Anda di halaman 1dari 18

Aplikasi Fotokatalis

Untuk Degradasi
Limbah Deterjen
Oleh :
Boby Nurhakim (3335121953)
Heri Paski (3335122190)
Deterjen?
Deterjen merupakan pembersih sintetis yang terbuat dari
bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan
produk terdahulu yaitu sabun, deterjen mempunyai
keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih
baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air.
Kandungan Deterjen
1. Surfaktan (surface active agent)
Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:
a. Anionik : -Alkyl Benzene Sulfonate
-Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
-Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik : Garam Ammonium
c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines
2. Builder (Permbentuk)
3. Filler (pengisi)
4. Additives
Limbah Deterjen?
Limbah deterjen dapat mencemari lingkungan, khususnya air
sungai.
Deterjen didalam air dapat :
-Membuat gelembung
-Memacu pertumbuhan ganggang-ganggang air seperti eceng
gondok
-Merusak Ekosistem

Akibatnya?
Metode Fotokatalisis
Fotokatalis merupakan salah satu cara yang efektif
dalam pengolahan limbah organik (Yuan, 2015).
Fotokatalis mengubah energi cahaya menjadi energi
kimia dan dalam prosesnya akan menghasilkan radikal
hidroksil yang akan bereaksi redoks dengan senyawa
organik, sehingga air akan kembali jernih (Miyake dkk,
2015).
Bahan Material Fotokalis
Beberapa material yang digunakan sebagai fotokatalis
pengolahan limbah organik yang umumnya merupakan
semikonduktor, diantaranya (Wani, Kishor S. et al, 2014) :
1. TiO2
2. ZnO
Fotokalis TiO2
Titanium dioksida atau dikenal dengan Titania, yang
secara alami merupaka oksida dari titanium.
Beberapa keunggulan yang dimiliki titania, diantaranya
(Habib dkk, 2013):
1. memiliki sifat optik yang baik
2. tidak beracun,
3. harganya murah,
4. memiliki aktivitas fotokatalis yang baik
Titania memiliki tiga jenis bentuk kristal, diantaranya
(Slamet dkk, 2006):
1. anatase,
2. Rutile
3. Brookite
Review
Jenis Metode Hasil Referensi
Fotokatali
s
TiO2(annata Analisa anionic surfaktan dan metode Sugiharto, Eko.
se) fosfat dengan UV/Visible tersebut et al, 2014
spekrofotometri menggunakan mampu
metilen blue dan ammonium mendegradas
molibdat. i senyawa
Surfaktan yang hilang di Analisa surfaktan
dengan degradasi fotokatalis, hingga 98%
sedangkan fosfat dengan metode
koagulasi
Proses photoreaction dilakukan di
dalam reaktor tertutup (60 x 40 x
120 cm) dengan black light blue
(BLB) UV lamp
Jenis Metode Hasil Referensi
Fotokatalis
Degusa P-25 & Perendaman annular dengan baik 90-98% COD Rao, N.
Serbuk TiO2 di fotoreaktor (SAIC, India) yang menurun Nageswara, et
terdiri dari lampu 400 W dengan dalam 12-18 al. , 1995
medium pressure Hg(365 nm dan 5 jam
X LOI foton / s)
Serbuk TiO2 adalah hasil reduksi
dari pretreatment H2
Udara dialirkan ke pengaduk
suspense menggunakan pompa
aerator
Variasi yang digunakan
menggunakan cahaya, gelap, dan
tanpa katalis
TiO2 Menggunakan sinar radiasi UV di COD telah Wani, Kishor S.
dalam reaktor efektif dibawa et al, 2014
Dosis foto-katalis bervariasi dan ke tingkat 40
dioptimalkan mg / L dengan
dosis optimal 35
mg / L foto-
katalis.
Jenis Metode Hasil Referensi
Fotokatali
s
TiO2/H2O2 Metode yang digunakan foto-feton metode Wahyuni,
& Proses degredasi dilakukan tersebut Endang Tri,et
Fe(II)/H2O2 didalam reaktor batch mampu al., 2016
Menggunakan sinar UV ke dalam mendegradas
limbah deterjen yang sudah i senyawa
dicampur dengan TiO2 dan H2O2 surfaktan
Analisa dengan UV/VIS 75% untuk
spektrofotometri dan TiO2/H2O2,
menggunakan merile blue sebagai 90% untuk
cooring agent Fe(II)/H2O2
Fotokatalis ZnO
ZnO juga merupakan fotokatalis yang efektif, karena
memiliki energi band gap yang tinggi (3.37 eV), dan
memiliki eksiton yang besar dalam mengikat energi (60
meV).
ZnO juga lebih efisien dibanding TiO2 pada fotokatalitik
sinar tampak untuk degradasi beberapa senyawa
organik dalam larutan campuran, tapi ZnO tidak stabil
seperti TiO2
Review
Jenis Metode Hasil Referensi
Fotokatali
s
ZnO Fotokatalitik degradasi menggunakan Hasil maksimal Giahi, M. et al,
nanopartike system batch didalam reaktornya yang didapat 2012
l terdapat slurry dari liquid surfaktan adalah dengan
dan katalis yang kemudian diaduk dosis 0.2g/l
menggunakan magnetic stirrer. katalis
Sumber radiasi nya adalah lampu persentasi
bertekanan mercury tinggi (400W) degradasi LAS
yang terpasang didalam reaktor. adalah sebesar
Dengan kondisi Slurry didalam 94% .
reaktor sebanyak 50 ml dengan
pengadukan 80rpm yang berjarak
20cm dari sumber UV selama 30
menit.
Jenis Metode Hasil Referensi
Fotokatali
s
Activated AC di treatment dengan air Dicapai rasio Zhang, Z., et al.,
Carbon deionisasi dididihkan selama 30 degradasi 2011
(AC), TiO2, menit kemudian didingikan hingga sebesar 72,64%
dan ZnO suhu ruang kemudian difiltrasi untuk AC/TiO2
nanopartike sehingga terpisah dan dikeringkan dan 69,36%
l dengan T = 105C, t = 6 jam untuk AC/ZnO2.
TiO2 dan ZnO diaktivasi
menggunakan furnace 300C
dengan laju kenaiknan 10C/men
selama 60 menit.
Proses yang dilakukan
menggunakan microwave untuk
meradiasi suspen selama 20min
Hasil degredasi dianalisa
menggunakan HPLC
Faktor yang Mempengaruhi
a. Pengaruh Waktu Iradiasi
Persentasi degradasi surfaktan meningkat dengan waktu iradiasi yang
meningkat juga.

Gambar 1. Pengaruh Waktu Iradiasi Pada Fotokatalitik Degradasi Surfaktan Menggunakan TiO2 (Sugiharto, Eko. et
al, 2014)
b. Pengaruh pH

Gambar 2. Pengaruh pH Pada Fotokatalitik Degradasi Surfaktan Menggunakan TiO2/H2O2 (Wahyuni,


Endang Tri,et al., 2016)
c. Pengaruh Dosis Katalis

Gambar 3. Pengaruh Dosis Katalis Pada Fotokatalitik Degradasi Surfaktan Menggunakan TiO2
(Sugiharto, Eko. et al, 2014)

Semakin banyak TiO2 yang digunakan akan semakin baik dalam proses
degradasi, tetapi dengan semakin banyaknya TiO2 akan mengganggu
turbiditas dan pancaran sinar UV, sehingga diperlukan kondisi optimum
operasi. (Sugiharto, Eko. et al, 2014)
Terima Kasih..