Anda di halaman 1dari 63

dr. Siti Khotimah, M.

Kes

LABORATORIUM BIOKIMIA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN 1
HORMON SENYAWA ORGANIK YANG DIHASILKAN OLEH
KELENJAR ENDOKRIN, YANG BEKERJA PADA DAN
MEMPENGARUHI JARINGAN / ORGAN SASARAN

FUNGSI HORMON : 1. FUNGSI INTEGRASI


2. FUNGSI REGULASI
3. FUNGSI MORFOLOGI

TEMPAT KERJA HORMON :


JARINGAN SASARAN / TARGET ORGAN

1. AUTOCRINE TISSUE
. H. TESTOSTERON; H. OESTROGEN
2. PARACRINE TISSUE
PERLU RESEPTOR / MEDIATOR2
RESEPTOR :
TEMPAT MELEKATNYA HORMON DI
ORGAN SASARAN
STRUKTUR BERUPA PROTEIN
JUMLAH dan KEPEKAAN RESEPTOR
MEMPENGARUHI AKTIVITAS HORMON
BEBERAPA HORMON ADA YANG MEM-
PUNYAI LEBIH DARI SATU MACAM RE -
SEPTOR

3
KLASIFIKASI HORMON :
BERDASARKAN RESEPTOR dan MEDIATOR PADA ORGAN
SASARAN
1. YANG RESEPTORNYA ADA DIDALAM SEL :
H. STEROID; H. TIROID dan KALSITRIOL
2. YANG RESEPTORNYA ADA DI PERMUKAAN SEL :
II.1. DENGAN MEDIATOR c-AMP :
-. H. ADENOHIPOFISE -. H. HIPOFISE POSTERIOR
-. MSH; dan sebagainya
II.2. DENGAN MEDIATOR Ca++ / FOSFATIDIL INOSITOL ATAU
KEDUANYA : ASETIL KOLIN, GASTRIN, VASOPRESIN, ADH
OKSITOSIN.
II.3. DENGAN MEDIATOR KINASE atau FOSFAT :
GROWTH HORMON, PROLAKTIN, INSULIN
MEDIATORNYA disebut juga sebagai SECOND MESSENGER
HORMONNYA disebut FIRST MESSENGER 4
MEKANISME KERJA HORMON :

KELOMPOK I : HORMON DALAM SEL IKATAN


DENGAN RESEPTOR KOMPLEKS H-R

AKTIVASI IKATAN DENGAN GENE


atau DNA HRE SINTESA PROTEIN

KELOMPOK II : atau TRANSKRIPSI


HORMON MENEMPEL & BERIKATAN
DENGAN RESEPTOR MEDIATOR :
cAMP, Fosfatidil Inositol, Ca++
FUNGSI FISIOLOGIS JARINGAN SASARAN

5
KERJA HORMON

HRE
STEROID
GENE

H.TIROID T4 T4

T3
+
T3

6
PENGENDALIAN KADAR HORMON :
1. PERANAN HIPOTALAMUS & HIPOFISE :
A. SISTEM UMPAN BALIK B. SISTEM TOMBOL ON / OFF
2. PENGENDALIAN OLEH METABOLIT atau HORMON LAIN.

(-) HIPOTALAMUS (-)


1. A RH

(-) HIPOFISE

TROPIC HORMON

KELENJAR ENDOKRIN

HORMON
TARGET ORGAN 7
1. B PENGENDALIAN HORMON MELALUI SISTEM
TOMBOL / SKAKELAR ON OFF :

-. Growth Hormon Releasing Hormon = GHRH = GRH =


GHRF = GRF
-. Growth Hormon Release Inhibiting Hormon
( Somatostatin = Somatotropin releasing inhibiting hormon
= GHRIH = GHRIF = SRIH = SRIF
-. Prolactin Release Inhibiting Hormon = PRIH = PRIF = PIH
= PIF

Releasing hormon memacu Hipofise


tombol ON
Release inbiting hormon menghambat
tombol OFF
8
2. PENGENDALIAN HORMON OLEH METABOLIT atau
HORMON LAIN :

HORMON GASTRO INTESTINAL / INTESTINAL FACTOR


HORMON PANKREAS

MISAL : H. INSULIN DIPENGARUHI oleh KADAR


GLUKOSA / METABOLITNYA atau oleh
asam amino ( ARGININ )

9
HORMON HIPOFISE

THE MASTER GLAND

1. LOBUS / PARS ANTERIOR = ADENOHIPOFISE :


- GH - FSH - LH
- TSH - ACTH - LTH
2. LOBUS / PARS INTERMEDIA : MSH

3. LOBUS / PARS POSTERIOR = NEUROHIPOFISE :


- OKSITOSIN
- VASOPRESIN = ADH
10
HORMON ADENOHIPOFISE :

PEMBAGIAN : 1. KELOMPOK HORMON PERTUMBUH-AN:


(GROWTH HORMON = GH ); PROLAKTIN
( PRL ); CHORIONIC SOMATOMAMMO-
TROPIN ( CS )
2. KELOMPOK HORMON GLIKOPROTEIN :
TIROID STIMULATING HORMON ( TSH ),
FOLLICLE STIMULATING HORMON ( FSH ),
I
LUTHEOTROP HORMON ( LH ) dan
CHORIONIC GONADOTROPIN ( CG )
3. KELOMPOK PEPTIDA ; PRO OPIO MELANO
CORTIN ( POMC ) : ADRENO CORTICO TROPIC
HORMON ( ACTH ), LIPOTROPIN ( LPH ),
MELANOSIT STIMULATING HORMON ( MSH )
11
HORMON TROPIK : Hormon yang mempengaruhi &
mengendalikan pertumbuhan DAN fungsi
hormon / kelenjar endokrin lain
II
CONTOH : TSH, ACTH, FSH, LH

