Anda di halaman 1dari 41

KOLITIS KRONIS

NON SPESIFIK

ARUM
TRIVIDIATI Pembimbing
15710113 dr. Dita Taurini, Sp.PD.
Finasim
Identitas Pasien
Nama : Tn. C
Usia : 38 tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa
Status perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Tidak bekerja
Alamat :Krembung
Tanggal MRS : 21-12-2016
Tanggal pemeriksaan : 21-12-2016
No. RM : 12462698
Keluhan Utama

Buang air besar (BAB) berlendir


disertai darah segar
Anamnesa
Buang air berlendir disertai darah segar sejak 1 hari yang lalu
sebanyak 3 kali, konsistensi lembek hingga cair, dan volume
kira-kira tidak lebih dari 1 gelas setiap buang air besar.. Pasien
mengatakan darah segar bercampur dengan BAB, tidak menetes
setelah BAB.

Pasien mengeluh nyeri di seluruh bagian perut terutama


perut bagian kiri bawah dan berkurang setelah BAB. Nyeri
dikatakan seperti diremas dan terus-menerus dirasakan oleh
pasien sepanjang hari. Keluhan nyeri ini juga disertai keluhan
mual yang dirasakan hilang timbul namun dirasakan sepanjang
hari.
Keluhan nyeri perut dan mual ini membuat pasien menjadi
malas makan (tidak nafsu makan) sehingga berat badannya
turun. Selain itu pasien juga lemas dan mudah lelah sejak awal
sakit. Keluhan lemas dikatakan dirasakan terus-menerus dan
tidak menghilang walaupun pasien telah beristirahat . Keluhan
ini dikatakan diseluruh bagian tubuh dan semakin memberat
dari hari ke hari.

Buang air kecil dikatakan berwarna kuning jernih dan tidak


dikeluhkan adanya nyeri saat berkemih.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien sudah beberapa kali mengalami BAB berlendir disertai
darah segar, frekuensi > 3 kali, dan konsistensi lembek hingga
cair

Pasien memiliki riwayat hemoroid eksterna dan interna

Pasien memiliki riwayat MRS 14 kali sejak tahun 2015 di RS Siti


Hajar, dan yang terakhir di RSUD Sidoarjo dengan keluhan BAB
berlendir disertai darah segar, nyeri perut bagian kiri bawah,
tidak nafsu makan, mual, dan mengalami penurunan berat
badan. Dirujuk ke RS Soetomo dan dilakukan pemeriksaan
kolonoskopi dan PA dikatakan menderita kolitis kronik non spesifik
Tidak ada riwayat hipertensi, diabetes mellitus, asma, penyakit
hati dan penyakit ginjal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami
gejala seperti ini
Tidak ada anggota keluarga yang memiliki riwayat
hipertensi, diabetes mellitus, asma, penyakit hati
dan penyakit ginjal

Riwayat Kebiasaan dan Sosial


Kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol,
dan konsumsi obat-obatan disangkal
Pasien mengaku teratur mengonsumsi buah dan
sayuran
Riwayat Pengobatan
Pasien mengonsumsi obat-obatan dari RS namun
lupa namanya. Terakhir pasien mengonsumsi obat
sulfasalasin dari RS Soetomo

Riwayat Alergi
Tidak ada riwayat alergi makanan, obat-obat
tertentu, dan debu
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran : Compos mentis (4-5-6)
Tanda Vital :
TD : 110/70 mmHg
N : 78 x/menit
S : 36,60c
RR : 18 x/menit Kepala dan Leher
BB sebelum sakit : 65 kg
BB saat sakit : 42 kg Mata : anemia (+), ikterus
(-)
Hidung : dypsneu (-)
Telinga : dbn
Mulut : cyanosis (-)
Leher : dbn
Thorax
Paru Jantung
Inspeksi : simetris kanan Inspeksi :
kiri, tidak ada pelebaran Iktus cordis : tak tampak
antar ICS. Frekuensi Pulsasi jantung : tak tampak
18x/menit Palpasi :
Palpasi : gerakan nafas Iktus cordis : tak teraba
simetris, fremitus vokal Pulsasi jantung : tak teraba
tidak ada lateralisasi Suara yang teraba : tidak ada
Perkusi : sonor di seluruh Getaran (thrill) : tidak ada
Perkusi :
lapang paru
Batas kanan jantung : 2 cm dari
Auskultasi : suara nafas
lateral
vesikuler, fremitus suara sternum
tidak ada lateralisasi Batas kiri jantung : 4 cm dari
lateral
sternum
Auskultasi :
Suara 1 : tunggal regular
Suara 2 : tunggal regular
Abdomen
Inspeksi : Perut tidak membesar, simetris, tidak
ada luka dan bekas operasi, ikut gerak
nafas
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat
Palpasi : Nyeri tekan (+) pada regio inguinal sinistra,
hepar dan lien tidak teraba, dan tidak dirasakan
sakit bila ditekan pada titik Mc. Burney.
Perkusi : Timpani (+), shifting dullness (-)

Ektremitas
Superior : Akral hangat merah + /+ Edema - / -
Inferior : Akral hangat merah +/+ Edema - / -
Pemeriksaan
Penunjang
21/12/2016 21/12/2016

WBC 17.720/uL SK 1,0 mg/dL

RBC 4.550/uL SGOT 35 U/L

HGB 10,2 g/dL SGPT 39 U/L

HCT 32,6%

PLT 327.000/uL

GDA 100 mg/dL

BUN 6,1 mg/dL


Kolonoskopi

Hemoroid eksterna dan


interna pada anus,

- Mukosa dbn
- Peristaltik tidak
optimal
- Tampak banyak
belokan tajam/zigzag

ENTEROPATI
Patologi
Anatomi

Menunjukkan potongan
jaringan colon dengan
mukosa intak.
Lamina propria dengan
infiltrasi sel radang limfosit,
sel plasma.
Tidak tampak proses
spesifik. Tidak tampak
tanda-tanda keganasan.

