Anda di halaman 1dari 40

KONSEP KEBUTUHAN

CAIRAN DAN ELEKTROLIT


(1)
By. Uun Nurulhuda
Kompetensi Dasar
Melaksanakan asuhan keperawatan pada
klien dengan gangguan pemenuhan
kebutuhan cairan, elektrolit

Setelah 1 x pertemuan mahasiswa dapat


memahami elemen kompetensi :...
Elemen Kompetensi
Mengidentifikasi klien yang mempunyai risiko gangguan pemenuhan
kebutuhan cairan, elektrolit
Menyiapkan klien sebelum melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan
cairan, elektrolit
Melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan gangguan
pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit
Merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan gangguan
pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit
Membuat perencanaan keperawatan pada klien dengan gangguan
pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit
Memberikan cairan peroral
Menilai keseimbangan cairan
Melaksanakan tindakan kolaboratif dalam pemberian cairan parenteral
Melaksanakan monitoring pemberia cairan parenteral
Melaksanakan evaluasi asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan
cairan, elektrolit
Melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan klien dengan gangguan
pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit
TUJUAN PEMBELAJARAN
Memahami fungsi cairan dan elektrolit
Memahami volume dan distribusi cairan
Memahami keseimbangan cairan
Memahami dinamika cairan
Memahami elektrolit tubuh
Memahami faktor-faktor keseimbangan cairan
dan elektrolit
Memahami gangguan ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit
Memahami ketidakseimbangan asam basa
Memahami penatalaksanaan
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Tujuan pembelajaran : (pertemuan
1)
Setelah mengikuti pembelajaran mahasiswa
memahami konsep Kebutuhan Cairan dan
Elektrolit:
1. Pengertian kebut CE
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
keseimbangan CE dan asam basa
3. Jenis-jenis CE
4. Proses perpindahan CIS dan CES
1. Pengertian Cairan &
Elelktrolit
Cairan yang bersirkulasi di seluruh tubuh di
dalam ruang cairan intrasel dan ekstrasel

Elektrolit adalah merupakan sebuah senyawa


atau unsur yang jika larut dalam air atau
pelarut lain, akan pecah menjadi ion dan
mampu membawa muatan listrik
Keseimbangan C & E
Distribusi cairan tubuh
Komposisi cairan tubuh
Pergerakan cairan tubuh: Difusi, osmosis,
filtrasi, transpor aktif
Pengaturan cairan tubuh : asupan cairan,
haluaran cairan, hormon
Pengaturan Elektrolit : kation, anion,
FUNGSI CAIRAN TUBUH

Menyebarkan panas tubuh dan regulasi


suhu tubuh
Transportasi nutrisi sel
Transportasi hasil buangan sel
Transportasi hormon untuk aktivitas sel
Pelumas pada ruang sendi
Mempertahankan tekanan hidrostatik pada
sistem kardiovaskuler.
Distribusi & Komposisi
cairan tubuh
Cairan mengandung
elektrolit, mineral
dan sel

K : CIS > CES


Na : CES > CIS
(Fundamental of Nursing,
1997)
DINAMIK/PERGERAKAN CAIRAN TUBUH
Pergerakan cairan tubuh antar
kompartemen (intrasel dgn ektrasel),
tergantung pada keadaan membran sel,
protein, besar partikel.

Pergerakan cairan difusi, osmosis, transport


aktive, filtrasi.

Difusi berguna untuk membantu :


- Kesimbangan elektrolit antra Intra dan
Ekstrasel
- Absorpsi nutrien dari saluran gastrointestinal
ke
pembuluh darah.
- Molekul dari darah tubular membran
dalam
Pergerakan cairan tubuh
Difusi, perpindahan Partikel (ion atau
molekul) dari daerah yang konsentrasinya
tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah
sehingga konsentrasi substansi partikel
tersebut merata.

Osmosis, perpindahan air


melalui membran permeabel
selektif dari bagian yang lebih
encer (solut rendah) ke bagian
yang lebih pekat (solut tinggi).

Filtrasi adalah Suatu proses perpindahan


air dan substansi yang dapat larut sec
bersamaan sebagai respons karena adanya
perbedaan tekanan cairan
Pergerakan/Dinamika Cairan
Tubuh :
DIFUSI adalah : perpindahan Partikel (ion atau molekul)
dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi
yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi
partikel tersebut merata.

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran


permeabel selektif dari bagian yang lebih encer (solut
rendah) ke bagian yang lebih pekat (solut tinggi).