HORMON NON TROPIK :


-. GH = Growth hormon = Somatotropin
-. LACTOGENIC HORMON = LH =
PROLAKTIN ( PRL )

12
GROWTH HORMON = GH
GH, PRL dan CS ( KELOMPOK 1 ) MEMPUNYAI KESAMAAN DALAM
REAKSI IMMUNOLOGI dan FUNGSI .
FUNGSI SOMATOTROPIK dan LAKTOGENIK.

STRUKTUR GH : POLIPEPTIDA

SINTESA & SEKRESI :

DISINTESA DIDALAM SEL SOMATOTROP.


PRODUKSINYA PALING BANYAK DARI PADA HORMON
LAINNYA.
PRODUKSINYA DI PACU oleh keadaan TIDUR, STRES ( SAKIT,
OPERASI ), EXERCISE, HIPOGLIKEMIA, MAKANAN BANYAK
PROTEIN.
13
STRES / TIDUR HIPOTALAM US
GHRH GHRIH

(-) (+) (-) (+)

HIPOFISE

GH

HEPAR

IGF-I

FUNGSI GH : FUNGSI UTAMANYA adalah MERANGSANG PERTUM-


BUHAN OTOT SKELET, VISCERA dan PERTUMBUHAN
BADAN dalam PROPORSI NORMAL.
PERAN FISIOLOGIS melalui MEDIATOR IGF I & II
14
TERHADAP METABOLISME PROTEIN :
-. SINTESA PROTEIN : . TRANSPORT AS.AMINO
. TRANSLASI & TRANSKRIPSI
TERHADAP METABOLISME KARBOHIDRAT :
-. PENGGUNAAN GLUKOSA JARINGAN
. TRANSPORT GLUKOSA
. GLIKOLISIS
-. GLUKONEOGENESIS di HEPAR ( dari asam amino )
GLUKOSA DARAH dan GLIKOGENESIS
TERHADAP METABOLISME LEMAK :
-. MOBILISASI FFA
-. -OKSIDASI di HEPAR

TERJADI RETENSI MINERAL TERTENTU

TERHADAP KELENJAR MAMMAE : TERJADI PENINGKATAN


15
PERTUMBUHAN KELENJAR dan LAKTOGENESIS
KLINIS :
1. HIPOFUNGSI GH : * TERLIHAT SEJAK KECIL.
DWARFISME ( KERDIL ) :
a) TIPE LARON GANGGUAN PADA TAK ADANYA
RESEPTOR di HEPAR
c) TIPE PYGMIES KELAINAN di JARINGAN TEPI

2. HIPERFUNGSI GH :
* BIASANYA KARENA TUMOR HIPOFISE
* TERJADI : -. GIGANTISME
-. ACROMEGALI

16
PROLAKTIN ( PRL ) = LACTOGENIC HORMON ( LTH )
= MAMMOTROPIN
PRODUKSI & SEKRESI PRL DIKENDALIKAN oleh PRIH ( pro
duksi hipotalamus )
SEKRESI PRL dipengaruhi oleh :
-. PRIH menghambat sekresi PRL
-. Pemacu ESTROGEN & OKSITOSIN
-. DIPACU oleh rangsangan pada papilla mammae.
stress, tidur, coitus
PERAN / FUNGSI fisiologis :
MEMULAI & MEMPETAHANKAN MASA LAKTASI
Pada sat kehamilan peran ini dibantu oleh hormon ESTROGEN,
PROGESTERON & CHORIONIC SOMATOTROPIN ( CS )
IKUT PERTAHANKAN CORPUS LUTEUM LUTEOTROPIC HOR -
17
MON
KELAINAN KLINIS hormon PRL :
-. TUMOR YANG MENEKAN SEL YANG MENSEKRESI PRL
KADAR PRL AMENORRHAE & GALAKTOREA
-, TUMOR YANG MENYEBABKAN PROLIFERASI & HIPERTRO
FI SEL YANG MENSEKRESI PRL KADAR PRL
GYNECOMASTIA dan IMPOTENSI ( )

CHORIONIC SOMATOMAMMOTROPIN = CS

DIPRODUKSI OLEH JARINGAN PLASENTA.


BERPERAN SEBAGAI HORMON LAKTOGENIK, SEPERTI PRL.

18
TYROID STIMULATING HORMON = TSH =
TIROTROPIC HORMON

FUNGSI TSH :
* MEMACU PERTUMBUHAN & FUNGSI KELENJAR TIROID PRO
DUKSI HORMON TIROID ( T3 & T4 )

PENGENDALIAN SINTESIS dan SEKRESI TSH dilakukan dengan


MEKANISME UMPAN BALIK oleh T3, T4 dan TRH
HIPOTALAMUS
TRH SRIH
(-) (+)

HIPOFISE

TSH

KELENJAR TIROID
T3 19
ESTROGEN MENINGKATKAN KEPEKAAN HIPOFISE TERHADAP TRH
RESPONS WANITA lebih baik dari PRIA.