COLITIS CHRONIS NON


SPESIFIK
Diagnosa Kerja

Kolitis kronis non spesifik dan


hemoroid
Planning
Planning Diagnosis Planning Therapy
1. Darah lengkap rutin Nonmedikamentosa :
2. Analisis feses Diet TKRS
Bedrest
Medikamentosa :
Planning Monitoring Inf. PZ 21 tpm
1.Vital sign Inj. Ondancentron 3 x 8
mg
2.Keluhan pasien Inj. Omeprazole 2x1
3.BAB lendir disertai PO: Ulsafat syrup 3 x
darah C1
4.Darah rutin
KOLITIS
ULSERATIF
Radang kronik non spesifik pada mukosa
usus besar (kolon) yang dapat meluas ke
bagian proksimal, bersifat difus, ulseratif,
dan sering kambuh setelah periode
tertentu
Anatomi
ETIOLOGI

Faktor imunologik

Bahan bersifat iritatif

Faktor genetik
Patofisiologi
Gejala Kolitis
Ulseratif
1. Diare berlendir disertai darah

2. Nyeri abdomen (nyeri bertambah saat diare dan kemudian


berkurang)

3. Mudah lelah (kelelahan)

4. Kehilangan berat badan (kasus berat)

5. Nafsu makan menurun

6. Perdarahan dari rektum

7. Lesi pada kulit dan radang sendi (ekstraintestinal)


Gejala pada pasien
1. Diare berlendir disertai darah

2. Nyeri abdomen (nyeri bertambah saat diare dan kemudian


berkurang)

3. Mudah lelah (kelelahan)

4. Kehilangan berat badan (kasus berat)

5. Nafsu makan menurun

6. Perdarahan dari rektum

7. Lesi pada kulit dan radang sendi (ekstraintestinal)


Mengapa terjadi diare?
Reaksi radang di lapisan
dan dinding usus besar

Ulserasi

Infeksi kuman
(toksin)

Motilitas Permeabilitas

Waktu absorpsi Sekresi air,
elektrolit, mukus
Kimus konsistensi
lembek/cairan >> Isi rongga usus
>>

Diare berlendir
disertai darah
Gejala pada pasien
1. Diare berlendir disertai darah

2. Nyeri abdomen (nyeri bertambah saat diare dan kemudian


berkurang)

3. Mudah lelah (kelelahan)

4. Kehilangan berat badan (kasus berat)

5. Nafsu makan menurun

6. Perdarahan dari rektum

7. Lesi pada kulit dan radang sendi (ekstraintestinal)


Nyeri Abdomen
Kolitis Sigmoid dan rektum >>
ulseratif meluas ke proksimal

Ulserasi

Lesi pada mukosa usus

Infiltrat peradangan difus di lamina propria

Ulkus meluas ke submukosa

Muskularis propria terpajan


Regenerasi
Remisi aktif Kawah ulkus terisi jar.
epitel mukosa
granulasi
Fibrosis submukosa

Usus menyempit, Meregang saat NYER


memendek, menebal dilalui feses I
Gejala pada pasien

1. Diare berlendir disertai darah

2. Nyeri abdomen (nyeri bertambah saat diare dan kemudian


berkurang)

3. Mudah lelah (kelelahan)

4. Kehilangan berat badan (kasus berat)

5. Nafsu makan menurun

6. Perdarahan dari rektum

7. Lesi pada kulit dan radang sendi (ekstraintestinal)


Diagnosa
1. Darah lengkap
(DL)
2. Feses lengkap
(FL)
3. Kolonoskopi atau
sigmoidoskopi
4. Biopsi
5. Barium enema
Komplikasi

1. Anemia 5. Obstruksi
2. Dehidrasi 6. Perforasi usus
3. Hipoksia jaringan 7. Peritotinis
4. Syok 8. Toksik megakolon
Penatalaksanaa
n
1. Pemberian cairan adekuat secara intravena

2. Transfusi darah (PRC) jika diperlukan

3. Diet cari tanpa serat

4. Medikamentosa berupa asam 5-aminosalisilat,


kortikosteroid, imunosupresan, antibiotik (jika
disebabkan oleh bakteri), analgesik, antidiare

5. Terapi pembedahan
Prognosi
s
Penyakit seumur hidup eksaserbasi dan
remisi
Mayoritas pasien akan menderita relaps dalam
waktu 1 tahun dari serangan pertama
(mencerminkan sifat rekuren)

Risiko terjadi kanker usus besar 13% setelah


8-10 tahun dari awal diagnosis
Risiko berhubungan dengan durasi dan lama
penyakit
Bertambah kuat bila ada riwayat keluarga
kanker kolon
TERIMAKASIH