Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BALITA

BERAT BADAN RENDAH

1.DINI ERVINA (1514401051)


2 . D YAH I N D A H L A R A S ATI ( 1 5 1 4 4 0 1 0 5 2 )
3 . E LVI R A FAK H R A N A R A Z A N ( 1 5 1 4 4 0 1 0 5 3 )
4.FENI APRILIA (1514401054)
5.FITRI WULANDARI (1514401055)
6 . H A N D I K A G AYU H P (1514401056)
7 . H I D AYAN T I (1514401057)
8 . I K K A M E I L I TA S A R I (1514401058)
9.JAMIASTUSOLIKHAH (1514401059)
1 0 . L I S T I A N A R A H AYU (1514401060)
PENGERTIAN

Pertumbuhan (Growth) berkaitan dengan masalah


perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi
tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan
ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang
(cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik
(retensi kalsium dan nitrogen tubuh).

Perkembangan (development) adalah bertambahnya


kemampuan (Skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat
diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh
Kembang Anak

Faktor genetik.
1. Berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik
2. Jenis kelamin
3. Suku bangsa atau bangsa
Faktor lingkungan.
a. Faktor pranatal
Gizi pada waktu hamil, mekanis, toksin, endokrin, radiasi, infeksi, stress,
imunitas, anoksia embrio
b. Faktor postnatal
1. Faktor Lingkungan Biologis
2. Faktor lingkungan fisik
3. Lingkungan sosial
4. Lingkungan keluarga dan adat istiadat yang lain
Pola Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Directional trends
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan secara teratur,
berhubungan dengan petunjuk atau gradien atau reflek dari
perkembangan fisik dan maturasi dari fungsi neuromuscular.
2. Sequential trends
Semua dimensi tumbuh kembang dapat diketahui maka
sequence dari tumbuh kembang tersebut dapat diprediksi,
dimana hal ini berjalan secara teratur dan kontinyu.
3. Masa sensitif
Pada waktu-waktu yang terbatas selama proses tumbuh
kembang dimana anak berinteraksi terutama dengan
lingkungan yang ada, kejadian yang spesifik.
Teori Pertumbuhan dan Perkembangan
A. Sigmeun Freud (Perkembangan Psychosexual)
1. Fase oral (0 1 tahun)
Pusat aktivitas yang menyenagka di dalam mulutnya, anak mendapat
kepuasaan saat mendapat ASI, kepuasan bertambah dengan aktifitas
mengisap jari dan tangannya atau benda benda sekitarnya.
2. Fase anal (2 3 tahun)
Meliputi retensi dan pengeluaran feces. Pusat kenikmatanya pada anus
saat BAB, waktu yang tepat untuk mengajarkan disiplin dan bertanggung
jawab.
3. Fase Urogenital atau faliks (usia 3 4 tahun)
Tertarik pada perbedaan antomis laki dan perempuan, ibu menjadi tokoh
sentral bila menghadapi persoalan. Kedekatan ank laki laki pada ibunya
menimbulkan gairah sexual dan perasaan cinta yang disebut oedipus
compleks.
4. fase latent (4 5 tahun sampai masa pubertas )
Masa tenang tetapi anak mengalami perkembangan pesat
aspek motorik dan kognitifnya. Disebut juga fase homosexual
alamiah karena anak nak mencari teman sesuai jenis
kelaminnya, serta mencari figur (role model) sesuai jenis
kelaminnya dari orang dewasa.
5. Fase Genitalia
Alat reproduksi sudah muali matang, heteroseksual dan mulai
menjalin hubungan rasa cinta dengan berbeda jenis kelamin.

B. Piaget (Perkembangan Kognitif)


Meliputi kemampuan intelegensi, kemampuan berpersepsi dan
kemampuan mengakses informasi, berfikir logika, memecahkan
masalah kompleks menjadi simple dan memahami ide yang
abstrak menjadi konkrit, bagaimana menimbulkan prestasi
dengan kemampuan yang dimiliki anak.
C. Erikson (Perkembangan Psikososial)
Proses perkembangan psikososial tergantung pada bagaimana
individu menyelesaikan tugas perkembangannya pada tahap
itu, yang paling penting adalah bagaimana memfokuskan diri
individu pada penyelesaian konflik yang baik itu berlawanan
atau tidak dengan tugas perkembangannya.
D. Kohlberg (Perkembangan Moral)
1. Pra-konvensional
2. Konvensional
3. Purna konvensional
E. Hurolck (Perkembangan Emosi)
.Menurut Hurlock, masa bayi mempunyai emosi yang berupa
kegairahan umum, sebelum bayi bicara ia sudah
mengembangkan emosi heran, malu, gembira, marah dan
takut. Perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor
kematangan dan belajar.
Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

1. Tumbuh kembang yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan


lingkungan.
2. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem
susunan saraf.
3. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas.
4. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
5. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan
menghilang
6. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan
7. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua
anak,tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan
lainnya.
Tahap-Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling


berkaitan dan berkesinambungan dimulai sejak konsepsi
sampai dewasa. Walaupun terdapat variasi akan tetapi
setiap anak akan melewati suatu pola tertentu yang
merupakan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan
sebagai berikut :