RANGSANGAN ADRENERGIK JUGA MENINGKATKAN SEKRESI TSH.

PADA KEADAAN STRESS ( SUHU DINGIN ) SEKRESI ADRENALIN


SEKRESI TSH SEKRESI T3 & T4 OKSIDASI RESPIRASI
TIDAK KOPEL DENGAN OKSIDASI FOSFORILASI ENERGI BEBAS
BERUPA PANAS.

FOLLICLE STIMULATING HORMON = FSH

FSH, LH & hCG ( human chorionic gonadotropin ) HORMON YANG


MEMACU KELENJAR SEX / REPRODUKSI GONADOTROPIN
20
FUNGSI FSH :
RESEPTOR PADA MEMBRAN SEL FOLIKULER OVARIUM dan SEL
SERTOLI TESTES, FSH MEMACU ADENILAT SIKLASE cAMP

: -, Memacu pertumbuhan folikel


-, Menyiapkan folikel terhadap stimulasi LH dalam persiapan
ovulasi dan sintesis serta sekresi estrogen
: -, Menginduksi sintesis protein pengikat androgen
pengemban testosteron
-, Memacu pertumbuhan testes dan tubuli seminiferi
untuk spermatogenesis
-, Menginduksi produksi estradiololeh sel Sertoli

21
LUTEINIZING HORMON = LH
PERAN / FUNGSI LH :
RESEPTOR ADA DI MEMBRAN SEL CORPUS LUTEUM dan SEL LEYDIG
ADENILAT SIKLASE Camp STEROIDOGENESIS
PERAN LH TERUTAMA TERHADAP SISTEM REPRODUKSI :
PADA : -. MEMPERTAHANKAN dan MEMELIHARA CORPUS
LUTEUM ( ESTRADIOL & PROGESTERON ).
SELAMA KEHAMILAN DIBANTU OLEH HCG ( DARI
PLASENTA ).
-. BERSAMA ESTRADIOL, MEMICU OVULASI
-. MEMACU INTERSTITIEL OVARIUM untuk produlsi
H.ANDROGEN ( ANDROSTENDION. DEHIDROEPI
ANDROSTERON & TESTOSTERON ).

PADA : - MEMACU SEL LEYDIG untuk produksi TESTOSTERON


SEL SERTOLI SPERMATOGENESIS 22
KELOMPOK HORMON POMC ACTH
( PROOPIOMELANOCORTIN ) MSH
LPH
STRUKTURNYA : PEPTIDA
DISINTESIS DALAM BENTUK PROHORMON dari SATU GEN POMC.
SINTESIS : EKSPRESI GENE POMC PEPTIDA POMC yang panjang
peptida ACTH & peptida - LIPOTROPIN (- LPH )
ACTH aktip
- MSH -LPH & - ENDORPHIN
CLIP ( corticotropin like intermediate lobe peptide )

TEMPAT SINTESIS POMC selain di ADENOHIPOFISE & PARS INTER-


MEDIA HIPOFISE, juga di JARINGAN OTAK, PLASENTA, PARU,
LIMFOSIT dan TR. DIGESTIVUS.
23
ADRENOCORTICOTROPIC HORMON = ACTH
FUNGSI : RESEPTORNYA DI MEMBRAN SEL, ACTH cAMP :
-. MEMACU PERTUMBUHAN KELJ. CORTEX ADRENALIS
-. MEMACU STEROIDOGENESIS di CORTEX ADRENALIS
dengan cara memacu perubahan kolesterol pregnenolon
DOSIS TINGGI ACTH LIPOLISIS MOBILISASI FFA
MEMACU PANKREAS INSULIN >>
KLINIS : SEKRESI ACTH >> akibat dari TUMOR HIPOFISE
CUSHING SYNDROME
Gejalanya sebagai akibat kelainan metabolik glukokor-
tikoid >> :
-. Toleransi glukosa turun gejala mirip Diabet Mellitus
-. Balans N, K & Fosfat negatip
-. Retensi Na hipertensi & oedem
24
-. Penurunan sistem kekebalan, dan atrofi otot skelet
MELANOCYTE STIMULATING HORMON = MSH

DISEKRESI OLEH PARS INTERMEDIATE HIPOFISE.


FUNGSI : -. MEMACU SEL MELANOSIT

HORMON HIPOFISE POSTERIOR

OKSITOSIN & ADH

STRUKTUR :
KE 2 NYA STRUKTURNYA BERUPA PEPTIDA, YANG TERDIRI
DARI 9 ASAM AMINO ( NONA PEPTIDE )
KARENA STRUKTURNYA MIRIP ADA FUNGSINYA YANG
JUGA SAMA ANTARA ADH & OKSITOSIN 25
OKSITOSIN
FUNGSI : -. MEMACU KONTRAKSI OTOT POLOS UTERUS ( UTERO -
TONIKA )
-. MEMACU KONTRAKSI SEL MIOEPITEL KELJ.MAMMAE
SEKRESI AIR SUSU.

