Anda di halaman 1dari 43

PEMBELAJARAN

DAN PENILAIAN HOTS

DISAMPAIAKAN
OLEH : SUWITO, M.PD
HP. 081328479764
Email: suwitompd@yahoo.com

BIMBINGAN TEKNIS
PENYEGARAN INSTRUKTUR KURIKULUM 2013

TAHUN 2017
Permendikbud No 20 tahun 2016
SKL adalah kriteria/standar mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. SKL terdiri standar kemampuan peserta didik yang diharapkan
dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah
Standar sikap dalam SKL dirumuskan: memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
(1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, (2) berkarakter, jujur, dan peduli, (3)
bertanggungjawab, (4) pembelajar sejati sepanjang hayat, dan (5) sehat jasmani dan
rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional
Kemampuan minimal pengetahuan yaitu memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berkenaan
dengan (1) ilmu pengetahuan, (2) teknologi, (3) seni, (4) budaya, dan (5) humaniora,
serta mampu mengaitkan pengetahuan tersebut dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, serta kawasan regional
dan internasional
kemampuan minimal keterampilan yaitu memiliki keterampilan berpikir dan
bertindak (1) kreatif, (2) produktif, (3) kritis, (4) mandiri, (5) kolaboratif, dan (6)
komunikatif melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri
Kompetensi Keterampilan

Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati,


menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Seluruh isi materi (topik dan sub topik) mata pelajaran
yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong
peserta didik untuk melakukan proses pengamatan
hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan
tersebut perlu melakukan pembelajaran yang
menerapkan modus belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning)
dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
Permendikbud No 21 Tahun 2016

KI merupakan tingkat kemampuan


minimal untuk mencapai standar SKL
kompetensi lulusan yang harus
dimiliki seorang peserta didik pada KI
setiap tingkat kelas yang menjadi
landasan pengembangan KD.

KI mencakup: sikap spiritual, sikap sosial,


pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi
sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata
pelajaran atau program dalam mencapai SKL.
Kompetensi Dasar
KD merupakan kemampuan minimal dan materi pembelajaran
minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata
pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang
mengacu pada KI
KD mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan
dalam muatan pembelajaran dan mata pelajaran. Pembelajaran merupakan
proses interaksi antar Peserta Didik, antara Peserta Didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
KD dikembangkan dalam konteks muatan
pembelajaran, pengalaman belajar, mata
pelajaran sesuai dengan KI.
KD memuat:
KI KD
Kemampuan minimal Peserta Didik
Muatan pembelajaran untuk suatu mata
pelajaran
yang mengacu pada KI.
Indikator Pencapaian Kompetensi

IPK merupakan kemampuan minimal yang dapat


KD diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan
KD pada KI 1 dan KI 2, dan kemampuan yang dapat
diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan
sebagai pemenuhan KD pada KI 3 dan KI 4. Seorang
IPK Peserta Didik boleh memiliki kemampuan di atas
yang telah ditetapkan dalam IPK
Pengembangan Indikator Pengetahuan
Met
Membongk
ako Mengiden- Mem- Mengguna- Merefleksika
ar/ Mengkreasi
gniti tifikasi prediksi kan n
mengurai
f

Pros Menyebut
Dimensi Pengetahuan

Menmper- Memaduka Memutuska


edur kan Melakukan Merancang
jelas n n
al kembali

Membeda-
Kon Menetapka
Mengelom- kan/ Merumusk
sept Mengenali n/menetapk Memastikan
pokkan Membandin an
ual an
gkan

Fakt Membuat Merangku Menggener


Menanggapi Memilih Memeriksa
ual Daftar m alisasi

Dimensi Proses Kognitif


Menerapka Menganalisi Mengevalua
Mengingat Memahami Mencipta
Langkah Perumusan Indikator

Cermati kompetensi dasar dan kompetensi inti sesuai dengan


tingkatan kelas
Pastikan posisi KD pengetahuan berdasarkan tingkat
kompetensi (dimensi proses kognitif) dan dimensi
pengetahuan (posisi KD memetakan jumlah indicator
pencapaian)
Jabarkan KD menjadi indicator dari tingkat terendah ke tingkat
minimal yang harus dicapai memenuhi KD
Rumusan KD sekurang-kurangnya memuat kompetensi yang
dapat diukur (kompetensi spesifik) dan muatannya (materinya)
Pilih indicator yang digunakan untuk pembelajaran dan
penilaian (RPP) sesuai kemampuan awal peserta didik
Menentukan Indikator Pencapaian Kompetensi
Meta
kognitif
Dimensi pengetahuan

