Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KASUS

OTITIS MEDIA SUPURATIF


KRONIK
PEMBIMBING :
DR. RINI FEBRIANTI SP.THT-KL
DISUSUN OLEH :
AULIYA SYIFA (2011730014)
KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU PENYAKIT THT
RUMAH SAKIT UMUM DAREH KOTA BANJAR
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. D
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 60 tahun
Alamat : Balokang patrol
Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam
Status : Menikah
Tanggal pemeriksaan : 23 Mei 2017
ANAMNESIS
Keluhan utama

keluarnya cairan dari lubang telinga kiri sejak 3


bulan SMRS
Riwayat penyakit sekarang
Os datang ke poli THT RSUD Banjar dengan
keluhan keluarnya cairan dari telinga sebelah
kiri sejak 3 bulan sebelum masuk rumah sakit.
Cairan encer, berwarna putih kekuningan dan
juga berbau. Keluarnya cairan tidak didahului
dengan nyeri telinga. Telinga terasa gatal dan
berdenging. Pasien mengeluhkan telinga seperti
penuh dan pendengaran menurun. Os juga
merasa sakit kepala. Dan tidak ada demam dan
nyeri menelan. Os tidak terdapat keluhan batuk
RIWAYAT PENYAKIT RIWAYAT PENYAKIT
DAHULU: KELUARGA:

Pasien pernah mengalami Tidak ada keluhan yang


gejala seperti ini sama pada keluarga.
sebelumnya 3 tahun yang Riwayat alergi pada
yang lalu. keluarga disangkal

Riwayat alergi:
Os tidak memiliki riwayat alergi.

Riwayat pengobatan:
Pasien belum berobat dan belum diberikan pengobaatan apapun.

Riwayat Psikososial:
Pasien tinggal bersama istri dan 1 orang anak, di tempat tinggal yang
bersih dan jauh dari kebisingan. Sebelum mengalami keluhan ini, pasien
tidak habis berenang maupun berpergian dengan pesawat.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos Mentis

Tanda Vital
Tekanan Darah : 110/80
Penafasan : 20 x/menit, teratur
Nadi : 88 x/menit, teratur, kuat angkat
Suhu : 36,5C

Status lokalis THT


Tabel Pemeriksaan Hidung
Rinoskopi Anterior
Rhinoskopi Posterior
Tabel Pemeriksaan Orofaring
Pemeriksaan Sinus Paranasal
Pemeriksaan Kelenjar Tiroid dan
Kelenjar Getah Bening (KGB)
RESUME
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK

Keluhan adanya cairan dari telinga sebelah kiri sejak 3 bulan

Cairan encer, berwarna putih kekuningan dan juga berbau.

Telinga terasa gatal Telinga kiri :

Pasien merasakan telinganya berdenging KAE Hiperemis (+), sekret (+) berwarna putih kekuningan kekuningan

Pasien mengeluhkan telinga seperti penuh dan pendengaran menurun. Perforasi membrane timpani sentral

Os juga merasa sakit kepala.


RENCANA PEMERIKSAAN DIAGNOSA KERJA

Tes audiometri Otitis Media Supuratif


Kronik Tipe Benigna
Sinistra
RENCANA
PENATALAKSANAAN
NON-MEDIKAMENTOSA MEDIKAMENTOSA

Larutan H2O2 3% selama 3-5 hari untuk telinga kiri

Amoxiclav tab 625 mg 3x1 selama 7 hari


Edukasi pasien agar menghindari lubang telinga untuk kemasukan air
Ofloksasin 0,3% tetes telinga 2x1 telinga kiri selama 7 hari

Sarankan operasi -> mastoidektomi+timpanoplasti


PROGNOSIS
Ad vitam : ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Otitis Media Supuratif Kronis
Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah radang kronis
telinga tengah dengan perforasi membrane timpani dan
riwayat keluarnya secret dari telinga (otorea) tersebut lebih
dari 2 bulan baik terus menerus atau hilang timbul.

Secret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah.