ADH ( ANTI DIURETIC HORMON ) = VASOPRESSIN


FUNGSI :
RESEPTOR DI MEMBRAN SEL TUBULI GINJAL MEMACU ADE-
NILAT SIKLASE MENINGKATKAN cAMP
*. MENGATUR REABSORPSI AIR DI TUBULI GINJAL
*. MEMACU OTOT POLOS KAPILER VASOKONSTRIKSI

DIABETES INSIPIDUS INSUFISIENSI SEKRESI ADH. 26


HORMON TIROID

KELENJAR TIROID T3 = TRIIODOTIRONIN

T4 = TETRAIODOTIRONIN
MIT = MONOIODOTIROSIN
DIT = DI IODOTIROSIN

BIOSINTESIS HORMON TIROID :


SINTESIS TIROGLOBULIN :
TIROGLOBULIN adalah SUATU PROTEIN
DISINTESIS OLEH RANGSANGAN DARI TSH
DISEKRESI KEDALAM LUMEN KELENJAR DISIMPAN
sebagai KOLOID 27
UP TAKE YODIUM :
2/3 BAGIAN BERASAL dari PROSES DEYODINASI MIT &
DIT
1/3 BAGIAN BERASAL dari ABSORPSI AKTIF DENGAN
MENGGUNAKAN POMPA YOD .
YOD DIABSORPSI KEDALAM FOLLIKEL DIIKAT OLEH
TIROGLOBULIN.
TAHAPAN SINTESIS TIROKSIN :
1. TAHAP OKSI DASI :
ENZIM : TIROID PEROKSIDASE
OKSIDATOR : H2O2
TUJUANNYA : SUPAYA YOD DAPAT DI ORGANIFIKA-
FIKASI-KAN DENGAN TIROGLOBULIN
28
2. TAHAP ORGANIFIKASI ( YODINASI ) :
2. TAHAP ORGANIFIKASI ( YODINASI ) :
-. YOD MENGIKAT GUGUS TIROSIL dari TIROGLOBULIN
-. MEMBENTUK M I T dan D I T
3. TAHAP KOPLING :
KOPLING ANTARA MIT + DIT T3
DIT + DIT T4
4. TAHAP SEKRESI

TRANSPORTASI HORMON TIROID :


T3 & T4 DARAH TARGET ORGAN

CARRIER : -. THYROXIN BINDING GLOBULIN = TBG


( pengemban )
-. THYROXIN BINDING PRE ALBUMIN
( TBPA )
29
METABOLISME YODIDA dalam FOLIKEL TIROID
RUANG FOLIKULER
DIT DIT
Oksi Perang
dasi Iodinasi MIT MIT T3 T4
I+ + Tgb
kaian
Peroksidase DIT Tgb DIT DIT Tgb DIT
H2O2 MIT MIT MIT T4
DIT DIT
I-
O2 Pagositosis &
Tgb
NADPH NADP+ Pinositosis
H+

LISOSOM
Tgb

TIROSIN Lisosom
Tgb sekunder

I- Deiodinasi
MIT Hidrolisa
Deiodinase
DIT
POMPA YOD Kosentrasi * T3 & T4
I- Na-K ATPase Pelepasan 30
RUANG EKSTRASELULER T3 & T4
I-
TBG DISINTESIS DI HEPAR dan DIPACU oleh ESTROGEN serta
DAPAT DIHAMBAT OLEH oleh ANDROGEN & GLUKOKORTIKOID

PENGENDALIAN : OLEH HIPOFISE & HIPOTALAMUS, DENGAN


MEKANISME UMPAN BALIK

MEKANISME KERJA :
-. T3 BERIKATAN DENGAN RESEPTOR DIDALAM SEL
TRANSLASI & TRANSKRIPSI
c AMP
-. T4 DEYODENASE T3 AKTIF + RESEPTOR

31
PERANAN HORMON TIROID :
MENGATUR METABOLISME . MENINGKATKAN OKSIDASI
PERTUMBUHAN MENTAL & FISIK
DOSIS FISIOLOGIS :
. MENINGKATKAN TRANSKRIPSI & TRANSLASI SIN-
TESIS PROTEIN BALANS N POSITIP
. c AMP
. MEMACU HIPOTALAMUS GHRH GH
DOSIS TINGGI :
. SINTESIS PROTEIN , KATABOLISME
. MOBILISASI Ca ++ dari TULANG
. OKSIDASI RESPIRASI TIDAK KOPLING DENGAN OKSI-
SI FOSFORILASI PANAS
. ABSORPSI GLUKOSA OLEH MUKOSA USUS GLU -
32
KOSA DARAH
KLINIS :
1. HIPOTIROIDI :
GANGGUAN SINTESIS / SEKRESI KADAR H.TIROID
DARAH TURUN FUNGSI TURUN
KADAR YOD DALAM MAKANAN KURANG
GANGGUAN ABSORPSI DARI USUS
HAMBATAN POMPA YOD
HAMBATAN PROSES OKSIDASI
HAMBATAN SINTESIS TIROGLOBULIN
KERUSAKAN SISTEM MIKROTUBULI GANGGUAN PADA
PROSES SEKRESI
KELAINAN FUNGSI SEKRESI KELENJAR
PENINGKATAN TBG FUNGSI TURUN
RESEPTOR KURANG PEKA FUNGSI TURUN
33
GONDOK ENDEMIK = ENDEMIC GOITER :
SEBAB UTAMA : INTAKE YOD KURANG
YOD DALAM KELENJAR KURANG
PRODUKSI T3 & T4 KURANG
HIPOTALAMUS TRH
HIPOFISE TSH MEMACU KELENJAR TIROID
TERJADI HIPERTROFI & HIPERPLASI serta
FUNGSI KELENJAR MENINGKAT
PRODUKSI TIROGLOBULIN TIMBUNAN KOLOID
pada FOLLICULAR SPACE KELENJAR MENJADI
BESAR & KENYAL
TERAPI : PEMBERIAN YODIUM
GEJALA : * sejak lahir CRITINISM
34
* masa anak YUVENILE MIXEDEMA
2. HIPERTIROIDI ( TOXIC GOITER ) :
-. KADAR H.TIROID ( T3 & T4 ) MENINGKAT
-. PENYEBAB :
1. TUMOR KELENJAR TIROID
2. TERBENTUKNYA THYROID STIMULATING IgG
( TSI ) AKTIVITAS RESEPTOR TSH KEPE-
KAAN KELENJAR TIROID terhadap TSH
PRODUKSI
==== GRAVE DISEASE
-. GEJALA : DENYUT JANTUNG / NADI , SUKAR TIDUR,
BADAN LEMAH, NAFSU MAKAN TURUN,
PANAS & BERKERINGAT,
MATA EXOPTHALMUS
-. TERAPI : OBAT ANTI RIROID TIOURASIL; TIOUREA
35