Prosedu
ral

Konseptu
al

Faktual

Menginga Memaha Menerap Menganali Meng eva Mencipta


kan sis luasi
t mi

Dimensi proses kognitif

Contoh:
KD 3.3 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang
Tuntutan KD: pengetahuan prosedural, dan kemampuan berfikir menerapkan
Posisi KD Pengetahuan
Metakogni
13 14 15 16
DIMENSI PENGETAHUAN

tif

Prosedural 5 7 9 12

Konseptual 2 4 8 11 17

Faktual 1 3 6 10 16 18
EP
S Me
R
PE I Men Me Men Men Me
A S nge
ging mah erap gana nci
val
at ami kan lisis pta
uasi
DIMENSI PROSES KOGNITIF
Contoh KD Pengetahuan
3.3. Menerapkan prinsip penjumlahan vektor
sebidang
Menyebutkan contoh besaran vektor
Menuliskan daftar 4 contoh besaran vector dan scalar
Menjelaskan perbedaan vector dan scalar
Membuat gambar vector sesuai besar dan arahnya
Menyebutkan kembali tiga cara menjumlah vektor
Menjelaskan langkah penjumlahan vector dengan cara segitiga
atau polygon
Menguraikan vector menjadi komponen pada sumbu x dan y
Menggunakan hasil proyeksi untuk menjumlah vector sebidang
Menggunakan prinsip dan prosedur penjumlahan vector untuk
menentukan resultan perpindahan, kecepatan, atau gaya
KETERAMPILAN
Keterampilan adalah kemampuan berpikir dan bertindak untuk
merespon tuntutan keadaan lingkungan berupa perintah, situasi
mendesak, atau kesadaran diri untuk bertindak.
Keterampilan abstrak merupakan kemampuan pikir dan tindak
mental non motorik seperti mengambil keputusan, menyusun
strategi, bernalar, dan sebagainya. Hasil keterampilan abstrak
cenderung berupa karya bukan benda. Keterampilan abstrak
mencakup kemampuan belajar dan kemampuan berpikir.
kemampuan belajar yang meliputi: mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan
mengomunikasikan, serta
kemampuan berpikir yang meliputi: mengingat, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta
Keterampilan konkret merupakan kemampuan tindak motorik
seperti menendang, menggunting, mengoperasikan alat, dan
sebagainya. Hasil keterampilan konkret cenderung berupa karya
benda.
Contoh Kata Kerja Keterampilan
Mempertanyaka
A Mengumpulkan Membuat ide/
n
data/informasi Mengolah data gagasan
B Mengkritisi
Mencatat Mengelompokkan
Mempresentasikan
Mendesain
S Melihat Mendiskusikan Menyampaikan
Menyalin Membuat Merekomendas
Mendengar Mengidentifikasi laporan lisan
T Mencermati masalah
Menyadur pernyataan
Menceritakan
ikan
R Mengutip korelasi Mengusulkan
Menyimak Merumuskan Menyaji melalui
Merangkum Menegaskan Menakar
A masalah
Mengidentifikasi Menyimpulkan
website/ blog
Memprediksi
Menyusun
K Menjawab Menilai
hipotesis

Menirukan Menulis laporan


Menghidupkan/ Menyusun bahan
mematikan presentasi
K Mengelompokkan
Mengoperasikan Mempresentasikan Memodifikasi
data
O Memegang
Membuat / menjalankan
Membuat table
Membuat video Memproduksi
N pertanyaan Merangkai laporan Merekonstruks
Melihat Mengolah data
Mempertanyaka Melakukan Menyusun i
K Mencicipi
n instruksi kerja
Membuat grafik/
gambar/ foto Menghitung
R Mendengar diagram/ dll
Mengajukan Melaksanakan Mengupload estimasi
Membaca Menyusun
I pertanyaan percobaan
persamaan regresi
video/ presentasi Menentukan
Mengukur Menyaji melalui nilai/ harga
T Menghitung error
Mengumpulkan website/ blog
data Mengirim email
Menghitung laporan

