Anda di halaman 1dari 14

KELAYAKAN LINGKUNGAN

DAN TATA GUNA LAHAN

Kelompok 4 (TEP A)

Vori Ria Putri 141710201009


Wahyu Dwi Firmansyah 141710201044
Ega Daniati 141710201045
Rizal Efendi 141710201076
Yoga Rezqi Saputra 141710201080
Asisqo Alqoroni 141710201081
Muhammad Ilham Firdaus 141710201083
Arif Mubaidillah Romadhoni141710201085
LATAR BELAKANG
Menurut permen RI no 37 tahun 2012 pengelolaan
DAS adalah upaya manusia dalam mengatur hubungan timbal
balik antara sumberdaya alam dengan manusia di dalam DAS
dan segala aktivitasnya, agar terwujud kelestarian dan
keserasian ekosistem serta meningkatnya kemanfaatan
sumberdaya alam bagi manusia secara berkelanjutan
Menurut permen RI no 37 tahun 2012
menyebutkan penentuan daerah aliran sungai dilakukan
berdasar pada kriteria kondisi lahan, social ekonomi, investasi
bangunan air, pemanfaatan ruang wilayah, kualitas, kuntitas,
dan kontinuitas air.
TUJUAN dan MANFAAT
TUJUAN
adalah mengetahui apakah lingkungan dan tata
guna lahan yang ada di Sepanjang aliran Sungai
Bedadung Kecamatan Sumbersari Kabupaten
Jember layak digunakan sebagai pemukiman.
MANFAAT
adalah mengetahui kelayakan lingkungan dan tata
ruang yang ada di Sepanjang aliran Sungai
Bedadung Kecamatan Sumbersari Kabupaten
Jember layak digunakan sebagai pemukiman.
TINJAUAN PUSTAKA
Tata ruang wilayah
merupakan wujud susunan dari suatu tempat
kedudukan yang berdimensi luas dan isi
dengan memperhatikan struktur dan pola
dari tempat tersebut berdasarkan sumber
daya alam dan buatan yang tersedia serta
aspek administratif dan aspek fungsional
untuk mewujudkan pembngunana yang
berkelanjutan demi kepentingan generasi
sekarang dan yang akan datang
LAHAN
Lahan adalah suatu hamparan (area) tertentu
dipermukaan bumi secara vertikal mencakup
komponen iklim seperti udara, tanah, air, dan
batuan yang berada dibawah tanah serta
vegetasi dan aktivitas manusia pada masa lalu
atau saat ini atas tanah atau permukaan bumi

Gambar 2.1 Renacana lata guna lahan


Aspek Aspek Penataan
Ruang
Teknis
Ekonomi Hukum
Sosial kelembagaa
lingkungan
Budaya
PENYELENGGARAAN
PENATAAN RUANG
adalah kegiatan yang meliputi
pengaturan, pembinaan, pelaksanaan,
dan pengawasan ruang.
berdasarkan Undang-Undang No. 26
Asas Penataan Ruang Tahun 2007
Keterpaduan
Keserasiann, keselarasan, dan
keseimbngan
Keberlanjutan
Keberdayagunaan dan
keberhasilgunaan
Keterbukaan
Kapasitas hukum dan keadilan
Akuntabilitas
RENCANA PENYEDIAAN DAN
PEMANFAATAN RUANG
TERBUKA
ruang terbuka hijau publik HIJAU
Yang termasuk ruang terbuka hijau publik adalah taman
kota, tanam pemakaman umum, jalur hijau sepanjang
jalan, sungai dan pantai.
ruang terbuka hijau privat
Yang termasuk ruang terbuka hijau privat antara lain,
kebun atau halaman rumah/gedung milik
masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan

Gambar 2.2 Ruang terbuka dalam tata ruang


METODOLOGI

Sungai Bedadung Kecamatan Laboratorium Teknik Pengendlian dan


Sumbersari, Kabupaten Jember. Konservasi Lingkungan (TPKL) Jurusan
Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Unversitas Jember
Alat dan Bahan
Quisioner
botol aqua bekas
Handphone
30 narasumber.
DIAGRAM ALIR PRAKTIKUM

Gambar 3.1 Diagram Alir Praktikum


HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut merupakan titik pengambilan
quisioner.

Gambar 4.1 Peta Lokasi Pengambilan Quisioner


Indikator dan Parameter yang
Digunakan
Hasil nilai
Indikator Parameter Nilai
BOD 5
TSS 5
Kualitas Air PH 3 4,4
Kekeruhan 5
TDS 4
Lahan Hijau (ha) 2
Pemukiman (ha) 1
Lingkungan 1,7
Bencana 2
TPS (n) 2
Pendidikan 5
Sosial 3
Gotong-royong 1
Pendapatn 2
Ekonomi Listrik (V) 3 3,3
Biaya PBB 5
Kesehatan Jenis Penyakit 3,5

Fasilitas Kesehatan 5 4,17

Tenaga ahli 4
Indikator Parameter

Kualitas Air BOD TSS


Tenaga ahli
Fasilitas Kesehatan PH
5 5
Jenis Penyakit Kekeruhan
Nilai Nilai
Kesehatan Lingkungan
Biaya PBB TDS
0
0
Listrik (V) Lahan Hijau (ha)

Pendapatn Pemukiman (ha)


Gotong-royong Bencana
Pendidikan
TPS (n)
Ekonomi Sosial