dan sebagainya
HORMON PARATIROID
H. PARATIROID ( PTH )
MENJAGA KADAR Ca DARAH
KALSITONIN
TETAP DALAM BATAS-BATAS
KALSITRIOL NORMAL ( 1,1 - 1,6 mmol/dl )
( vit. D aktif )

Ca DARAH SEBAGAI HASIL DARI :


1. ABSORPSI USUS
2. REABSORPSI Ca OLEH GINJAL
3. SELISIHMINERALISASI & DEMINERALISISASI TULANG

BENTUK Ca DARAH : -. ION Ca++


-. GARAM Ca; IKATAN DENGAN ASAM ORGANIK
-. TERIKAT PROTEIN : ALBUMIN
36
PERANAN KALSIUM ( Ca ) :
MINERAL POKOK DALAM TULANG
MENGATUR KEPEKAAN OTOT & SARAF
KOAGULASI DARAH
INTEGRITAS MEMBRAN SEL dan TRANSPORT TRANSMEMBRANE
SEKRESI HORMON DARI KELENJARNYA
MEDIATOR HORMON
PELEPASAN NEUROTRANSMITTER
KALSITONIN
PTH GINJAL
Ca++

(-) 25-OH-D3
PO4- (-) (+) darah
(+)
Ca++ 1,25-(OH)2-D3
Ca++ PO4-
( KALSITRIOL =
Vitamin D3 aktif )

37
TULANG USUS
SINTESIS HORMON PARATIROID :
-. PRE PRO PARATIROID polipeptida tunggal

PRO PARATIROID

PARATIROID HORMON
-. SINTESISNYA TIDAK DIPENGARUHI oleh Ca DARAH

Ca DARAH MEMPENGARUHI DEGRADASI PTH :


Ca DARAH DEGRADASI PTH SEKRESI
PTH DARAH Ca DARAH

cAMP MENGHAMBAT DEGRADSI PTH

38
PERANAN H.PARATIROID :
1. TERHADAP Ca++ : Ca DARAH
di TULANG : - MOBILISASI Ca++ dari tulang
di GINJAL : - REABSORPSI Ca++ oleh TUBULI
- MEMACU 25-OH-D3 1,25-OH-D3
ABSORPSI Ca++ oleh USUS MENINGKAT
2. TERHADAP FOSFAT DARAH :
FOSFAT DARAH , karena REABSORPSI TUBULI
EKSKRESI MENINGKAT

KLINIS :
1. HIPOPARATIROIDISME
2. PSEUDO HIPOPARATIROIDISME
3. HIPERPARATIROIDISME
4. HIPERPARATIROIDISME SEKUNDER
39
KALSITRIOL = 1,25-(OH)2-D3 = VIT. D3 AKTIF

SUMBER : 1. dari MAKANAN


2. DISINTESIS dari KOLESTEROL
SINTESIS :
KOLESTEROL
SINAR UV
KULIT
7-DEHIDROKOLESTEROL PROVIT. D

PROVIT. D
SITOKROM HEPAR
P450

25-OH-D3
25-OH-D3

GINJAL
1,25-(OH)2-D3 24,25-(OH)2-D3
( KALSITRIOL )
40
CARA KERJA :
H R COMPLEX TRANSKRIPSI SINTESIS PROTEIN
-PENGEMBAN Ca

KLINIS : RAKHITIS
* KADAR Ca DARAH TURUN, KELAINAN BEN-
TUK TULANG, DEMINERALISASI ( tulang
kero
pos )
KALSITONIN = CT
DIPRODUKSI OLEH SEL C dari KELENJ. TIROID, PARATIROID & TIMUS
FUNGSINYA BERLAWANAN DENGAN PTH & KALSITRIOL; YAITU
MENCEGAH NAIKNYA Ca DARAH :
HAMBATAN pada : . DEMINERALISASI TULANG
. REABSORPSI Ca oleh TUBULI GINJAL
. ABSORPSI Ca oleh USUS 41
HORMON KELENJAR ADRENALIS
( SUPRARENALIS )

MEDULA H. KATEKOLAMIN
KELENJAR H. MINERALO-
ADRENALIS 1. ZONA GLOMERULOSA
KORTIKOID
KORTEKS 2. ZONA FASIKULATA
-H. GLUKOKOR-
3. ZONA RETIKULARIS TIKOID
-H. ANDROGEN