Batasan waktu 2 bulan tersebut dari Negara ke Negara
bervariasi, WHO menentukan batasan waktu 2 minggu,
kebanyakan spesialis THT mengambil batasan 3 bulan.
Epidemiologi

Survey prevalensi di seluruh dunia yang walaupun


masih bervariasi dalam hal definisi penyakit dan
metode sampling serta mutu metedologi menunjukan
beban dunia akibat OMSK melibatkan 65-330 juta orang
dengan otorea, 60 % diantaranya (39-200 juta)
menderita kurang penengaran yang signifikan.
Etiologi
Kuman gram negative dan positif aerob dan anaerob
berperan pada OMSK dengan insiden yang berbeda-
beda. Pseudomonas aeruginosa merupakan kuman
tersering ditemukan pada biakan secret OMSK tanpa
kolesteatoma

Kuman yang ditemukan pada OMSK dengan


kolesteatoma paling sering ditemukan Proteus mirabilis
sebanyak 58,5%, sedangkan Pseudomonas ditemukan
pada 31,5% telinga.
Klasifikasi
OMSK
OMSK

Tipe
Tipe jinak
jinak Tipe
Tipe bahaya
bahaya

(tipe
(tipe tubotimpatik)
tubotimpatik) (tipe
(tipe mukosa)
mukosa) karena
karena
karena
karena didahului
didahului proses
proses (tipe
(tipe aman)
aman) karena
karena
dengan
dengan gangguan
gangguan (Tipe
(Tipe atiko-antral)
atiko-antral) (tipe
(tipe tulang)
tulang) karea
karea
peradangannya
peradangannya jarang
jarang menyebabkan
menyebabkan
fungsi
fungsi tuba
tuba yang
yang karena
karena proses
proses bisa menyebabkan
bisa menyebabkan
biasanya
biasanya hanya
hanya pada
pada komplikasi
komplikasi yang
yang
menyebabkan
menyebabkan dimulai
dimulai di
di daerah
daerah itu,
itu, erosi
erosi tulang.
tulang.
mukosa
mukosa telinga
telinga berbahaya
berbahaya
kelainan
kelainan di
di kavum
kavum tengah
tengah
timpani
timpani
Berdasarkan aktifitas secret
OMSK
OMSK

OMSK aktif OMSK tenang

OMSK dengan Keadaan


secret yang kavum
keluar dari timpaninya
kavum timpani terlihat basah
secara aktif atau kering
Patofisiologi
Patofisiologi OMSK dimulai dengan iritasi dan inflamasi pada mukosa telinga
tengah. Respon inflamasi menyebabkan edema mukosa. Peradangan yang
terus berlanjut akhirnya menyebabkan ulserasi mukosa dan kerusakan lapisan
epitel. Untuk mengatasi infeksi adalah dengan jaringan granulasi, yang dapat
berkembang menjadi polip di dalam ruang telinga tengah.
Sebuah studi oleh Wang dkk mengemukakan bahwa di OMSK, imunitas selular
yang dimediasi sel T berperan dalam pembentukan jaringan granulasi. Siklus
pembengkakan, ulserasi, infeksi, dan pembentukan jaringan granulasi dapat
berlanjut, akhirnya Menghancurkan margin tulang di sekitarnya dan akhirnya
menyebabkan berbagai komplikasi OMSK.
Diagnosis
Diagnosis tepat memerlukan beberapa alat pemeriksaaan antara laian
lampu kepala yang cukup baik, corong telinga, alat pembersih secret telinga,
alat penghisap secret, otoskop atau mikrosrop/endoskop.
Diagnosis OMSK ditegakan bila ditemukan perforasi membrane timpani
dengan riwayat otore menetap atau berulang lebih dari 2 bulan.
Pemeriksaan pencitraan mastoid bukan pemeriksaan rutin tetapi perlu
untuk melihat perkembangan pneumatisasi mastoid dan perluasan penyakit.
Pemeriksaan mikrobiologi secret telinga penting untuk menentukan
antibiotic yang tepat
Penatalaksanaan
Antibiotik Sistemik