Mengamati Menanya Mencoba Menalar Menyaji Mencipta


Contoh Indikator Keterampilan
4.3 Melakukan percobaan tentang induksi magnetik dan gaya magnetik disekitar kawat berarus
listrik berikut presentasi hasilnya

Mencermati demonstrasi percobaan induksi


magnetic dan gaya magnetik
Merumuskan masalah/tujuan percobaan
Menirukan demonstrasi percobaan induksi
magnetic
Merangkai alat percobaan
Mengukur data kuat arus dan gaya magnetic
Membuat tabel analisis data
Menyimpulkan hasil percobaan
Menulis laporan percobaan
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi/
Hingher Order Thinking Skills/ HOTS

Anderson dan Krathwohl (2001)


yang melibatkan meliputi 6 (enam)
tingkatan, yaitu mengetahui,
H L memahami, menerapkan,
O O menganalisis, mengevaluasi, dan
T T mencipta
S S
Dan dimensi pengetahuan meliputi
faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif

HOTS merupakan pemikiran yang terjadi pada tingkat


tinggi dalam suatu proses kognitif yaitu menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta
Pembelajaran HOTS
Standar Proses

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan


diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan
pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses
pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Ranah Kompetensi

Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima,


menjalankan, menghargai, menghayati, dan
mengamalkan.
Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat,
memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi, mencipta.
Keterampilan diperoleh melalui aktivitas
mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji,
dan mencipta.
Pendekatan Pembelajaran

Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific),


tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan
tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu
diterapkan pembelajaran berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry
learning). Untuk mendorong kemampuan peserta
didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik
individual maupun kelompok maka sangat
disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran
yang menghasilkan karya berbasis pemecahan
masalah (project based learning).
Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk


Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan
pembelajaran meliputi penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan
sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran,
dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan
RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang
digunakan.
Pengelolaan Kelas dan Laboratorium
Guru wajib menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam menghayati dan
mengamalkan ajaran agamanya serta mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bersama.
Guru wajib menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik dan sumber daya lain sesuai
dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
Volume dan intonasi suara guru harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh peserta
didik.
Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kec dan kemampuan belajar peserta didik.
Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam Pembel.
Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta
didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan
pendapat.
Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada peserta didik silabus mata pelajaran;
dan
Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang
Kegiatan Pendahuluan
Guru wajib:
menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk
mengikuti proses pembelajaran;
memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual
sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan
sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan
lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan
karakteristik dan jenjang peserta didik;
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar
yang akan dicapai; dan
menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
kegiatan sesuai silabus.
Kegiatan Inti

Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran,


metode pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik
peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan
pendekatan tematik dan /atau tematik terpadu
dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan
(discovery) dan/atau pembelajaran yang
menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah
(project based learning) disesuaikan dengan
karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
a. Sikap

Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu


alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari
menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas pembelajaran
berorientasi pada tahapan kompetensi yang
mendorong peserta didik untuk melakuan aktivitas
tersebut.
PPK: religius, integritas,madiri, gotong royong,
nasionalisme
b. Pengetahuan

Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui,


memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi,
hingga mencipta. Karakteritik aktivititas belajar dalam
domain pengetahuan ini memiliki perbedaan dan kesamaan
dengan aktivitas belajar dalam domain keterampilan. Untuk
memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan
tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar
berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry
learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan
karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun
kelompok, disarankan yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
c. Keterampilan

Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati,


menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Seluruh isi materi (topik dan sub topik) mata pelajaran
yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong
peserta didik untuk melakukan proses pengamatan
hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan
tersebut perlu melakukan pembelajaran yang
menerapkan modus belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning)
dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik


secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk
mengevaluasi:
seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama
menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari
hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;
melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian
tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya.
Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

Penilaian Proses Penilaian autentik


Hasil Penil autentik merencanakan program
perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan
(enrichment), atau pelayanan konseling.
Hasil Penil autentik memperbaiki proses
pembelajaran
Penilaian Hasil Pembelajaran dilakukan saat
proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran
(non autentik)
Pengawasan Proses Pembelajaran