KORTEKS ADRENALIS

KORTIKOSTEROID : 1. GLUKOKORTIKOID

2. MINERALOKORTIKOID
42
3. ANDROGEN ( SEX HORMON )
INTI STEROID SIKLO PENTANO PERHIDRO PENENTREN

12 17 ( 17 ATOM C )
11 13 16
C D
1 9 14 15 21 C C C C
2 10 8 20 C OH C C
OH
3 A 5B 7
18
C
4 6
CH2 19
C=O
KOLESTEROL
HO

HO
43
PREGNENOLON
BIOSINTESIS H. STEROID
KOLESTEROL
17-HIDROKSI DEHIDROEPIANDRO
PREGNENOLON
PREGNENOLON STERON ( DHEA )
3-HIDROKSI STEROID DEHIDROGENASE : 5,4 ISOMERASE

POGESTERON 17-HIDROKSI PROGESTERON 4ANDROSTENE-


3,17-DION
21 - HIDROKSILASE

11-DEOKSIKORTI- TESTOSTERON
11-DEOKSIKORTISOL
KOSTERON ( DOC )

11--HIDROKSILASE
17--ESTRADIOL
KORTIKOSTERON KORTISOL
18-HIDROKSILASE-18-HIDROKSI
DEHIDROGENASE
44
ALDOSTERON
PENGENDALIAN SEKRESI / SINTESIS GLUKOKORTIKOID :
CNS
cepat
HIPOTALAMUS
(+) (-)
CRH
HIPOFISE lambat
AC T H
ADRENAL

KADAR KORTISOL PLASMA

PENGENDALIAN SEKRESI / SINTESIS MINERALOKORTIKOID:

1. SISTEM RENIN-ANGIOTENSIN
2. KALIUM DARAH
3. ACTH
45
4. Na dan SISTEM SARAF
SISTEM RENIN-ANGIOTENSIN :
Sel Juncta glomerular pada arteriol afferent renal

Enzim RENIN

ANGIOTENSINOGEN ANGIOTENSIN I
( diproduksi Sel Hepar ) Angiotensin Converting Enzim
Dikeluarkan oleh Paru,
( ACE ) Endotel & Plasma

glukokortikoid ANGIOTENSIN II
estrogen Amino peptidase
ANGIOTENSIN III
Angiotensinase
Degradasi : ANGIOTENSIN
INAKTIF
Angiotensin II : . Kadar NaCl turun
- Vasokonstriksi . -adrenergik pelepasan Renin
- Memacu Aldosteron . Volume Cairan turun
- Menghambat katabo- ( dehidrasi, kehilangan cairan / darah, 46
lisme bradikinin tekanan darah turun )
TRANSPORTASI H. STEROID :
Carrier . ALBUMIN
. CORTICOSTEROID BINDING GLOBULIN
( CBG = TYRANSKORTIN = -GLUBULIN )
ALDOSTERON tak punya carrier spesifik, terikat lemah dengan
Albumin
PERANAN GLUKOKORTIKOID :
1. TERHADAP METABOLISME KH : glukosa darah meningkat
GLUKONEOGENESIS MENINGKAT
MENGHAMBAT GLUKOSA KE DALAM SEL
HAMBATAN PENGGUNAAN GLUKOSA EKSTRA HEPAR
GLIKOGENESIS HEPAR MENINGKAT
2. TERHADAP METABOLISME LEMAK : FFA darah meningkat
DI DAERAH MUKA & LEHER LIPOGENESIS
DI DAERAH EKSTRIMITAS LIPOLISIS
47
MOBILISASI FFA
3. TERHADAP METABOLISME PROTEIN :
=. DI HEPAR ANABOLISME
=. DI JARINGAN EKSTRA HEPAR KATABOLISME ASAM
AMINO DARAH GLUKONEOGENESIS
4. TERHADAP PERTAHANAN TUBUH :
* MEMATIKAN SEL-SEL LIMPOSIT & MENGECILKAN JAR.LIMFOID
MENGHAMBAT METABOLISME ANTIBODI
5. EFEK ANTI PERADANGAN / ANTI INFLAMASI
6. TERHADAP METABOLISME AIR & MINERAL :
* MEMACU ANGIOTENSINOGEN & MENGHAMBAT SEKRESI ADH
terjadi RETENSI Na+ & H2O; SEKRESI K+ dan HIPERTENSI
7. TERHADAP HORMON LAINNYA : KEPEKAAN RESEPTOR
PERANAN MINERALOKORTIKOID :
TERHADAP TUBULI DISTALIS & DUCT.CHOLEDUCHUS :
* REABSORPSI Na & AIR RETENSI Na 48

* SEKRESI K, H & NH4


KLINIS :
1. DEFISIENSI GLUKOKORTIKOID : Primer & Sekunder
ADDISON DISEASE
Sebab : KERUSAKAN KELENJAR ADRENAL ( INFEKSI TBC )
PRODUKSI GLUKOKORTIKOID tapi ACTH
Gejala : HIPOGLIKEMIA; PEKA TERHADAP INSULIN; ANOREKSIA
BADAN LEMAH; BB Turun; HIPOTENSI; FILTRASI
GLOMERULUS TURUN; HIPERPIGMENTASI; EKSKRESI
AIR turun; Na+ DARAH turun; K+ DARAH naik
2. HIPERSEKRESI GLUKOKORTIKOID :
CUSHING SYNDROME
Sebab : - TUMOR ADENOMA ADRENAL
- TUMOR HIPOFISE ACTH naik
- PENGGUNAAN STEROID YANG BERLEBIHAN 49