Filtrasi adalah Suatu proses perpindahan air dan


substansi yang dapat larut sec bersamaan sebagai
respons karena adanya perbedaan tekanan cairan.
pergerakan cairan tubuh ke selektif membran karena
adanya tekanan, dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
Misalnya filtrasi oleh nefron ginjal
Transpor aktif
Transport aktif perpindahan ion dengan melawan
gradien, perindahan dari konsentrasi ion rendah ke area
konsentrasi tinggi sehingga memerlukan energi,

Transpor aktif difusi dan osmosis.


memerlukan aktifitas metabolik dan pengeluaran energi
untuk menggerakkan berbagai materi guna menembus
membran sel. Sehingga sel memungkinkan menerima
molekul yang lebih besar dari sel tersebut.

Contoh transpor aktif adalah pompa Na dan K


(perpindahan ion Na dgn K dlm intrasel). natrium dipompa
keluar dari sel dan kalium dipompa masuk ke dalam sel,
melawan gradien konsentrasi
Keseimbangan C & E :
DIFUSI
Konsentrasi tinggi
Konsentrasi
rendah
Keseimbangan C & E :
OSMOSIS
Gambar 1. Selaput
semipermeabel
dapat dilewati oleh
molekul pelarut,
tetapi menahan
molekul zat terlarut.

Osmolalitas serum
normal : 280-295
mOsm/Kg
Keseimbangan C & E :
FILTRASI
ELEKTROLIT DALAM CAIRAN TUBUH
Natrium (sodium)/Na
- Banyak dlm Ekstrasel
- Konsentrasi 135 145 mEq/L
- Fungsi : penting untuk mempertahankan
cairan tubuh, eksititasi neuromuskular,
impuls listrik, keseimbangan asam basa.

Potasium (kalium)/ K
- Banyak terdapat intrasel
- Konsentrasi 3.5 5.5 mEq/L
- Berperan dalam impuls listrik, keseimbangan
asam basa dgn pertukaran ion H
- Dikeluarkan melalui urine
Kalsium/Ca
- Banyak dalam tulang, gigi, kuku
- Konsentrasi 4.4-5.9 mg/dl
- Dikendalikan oleh hormon Paratiroid dan
kalsitonin, absorpsi dibantu oleh vit. D
- Fungsi : Transmisi impuls, kontraksi,
mempertahankan permeabilitas sel, untuk
pembekuan darah.

Magnesium/Mg
- Presentasi terbesar dalam tulang, Hanya 1 %
terdapat Ekstrasel
- Konsentrasi : 1.5-2.5 mEq/L
- Fungsi : transmisi neuromuskular jantung dan
otot rangka, dikeluarkan lewat urine
Posphat/PO4
- Anion penting dalam sel
- Konsentrasi : 2.5-4.5 mg/dL
- Fungsi : Unsur pembentuk tulang, ATP,
transmisi impuls, mempertahan asam-
basa

Chlorida/Cl
- Anion dlm ekstrasel
- Konsentrasi : 95 105 m Eg/L
- Fungsi : bersama Na keseimbangan air
PENGATURAN CAIRAN TUBUH
Organ-organ yg berperan dalam pengaturan
cairan :
- Otak pengendalian hormon ADH
- Kulit Evaporasi, IWL
- Paru-paru IWL, Pernapasan dalam,
hiperventilasi.
- Jantung sirkulasi dan perfusi jaringan
- Endokrin ADH, PTH
- Ginjal pengeluaran urine 1200 1500
cc/hr
- Ganstrointestinal
- Hati plasma protein, albumin tekanan
onkontik
- Limfatik pertukaran dari cairan interstisial
KESEIMBANGAN ASAM BASA
Asam mengeluarkan H
Basa menerima H
Asidosis pH menurun, Alkalosis pH
meningkat.
pH Normal : 7.35-7.45
Untuk mempertahankan pH sistem
Buffer (asam karbonat)
FAKTOR FAKTOR YG MEMPENGARUHI
CAIRAN & ELEKTROLIT
1. PENGATURAN CAIRAN TUBUH
. ASUPAN CAIRAN
. HALUARAN CAIRAN
. HORMON
2. PENGATURAN ELEKTROLIT
.ANION Elektrolit dg muatan negatif
.KATION Elektrolit dg muatan positif
Pengaturan Cairan Tubuh : Asupan
Cairan (Intake)
1. Diatur melalui
mekanisme haus
2. Pusat
pengendalian
rasa haus :
Hipotalamus
3. Osmoreseptor
memantau
osmolalitas
Stimulus yang mempengaruhi
mekanisme rasa haus
Pengingkatan Penurunan
osmolalitas volume
plasma plasma

Angiotensin Pusat
rasa Hilangnya
II haus kalium

Keringnya
mukosa Faktor faktor
membran paikologia
faring
Pengaturan Cairan Tubuh :
Haluaran Cairan (Output)
1. Melalui Ginjal
ginjal menerima 125 ml/mnt plasma,
disaring, 60 ml urine (40-80 ml/jam),
total 1,5 L/24 jam
jumlah urine dipengaruhi oleh
Volume darah
ADH dan Aldosteron

