Anda di halaman 1dari 32

Pariwisata mulai dilirik sebagai salah sa-tu sektor

yang sangat menjanjikan bagi per-kembangan


wilayah di skala global. Seiring dengan
perkembangannya, muncul konsep ekowisata
berbasis masyarakat, yaitu wisata yang
menyuguhkan segala sumber daya wilayah yang
masih alami, yang tidak hanya mengembangkan
aspek lingkungan dalam hal konservasi saja, namun
juga memberikan ke-untungan bagi masyarakat
sekitar, sebagai sa-lah satu upaya pengembangan
pedesaan un-tuk meningkatkan perekonomian
lokal, dima-na masyarakat di kawasan tersebut
meru-pakan pemegang kendali utama.
Ecotourism Merupakan
salah satu kegiatan pariwisata
berwawasan lingkungan dengan
mengutamakan aspek konservasi
alam, aspek pemberdayaan sosial
budaya ekonomi masyarakat lokal
serta aspek pembelajaran dan
pendidikan.
Kajian Literatur
Dowling (1996, dalam Hill & Gale, 2009)
menyatakan bahwa ekowisata dapat dilihat
berdasarkan keterkaitannya dengan 5 elemen inti,
yaitu bersifat alami, berkelanjutan secara ekologis,
lingkungannya bersifat edukatif, menguntungkan
masyarakat lokal, dan men-ciptakan kepuasan
wisatawan.
Fennell (2003) kemudian merangkum pengertian
eko-wisata sebagai sebuah bentuk berkelanjutan
dari wisata berbasis sumberdaya alam yang fokus
utamanya adalah pada pengalaman dan
pembelajaran mengenai alam, yang dikelola
dengan meminimalisir dampak, non-konsum-tif,
dan berorientasi lokal (kontrol, keun-tungan dan
skala).
Kajian Literatur
Goeldner (1999, dalam Butcher, 2007), menyatakan
bahwa ekowisata merupakan bentuk perjalanan
menuju kawa-san yang masih alami yang bertujuan
untuk memahami budaya dan sejarah alami dari ling-
kungannya, menjaga integritas ekosistem, sambil
menciptakan kesempatan ekonomi un-tuk membuat
sumber daya konservasi dan alam tersebut
menguntungkan bagi masyara-kat lokal.
Sebagai konsep ekowisata berbasis ma-syarakat,
pendekatan pengembangannya pasti melibatkan
masyarakat, dengan alasan bahwa sektor pariwisata
dapat menyediakan keun-tungan ekonomis bagi
masyarakat, pariwisata dapat menciptakan berbagai
keuntungan so-sial maupun budaya, serta pariwisata
dapat membantu mencapai sasaran konservasi ling-
kungan (Inskeep, 1991; dalam Phillips, 2009),
KRITERIA PEMILIHAN LOKASI
EKOWISATA

Kriteria berdasarkan Masyarakat Ekowisata Indonesia (MEI)


:
Daerah harus memiliki keunikan yang khusus dan tidak
terdapat di tempat lain
Memiliki atraksi seni budaya yang unik dan berbeda
Adanya kesiapan masyarakat setempat untuk
berpartisipasi dalam proyek yang akan dibangun.
Peruntukkan kawasan tidak meragukan.
Tersedia sarana akomodasi, rumah makan, dan sarana
pendukung lainnya.
Tersedia aksesibilitas yang memadai dan dapat membawa
wisatawan dari dan ke kawasan yang akan dikembangkan.
Prinsip-prinsip
Pengembangan
Ekowisata Berbasis
Masyarakat Dan
Konservasi

1. Keberlanjutan Ekowisata dari Aspek


Ekonomi, Sosial dan Lingkungan
2. Pengembangan institusi masyarakat lokal
dan kemitraan
3. Ekonomi berbasis masyarakat
4. Prinsip Edukasi
5. Pengembangan dan penerapan rencana
tapak dan kerangka kerja pengelolaan
lokasi ekowisata
KRITERIA
DAN
PENGEMBANGAN
EKOWISATA

A. Tahap Perencanaan
B. Tahap Pelaksanaan
C. Tahap Monitoring Dan Evaluasi
AN
NA
CA Kriteria
EN
ER

1.Memperhatikan kondisi
ekologi/lingkungan.
P

2.Memperhatikan daya tarik, keunikan


AP

alam dan prospek pemasaran daya tarik


TAH

tersebut.
3.Memperhatikan kondisi sosial, budaya
dan ekonomi.
A.