Gejala :
Gejala : HIPERGLIKEMIA; ATROFI OTOT karena KATABO-
LISME PROTEIN ; OSTEOPOROSIS; ( DARAH )
Na+ dan K+ ; ALKALOSIS; OEDEM; HIPERTENSI;
BADAN KURUS karena LIPOLISIS DI ADIPOSA
3. HIPERSEKRESI MINERALOKORTIKOID :
ALDOSTERONISME PRIMER : COHN SYNDROME
Sebab : ADENOMA SEL GRANULOMA ADRENAL
Gejala : HIPERNATREMIA; HIPOKALEMIA; ALKALOSIS; HIPERTEN-
SI; KADAR GLUKOKORTIKOID, RENIN dan ANGIOTENSIN II
TIDAK NAIK
ALDOSTERONISME SEKUNDER :
Sebab : HIPERPLASI & HIPERFUNGSI sel Junctaglomeruler oleh ste-
nosis Arteri Renalis.
Gejala : Sama dengan yang Primer; KECUALI KADAR RENIN & ANGI-
50
TENSIN MENINGKAT.
MEDULA ADRENALIS

KATEKOLAMIN :
ADRENALIN = EPINEFRIN
NOR ADRENALIN = NOR EPINEFRIN
DOPAMIN = 3,4-DIHIDROKSI FENIL ETIL AMINA

BIOSINTESIS : TIROSIN
Tirosin hidroksilase

DOPA ( dihidroksi fenil alanin )


Dopa dekarboksilase

DOPAMIN
Dopamin--dekarboksilase
Fenil etanolamin-N-
NOR EPINEFRIN metil transferase EPINEFRIN
51
( PNMT )
RESEPTOR ADRENALIN : 1 ; 2 : 1 dan 2
RESEPTOR - ADRENAERGIK ADENILAT SIKLASE
cAMP
Second messenger : cAMP
RESEPTOR 2 -adrenergik ADENILAT SIKLASE cAMP

Second messenger : Ca++

PERANAN KATEKOLAMIN :

RANGSANGAN OTAK SISTEM OTONOMIK MEDULLA


ADRENALIS ADRENALIN :

TERHADAP CARDIOVASCULAR & RESPIRATORIC SYSTEM


TERHADAP METABOLISME

52
SEKRESI :
ASETILKOLIN
-ADRENERGIK
Ca++ MASUK KE DALAM SEL KROMAFIN
Mg++
ATP-ASE
EKSOSITOSIS KATEKOLAMIN DARAH
SEKRESI DIHAMBAT oleh -ADRENERGIK
SEKRESI DIPACU oleh HIPOGLIKEMIK

KATABOLISME :
TERJADI DI HEPAR oleh MAO & COMT
KONJUGASI oleh SULFAT / GLUKORONAT
EKSKRESI MELALUI URINE METANEFRIN & VENILMANDELAT
( VMA )
53
PERANAN :
# TERHADAP SISTEM KARDIOVASKULAR & RESPIRASI :
JANTUNG : - KONTRAKSI & FREKWENSI CARDIAC OUT PUT
PEMBULUH DARAH : . VASODILATASI pada ORGAN VITAL
. VASOKONSTRIKSI PERIFER
RESPIRASI : - RELAKSASI OTOT BRONCHUS BRONCHODILA-
TASI PERANAPASAN LANCAR OKSIGENASI
# TERHADAP METABOLISME :
K H : * GLIKOGENESIS DI HEPAR
* GLUKONEOGENESIS DI HEPAR & GINJAL
* PEMAKAIAN GLUKOSA JARINGAN DIHAMBAT
KESEMUANYA MENYEBABKAN GLUKOSA DARAH , TERU-
TAMA UNTUK OTAK & SEL DARAH MERAH
LEMAK : LIPOLISIS FFA PENYEDIAAN ENERGI
54
PROTEIN : KATABOLISME
PULAU LANGERHANS SEL : H. GLUKAGON
SEL : H. INSULIN

HORMON INSULIN
HORMON INSULIN MERUPAKAN PROTEIN, YANG TERDIRI DARI POLI-
PEPTIDA dan POLIPEPTIDA , YANG DIHUBUNGKAN OLEH DUA
JEMBATAN DISULFIDA dan SATU JEMBATAN DISULFIDA DIDALAM PO-
LIPEPTIDA

TERDAPAT TIGA BAGIAN PENTING DARI MOL. INSULIN YANG MENEN


TUKAN AKTIVITAS BIOLOGISNYA :
1. KEUTUHAN & POSISI KETIGA JEMBATAN DISULFIDA
2. GUGUS HIDROFOB YANG ADA DI TERMINAL C POLIPEPTIDA55
3. TERMININAL N MAUPUN C DARI POLIPEPTIDA
METABOLISME INSULIN :

INSULIN TIDAK MEMPUNYAI PENGEMBAN KHUSUS

WAKTU PARUH PENDEK INSULIN CEPAT DIMETA -

BOLISME DI JARINGAN HEPAR, GINJAL dan PLASENTA

ENZIM UNTUK HIDROLISA INSULIN : PROTEASE dan

GLUTATION INSULIN TRANSHIDROGENASE, YANG

SEBAGIAN BESAR TERDAPAT DI JARINGAN HEPAR.