2. Melalui Kulit
Keringat, diatur s.simpatis, mengaktifkan kelj.
Keringat dipengaruh oleh :
Olah raga
Peningkatan suhu lingkungan
Peningkatan aktivitas metabolik (sesak, demam)
Cont

3. Melalui Paru-paru : 400 ml/24 jam


meningkat : peningkatan frekuensi nafas
(sesak), olah raga, demam

4. Melalui SGIT : 100 ml/24 jam

IWL : dewasa 6 ml/Kg BB/24 jam


SWL : 1000 ml / 24 jam

(Horne et all, 1991)


Pengaturan Cairan Tubuh : Hormon
Hormon yang mengarur ad:
ADH dan Aldosteron
< cairan, me osmolalitas darah respon
dari kelj.hipofisis dengan melepas ADH me
prod urine ( dgn me reabsorpsi air oleh
tubulus ginjal.

Jml ADH dalam darah meningkat

reabsorpsi air oleh tubulus ginjal, air kembali ke


vol sirkulasi vol urine meningkat.
Pengaturan Elektrolit
Dalam CIS dan CES terdirin
atas :
Kation,utama yaitu : Na+, K+,Ca2+, Mg2+
kerja mempengaruhi neurokimia dan transmisi
neuromuskular, yg mempengaruhi fungsi otot, irama,
kontraktilitas jantung, perilaku, fungsi SGIT

Anion, yaitu : Cl, bikarbonat (HCO3), dan fosfat


(PO3-)
Mempengaruhi keseimbangan dan fungsi cairan, elektrolit
dan asam-basa
2. Keseimbangan Asam
Basa
Keseimbangan asam basa tercapai jika
kecepatan total tubuh memproduksi asam
atau basa sama dengan kecepatan tubuh
mengeksresikan asam atau basa tersebut.

Perubahan bisa tejadi selama melakukan OR


fisik, cemas, gangguan saluran cerna
Jenis cairanDefinisi
N Jenis Contoh
o Larutan
1 Isotonik Larutan dengan NaCl 0.9%,
osmolalitas = plasma RL

2 Hipotonik Larutan dengan NaCl


osmolalitas lebih rendah 0.45%, NaCl
dari plasma 0.33%

3 Hipertoni Larutan dengan Dex 5%


k osmolalitas lebih tinggi dalam :
dari plasma salin 0.45%,
salin
0.9%, RL
3. Gangguan Keseimbangan
Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa
Gangguan Cairan :
hipovolemia, hipervolemia Gangguan Asam
Basa:
Gangguan Elektrolit:
hiponatremia ,
a. Asidosis Respiratorik
hipernatremia (Na , 135 : PaCO2, pH
145 mEq/L)
hipokalemia, hiperkalemia
b. Alkalosis Respiratorik
(K, 3,5 5,3 mEq/L) : PaCO2 , pH
hipokalsemia , c. Asidosis Metabolik :
hiperkalsemia (Ca, 4 - 5
mEq/L) HCO3-, pH
hipomagnesia, d. Alkalosis Metabolik :
hipermagnesia (Mg, 1,5 2,5
mEq/L) HCO3- ,pH
Kekurangan volume cairan (Hipovolemia)
terjadi saat air dan elektrolit yang hilang
berada di dalam isotonik

kelebihan volume cairan (Hipervolemia)


terjadi saat air dan natrium dipertahankan
dalam proporsi isotonik sehingga
menyebabkan hipervolemia tanpa disertai
perubahan kadar elekrolit serum
4. Variabel yang
Mempengaruhi
Usia : bayi, anak, remaja, lansia
Penyakit kronik : Ca, PJK, CRF, DM, Malnutrisi
Trauma : cedera kepala, luka bakar
Terapi: diuretik, TPN
Kehilangan mel. GIT : GE, pengisapan
nasogastrik
Gaya hidup: diet, stres, OR
Intake - output
Prosentasi TBW (Total Body Water)

Umur TBW (%)


- Bayi Baru Lahir 70 80
1 th 64
Pubertas 39 th Men : 60, Women : 52
40 60 th Men : 55, Women : 47
> 60 th Men : 52, Women : 46
Komposisi cairan tubuh
Glosary
Hipovolemi Anuria
Hipervolemi ketonuria
Hiponatremi Ketosis
Hipernatremi Diuresis
Hipokalemi Asidosis
Hiperkalemi Alkalosis
Hipocalsemi Edema
Hipercalsemi evaforasi
Hipomagnesemi IWL
Hipermagnesemi TPN
Hipertonik GIT
Hipotonik GE
Isotonik ADH
TERIMA KASIH