4.Tata Ruang Wilayah


5.Melakukan analisis potensi dan
hambatan yang meliputi analisis terhadap
potensi
6.Menyusun Tindak Rancang Terintegrasi
atas dasar analisis
7.Melakukan Konsultasi Publik terhadap
rencana pengembangan
Kriteria :

B.
TA
1.Mengelola obyek daerah tujuan ekowisata

HA
2.Pengembangan ekowisata harus mengikuti

PP
penetapan zonasi kawasan

EL A
3.Mengembangkan bisnis wisata

4.Mengembangkan produk-produk yang lebih

KS
bervariatif.

AN
5.Meningkatkan perlindungan terhadap konsumen.

AA
6.Membangun Kemitraan

N
7.Sumber Daya Manusia
g
Eva itorin
si
lua
Dan Mon

Kriteria :

1. Melakukan monitoring secara


terintegrasi.
ha p

Tahap ini 2.Melakukan evaluasi terhadap setiap


Dilakukan tahapan pelaksanaan.
a

secara periodik
C. T

dan
berkesinambungan
pada masing-masing
tahap kegiatan.

Hasilnya berupa evaluasi


yang merupakan umpan balik
bagi tindakan atau rencana
selanjutnya.
Lokawisat
a
Baturaden
Lokawisata Baturaden yang terletak
di sebelah selatan Gunung Slamet.
Lokawisata Baturraden memiliki
panorama alam yang cantik, dan juga
memiliki banyak legenda rakyat,
salah satunya cerita lutung kasarung
yang terkenal.

Dominasi bentang alam pegunungan


menciptakan peluang yang bagus
untuk kegiatan wisata khusus ini.
Dalam wisata ini ada nilai lebih
seperti pendidikan, konservasi dan
gerakan cinta lingkungan. Baturaden
adventure forest menawarkan
petualangan berwisata untuk
menikmati atraksi view lansekap
alam sekitarnya yang begitu
mempesona.
PANCURAN PITU
Pemandian air panas yang yang mengandung
belerang.
Pancuran Telu
Pemandian air panas yang yang
mengandung belerang.

Posisinya berada di bawah kandungan belerang di dalam


permukaan tanah air membuat air terlihat keruh
Bumi Perkemahan
Merupakan camping ground yang sering
dimanfaatkan oleh para pecinta alam dan
penikmat kegiatan out bond.
Curug Ceheng

Telaga Sunyi
Combong Valley Paintball and War
Games
Kaloka Widya Mandala
Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka
Baturraden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata
edukasi yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas H.
Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995. Tempat ini pernah mendapatkan
prestasi sebagai Visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan
Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang
pada tanggal 23 Agustus 1996.
Wahana Wisata Lembah Combong
Pemandian Air Panas Baturaden
EVENT BERKALA LOKAWISATA
BATURRADEN

Grebeg Syura
Pertunjukan Musik Calung
Tari Tradisional Lengger
Kuda Lumping
Sadranan
ECO TOURISM
A.Tourism
B. Evaluasi Pelestarian
C.Evaluasi Ekonomi
C. Evaluasi Edukasi
D. Evaluasi Rekreasi
Evaluasi Edukasi
Selain untuk taman rekreasi taman baturraden
juga memiliki manfaat edukasinya seperti
melihat dan memahami tentang tanaman dan
bunga langka, seperti : bunga Havana, daun
dewa, antarium lipstick, palem paris, dan
widoro laut. Namun, juga terdapat Taman
Kaloka Widya Mandala disitu terdapat kebun
binatang yang berisi binatang dari luar
maupun dalam negeri dan kerangka
kerangka fauna khas dari indonesia sebagai
edukasi juga tentang banyak hewan dan
tentang fauna yang dikoleksi.
Preseden Gambar Edukasi
( Batu Raden )

Kebun Raya Batu Raden


Teater Alam Batu Raden
Variabel Paramet Spektrum Ekowisata
er Hard Intermedia Soft
Ecotouris te Ecotouris
m m
Atraksi Aktifitas Sangat Berbasis alam Interaksi tak
berorientasi pada namun masih langsung dengan
lingkungan alam, memfokuskan diri alam, dengan
di alam terbuka pada urban aspect media dan
perantara
Tingkat Aktifitas dengan Tingkat kesulitan Tingkat kesulitan
tingkat kesulitan sedang dan mudah
kesulitan dan petualangan bersifat
tinggi petualangan
Pendidikan Sangat Memberikan Relatif minim
mengutamakan pendidikan dalam
lingkungan pendidikan lingkungan namun memberikan
lingkungan masih terbatas pendidikan
lingkungan bagi
wisatawan
Interaksi Interaksi sesama Hanya dengan Interaksi dengan
wisatawan sangat kelompoknya, sesama
sesama minim berwisata dengan wisatawan sangat
wisatawan kelompok kecil tinggi, berwisata
secara kelompok