56
PERAN FISIOLOGIS INSULIN :
MENGATUR METABOLISME KH, LEMAK dan PROTEIN
TERHADAP METABOLISME KH : MENURUNKAN GLUKOSA
DARAH, dengan cara :
. Menghambat IN PUT glukosa darah ( me glikogenesis
& me glukoneogenesis di hepar )
. Meningkatkan OUT PUT glukosa darah ( me glikolisis,
glikogenesis & lipogenesis penggunaan glukosa oleh
jaringan meningkat )
TERHADAP METABOLISME LEMAK :
MEMACU LIPOGENESIS dijaringan ADIPOSA, dengan cara :
# meudahkan glukosa menembus membran sel
# memacu glikolisis sintesa TG meningkat
# memacu enzim asetil-koA karboksilase
# memacu jalur HMP NADPH sintesa FFA
57
MENGHAMBAT LIPOLISIS
TERHADAP METABOLISME PROTEIN :
MENINGKATKAN ANABOLISME PROTEIN, dengan cara :
-. Memacu masuknya asam amino kedalam sel
-. Memacu proses transkripsi & translasi

KLINIS :
DEFISIENSI INSULIN sebabkan DIABETES MELLITUS

LIHAT KULIAH METABOLISME KARBOHIDRAT & LEMAK

58
HORMON GLUKAGON
BERUPA POLIPEPTIDA TUNGGAL, terdiri dari 29 rangkaian as. Amino
DISINTESA oleh SEL D PULAU LANGERHANS (terutama) & MUKOSA
USUS, dalam bentuk pro hormon
Tidak mempunyai pengemban khusus waktu paruh pendek (5
menit )
METABOLISMENYA TERJADI DI HEPAR
SEKRESI DIPACU oleh : - SEKRESI DIHAMBAT oleh :
AS,AMINO glikogenik - - GLUKOSA
GASTRIN - - INSULIN
KHOLESISTOKININ - - IGF I
KORTISOL - - SOMATOSTATIN
ASETIL KOLIN - - SEKRETIN
RANGSANGAN -ADRENERGIK - - FFA & BENDA
TURUNAN XANTIN : AMINOFI KETON -
LIN, TEOFILIN RANGSANGAN -ADRENEGIK
- EXERCISE - PHENYTOIN
59
PERAN FISIOLOGIS : BERLAWANAN DENGAN INSULIN
INSULIN : mendorong penyimpanan energi GLIKOGEN, TG & PROT
GLUKOAGON : mendorong penyedidaan energi me glukosa darah,
dengan cara peningkatan glikogenolisis & FFA darah
( lipolisis di adiposa )
GLUKAGON juga meningkatkan GLUKONEOGENESIS & KETOSIS
memperberat DM.

ORGAN SASARAN : HEPAR


glukagon reseptor (di membran sel ) adenilat siklase cAMP
protein kinase . glikogenesis , glikogenolisis
. transkripsi enzim PEPCK ( enzim kunci gluko
neogenesis )
. Lipolisis di jar. Adiposa mobilisasi FFA
ketogesis ketoasidosis
60
kolesterol sklerosis
HORMON GASTROINTESTINAL

3 KELOMPOK HORMON GASTROINTESTINAL :


1. KELOMPOK GASTRIN : GASTRIN; CHOLECYSTOKININ ( CCK )
2. KELOMPOK SECRETIN :
-. SEKRETIN -. GASTRIC INHIBITORY POLYPEPTIDE ( GP )
-. GLUKAGON -. VASOACTIVE INTESTINAL POLYPEPTIDE =
-. GLICENTIN VIP
3. KELOMPOK LAIN :
* NEUROTENSIN * MOTILIN * SOMATOSTATIN
* SUBSTANCE P * BOMBENSINLIKE
* ENCHEPHALINE * PANCREATIN POLYPEPTIDE

61
HORMON LOKASI PERAN UTAMA
GASTRIN ANTRUM GASTER, MEMACU SEKRESI PEPSIN &
DUODENUM HCl
CHOLECYSTOKININ = DUODENUM, JEJUNUM MEMACU SEKRESI AMILASE
CCK PANKREAS
SEKRETIN DUODENUM, JEJUNUM MEMACU SEKRESI BIKAR-
BONAT
GIP ILEUM MEMACU SEKRESI INSULIN DE-
NGAN MEDIATOR GLUKOSA;
MENGHAMBAT SEKRESI HCl
VIP PANKREAS RELAKSASI OTOT POLOS,
SEKRESI BIKARBONAT
MOTILIN JEJUNUM INISIASI MOTILITAS G.I TRACT
PANCREATIC PANKREAS MENGHAMBAT SEKRESI
POLYPEPTIDE BIKARBONAT & PROTEIN
ENCHEPHALIN GASTER,DUOD,EMPEDU SEPERTI OPIAT
SUBSTANCE P DUODENUM,JEJUNUM MEMACU SEKRESI
BIKARBONAT
BLI GASTER,DUODENUM MEMACU sekresi GASTRIN, CCK
NEUROTENSIN ILEUM ?
ENTEROGLUKAGON PANKREAS, JEJUNUM ? 62
&

63