Anda di halaman 1dari 8

2.

Hubungan Dokter-Pasien

Dr. Maskito A. Soerjoasmoro


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Trisakt
Pendahuluan
Hubungan dokter-pasien merupakan
hubungan yang unik
Banyak permasalahan timbul bila dokter
tidak dapat mejalin hubungan dokter-pasien
dengan baik
Menjadi pembicara adalah penting tetapi
menjadi pendengar yang baik lebih penting
dan lebih bermanfaat.

2
Batasan
Hubungan antara dokter dan pasien dalam
kaitan dengan penanganan masalah
penyakitnya.
Hubungan ini terjalin dalam setting tempat
praktik dokter serta tidak melibatkan pihak
ketiga
Hubungan ini merupakan kesepakatan yang
dimengerti oleh kedua pihak baik.

3
Karakteristik
Bentuk aktif-pasif:
Pasien hanya mengikuti dan melaksanakan perintah
dokter
Petunjuk kerja sama:
Peran dokter masih besar, pasien diajak untuk
kerjasama
Peran bersama
Keduanya sepakat untuk mencapai hasil yang baik

4
Manfaat
Merupakan landasan penting untuk
menegakkan diagnosa
Untuk melaksanakan terapi yang efektif
Upaya peningkatan dan pencegahan
penyakit.
Mencegah akibat yang tidak diinginkan

5
Faktor-faktor Mempengaruhi
Kemampuan untuk mendengarkan dengan
baik:
1. Mendengarkan dengan penuh perhatian
2. Memusatkan perhatian
3. Posisi duduk
4. Bergantian peran
5. Penilaian

6
Pemahaman Pasien
Komunikasi akan efektif bila dokter dapat
membuat pemahaman pasien dg baik:
1. Merasa nyaman (comfortable)
2. Penerimaan (acceptance)
3. Tanggap (responsive)
4. Empati (empathy)

7
Masalah-masalah
Hambatan komunikasi:
1. Membicarakan tentang kematian
2. Membicarakan masalah seksual
3. Membicarakan masalah pribadi