Anda di halaman 1dari 27

B-1

M Arigi Badar
Thariq Mubarak
Aulia Nugraha
Racha Suhendra
Neily Maulida Ulfa
Eva Yulanda Utari
Oky Vidia Wahyuni
Cut Mawarni
Dessy Lana Farwas
Izza Tunisa
Nazly Anggraini Hs
Yuniana Sari Hsb
Gimana ya... Nasib saya??
Ny. Badriah, 40 tahun, datang ke klinik dokter keluarga dengan
didampingi oleh suaminya, dengan keluhan tidak dapat tidur
nyenyak, tidak nafsu makan, dan tidak semangat dalam menjalani
hidup setelah sebulan yang lalu divonis oleh ahli onkologi menderita
Ca mammae dextra stadium 4.
Pasien sudah 5 tahun menderita Ca mammae, namun selama ini ia
selalu berobat ke klinik alternatif, sehingga ketika penyakitnya
semakin parah, ia datang ke onkologi dan dokter mengatakan bahwa
penyakitnya sudah tidak dapat disembuhkan lagi secara medis. Sejak
saat itu pasien merasa putus asa, dan suaminya pernah mendengar
tentang program paliative care untuk pasien dengan terminal
disease.
Identifikasi Istilah
Onkologi : cabang ilmu kedokteran dari bagian ilmu bedah yang
mempelajari tentang tumor dan kanker pada tubuh manusia/ spesialisasi
ilmu kedokteran yang berkonsentrasi pada diagnosa, penanganan, serta
pencegahan tumor dan kanker
Palliative care : sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan
kualitas hidup dengan cara mengendalikan nyeri, memberikan dukungan
spiritual dan psikososial mulai saat diagnosa ditegakkan sampai akhir
hayat, dan dukungan terhadap keluarga yang kehilangan atau berduka
Terminal disease : penyakit kronis stadium ahkir yang sudah tidak
memberikan respon terhadap pengobatan curative
Ca mammae stadium 4: tumor ganas yang menyerang jaringan payudara
dan merupakan stadium akhir yang tidak dapat disembuhkan lagi
Identifikasi Konsep
Palliative care pada penyakit terminal
Palliative care pada pasien kanker
Identifikasi Masalah
1. Bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai
dokter keluarga dalam menghadapi kasus di skenario?
2. Apa indikasi dilakukan palliative care?
3. Apa saja masalah-masalah yang dihadapi pasien dengan
penyakit terminal?
4. Apa definisi, tujuan, prinsip, sasaran, dan ruang lingkup
dari palliative care?
5. Apa saja hambatan yang dihadapi saat melakukan
palliative care?
6. Bagaimana sejarah palliative care?
7. Siapa saja pelaksana dan bagaimana kriteria pelaksana
dan aspek medikolegal dari palliative care?
8. Apa indikator keberhasilan palliative care?
9. Apakah pasien di skenario tetap diberikan terapi kanker
atau gejalanya saja?
10. Bagaimana tindakan dokter keluarga pada pasien yang
tidak ingin mendapatkan palliative care?
11. Apa peran dokter keluarga sebagai leader dalam palliative
care?
12. Dimana saja tempat dilaksanakan palliative care?
Analisis Masalah
4. Apa definisi, tujuan, prinsip, sasaran, dan ruang lingkup
dari palliative care?
Definisi
Palliative care adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki kualitas
hidup pasien yg menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit
yg mengancam jiwa melalui tindakan pencegahan, dan mengatasi
penderitaan dengan cara deteksi dini dan penilaian yang akurat , mengatasi
nyeri dan gejala lain baik; fisik, psiko- sosial dan spiritual
Tujuan
1. Meningkatkan kualitas hidup pasien