Antibiotic dapat diberikan pada setiap fase aktif dan disesuaikan dengan
kuman penyebab.
Patogen OMSK terutama kuman gram negative, yaitu Pseudomonas
aeruginoa yang tidak sensitive lagi terhadap antibiotic klasik seperti penisilin
G, amoksisilin, eritromisin, tetrasiklin dan kloramfenikol. Kotrimoksazol juga
kurang poten tetapi masih lebih baik.
Bila diduga kuman ada kuman anaerob dapat dipilih metrodinazol,
klindamisin atau kloramfenikol. Bila sukar menentukan kuman penyebab
dapat dipakai campuran trimethoprim + sulfametoksazol atau amoksisilin +
klavulanat.
Antiseptik Topikal
Larutan antiseptic yang dapat digunakan antara lain
Asam asetat 1-2%, hydrogen peroksida 3%, povidon
iodine 5% atau hanya garam fisiologis.
Antibiotik Topikal

Obat tetes telinga jenis quinolone terbukti aman, tidak toksik terhadap
labirin, mempunyai efektifitas tinggi sebagai obat tunggal untuk pengobatan,
karenanya direkomendassikan sebagai obat lini pertama.
Terapi Pembedahan
Timpanomastoidektomi juga diindikasikan pada OMSK dengan komplikasi,
Mastoidektomi mungkin diindikasikan untuk menurunkan beban penyakit
jika terjadi abses pada mastoid, timpanoplasti, atau penyakit yang
membandel.
Timpanoplasti dapat dilakukan dimanapun dari 6 sampai 12 bulan setelah
perbaikan dari infeksi. Timpanoplasti diindikasikan untuk memperbaiki
pendengaran dan untuk membantu mencegah kambuhnya infeksi dengan
menutup ruangan telinga tengah.
Algoritma
Otore kronis
Penatalaksanaan Otitis
Otoskop Media Supuratif Kronis

MT utuh MT perforasi
Onset, progresivitas,
predisposisi, penyakit
OMSK sistemik, fokus
OE difusa
infeksi,
Otomikosis riw.pengobatan
OE maligna
Dermatitis eksim Tanpa komplikasi Dengan komplikasi
Miringitis
granulomatosa
Algoritma 3

OMSK benigna OMSK maligna

Algoritma 1 Algoritma 2
Tanpa komplikasi Algoritma 1

OMSK tenang OMSK aktif


Cuci telinga,
Stimulasi AB topikal, AB
epitelisasi tepi sistemik
perforasi

Otore Otore
Perforasi Perforasi berhenti menetap
menutup menetap AB
berdasarkan
pemeriksaan
MO
Tuli Tuli Ro. Mastoid
(shuller x-ray) Menetap > 3 bln
konduktif (-) konduktif (+)
Audiogram

Ideal: timpanoplasti dengan Ideal: mastoidektomi +


/ tanpa mastoidektomi timpanoplasti
Algoritma 2
OMSK maligna

Progresif Pilihan:
Kolesteatom yang semakin Atikotomi anterior
meluas akan mendestruksi Timpanoplasti dinding utuh
tulang yang dilewati (canal wall up TP)
Infeksi sekunder septik lokal Timpanoplasti dinding runtuh
Nekrosis septik di jaringan (canal wall down TP)
lunak destruksi jaringan Atticoantroplasy
lunak komplikasi Timpanoplasti buka-tutup (open
Satu-satunya pengobatan: bedah and close TP)
OMSK dengan
komplikasi Algoritma 3

Intrakranial Intratemporal

Abses ekstradural
Abses sub periosteal
Abses perisinus
Paresis fasial
Tromboflebitis sinus lateral
Labirinitis
Meningitis
Petrositis
Abses otak
Tromboflebitis sinus lateral
Meningitis otikus

