Anda di halaman 1dari 39

CORPUS ALIENUM

Timothy Kurniawan
11.2015.218
Benda asing : benda yang berasal dari
luar tubuh atau dari dalam tubuh yang
dalam keadaan normal tidak ada
Organik
Padat
Eksogen Anorganik

Benda
Iritatif
Asing
Cair
Non-iritatif
Endogen
Benda Asing
Pada Telinga
Definisi
Terdapatnya benda asing pada liang
telinga.
Biasanya terjadi pada anak anak. Benda
yang masuk paling banyak antara lain:
manik-manik, mainan plastik, kerikil, biji-
bijian, kapas.
Liang telinga luar terdiri dari cartilago dan tulang yang
dilapisi oleh periosteum dan kulit.
Liang telinga luar menyempit pada bagian persambungan
antara cartilago dan tulang. benda asing dapat terjepit
disini sehingga membuat semakin sulit pada pengangkatan
benda asing
ETIOLOGI

Faktor kesengajaan, biasanya terjadi


pada anak-anak balita.
Faktor kecerobohan
Air
Cotton Buds
Benda-benda kecil
Serangga
Gejala
Asimptomatik , dan pada anak-anak
ditemukan secara kebetulan.
Merasa sakit
pendengaran berkurang
rasa penuh di telinga
DIAGNOSIS
Ax :
bisa asimptomatis,
nyeri telinga (otalgia),
pendengaran berkurang,
keluar cairan,
Sensasi penuh,
Merasa ada benda di telinga
Mual muntah
Riwayat kemasukan benda asing.
Px :
Pemeriksaan otoskop : temuan bervariasi,
bisa hanya ditemukan benda asing
saja,atau disertai dengan adanya tanda-
tanda peradangan seperti eritema,
edema, dan discharge yang berbau.
Bisa disertai perdarahan iritasi
mekanis.
Gambaran tergantung dari jenis
benda yang masuk, lokasi, dan
lamanya benda tertahan di dalam
Corpus Alienum Telinga
Keluhan
Rasa tidak nyaman di telinga
Gangguan pendengaran
Rasa nyeri (bila sumbatan berupa serangga)

Macam :
Benda mati
Benda hidup
Corpus Alienum Telinga
Benda mati
- Pada anak : karet penghapus, mainan
- Pada dewasa : potongan korek api, cotton bud

Terapi
- Benda pipih boleh ditarik dengan forcep
- Benda menutupi liang telinga ditarik dengan pengait,
tapi jika melewati isthmus lebih sulit
- Benda asing baterai jam harus dikeluarkan segera
emergency menyebabkan nekrose jaringan
Corpus Alienum Telinga
Benda hidup
Kebanyakan adalah serangga
Tidak diharuskan menangkap serangga
hidup-hidup
Untuk mengeluarkan sumbatan, dapat
diberikan minyak di lubang telinga
membunuh serangga dan mempermudah
pengeluaran serangga
Beberapa tehnik di klinik pada pengeluaran benda asing di teinga :

- Forceps yang sudah dimodifikasi dapat digunakan untuk


mengambil benda dengan bantuan otoskop
- Suction dapat digunakan untuk menghisap benda
- Irigasi liang telinga dengan air hangat dengan pipa kecil dapat
membuat benda-benda keluar dari liang telinga dan membersihkan
debris
- Penggunaan alat seperti magnet dapat digunakan untuk benda dari
logam
- Sedasi pada anak perlu dilakukan jika tidak dapat mentoleransi
rasa sakit dan takut
- Serangga dalam liang telinga biasanya diberikan lidocain atau
minyak, lalu diirigasi dengan air hangat
- Setelah benda asing keluar, diberikan antibiotik tetes selama lima
hari sampai seminggu untuk mencegah infeksi dari trauma liang
telinga
TERAPI
Evakuasi
Irigasi dengan air dikontraindikasikan karena dapat
menyebabkan benda-benda lunak, material organik atau
biji-bijian menjadi membengkak.
Irigasi dengan menggunakan NaCl fisiologis. Untuk
menghindari efek kalorik gunakan NaCl yang
dihangatkan sesuai suhu tubuh.
Evakuasi dengan alat-alat seperti sendok serumen,
forsep buaya, atau selang suction.
Hindari intervensi yang menyebabkan objek
terdorong lebih dalam.
evakuasi inspeksi ulang. Bila kanal intak,
tidak perlu medikasi. Namun bila terdapat
tanda-tanda abrasi atau infeksi, bisa
diberikan antibiotik tetes.
Kondisi khusus
Benda asing lem yang kuat (cyanoakrilat) bisa diambil secara
manual setelah 24-48jam karena telah terjadi proses
deskuamasi.
Benda asing insekta, bisa sangat mengganggu dan menimbulkan
rasa sakit yang luar biasa, harus dibunuh terlebih dahulu.
Pembunuhan bisa menyemprotkan alkohol, lidokain2%
(xylokain) ke liang telinga (terkecuali bila terdapat perforasi
membrana timpani).
Rujuk ke spesialis THT bila:-
i. Membutuhkan sedasi atau anestesi (pasien tidak
kooperatif)
ii. Ada trauma pada membran timpani
iii. Objek tidak bisa dijangkau, atau terperangkap
kuat, atau menyentuh membrana timpani
iv. Objek bersifat tajam
v. Objek gagal diambil.
Benda Asing
Pada Hidung
CORPUS ALIENUM HIDUNG
PATOFISIOLOGI

