon PTH (paratiroid hormon), meningkatkan kepadata
EB
M
EB
M
Lanjutan... (EBM Vitamin D)
Chondroitin

membantu meningkatkan kelembaban persendian dengan menarik a


EB
M
Glucosamin
e

Membantu
Merupakan menstimulasi
amino sintesis substansi yang dibutuhkan oleh fungs
monosakarida,
yang tersusun dari glukosa dan
asam amino asam glutamat
EB
M
Definisi
Osteopotosis : masa tulang rendah dan kerusakan jaringan
kerapuhan dan fraktur

Kategori Osteoporosis

2. Osteoporosis Terkait 3. Osteoporosis


1. Osteoporosis
Usia Seunder
postmenopause
osteoporosi Manifestasi Klinis
Patofisiologi :

patofisiologi
patofisiologi
1. Defisiensi Esterogen
s Manifestasi umum
meningkatkan resopsi tulang
osteoporosis
daripada meliputi :
pembentuknya
Penurunan tinggi badan
Kifosis
Lordosis
Nyeri
2. pada tulang
Hilangnya masa tulang
Fraktur usia
biasanya pada

Manifestasi
Manifestasi
terkait diakibatkan
vertebra, pinggul,
resorpsi atau

Klinis
Klinis
peningkatan tulang
lengan bagian bawah

3. Kejadian osteoporosis lebih


rendah pada pria disebabkan
oleh puncah BMD yang lebih
Faktor Resio

tinggi

4. Osteoporosis yang diiduksi


obat dapat disebabkan oleh
kortikosteroid, hormon tiroid,
TERAPI

Non
Farmakologi
Farmakologi

1. Menu seimabang dengan asupan


kalsium dan vitamin D yang
mencukupi
2. Berenti merokok akan
meningkatkan BMD
3. Berolah raga dan latihan beban
dapat mencegah hilangnya masa
tulang
Terapi Farmakologi

Isofarmakoterapi,
2013
Nutrasetika
Osteoporosis
1. Melatonin

Melatonin diproduksi
oleh kelenjar pineal
yang terletak di otak.

Studi menunjukkan bahwa wanita yang


menderita osteoporosis memiliki tingkat
melatonin yang rendah sehingga
mengambil suplemen melatonin dapat
membantu mengurangi degenerasi
tulang.
Mekanisme Kerja :
sebagai antioksidan yang menetralkan aksi
beracun radikal bebas yang menyebabkan
kerusakan sel.
mengikat berbagai reseptor intraselular relevan
dengan regulasi sel tulang dan fisiologi.

Uji Klinis

Dalam studi uji klinis yang dilakukan


oleh Kotlarczyk et al,18
perimenopause wanita (usia 45-54)
secara acak menerima melatonin (3
mg, n = 13) atau plasebo (n = 5)
selama enam bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa


suplementasi melatonin dapat
mengembalikan ketidakseimbangan
remodeling tulang untuk mencegah
keropos tulang pada wanita
perimenopause.
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 0,3 15 mg /
hari

Buah dan sayur


2. L-Carnitine

L-Carnitine bertindak sebagai


kofaktor dalam metabolisme
oksidatif dari asam lemak.

Mekanisme :
L-Carnitine mampu merangsang
osteoblas proliferasi
Sel sel tulang untuk
pembentukan lapisan tulang
yang baru
Uji Klinis

Penelitian ini
menjelaskan bahwa L-
carnitine ini dapat
digunakan sebagai terapi
osteoporosis hal ini
dikaitkan dengan
peningkatan yang
signifikan di BMD pada
tulang belakang lumbal,
leher femoralis pada pria
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 500 - 2000 mg / hari Daging, ikan, ayam, susu
3. Ipriflavone
Ipriflavone

Ipriflavone (struktur kimia: 7-


isopropoxyisoflavone), yang berasal
dari kedelai, isoflavon,
daidzeinberguna untuk pencegahan
dan pengobatan osteoporosis.

Farmakokinetik
IP dimetabolisme di hati dan diekskresikan dalam
urin. Ketika diberikan, 80 persen dari dosis 200 mg IP
terabsorbsi setelah makan pagi.
meningkatkan aktivitas fosfatase alkali
pembentukan ditingkatkan oleh kolagen
Mekanisme metabolit V
dan Ipriflavone menghambat aktivitas
hormon paratiroid.