2. Menringankan nyeri pasien

3. Memperbaiki persepsi

4. Meringankan gejala yang dirasakan pasien

5. Mempersiapkan diri pasien secara psikologis


. Prinsip-prinsip

1. Menganggap kematian adalah proses normal

2. Menghargai keinginan dan keputusan pasien

3. Menghilangkan nyeri

P :palative & provocative


Q: Quality (gambaran nyeri)
R: Radiation (nyeri menjalar)
S: Severity (Visual Analog Scale)
T: Temporal (nyeri terus-menerus)
4. Menghindari tindakan medis yang sia-sia
5. Memberikan dukungan pada keluarga pasien
6. Meningkatkan kualitas hidup pasien
7. Tidak boleh mempercepat/memperlambat kematian
8. Membuat pasien tetap aktif sampai akhir hayat
9. Berusaha membantu menghilangkan kecemasan keluarga
saat pasien sudah meninggal
10. Integrasi profesi pada palliative care
Sasaran
1. Seluruh pasien (dewasa dan anak) dan anggota keluarga,
lingkungan yang memerlukan perawatan paliatif .

2. Institusi
Dinas kesehatan
R S pemerintah dan swasta
Puskesmas
Rumah perawatan/hospis
Dinas sosial
Ruang lingkup
1. Pemeriksaan nyeri
2. Pemeriksaan keluhan fisik
3. Dukungan psikologis, sosial, kultural, spiritual
4. Asuhan keperawatan
5. Edukasi pasien dan keluarga
6. Proaktif pada pasien
5. Apa saja hambatan yang dihadapi saat melakukan
palliative care?
a. Belum mendapat perhatian khusus
b. Sulit membentuk tim karena kekurangan SDM
c. Faktor rahasia perawatan oleh keluarga
d. Sulit mendapatkan obat
2. Apa indikasi dilakukan palliative care?
a. Pasien yang memiliki prognosis 12 bulan
b. Pasien yang memiliki kelemahan fisik
c. Pasien yang menderita penyakit yang sudah
bermanifestasis, gagal hati, gagal ginjal, gagal jantung
kronis, kanker
d. Pasien dengan penyakit infeksi yang progresif seperti AIDS
e. Pasien dengan penyakit paru progresif
8. Apa indikator keberhasilan palliative care?
a. Kualitas Hidup Pasien Baik
. Kesiapan dalam menghadapi kematian
. Gejala fisik berkurang
. Kemampuan aktifitas fisik dan sosial meningkat
. Hubungan dengan keluarga baik
. Kepuasan dalam pengobatan dan pelayanan kesehatan
. Meningkatkan fungsi kerja

b. Terpenuhinya dukungan psikologis, sosial, kultural, dll.


Begitu juga pada keluarga pasien.
STRUKTURISASI
Terminal
Disease

Palliative Care

Ruang Indikasi Pelaksana dan Indikator Aspek Hambat Prinsi Sasara


Lingkup Kriteria Keberhasila Medikoleg an p n
Pelaksana n al
LEARNING OBJECTIVE
1. Bagaimana langkah-langkah dokter keluarga dalam
menghadapi kasus di skenario?
2. Apa saja yang dihadapi pasien dengan penyakit terminal
disease?
3. Sejarah Palliative Care?
4. Siapa pelaksana, kriteria pelaksana, dan aspek medikolegal
dari Palliative Care?
5. Pada skenario tetap diberikan Terapi kuratif atau tidak?
6. Bagaimana peran dokter keluarga pada pasien yang tidak mau
dilakukan Palliative Care?
7. Apa peran leader dalam tim Palliative Care?
8. Tempat pelaksanaan Palliative Care?
PRESENTASI HASIL BELAJAR
MANDIRI
1. Bagaimana langkah-langkah dokter keluarga dalam
menghadapi kasus di skenario?
Jawab :
. Inform Consent
. Assesment