Ulserasi,
Edema dan
Mati epistaksis,
inflamasi
(inanima jaringan
mukosa
te) granulasi,
Ben hidung
sinusitis
da Infeksi
Asin lokal
g Reaksi sampai
Hidup inflamasi destruksi
(animate dengan masif
) derajat tulang
bervariasi rawan dan
tulang
CORPUS ALIENUM HIDUNG
FAKTOR ETIOLOGI/
PREDISPOSISI

1. Faktor personal
2. Kegagalan mekanisme proteksi yang
normal
3. Faktor fisik
4. Proses menelan yang belum sempurna
5. Faktor dental, medikal, dan surgical
6. Faktor kejiwaan
7. Ukuran, bentuk, dan sifat benda asing
8. Faktor kecerobohan
CORPUS ALIENUM HIDUNG
GEJALA DAN
TANDA

Gejala sumbatan benda asing di dalam


saluran napas tergantung pada:
1. Lokasi
2. Derajat sumbatan
3. Sifat, bentuk, ukuran benda asing
CORPUS ALIENUM HIDUNG
GEJALA DAN
TANDA

Gejala aspirasi benda asing terjadi dalam 3


stadium:
1. Gejala permulaan
2. Gejala permulaan disertai interval
asimtomatik
3. Gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi
atau infeksi
CORPUS ALIENUM HIDUNG
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Benda asing yang bersifat Radioopak dapat


dibuat foto radiologisnya segera setelah
kejadian

Benda asing yang bersifat Radiolusen dapat


dibuat foto radiologisnya setelah 24 jam
kejadian
CORPUS ALIENUM HIDUNG
DIAGNOSIS

Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan


anamnesis adanya riwayat choking (rasa
tercekik), gejala, tanda, pemeriksaan fisik
dengan auskultasi, palpasi, dan pemeriksaan
radiologis sebagai pemeriksaan penunjang

Diagnosis pasti benda asing di saluran napas


ditegakkan setelah dilakukan tindakan
endoskopi atas indikasi diagnostik dan terapi
CORPUS ALIENUM HIDUNG
TERAPI

Mengeluarkan benda asing di hidung:


Pengait (haak)
Cunam Nortman atau wire loop
Jangan mendorong benda asing dari
hidung ke arah nasofaring
Pemberian antibiotik sistemik diberikan
jika telah menimbulkan infeksi hidung
atau sinus
Benda Asing
pada Saluran Nafas
Faktor Predisposisi
Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda
asing ke dalam saluran napas, a.l :
1. Faktor personal (umur, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi
sosial, tempat tinggal)
2. Kegagalan mekanisme proteksi yang normal (tidur,
penurunan kesadaran, alkoholisme, epilepsi)
3. Faktor fisik (kelainan neurologis)
4. Proses menelan yang belum sempurna pada anak
5. Faktor kejiwaan (gg.psikis)
6. Ukuran dan bentuk serta sifat benda asing
7. Faktor kecerobohan (makan-minum
tergesa-gesa, makan sambil bermain, dll)
75% dari benda asing di bronkus ditemukan
pada anak < 2 tahun