Rawat inap
Periksa secret telinga Antibiotik dosis tinggi
Antibiotik I.V dosis tinggi 7-15 hari Mastoidektomi
Konsul Spesialis Saraf/saraf anak mastoidektomi anestesi local/ umum operasi bedah saraf Dekompresi N.VII Petrosektomi
Pasien dengan otorre 2
minggu atau lebih
Demam, nyeri telinga hebat, sakit ya
Skenario 4
kepala, vertigo, bengkak sekitar Pasien dengan otorea rekuren, telinga
telinga bengkak atau nyeri atau demam
Rujuk untuk kemungkinan
Tidak
mastoidektomi
Mulai AB dosis tinggi
Skenario 1 Pilih eradikasi infeksi bedah sampai
Pasien dengan otorea baru, belum rekonstruksi telinga tengah
diobati:
Periksa tanda dan gejala
Anamnesis dengan teliti
Periksa membran timpani
Waspada tanda bahaya
Ajari pasien cara membersihkan liang
telinga pada kunjungan pertama
Bersihkan dan keringkan liang telinga Algoritma skenario
Rujuk tiap pasien dengan kemungkinan penatalaksanaan OMSK
OMSK untuk otoskopi WHO untuk dokter umum
Mulai antiseptik dan AB topikal pada
kunjungan pertama
ya Perhatikan kemungkinan kekambuhan
Otore hilang setelah 2 minggu
Bila otore kambuh skenario 2
pengobatan
Bila otore kambuh dengan sakit kepala,
demam, vertigo, dsb skenario 4
Tidak Bila otore tidak kambuh paling sedikit
1 tahun skenario 5
Skenario 2
Pasien dengan otore baru, telah diobati
tetapi belum sembuh
Pertimbangkan kemungkinan resistensi
antimikroba
Periksa kepatuhan pasien dlm cara
pemberian obat di rumah
Rujuk untuk konfirmasi otoskopi
Pertimbangkan pemberian AB
parenteral
Waspada thd tanda bahaya
Otore hilang

ya Skenario 4
Pasien dengan otorea rekuren, telinga
Demam, nyeri telinga hebat, bengkak atau nyeri atau demam
vertigo, bengkak di sekitar telinga Rujuk untuk kemungkinan
mastoidektomi
Tidak Mulai AB dosis tinggi
Pilih eradikasi infeksi bedah sampai
rekonstruksi telinga tengah

Skenario 3
Pasien dengan otore berulang, dg atau
tanpa riwayat pengobatan sebelumnya
Mulai pemberian antimikroba dan
pembersihan telinga
Rujuk segera untuk otoskopi dan
kemungkinan operasi
Pertimbangkan mastoidektomi
ya Skenario 5
Otore hilang
Pasien tanpa otore tetapi dengan kurang
pendengaran
Tidak Tawarkan operasi rekonstruksi atau alat
bantu dengar

Rujuk untuk kemungkinan


mastoidektomi
Anjurkan eradikasi operatif thd infeksi
sampai rekonstruksi pendengaran
Komplikasi

Intracranial :
Intratemporal :
Abseb ekstradural
Abses sub periosteal
Abses perisinus
Paresis fasial
Tromboflebitis sinus
Labirinitis
lateral
Petrositis
Meningitis
Tromboflebitis sinus
Abses otak
lateral
Meningitis otikus
Prognosis
OMSK memiliki prognosis yang baik sehubungan dengan pengendalian
infeksi
Morbiditas OMSK berasal dari gangguan pendengaran konduktif yang terkait
dan stigma sosial berupa cairan keruh yang sering mengalir dari telinga yang
terkena.
Mortalitas OMSK timbul dari komplikasi intrakranial yang terkait. OMSK
sendiri bukanlah penyakit fatal.
DAFTAR PUSTAKA

Helmi. Otitis Media Supuratif Kronis. FK UI. Jakarta.2005


Mittal, Rahul, et al. Current Concepts in the Pathogenesis and Treatment of
Chronic Suppurative Otitis Media in Journal of Medical Microbiology, 2015,
64.
Soepardi, Efiaty Arsyad dkk, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok Kepala Leher edisi 7, FK UI, 2006.
World Health Organization. Chronic Suppurative Otitis Media Burden of
Illness and Management Options. 2004. Geneva, Switzerland.
Roland, Peter, et al. 2017. Chronic Suppurative Otitis Media. Medscape