Anda di halaman 1dari 30

a

NERACA BAHAN MAKANAN


ta
i
ar
d
Sampai saat ini situasi gizi dunia ai
ul
menunjukkan dua kondisi yang ekstrem, m
mulai dari kelaparan sampai pada pola al,

makan yang mengikuti gaya hidup yaitu


n
io
rendah serat dan tinggi kalori serta mulai
as

kondisi kurus dan pendek sampai


n
n
kegemukan. Disisi lain, penyakit menular
a

dan penyakit tidak menular (PTM)juga


n
u
meningkat, sangat jelas peran gizi g
berkontribusi bermakna pada n

penanggulangan ke dua jenis penyakit


a
b
m
e
p
Pembangunan pangan dan gizi bukan hanya
merupakan pembangunan yang bersifat
parsial tetapi merupakan penajaman upaya
pencapaian sasaran-sasaran pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.
Untuk itu pembangunan pangan dan gizi
menjadi salah satu prioritas dalam
pembangunan nasional, mulai dari tahap
perencanaan sampai dengan tahap
pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan
pembangunan.
Untuk menjawab masalah ini diperlukan
informasi mengenai situasi pangan disuatu
negara/daerah pada periode tertentu. Hal ini
dapat terlihat dari gambaran produksi,
pengadaan dan penggunaan pangan serta
tingkat ketersediaan untuk konsumsi penduduk
per kapita. Salah satu cara untuk memperoleh
gambaran situasi pangan dapat disajikan dalam
suatu neraca atau tabel yang dikenal dengan
nama Neraca Bahan Makanan. Dalam rangka
penyusunan program pembangunan ketahanan
tersebut, maka diperlukan analisisi situasi
pangan yang dituangkankan dalam Neraca
Bahan Pangan.
Neraca Bahan Makanan (NBM)
memberikan informasi tentang situasi
pengadaan/penyediaan pangan, baik yang
berasal dari produksi dalam negeri,
impor/ekspor dan stok serta penggunaan
pangan untuk kebutuhan pakan, bibit,
penggunaan untuk industri, serta
informasi ketersediaan pangan untuk
dikonsumsi penduduk suatu
negara/wilayah dalam kurun waktu
tertentu (BKP, 2006)
NERACA BAHAN MAKANAN

MARY ASTUTI
Neraca Bahan Makanan disusun dalam
suatu Tabel NBM terdiri dari 19 kolom
yang terbagi menjadi 3 kelompok
penyajian yaitu pengadaan/penyediaan,
penggunaan/pemakaian dan ketersediaan
per kapita. Jumlah pengadaan harus sama
dengan jumlah penggunaan. Komponen
pengadaan meliputi produksi (masukan
dan keluaran), perubahan stok, impor dan
ekspor
Padi-padian : terdiri dari padi/gabah, gabah/beras,
jagung, jagung basah atau muda, gandum, dan
tepung gandum
Makanan berpati : Terdiri dari ubi jalar, ubi kayu,
gaplek, tapioka, sagu atau tepung sagu.
Gula : terdiri dari gula pasir dan gula mangkuk.
Buah biji berminya: terdiri dari kacang tanah
berkulit, kacang tanah lepas kulit, kedelai, kacang
hijau, kelapa berkulit dan kelapa daging atau kopra.
Buah-buahan : terdiri dari alpokat, jeruk, duku,
durian, jambu, mangga, nanas, pepaya, pisang,
rambutan, salak, sawo, semangka, belimbing,
manggis, nanka/cempedak, markisa, sirsak, sukun
dan lainnya.
Sayur-sayuran : terdiri dari bawang merah, ketimun, kacang
merah, kacang panjang, kentang, kubis, tomat, wortel, cabe,
terong, petsai/sawi, bawang daun, kangkung, lobak, labu siam,
buncis, bayam, bawang putih, kembang kol, jamur, melinjau, petai
dan lainnya.
Daging : terdiri dari daging sapi, daging kerbau, daging kambing,
daging domba, daging kuda/lainnya, daging babi, daging ayam
buras, daging ayam ras, daging itik dan jeroan semua jenis.
Telur : terdiri dari telur ayam buras, telur ayam ras dan telur itik.
Susu: terdiri dari susu sapi dan susu impor.
Ikan : terdiri dari ikan tuna/cakalang/tongkol, kakap, cucut, bawal,
teri, lemuru, kembung, tenggiri, bandeng, belanak, mujair, ikan
mas, udang, rajungan, kerang darah, cumi-cumi, sotong dan
lainnya.
Minyak dan lemak: terdiri dari kacang tanah/minyak,
kopra/minyak goreng, minyak sawit/ minyak goreng, lemak sapi,
lemak kerbau, lemak kambing, lemak domba, dan lemak babi..

PENGEMBANGAN SISTEM PANGAN MENUJU
KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

PASAR INTERNASIONAL
-Oligopolistirk
- Demand for Bio-Energy
IKLIM
LAHAN Deversifikasi
-Konversi meningkat Konsumsi
- Kualitas lahan Pangan lambat
turun
TEKNOLOGI
-Benih Pendapatan
- Budidaya SUPPLY PASAR DEMAND Masyarakat
-Pasca panen meningkat

KELEMBAGAAN Pertumbuhan
-Permodalan penduduk
Harga
- Organisasi petani meningkat
Fluktuatif
- Institusi pendukung

SARANA PRASARANA
-Penyediaan terbatas
- Penyuluhan
Produksi

Pasokan pangan dari


KETERSEDIAAN PANGAN luar (Impor )
PER KAPITA
Cadangan pangan

Bantuan pangan
Luas panen
Produktifitas
Diversifikasi Sarana dan
produk prasarana
pemasaran
Irigasi,
teknologi, Jumlah
kredit, Penduduk
Sarana Sumber : Patrick Webb and Beatrice
produksi Iklim, hama Rogers. 2003 (dimodifikasi
penyakit,
Pendapatan
Akses Ekonomi
Kesempatan kerja

Harga Pangan

AKSES PANGAN

Sarana dan prasarana


Akses Fisik (isolasi perhubungan
daerah)
Infrastruktur pedesaan

Akses sosial Preferensi thd jenis


pangan dan
Pendidikan
Sumber : Patrick Webb and Beatrice
Tidak adanya
Rogers. 2003 (dimodifikasi)
konflik. Perang.
Konsumsi
1. Kecukupan
Energi Falilitas dan Layanan Kesehatan
2. Kecukupan Gizi 1. Fasilitas Kesehatan
3. Diversifikasi 2. Layanan kesehatan
pangan
4. Keamanan
pangan Sanitasi dan Ketersediaan air
1. Kecukupan air bersih
2. Sanitasi
PENYERAPAN
PANGAN Pengetahuan ibu RT
1. Pola makan
2. Pola asuh kesehatan

Outcome Nutrisi dan kesehatan


1. Harapan hidup
2. Gizi balita
3. Kematian bayi
Gangguan iklim

Hama dan
penyakit tanaman
KERENTANAN
PANGAN

Bencana alam

Konflik, Perang. dll