Anda di halaman 1dari 30

VENTRIKEL EKSTRASISTOLE

OLEH :
NURMASYITHAH
1507101030063

Pembimbing:
dr. Muhammad Muqsith Sp.JP FIHA
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

Ekstrasistole ventrikel adalah gangguan irama jantung dimana timbul denyut


jantung prematur yang berasal dari fokus yang terletak di ventrikel.
DEFINISI

Sekitar 58% pada pria dan 49% pada wanita mennjukkan bahwa tingkat
prevalensi PVC dari 41% remaja laki-laki yang sehat dan berusia 14-16 tahun,
50-60% dewasa muda dan 84% pada orang tua berusia 73-82 tahun. Data
PREVALENSI yang ditujukan oleh GISSI bahwa 64% dari pasien dengan miokard infark
sebelumnya akan memiliki aritmia ventrikel sebanyak 20%.
LAPORAN KASUS

Nama : Tn. AB
Umur : 60 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Gampong Cot Makaso Pidie Jaya
Pekerjaan : Petani
Status Pernikahan : Menikah
No. RM : 1-09-23-58
Tanggal pemeriksaan : 01 Juni 2016
Tanggal Keluar : 11 Juni 2016
ANAMNESIS
Keluhan Utama : Sesak Nafas
Keluhan tambahan : Nyeri dada dan batuk
Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang dirasakan lebih kurang 3 hari
sebelum masuk rumah sakit dan semakin memberat dibawa ke rumah sakit. Sesak nafas yang dirasakan sering lebih
berat pada malam hari, diawali dengan nyeri dada serta pasien biasanya lebih nyaman menggunakan 2 bantal saat
tidur. Nyeri dada juga dirasakan oleh pasien lebih kurang 3 hari yang lalu, nyeri yang dirasakan seperti tertindih
benda berat dan menjalar hingga ke belakang dan memberat sejak 2 hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Nyeri
dada yang dirasakan berlangsung selama lebih dari 10 menit dan tidak membaik saat istirahat. Selain itu, batuk
kering juga dirasakan oleh pasien. Pasien juga mengeluhkan mudah lelah, dan jika ke kamar mandi juga pasien
cepat merasa lelah.
ANAMNESIS
RPD RPO RPK RKS
Pasien Pasien tidak Tidak ada Pasien
memiliki teratur men- keluarga merupakan
riwayat konsumsi obat pasien yang seorang petani
hipertensi (+), anti hipertensi mempunyai yang setiap hari
riwayat DM (-) keluhan yang bekerja dan
dan riwayat sama. mudah lelah
bengkak (+) serta pasien
perokok aktif
sebanyak 3
batang/ hari
PEMERIKSAAN
FISIK
Status Present

Keadaan Umum : Sedang


Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 140/80 mmHg
Heart Rate : 98x/i
Respiratory rate : 20x/i
Temperature : 36,8
Status Generalis :
Kulit
Warna : sawo matang
Turgor : cepat kembali
Ikterus : (-)
Pucat: (-)
Sianosis : (-)
Kepala
Bentuk : kesan normocephali.
Rambut : hitam, sukar dicabut, distribusi merata.
Wajah : simetris
Mata : edema palpebra (-/-), konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-),
refleks cahaya (/), pupil bulat isokor 3 mm/3 mm.
Telinga : normotia, serumen(-/-).
Hidung : nafas cuping hidung (-/-), sekret(-/-), perdarahan (-)
Mulut
Bibir : pucat (-), sianosis (-)
Gigi geligi : karies (-), gigi tanggal (-)
Lidah : beslag (-), tremor (-)
Mukosa : basah (-)
Tonsil : tonsil dalam batas normal
Faring : hiperemis (-)
Leher
Bentuk : kesan simetris
KGB : kesan simetris, pembesaran KGB (-)
Peningkatan TVJ : (-) R + 2 cmH2O

Axilla
Pembesaran KGB : (-)

Thoraks depan dan belakang


Inspeksi
Bentuk dan Gerak : Normochest, pergerakan simetris
Tipe Pernafasan : Abdominal Thoracal
Retraksi : (-)
Palpasi :
- Pergerakan dada simetris
- Nyeri tekan (-/-)
- Suara fremitus taktil kanan = suara fremitus taktil kiri
Perkusi : Sonor (+/+)
Auskultasi : Vesikuler (+/+), ronkhi (+/+), wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS IV Linea Mid clavicula Sinistra
Perkusi : Kanan atas : ICS II Linea Parasternalis
Kanan bawah : ICS IV Linea Parasternalis
Kiri atas : ICS II Linea Parasternalis
Kiri bawah : ICS V Linea Midclavicula Sinistra
Auskultasi : BJ I > BJ II, ireguler, bising (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : simetris, distensi (-)
Palpasi : soepel (+), nyeri tekan (-), undulasi (-)
Hepar/Lien/Renal tidak teraba
Perkusi : timpani (+), shifting dullness (-), undulasi (-)
Auskultasi : peristaltik usus normal

Genitalia
Tidak dilakukan pemeriksaan

Anus
Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas
Superior : ikterik (-/-), edema (-/-), pucat (-/-), akral hangat, CRT <2, clubbing finger (-/-)
Inferior : ikterik (-/-), edema(-/-), pucat (-/-), akral hangat,CRT <2, clubbing finger (-/-)
Pemeriksaan Penunjang
1. Lab Darah
2. Foto Thoraks
3. Elektrokardiography
4. Coronary Angiography
LAB 01/06/2016
LAB 01/06/2016
Foto Thoraks