Sistem pengawasan internal dilakukan oleh kepala


sekolah, pengawas, dan dinas pendidikan dan
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.
Kepala Sekolah, Pengawas dan Lembaga Penjaminan
Mutu Pendidikan melakukan pengawasan dalam
rangka peningkatan mutu.
Kepala Sekolah dan Pengawas melakukan
pengawasan dalam bentuk supervisi akademik dan
supervise manajerial.
Penilaian oleh Pendidik

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam


bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau
bentuk lain yang diperlukan.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk:
a. mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi
peserta didik;
b. memperbaiki proses pembelajaran; dan
c. menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian,
tengah semester, akhir semester, akhir tahun.
dan/atau kenaikan kelas.
Penilaian oleh Pendidik

Penilaian hasil belajar oleh pendidik


dilaksanakan dalam bentuk penilaian
autentik dan juga non-autentik.
Bentuk penilaian autentik mencakup penilaian
berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan,
portofolio, proyek, produk, jurnal, kerja
laboratorium dan unjuk kerja, serta penilaian
diri.
Bentuk penilaian non-autentik mencakup tes,
penilaian akhir semester, penlaian akhir
tahun, dan ujian.
Ketuntasan Belajar
Penilaian berdasarkan Acuan Kriteria: penilaian
kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria
capaian kompetensi yang ditetapkan.
KKM ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada
Standar Kompetensi Lulusan dengan
mempertimbangkan karakteristik peserta didik,
karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan
pendidikan
KKM untuk pengetahuan & keterampilan ditentukan
oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan
batas standar minimal nilai Ujian Nasional yang
ditetapkan oleh Pemerintah
Sekolah dapat menentukan batas ketuntasan diatas
standar dengan mempertimbangkan aspek-aspek
tertentu sesuai dengan karakteristik dan potensi
Lanjutan Ketuntasan Belajar
Hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan
keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai
dengan bilangan bulat (skala 0 100) dan
predikat serta dilengkapi dengan deskripsi
singkat yang menggambarkan capaian
kompetensi yang menonjol dalam satu semester
Predikat pada pengetahuan dan keterampilan,
ditentukan berdasarkan interval predikat yang
disusun dan ditetapkan oleh satuan pendidikan.
Tabel interval predikat yang memilki KKM
berbeda maka harus dibuat tabel interval
predikat sesuai dengan KKM yang berbeda,
namun jika KKM semua MP sama maka tabel
Mekanisme Penilaian

perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat


penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdasarkan
silabus;
penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan dan
teknik penilaian lain yang relevan, dan pelaporannya menjadi
tanggungjawab wali kelas atau guru kelas;
penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan
penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek,
portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
peserta didik yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus
mengikuti pembelajaran remedi; dan
hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan peserta didik
disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.
Prosedur Penilaian oleh Pendidik

menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada


RPP yang telah disusun;
menyusun kisi-kisi penilaian;
membuat instrumen penilaian berikut pedoman
penilaian;
melakukan analisis kualitas instrumen;
melakukan penilaian;
mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan
hasil penilaian;
melaporkan hasil penilaian; dan
memanfaatkan laporan hasil penilaian.
Contoh Hasil Jurnal
PENILAIAN SIKAPAKHIR SIKAP

Cotoh kesimpulan hasil deskripsi SIKAP SPIRITUAL oleh wali


kelas :
Predikat Deskripsi

Baik Selalu bersyukur dan berdoa sebelum melakukan


kegiatan serta memiliki toleran pada agama yang
berbeda; ketaatan beribadah mulai berkembang

Cotoh kesimpulan hasil deskripsi SIKAP SOSIAL oleh wali kelas :

Predikat Deskripsi
Baik Memiliki sikap santun, disiplin, dan tanggung
jawab yang baik; sikap kepedulian mulai
meningkat
Penilaian Pengetahuan
Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas : X MIPA
KKM : 60
Hasil Penilaian ke
Penilaian
No Nama KD Akhir Sem Rerata
1 2 3 4
Genap
1 Ani 3.1 75 68 70 71
3.2 60 60 70 63
3.3 86 80 90 80 84
3.4 79 93 95 89
3.5 88 80 80 83
Contoh deskripsi: MemilikiNilai RAPOR mendeskripsikan operasi
kemampuan 78
aritmetika pada fungsi, perlu peningkatan pemahaman masalah
kontekstual menggunakan konsep sistem persamaan linear tiga
variabel
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai