Anda di halaman 1dari 23

IMPLEMENTASI

ASUHAN
KEPERAWATAN/
KESEHATAN
GIGI DAN MULUT

Yanti Rahayu
PROFESI PEMBERI
PELAYANAN ASUHAN
Hak pasien-menghormati dan responsif terhadap pilihan, kebutuhan dan
nilai-nilai pribadi pasien
CORE BUSINESS
Induk dari Standar Akreditasi 2012
Kompetensi mandiri perawat gigi - PERMENKES 58 TH
2012
KONSEP
ASKESGILUT
DEFINISI ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Proses Keperawatan adalah suatu kerangka


kerja untuk menyediakan asuhan
keperawatan yang profesional dan
bermutu

Membantu mengarahkan aktivitas


keperawatan baik bersifat promotif,
preventif dan kuratif sederhana.

The nursing process provides the basis


for critical thinking in nursing
(Alfaro-LeFavre, 1998, p. 64).

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang


terencana ditunjukkan kepada kelompok
tertentu yang dapat diikuti dalam kurun
waktu tertentu diselenggarakan secara
berkesinambungan untuk mencapai
kesehatan gigi dan mulut yang optimal
TUJUAN Sebagai standar pelayanan
yang menjamin akuntabilitas

ASKEPGILUT
pelayanan
Mendukung kontinuitas
perawatan
Mendukung terjadinya
kolaborasi
Membantu tenaga kesehatan lain
memahami pelayanan yang
dilakukan perawat gigi/terapis
gigi
Mendukung partisipasi klien
dalam perawatan
Mencegah pengulangan
intervensi yang tidak diperlukan
Efisiensi biaya perawatan
Meningkatkan kepuasan kerja
Kualifikasi Perawat/Terapis Gigi&mulut
Dalam Konsep Askepgilut
Cognitive Skill: membuat keputusan,
menyelesaikan masalah dan berpikir
kritis
Creativity and Curiosity: Rasionalisasi
setiap tindakan
Interpersonal Skill: Kemampuan
berkomunikasi baik verbal-non verbal,
lisan-tulisan serta pemahaman terhadap
perilaku dan lingkungan sosial
Cultural Competence: sensitifitas
terhadap perbedaan budaya
Psychomotor Skill: Kemampuan dalam
melakukan tindakan keperawatan
Technological Skill: Penguasaan
terhadap berbagai alat kesehatan dan
ilmu komputer untuk pendokumentasian
Karakteristik Proses
Askesgilut
Dynamic and Cyclic: Proses Keperawatan merupakan fase yang
saling berkaitan
Client Centered: Kebutuhan pasien adalah prioritas utama
Planned and Outcome Oriented: Setiap tindakan direncanakan
berdasarkan prinsip yang ada dan penelitian, bukan sekedar tradis
atau pengalaman
Flexible: Sesuai dengan kebutuhan atau perubahan kondisi pasien
Universally Applicable: Dapat diterapkan pada seluruh rentang
usia, individu, keluarga atau kelompok, pada semua diagnosis medis
dan pada rentang sehat-sakit di berbagai jenis pelayanan kesehatan
Patient status oriented: Berorientasi terhadap kondisi kesehatan
pasien
Cognitive process: menggunakan skill intelektual dalam
penyelesaian masalah dan membuat keputusan
A B
FASE PROSES ASKESGILUT : Pengkajian

Merupakan tahapan pertama


Kelengkapan dan ketepatan informasi
sangat ditentukan oleh tahapan
pengkajian yang dilakukan yaitu:
Pengumpulan data dari berbagai sumber
Validasi data
Pengorganisasian data
Pengkategorian dan identifikasi data
Menetapkan kesimpulan awal
Pencatatan dan pelaporan data
Pengumpulan Data
Sumber Data:
Primer: Pasien
Sekunder: Keluarga, rekam medik dan tenaga kesehatan
lainnya
Teknik Pengkajian:
Wawancara
Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi)
Waktu Pelaksanaan
Pengkajian Awal: < 24 jam pasien masuk RS
Pengkajian Ulang: selama fase perawatan baik ketika
evaluasi kondisi pasien maupun ketika melakukan tindakan
keperawatan
Fokus
Respon pasien terhadap penyakit (stresor): respon
biologi, psikologi, sosial dan spiritual (serta finansial)
PENGUMPULAN DATA
SUBJEKTIF

Berdasarkan sudut pandang


pasien, termasuk perasaan,
persepsi dan perhatian
Data subjektif
Metode pengumpulan: Keluhan utama
Wawancara. Gunakan teknik Riwayat alergi
komunikasi terapeutik Riwayat penyakit
sistemik
Contoh kasus : Riwayat rawat
inap/operasi
gigi saya sakit sejak 3 Riwayat
hari yang lalu Saya penggunaan obat
sering terganggu saat
obatan/pengobata
malam hari hingga tak n alternatif
bisa tidur Kebiasaan pasien
DATA SUBJEKTIF
(CARIES ASSESSMENT)
PENGUMPULAN DATA OBJEKTIF
Merupakan data hasil pemeriksaan dan
observasi yang didapat melalui
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang

Metode pengumpulan: pemeriksaan fisik


yang memberikan informasi tentang
fungsi sistem tubuh, kondisi
Data Objektif
ekstra&intra oral
Pemeriksaan
keadaan
Data Objektif memvalidasi Data umum
Subjektif Skala nyeri
Pemeriksaan
Contoh: Hasil Pemeriksaan Tanda tanda klinis ekstra &
vital, Lab dll intra oral
Kebutuhan
edukasi
DATA OBJEKTIF KEADAAN UMUM
DATA OBJEKTIF PEMERIKSAAN
KESGILUT
PENGOLAHAN DATA
Data dikelompokkan menjadi
beberapa kategori

Membantu menciptakan gambaran


terkait masalah pasien (respon atau
perilaku)

Critical Data yang sudah dikelompokkan

Thingking ...
kemudian:
Identifikasi antara data yang

..
relevan dan tidak
Identiikasi kesenjangan pada data
Identifikasi dengan pola sebab
akibat

Menetapkan kesimpulan awal,


pencatatan dan pelaporan data
FASE ASKESGILUT : Diagnosa
kesgilut
Adalah penilaian klinis tentang respon
pasien (individu, keluarga dan komunitas)
terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut
Menjadi dasar dalam menentukan intervensi
keperawatan gigi dan mulut untuk mencapai
tujuan dan menunjukkaan akuntabilitas
Membutuhkan kemampuan analisis dan sintesis
Analisis: Menganalisis kesenjangan data yang sudah
dikelompokkan Critical thinking
Sintesis: Membuat kesimpulan masalah Decision
Making
Tidak terpenuhinya akan kesan wajah
yang sehat (adanya
pernyataan/ekspresi ketidakpuasan
DIAGNOSA MENURUT DARBY & WALSH
terhadap penampilan diri sendiri
sehubungan dengan kondisi gigi
geligi/gingiva/profil wajah/nafas/ lain-
lain .....

tidak terpenuhinya kebutuhan akan Tidak terpenuhinya kebutuhan akan bebas dari
bebas dari kecemasan/stress (pasien rasa nyeri pada leher dan kepala akibat adanya :
mengeluh/terlihat) : nyeri pada ekstra/intra oral dan lain -
lain ......
cemas terhadap
Tidak terpenuhinya kondisi biologis gigi geligi
pemeriksaan/perawatan yang akan
yang baik (terlihat/klien melaporkan) : kesulitan
dilakukan adanya kebiasaan buruk mengunyah, gigi palsu, pesawat orthodonti yang
seperti bruxism, menggigit benda, tidak baik, tambalan yang tidak baik, gigi
merokok, mengkonsumsi obat- karies/kelainan, gigi hilang, abrasi/erosi
obatan/narkoba
Tidak terpenuhinya kebutuhan untuk bertanggung
jawab akan kesehatan gigi dan mulutnya sendiri :
Integritas/keutuhan jaringan kulit, adanya plak dan kalkulus (kebersihan gigi dan
mukosa, dan membrane pada leher mulut yang buruk) tidak adanya pengawasan/
dan kepala terlihat adanya : lesi pendidikan dari orang tua mengenai kesehatan
ekstra/intra oral, pembengkakan, gigi dan mulut tidak pernah memeriksakan gigi
dan mulut
radang gusi, perdarahan gusi, poket
gusi >4mm, xerostomia, dan lain-
Tidak terpenuhinya kebutuhan akan
lain .....
pengetahuan/pemahaman akan kesehatan gigi
dan mulut yang baik: tidak mengetahui
Tidak terpenuhinya kebutuhan akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut
perlindungan dari resiko kesehatan
gigi dan mulut : adanya potensial
luka/trauma, resiko pekerjaan, lain-lain
....
Merupakan proses memformulasikan acuan untuk
melakukan tindakan keperawatan gigi dan mulut sesuai
dengan diagnosis keperawatan dan pengembangan
rencana asuhan pasien (plan of care).
Terdiri dari beberapa langkah:
Memprioritaskan diagnosis keperawatan (aktual, risiko,
mengancam jiwa)
Penetapan tujuan jangka panjang dan jangka pendek
Penentuan rencana tindakan yang spesifik sesuai diagnosis
keperawatan dan keunikan pasien (standar atau individu)
Adaptasi standar (SAK) yang digunakan
Pendokumentasian di rekam medik pasien.

FASE ASKESGILUT :
perencanaan
FASE ASKESGILUT :implementasi

Evidence Based / Berbasis Bukti


Memenuhi Kebutuhan Klien/Pasien
Sesuai Dengan Diagnosa Yang
Ditetapkan
Intervensi :
Tindakan Klinis
Konseling
Intruksi/Intervensi Perawatan
Di Rumah
FASE ASKESGILUT :evaluasi

Tujuan askesgilut tercapai


melalui tindakan
evaluasi :
Monitoring
Pengkajian
Pemeriksaan Ulang
HASIL ANAMNESA TERKINI
S KELUHAN KLIEN P

HASIL PEMERIKSAAN DATA RENCANA ASKEPGI


O BIOLOGIS, PSIKOLOGIS, BERDASARKAN ANALISA
SOSIAL DAN SPIRITUAL. MASALAH
ANALISA MASALAH
KESGILUT KLIEN /
A POTENSIAL MASALAH
KESGILUT

I PELAKSANAAN
RENCANA ASKEPGI

E EVALUASI ASKEPGI