Uji Klinis
Penggunaan ipriflavone untuk pencegahan dan pemulihan tulang.
Penilitan dilakukan selama 2 dua tahun di sembilan kota di Italia
Subejek 1. wanita postmenopause (n = 196 completers) berusia
50-65 dengan osteoporosis secara acak mendapat terapi
ipriflavone (200 mg bersama makanan) 3 x sehari; 2. diberi
plasebo.
Studi mengevaluasi diukur dengan DPA.
Mereka secara acak diterapi dengan ipriflavone 200 mg 3 x
sehari mampu mempertahankan massa tulang di kedua tulang
belakang. Sedangkan penurunan yang signifikan dalam BMD
tercatat pada kelompok plasebo.
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 600 mg / hari

Kacang kedelai
4. Resveratrol

Resveratrol (RES) adalah polifenol (3,4 ', 5-


trihydroxystilbene) senyawa alami yang ada dalam
anggur merah dan berbagai makanan nabati
seperti buah anggur, cranberry, dan kacang-
kacangan. RES merupakan agen terapi yang efektif
untuk penyakit degeneratif seperti osteoporosis
Mekanisme :
Resveratrol merupakan antioksidan yang dapat
mengikat reseptor esterogen Peningkatan
kepadatan tulang di ovariectomised

Uji Klinis
Penelitian in vitro dilakukan oleh Mobasheri dan Shakibaei menunjukkan
bahwa RES massa tulang ditingkatkan dengan mendorong
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 500 mg/ perhari
5. Pycnogenol
Pycnogenol (PYC), diekstrak dari batang pinus
Perancis maritim (Pinus pinaster Ait. Subsp. Atlantica),
merupakan antioksidan yang larut dalam air terdiri
dari oligomer procyanidolic, catechin, epicatechin,
taxifolin, dan asam tartaric. Ada lebih dari 40
komponen fungsional dalam Pycnogenol, termasuk
bioflavonoid, aci- organik
Sebagain antioksidan yang
Mekanisme Kerja
mengikat radikal bebas yang
berlebihan yang dihasilkan
dalam resorpsi sel-sel tulang

Uji Klinis
Pada peneliataian selama
9 minggu dengan subjek
tikus menunjukkan bahwa
40 mg Pycnogenol
mencegah kehilangan
tulang dan memperbaiki
mikroarsitektur tulang.
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 30 60 mg / hari Batang (Pinus
pinaster Ait. Subsp.
Atlantica),
6. Conjugated Linoleic Acid
(CLA)
CLA dihasilkan oleh mikroba
luminal (Butyrivibrio
fibrisolvens) dan ditemukan
pada hewan sapi atau domba.

3 mekanisme dalam CLA yaitu :


a. menghambat produksi PGE ,
b. menghambat PPAR- dalam jaringan adiposa (PPAR-
berperan dalam peradangan pada tulang),
c. mengurangi produksi leptin (hormon yang
menyebabkan kehilangan tulang).
Berdasarkan hasil penelitian yang tercantum padaThe
Journal of Nutritional Biochemistrymenunjukkan bahwa
konsumsi CLA selama 10 minggu pada tikus dapat membantu
meningkatkan kepadatan tulang. Hal ini berhubungan dengan
lebih rendahnya jumlah senyawa yang menyebabkan
peradangan dan aktivitas selosteoclastyang berperan di
dalam penguraian tulang
Bentuk Sediaan : Kapsul
Dosis : 3 g / hari
7. Fish oils

Mekanisme aksi :
Profil farmakoninetik :
Secara signifikan mengurangi
produksi sitokin dan secara Absorpsi relatif tergantung
bersamaan dapat meningkatkan bentuk sediaan yang diberikan,
penyerapan kalsium, kalsium hingga 95% DHA bebas dapat
tulang dan densitas tulang diserap. Konsentrasi maksimum
di dalam plasma tercapai setelah
5 jam setelah pemberian
Dosis : 2500 mg perhari
Bentuk sediaan : Oil, kapsul lunak
DAFTAR PUSTAKA
Ameye., L.G and Chee. W.SS, 2006 . Osteoarthritis and nutrition. Fromnutraceuticals to
functional foods: a systematic review of the
scientific evidence 2006. Biomed Central Ltd
Dipiro, J.T., et al, 2008, Pharmaco Therapy; A Pathophisiology Approach Seventh
Edition.Mc-Graw Hill.
Henrotin, Y, et all, 2011, Nutraceuticals: do they represent a new era in the management
of osteoarthritis? a narrative review from the lessons
taken with five products, Osteoarthritis and Cartilage, 19: 1-21
Hogstrom, M., Nordstrom P., & Nordstrom A., 2007, n-3 Fatty acids are positively
associated with peak bone mineral density and bone accrual
in healthy men: the NO2 Study, Am J. Clin. Nutr, 85, 803-807
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, Handout on Health:
Osteoarthritis, Bethesda MD, Maret 2016. http
://www.niams.nih.gov/Health_Info/Osteoarthritis/#osteoarthritis
Pharmaceutical Care untuk Pasien Penyakit Arthritis Rematik, 2006. Direktorat Bina
Farmasi dan Klinik. Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat
Kesehatan. Departemen Kesehatan. Indonesia
Sharma, G and Rathore, D.S, 2015. Potencial Role of Nutraceticals in The Management of
Knee and Hip Joint Osteoartitis. Biomedical Scieence
and Engineering. Vol.3 No.1 page : 23-29
Sinusas, K, 2012, Osteoarthritis: Diagnosis and Treatment, American Family, Physician,
Volume 85, Number 1