Anda di halaman 1dari 32

SESAK NAFAS

(DISPNEU)

Oleh :
dr. Agung Priyo Adhitomo
dr. Syifa Dian Firmanita
DEFINISI
Sesak Nafas (Dispneu) adalah ketidak-
nyamanan dalam bernafas yang
bersifat subyektif dengan kualitas dan
intensitas keluhan yang bervariasi.
(The American Thoracic Society).
Dispneu perlu dibedakan dengan
tanda peningkatan kerja nafas
(takipneu dan atau hiperventilasi).
ETIOLOGI
PENYEBAB TERSERING PADA SESAK AKUT

Cardiac Acute pulomonary oedema


Heart failure
Cardiac tamponade
Acute coronary syndrome
Respirator Upper airway obstruction
y Asthma
Chronic obstructive pulmonary disease
(COPD)
Bronchitis, Bronkiektasis
Pneumonia, termasuk aspirasi pneumonia
Pulmonary embolism
Pneumothorax (tension dan simple)
Chest trauma (tension penumothorax,
haemothorax, pulmonary contusion, flail
chest)
Pleural effusion
PENYEBAB TERSERING PADA SESAK AKUT

Lainnya Kelainan Psikologis


Metabolic acidosis (diabetic
ketoacidosis, uraemia, poisoning,
lactic acidosis)
Intoksikasi
Anaphylaxis
Anemia
ARDS
ANAMNESIS
a. RPS
. Onset : (kapan mulai / muncul sesak)
. Lokasi : -
. Frekuensi : sesak : (sering / tidak)
. Kronologi : (terkait infeksi / lingkungan kerja, rumah /
aktifitas / intoksikasi zat)
. Kualitas & Kuantitas : (sesak timbul terus menerus /
intermitten, mengganggu aktifitas, sesak timbul saat pagi /
siang / malam)
. Gejala lain : demam, nyeri dada, bengkak, dll
b. RPD
. Keluhan Sesak serupa sebelumnya ?
. Riwayat sakit jantung, asma, TBC, hipertensi, SGB,
Myasthenia Gravis, DVT ), DM, riwayat trauma
c. RPK
Keluarga sakit sesak / asma / alergi / TBC
d. R.Sosek
PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum
b. Kesadaran
c. TTV (termasuk tipe pernafasan )
d. Head & neck
Tanda anemia, Sianosis, pursed lip
breathing, JVP, nafas bau keton
e. Posisi tripod
Posisi Tripod
f. PF Thorax :
I : Bentuk dada, kesimetrisan trakea,
pergerakan dinding dada, retraksi
supraklavikular
P : Sterm Fremitus
P : Redup (efusi pleura, pneumonia) /
hipersonor (pneumothorax)
A : Suara nafas bronkial /
bronkovesikular, ronkhi, wheezing
g. PF Jantung :
I : iktus kordis tampak / tidak
P : pergeseran iktus kordis/apex
jantung,
P : batas jantung
A : Suara jantung, murmur, galop
h. PF Abdomen
I : cembung / normal
A : peristaltik usus
P : pembesaran organ (hepar, lien)
Tes pekak sisi pekak alih, undulasi
dan shifting dullness Ascites

i. PF Ekstremitas
.Edem tungkai (pitting/non pitting),
jari tabuh, sianosis, pucat
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
a. Laboratorium
LED, DR, SGOT - SGPT, Ureum -
Kreatinin, Elektrolit, GDS / GDP, BGA
b. EKG
c. Radiologi (atas indikasi)
Foto Thorax PA, CT-Scan, Ekhokardiografi
d. Pulse Oxymetry
e. Tes Faal Paru
DIAGNOSIS BANDING
Cardiac
Respioratory
Lainnya
PENATALAKSANAAN
Tirah baring
Oksigenasi yang adekuat
Terapi definitif, tergantung penyebab
Diet sesuai kondisi pasien
A. Sesak Nafas Kardiak
Peningkatan tekanan kapiler paru +
kelelahan otot-otot pernafasan
penurunan kapasitas vital dan
compliance paru peningkatan
resistensi jalan nafas.
Dyspnea deffort ortopnea
paroxysmal nocturnal dyspnea
dispnea saat istirahat.
A1. Oedem Paru Kardiak
Gagal jantung kiri peningkatan left
ventricular end-diastolic pressure
peningkatan tekanan hidrostatik
kapiler paru penumpukan cairan
jaringan paru ekstravaskuler
Sign & Simptom
Tatalaksana akut :

Ronki basah basal paru, Ingat: LMNOP!!


JVP meningkat Lasix/furosemid 40mg
Sianosis iv bolus pelan
Sesak Morfin
Pemeriksaan Nitrat (ISDN 5mg SL
penunjang : Foto bila sistole > 95mmHg
toraks (kardiomegali, Oksigen NRM 8-
garis Kerley-B, 10lt/menit
gambaran Batwing
Posisi duduk
Appareance
Oedem Paru non-Kardiak
Peningkatan permebalitias kapiler
penurunan tekanan onkotik plasma
peningkatan tekanan limfatik.
Ex : ARDS, SAH, hipoalbumin,
kelebihan cairan, tenggelam
A2. CHF

Pemeriksaan penunjang
1. Foto toraks : kardiomegali, gambaran edema paru akut
(bat-wing appearance, Kerley-B lines)
2. Ekokardiogram : penurunan fraksi ejeksi (EF),
gambaran hipokinetik
3. Laboratorium: Brain Natriuretik Peptide (BNP):
meningkat
4. Profil Lipid (Faktor Risiko)
Terapi
Non medikamentosa : diet rendah
Na, stop alkohol, menurunkan BB
Medikamentosa :
- Diuretik Furosemid 40 mg iv
- ACE Inhibitor (Captopril 3x6,25mg)
- B Blocker (Bisoprolol fumarat
1x1,25mg) KI : ASHMA!!
Gambar
2Strategi
pengobatan
pada pasien
gagal jantung
kronik
simptomatik
(NYHA fc II-IV).
Disadur dari
ESC
Guidelines for
the diagnosis
and treatment
of acute and
chronic heart
failure 20122
Kelainan Vascular
Aktifitas berat / berlebih hipoksia
sesak nafas.
Nyeri dada gagal jantung kanan
dilatas A. Pulmonalis pembesaran
atrium + ventrikel kanan.
Kelainan Dinding Dada dan Otot-
Otot Pernafasan
Paralisis diafragma / kelemahan otot-
otot pernafasan lain ortopnea
paryxsmal abnormal respiratory
movement, ex: SGB, MG.
SESAK ec PULMONAL
B1. Obstruksi Jalan Nafas
Sumbatan / osbtruksi (bisa) pada
berbagai tempat jalan nafas
kesulitan inspirasi mengi +
ekspirasi memanjang (akut) /
progresif lambat (kronik).
B2. ASHMA
Anamnesis: Sesak napas, batuk berdahak
biasanya kronik, mengi, ada faktor pemicu
(pejamu: riwayat atopi, lingkungan).
Pemeriksaan Fisik: Ekspirasi memanjang,
wheezing, penggunaanotot bantu napas
pada serangan berat.
Pemeriksaan Penunjang: APE (arus puncak
ekspirasi), lebih baik lagi dengan
spirometri.
Terapi