Didapatkan bahwa

Cor : Tampak membesar deng


an pendataran pinggang jantung. A
orta Normal, Hilus suram .
Pulmo : Infiltrat dikedua paru t
erutama di sentral
Kesimpulan : Kardiomegali dengan
edema paru
EKG
Interpretasi EKG 02 Juni 2016 :
Irama : Sinus takikardi, reguler
Laju : 100 kali permenit
Axis : Normoaxis
P wave: 0,08 s
Interval PR: 0,16 s
Kompleks QRS: 0,1s
ST elevasi :V1,V2,V3,dan V4
ST depreasi: tidak ditemukan
DIAGNOSIS KLINIS

ADHF+ STEMI Anterior Ekstensive


TATALAKSANA
Farmakalogis
O2 4L/I via nasal canul
IVFD N5 life line
IVFD Nacl 0,9% 20 gtt/I
Inj Lasix/ 24 jam
Inj Ranitidin 50 mg
Inj Morphine 2mg (k/p)
Drip NTG mulai 10 mcg/I
V-Block 1x1
Clopidogrel 1x75 mg
Actalipid 1x 20 mg
Spironolacton 1x1 tab
Aspilet 1x80 mg
ISDN 3x5 mg
PROGNOSIS

Quo ad vitam
Dubia ad Bonam

Quo ad functionam
Dubia ad Bonam

Quo ad sanactionam
Dubia ad Bonam
DEFINISI

Ventrikel Ekstra Sistole (VEC) merupakan


salah satu bentuk EKG yang menyatakan
bahwa denyut jantung tambahan yang
muncul prematur sebelum muncul denyut
jantung normal dengan morfologi QRS
kompleks yang lebar.
ETIOLOGI

Efek dari beberapa obat


Penyakit arterikoroner
Myocardial Infarction
Penyakit jantung bawaan
Hipertensi
Infeksi
Penyakit katup jantung
Gagal jantung
KLASIFIKASI
PVC jarang (infrequent) : kurang dari lima kali per menit

PVC sering (frequent) : lebih dari lima kali per menit

PVC repetitif : bila muncul pada tiap denyutan (beat) kedua dari irama dasar

disebut PVC bigemini, bila timbul pada denyutan ketiga dari irama dasar disebut
PVC trigemini
PVC berkelompok : bila dua PVC muncul berkelompok disebut PVC Salvo.

PVC multifokal : bila bentuk PVC dalam satu sadapan bentuknya berlainan, hal ini
menandakan fokus ektopik berasal lebih dari satu tempat
Fenomena R on T : PVC muncul pada periode repolarisasi ventrikel yang rentan
untuk terjadinya VF,
ANALISA KASUS

VES sering terjadi pada laki-laki


dibanding dengan perempuan.
Pasien laki-laki
Usia 60 tahun Mengenai semua usia, dan
dengan 84% pada orang tua
berusia 73-82 tahun.

Kasus Teori
ANALISA KASUS
Teori
Pasien datang dengan keluhan Pasien dengan STEMI mengeluh
sesak napas sejak 3 hari yang adanya nyeri dada yang
lalu disertai dengan nyeri dada
seperti tertindih dengan benda menjalar bersifat intermiten/
yang berat menjalar sampai ke semakin lama semakin
punggung belakang dan
memberat saat 2 hari SMRS memberat dan disertai adanya
diaphoresis ketika saat terjadi
serangan.
Kasus
ANALISA KASUS
Teori
Pada pasien dengan ADHF, LVH
Pasien didiagnosa dengan ADHF dan hipertensi berkaitan dengan
(Advance Heart Failure) dan terjadinya VES. Frekuensi dan
pasien memiliki riwayat hipertensi kompleksitas PVS pada LVH
yang pengobatannya tidak teratur berkorelasi dengan otot jantung.

Kasus
ANALISA KASUS

Teori
Seorang petani yang setiap
Pada Pasien dengan STEMI
hari bekerja. Pasien sering
juga diawali dengan nyeri dada
merasakan mudah lelah
serta merasakan keluhan
dan nyeri dada.
mudah lelah.

Kasus
ANALISA KASUS

Pada pasien saat dilakukan Teori


pemeriksaan fisik auskultasi Pada pasien yang
di kedua lapangan paru mengalami edema paru
ditemukan ronkhi basah dari auskultasi dijumpai
halus (+/+) dan dari hasil ronkhi basah halus (+/+)
foto thoraks didapatkan dan pada foto thoraks
infiltrat dikedua lapangan ditemukan adanya infiltrat
paru terutama pada bagian dikedua lapangan paru
sentral. yang menandakan adanya
Kasus edema paru.
ANALISA KASUS

Pada pasien saat dilakukan Teori


pemeriksaan fisik auskultasi Pada pasien yang
di kedua lapangan paru mengalami edema paru
ditemukan ronkhi basah dari auskultasi dijumpai
halus (+/+) dan dari hasil ronkhi basah halus (+/+)
foto thoraks didapatkan dan pada foto thoraks
infiltrat dikedua lapangan ditemukan adanya infiltrat
paru terutama pada bagian dikedua lapangan paru
sentral. yang menandakan adanya
Kasus edema paru.
TERIMA KASIH