1. Masa prenatal atau masa intrauterin ( masa janin dalam


kandungan )
2. Masa bayi : usia 0 1 tahun
3. Masa prasekolah
4. Masa sekolah
Perkembangan Anak Balita
Frankenburg dkk.(1981) melalui Denver Development Stress Test (DDST)
mengemukakan 4 parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai
perkembangan anak balita yaitu:
1. Personal Social ( kepribadian/tingkah laku sosial ).
2. Fine Motor Adaptive ( gerakan motorik halus )
3. Langauge ( bahasa )
4. Gross Motor ( perkembangan motorik kasar )
Ada juga yang membagi perkembangan balita ini menjadi 7 aspek
perkembangan, seperti pada buku petunjuk program BKB ( Bina Keluarga dan
Balita ) yaitu perkembangan :
1. Tingkah laku sosial
2. Menolong diri sendiri
3. Intelektual
4. Gerakan motorik halus
5. Komunikasi pasif
6. Komunikasi aktif
7. Gerakan motorik kasar
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
A. Nama : An.B
Umur : 2 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Tanggal masuk : 12 april 2017
B. Penanggung jawab
Nama : Reni
Status : Ibu kandung
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah tangga
C. Faktor Predisposisi
Riwayat penyakit sekarang
Anak B banyak makan tetapi berat badannya masih di bawah garis merah.
Anak B masih tampak takut melompat dengan satu kaki dan belum mau
bermain dengan anak lain.
Penyakit sekarang
Ibu mengatakan berat badan anaknya masih rendah
Penyakit keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai
penyakit

2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum
BB : 8,6 KG
TB : 84,4 CM
Suhu : 36,5C
RR : 27x/menit
N : 90x/menit
2. Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Kepala : kulit kepala bersih,rambut pirang,tipis,tidak mudah rontok
Mata : konjunctiva merah muda,sklera putih
Hidung : tidak ada sekret dan tidak ada polip
Telinga : simetris,tidak ada serumen
Mulut : mukosa bibir lembab,tidak ada stomatitis,gigi sudah
tumbuh
Leher : tidak ada luka
Dada : pernafasan normal tidak ada tarikan intercosta
Perut : tidak buncit
Genetalia : tidak ada kelainan,labia mayora menutup labia minora
Palpasi
Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid
Perut : tidak ada pembesaran hepar
Auskultasi
Perut : tidak ada wheezing dan ronkhi
PERUMUSAN MASALAH

Dari data yang didapat,maka masalah keluarga yang ada


dapat dirumuskan sebagi berikut:
Keluarga dengan balita berat badan rendah (BGM)

KELUHAN UTAMA : Ibu mengatakan bahwa berat badannya


selalu rendah.

4. Diagnosa keperawatan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan intake makanan yang kurang
Gangguan pencitraan diri berhubungan dengan biofisika
atau psikosial pandangan terhadap diri.
Perencanaan dan Implementasi
Diagnosa
a . Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan intake makanan yang
kurang
b . Tujuan : kebutuhan nutrisi kembali normal
c . Kriteria Hasil :
- Perubahan pola makan dan kebiasaan individu
- Menunjukan kenaikan berat badan yang ideal
d . Intervensi :
- Kaji penyebab kekurangan gizi dan buat rencana makan dengan pasien
- Timbang berat badan pasien secara rutin
- Tentukan rencana program pasien dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentujan kebutuhan kalori dan nutrisi untuk kenaikan berat
badan yang ideal
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat dan vitamin untuk menambah nafsu makan
e . Rasional :
Mengidentifikasi penentuan intervensi
Mendorong pasien untuk menyusun program pemenuhan kebutuhan nutrisi lebih nyata dan sesuai
dengan rencana
Kalori dan nurtisi terpenuhi secara normal
Terjadi kenaikan berat badan yang ideal
Evaluasi
klien memahami nutrisi tubuh yang normal sesuai
dengan pola makan yang teratur
klien dapat makan secara teratur
berat badan klien mulai meningkat sesuai pola
makan yang teratur
KESIMPULAN
Pertumbuhan (Growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam
besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang
bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang
(cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan
nitrogen tubuh).
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (Skill)
dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang
teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.
Kekurangan gizi merupakan penyakit tidak menular dapat terjadi pada
sekelompok masyarakat pada suatu tempat. Hal ini berkaitan dengan faktor
multidisiplin dan harus selalu dikontrol terutama pada masyarakat yang
tinggal dinegara-negara berkembang. Kekurangan gizi mempunyai banyak
komplikasi akibatnya kurang nafsu makan yang tidak stabil, sehingga berat
badan menurun dari berat badan yang ideal. Banyak factor dan cirri-ciri dari
kekurangan gizi seperti: perut bucit,kulit kering dan mengkerut, turgor kulit
jelek, edema, dan otot kaki, tangan sperti tongkat .