Benda/makanan anak
inspirasi
ada dimulut tertawa/menjerit

makanan masuk
laring terbuka
ke laring
Gejala dan Tanda
Seseorang yang mengalami aspirasi
benda asing akan mengalami 3 stadium:
Batuk tiba-tiba (violent paroxysms of coughing)
Rasa tercekik (choking)
Gejala Permulaan Rasa tersumbat di tenggorok (gagging)
Bicara gagap (sputtering)
Obstruksi jalan napas yang terjadi segera

Tanda dan gejala aspirasi benda asing


Gejala
Asimptomatis berkurang / menghilang, refleks-refleks melemah
akibat benda asing tersangkut

Gejala Timbul batuk-batuk, hemoptisis, pneumonia, dan


Komplikasi abses paru
Gejala dan Tanda

LARING TRAKEA BRONKUS

Sumbatan total Batuk dengan tiba-tiba Batuk tidak


akan menyebabkan yang berulang dengan produktif ~
asfiksia dengan rasa tercekik (choking) produktif
gejala disfonia Rasa tersumbat di Mengi (wheezing)
sampai afonia,
tenggorok (gagging)
apneu, sianosis Pada auskultasi
Gejala patognomonik: terdengar ekspirasi
Sumbatan tidak
audible snap, palpatory memanjang
total: suara parau, thud, asthmatoid
disfonia ~ afonia, wheeze
batuk disertai sesak,
odinofagia, mengi, Suara serak, dispne,
sianosis, hemoptisis, sianosis
dispnea
Pemeriksaan Penunjang
Benda asing yang bersifat radioopak
dapat dibuat foto rontgen segera setelah
kejadian
Benda asing yang bersifat radiolusen
(seperti kacang-kacangan) dibuatkan foto
rontgen setelah 24 jam kejadian
Video flouroskopi : cara terbaik
melihat sal.nafas keseluruhan,
dapat mengevaluasi pada saat
ekspirasi dan inspirasi dan adanya
obstruksi parsial
Tatalaksana

Benda asing di laring:


Heimlich Manuver :
Epigastrum ditekan
dengan tiba-tiba &
kuat setelah penderita
disuruh inspirasi dan
kemudian tahan nafas
Benda asing di Trakea Benda asing di Bronkus
Dikeluarkan dengan Dilakukan dengan
bronkoskopi dengan posisi bronkosopi, jika tidak bisa
penderita, posisi dapat dilakukan torakotomi
Trendelenburg
Bila fasilitas tidak memadai,
dilakukan trakeostomi,
benda asing dikeluarkan
dengan cunam atau alat
penghisap melalui
trakeostomi
Bila tidak
berhasil Rujuk
Benda Asing di Esofagus
Benda yang tajam maupun tumpul atau makanan
yang tersangkut dan terjepit di esofagus karena
tertelan baik secara sengaja maupun tidak

Etiologi: anomali kongenital


Predisposisi: belum tumbuh gigi ,olar, koordinasi proses
Anak menelan dan sfingter laring blm sempurna, retardasi
mental, gang.pertumbuhan, penyakit neurologik

Etiologi: pemabuk, pemakai gigi palsu, pasien gang.mental


Dewasa Predisposisi: penyakit esofagus, cara mengunyah yang salah,
gigi palsu kurang baik pemakaiannya, mabuk
Gejala :
- Awal : rasa nyeri di daerah leher bila
tersangkut di servikal
- rasa tidak enak di substernal/ nyeri punggung
bila benda asing di esofagus bagian distal
- Disfagia (sukar menelan)
- Odinofagia (nyeri menelan)
Diagnosa :
Dari anamnesa : rasa tercekik (choking),
rasa tersumbat (gagging), batuk, muntah
diikuti disfagia, BB menurun, demam,
gg.napas
Pemeriksaan fisik didapatkan kekakuan
lokal pada leher bila benda asing terjepit
akibat edema yang timbul
Bila benda asing menyebabkan perforasi
akut, didapatkan emfisema leher dan pada
auskultasi terdengar suara getaran di
daerah prekordial/ interskapula

Foto Ro polos esofagus servikal dan


thorakal anteroposterior dan lateral
harus dibuat pada pada pasien yang
diduga tertelan benda asing
Penatalaksanaan:
- Ekstraksi benda asing dengan bantuan
esofagoskopi dg cunam
- Bila gagal dilakukan esofagotomi/ bedah
servikal / torakotomi

Komplikasi
1. Laserasi mukosa
2. Perdarahan
3. Perforasi esofagus
4. Perforasi lokal dengan abses leher
atau mediastinitis