Menilai keluhan pasien


Membuat advance planning
. Intervention
6. Sejarah Palliative Care?
Jawab :
Pada abad ke-19 ditemukan pertama kali di London dan Irlandia,
terdapat sebuah hospices, dimana hospices ini berfungsi untuk perawatan
orang sakit dan orang yang sekarat.
Pada tahun 1960,Cicely Saunders mulai merintis dan mempelajari
tentang perkembangan dari penyakit ganas stadium lanjut.
Pada tahun 1970, barulah dimulai kegiatan Palliative Care.
Pada tahun 1997, di Jepang Palliative Care masuk dalam Kurikulum
Kedokteran dan Keperawatan. Pada tahun yang sama Palliative Care
sudah berkembang di Negara Singapura, Malaysia, Mongolia dan lain-lain.
Pada tahun 1989, Palliative Care sudah berkembang di Indonesia.
Kemudian, DEPKES-RI mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.812/Menkes/SK/VIII/2007 pada tanggal 19 Juli 2007 tentang Kebijakan
Palliative Care.
9. Pada skenario tetap diberikan Terapi kuratif atau tidak?
Jawab :
Pada pasien di skenario sudah berada pada stadium
Terminal Disease, yang dikatakan pasien stadium Terminal
Disease sudah tidak respon lagi jika diberikan terapi kuratif.
Salah satu prinsip Palliative Care adalah tidak boleh
memberi terapi yang sia-sia, jadi pada pasien di skenario
tidak perlu diberikan lagi terapi kuratif melainkan hanya
diberikan dukungan sosial, spiritual, dan lain-lain.
13. Tempat dilaksanakannya palliative care:
a. Rumah pasien: Tidak membutuhkan perawatan dan
pengawasan khusus
b. Puskesmas: Tidak perlu terapi khusus penggnti rawat
jalan
c. Hospis: Tidak butuh peralatan atau alat khusus, tetapi
masih membutuhkan pengawasan dari petugas kesehatan
d. Rumah Sakit: Membutuhkan peralatan, perawatan, dan
pengawasan khusus
3. Masalah-masalah yang dihadapi pasien dengan penyakit terminal.
a. Masalah fisik, berhubungan dengan kondisi nyeri, perubahan fungsi tubuh,
dan tampilan fisik
b. Psikologis: Kehilangan kontrol, perilaku berubah
c. Sosial, isolasi, keterasingan:
- Konsep diri berubah
-Interaksi sosial: Menarik diri
-Masalah komunikasi
d. Spiritual: Kehilangan harapan, perencanaan saat ajal tiba

Tahap-tahap Penerimaan:
1. Kaget
2. Menolak
3. Marah
4. Depresi
5. Pasrah
7 . Siapa pelaksana dan kriteria dari Palliative Care?

Pelakasana Kriteria

. Dokter
. Perawat
. Mengikuti pelatihan atau
. Pekerja sosial
pendidikan tetang palliative
. Konselor spiritual care
. Relawan . Terdiri dari modul, pelatihan di
. Apoteker RS atau FK, dan mendapat
. dll sertifikat
Aspek Medikolegal
Informed Cosent yaitu menjelaskan kepada pasien dan
keluarga tentang terapi apa yang diberikan dan efek apa saja
yang didapatkan, lalu ditandatangani oleh kedua pihak
(pasien dan dokter)
11. Bagaimana tindakan dokter keluarga pada pasien yang
tidak ingin mendapatkan palliative care?
Pasien memiliki kekuasaan penuh untuk mengambil
keputusan dilakukan atau tidaknya pelayanan paliatif
tersebut, dengan syarat pasien dalam kesadaran penuh,
berusia cukup (dewasa) dan menandatangani inform consent.
12. Apa tugas dokter keluarga sebgai leader dalam tim paliatif
care?
-Dokter keluarga harus mampu menguasai kompetensi dokter
umum dan mampu melakukan pengawasan/manajemen gejala
pada pasien seperti nyeri, rasa tidak nyaman dan lain-lain.
-Dokter keluarga juga harus mampu mengevaluasi hasil setiap
tindakan medis yang dilakukan pada pasien.
. Dokter keluarga juga harus mampu melakukan pengawasan

terhadap pengobatan penyakit pada stadium akhir


. Dokter keluarga harus mampu menganalisis tujuan akhir dari

perawatan paliatif.
SINTESIS
1. Dokter Keluarga sangat penting dalam peningkatan
kesehatan masyarakat.
2. Palliative Care dilakukan bukan untuk meyembuhkan tetapi
untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
3. Dibutuhkannya kerjasama antara Tim Palliative Care,
Pasien dan Keluarga untuk keberhasilan pelayanan
Palliative Care.
Terima Kasih