Ahimsa-Putra, Heddy Shri; Ari Sujito, Wiwied Trisnadi., 2000., Pengembangan


Model Pariwisata Pedesaan Sebagai Alternatif Pembangunan
Variabel Paramet Spektrum Ekowisata
er
Hard Intermedia Soft
Ecotouris te Ecotouris
m m
Amenitas Pelayanan Memberikan Memberikan Memberikan
pelayanan pelayanan pelayanan
akomodasi sederhana dengan dengan
(perkemahan) tingkat tingkat
kenyamanan kenyamanan
sedang tinggi (hotel,
(homestay) resort)
Kelengkap Cenderung Fasilitas relatif Memiliki
tidak memiliki lengkap fasilitas yang
an fasilitas yang lengkap
lengkap
Keterlibata Kontak Masyarakat Masyarakat
masyarakat terlibat dalam terlibat dalam
n dengan jasa layanan, kepemilikan
masyaraka wisatawan makanan, usaha/jasa
t cenderung suvenir layanan
Variabel Paramet Spektrum Ekowisata
er
Hard Intermedia Soft
Ecotouris te Ecotouris
m m
Sulit untuk Agak sulit untuk Relatif mudah dan
Aksesibilit Pencapaia dikunjungi dan dikunjungi dan moderat untuk
as n dicapai, dengan dicapai, dengan dicapai, dengan
berjalan kaki atau kendaraan kendaraan
kendaraan tidak bermotor bermotor
bermotor
Tidak memiliki Memiliki sarana Memilikisarana
Infrastrukt sarana prasarana prasarana yang prasarana yang
ur yang lengkap, relatif lengkap dan lengkap dan terus
cenderung tidak terus melakukan melakukan
melakukan pengembangan pengembangan
pengembangan
Melalui promosi Melalui operator Melalui travel
Pemasara dari mulut ke pariwisata lokal, agent, publikasi
n mulut publikasi media media
Interaksi sesama Hanya dengan Interaksi dengan
wisatawan sangat kelompoknya, sesama
minim berwisata dengan wisatawan sangat
kelompok kecil tinggi, berwisata
secara kelompok
Parameter Peran Ekowisata
1. Skill / Keahlian Tingkat pendidikan, ketrampilan dan
pengetahuan kepariwisatan masyarakat
serta bagaimana masyarakat
memperoleh kemudahan peningkatan
skill/keahlian (pelatihan)
2. Akses terhadap pengembangan Bagaimana masyarakat memperoleh
sumber daya akses terhadap pengembangan sumber
daya setempat seperti permodalan,
pelatihan
3. Dukungan permodalan Tingkat kemudahan masyarakat
memperoleh bantuan modal dan
kepemilikan usaha lokal
4. Kesempatan kerja Bagaimana masyarakat memperoleh
kesempatan kerja dengan adanya
ekowisata/pariwisata
5. Fasilitas dan infrastruktur Peningkatan dan perbaikan kualitas
fasilitas umum dan jaringan
infrastruktur yang dapat dinikmati
masyarakat
6. Perlindungan terhadap alam Tingkat komitmen masyarakat terhadap
perlindungan alam
7. Inovasi atraksi wisata baru Bagaimana keterlibatan masyarakat
dalam pengembangan atraksi baru
8. Pelayanan Bagaimana wisatawan dilayanai dengan
keramahan dalam berwisata dan
penyediaan jasa oleh masyarakat
9. Aksesibilitas Bagaimana keterlibatan masyarakat
dalam penyediaan jasa angkatan umum
10. Dukungan Bagaimana peran serta pemerintah
dalam mendukung pengembangan
komunitas
Soedigdo Doddy;
Priono Yasser, 2013 Peran Ekowisata dalam Konsep Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat pada aman Wisata
Alam Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah, Jurnal Perspektif Arsitektur, Universitas Palangkaraya
Soedigdo Doddy;
Priono Yasser, 2013 Peran Ekowisata dalam Konsep
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat pada
aman Wisata Alam Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah,
Jurnal Perspektif Arsitektur, Universitas Palangkaraya

Anda mungkin juga menyukai