Anda di halaman 1dari 34

FORECASTING

ANGGARAN
(Penaksiran Anggaran)

Pertemuan ke 2

Dosen : Muhammad Rivandi, S.E.,M.Si


Anggaran Versus Ramalan
Anggaran Ramalan

Dinyatakan dalam ukuran uang Dinyatakan dalam ukuran moneter atau


bukan
Umumnya berjangka waktu satu tahun Dapat sembarang waktu

Berisi komitmen manajemen untuk Peramal tidak bertanggung jawab atas


mencapainya tercapainya ramalan
Ditelaah dan disetujui oleh pimpinan yang Tidak selalu disetujui oleh pimpinan yang
lebih tinggi daripada penyusunan usulan lebih tinggi
anggaran
Setelah dalam kondisi khusus diperbarui Segera diperbaharui jika ada informasi baru
mengganti dengan alternatif. yang menunjukkan perubahan kondisi

Secara periodik, realisasi dibandingkan Penyimpangan terhadap ramalan tidak


dengan anggaran dan penyimpangan dianalisis secara formal atau secara periodic
dianalisis dan ditetangkan/ditindaklanjuti tidak ditindaklanjuti
Pengertian Forecasting
Anggaran
Forecasting Anggaran adalah Anggaran yang
berisi taksiran taksiran (forecast) tentang
kegiatan kegiatan perusahaan dalam
jangka waktu (periode) tertentu yang
akan datang serta berisi taksiran taksiran
(forecast) tentang keadaan atau posisi
keuangan perusahaan di masa yang
akan datang
Unsur unsur Forecasting Anggaran

1. Anggaran Operasional (Operating Budget)


Anggaran yang berisi taksiran-taksiran tentang
kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka
waktu tertentu yang akan datang.

2. Anggaran Keuangan (Financial Budget)


Anggaran yang berisi taksiran taksiran
tentang keadaan atau posisi keuangan
perusahaan pada suatu saat tertentu yang
akan datang
A. Anggaran Operasional (Operating
Budget)

Anggaran operasional merencanakan


penaksiran tentang semua kegiatan
aktivitas perusahaan selama periode
tertentu yang akan datang.
Kegiatan perusahaan selama periode
tertentu meliputi 2 sektor :

1. Sektor Penghasilan (Revenues)

2. Sektor Biaya (Expenses)


1. Sektor Penghasilan (Revenue)

Bertambahnya Aktiva perusahaan yang mengakibatkan


bertambahnya modal perusahaan yang dihasilkan dari hasil kegiatan
perusahaan.

Sektor penghasilan yang dihasilkan dari hasil kegiatan perusahaan


dapat dibagi kedalam 2 sub sektor

2. Subsektor Penghasilan Utama (Operating Revenue) adalah


penghasilan yang diterima perusahaan yang berasal dari usaha
pokok perusahaan. Contoh perusahaan Freeport maka penghasilan
utamanya adalah Emas

3. Sub Sektor Penghasilan Bukan Utama (Non Operating


Revenue) adalah penghasilan yang diterima perusahaan yang
tidak berasal dari hasil usaha pokok perusahaan melainkan dari
usaha sampingan perusahaan . Contoh Perusahaan Freeport
mempunyai usaha sampingan dibidang Minyak bumi
2. Sektor Biaya (Expenses)
Pengurangan aktiva perusahaan yang
mengakibatkan berkurangnya modal
perusahaan atas semua aktivitas kegiatan
operasional perusahaan.

Sektor Biaya dapat dikelompokkan atas 2


subsektor
a. Subsektor Biaya Utama

b. Subsektor Biaya Bukan Utama


a. Subsektor Biaya Utama
adalah Biaya yang menjadi beban
tanggungan perusahaan yang berhubungan
erat dengan usaha pokok perusahaan.

Dalam Perusahaan Industri atau Manufaktur,


biaya Utama dibedakan kedalam 3 kelompok
biaya

1. Biaya Pabrik
2. Biaya Administrasi
3. Biaya Penjualan
1. Biaya Pabrik

Adalah semua biaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan tempat dimana
proses produksi berlangsung.

Biaya pabrik dapat dibedakan menjadi 3 kelompok

a. Biaya Bahan Mentah (Direct Material)


Biaya yang terdiri dari semua bahan-bahan yang dikerjakan didalam proses
produksi untuk diubah menjadi barang yang akan siap dijual.

b. Upah Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)


Upah yang dibayarkan perusahan kepada para tenaga kerja yang secara
langsung memproses bahan mentah untuk diubah menjadi barang yang akan
siap dijual

c. Biaya Pabrik Tidak Langsung (Factory Overhead)


Semua biaya yang terdapat serta terjadi didalam lingkungan pabrik , tetapi tidak
secara langsung berhubungan dengan kegiatan proses produksi yaitu proses
mengubah bahan mentah menjadi barang lain yang akan dijual.

Biaya yang termasuk kedalam biaya pabrik tidak langsung seperti biaya bahan
pembantu, upah tenaga kerja tidak langsung, biaya pemeliharaan pabrik,
biaya reparasi pabrik, biaya depresiasi mesin, biaya depresiasi gedung
pabrik, biaya depresiasi peralatan pabrik, biaya listrik pabrik dsb
2. Biaya Administrasi (Administration Expenses)

Adalah biaya yang terjadi serta terdapat didalam


lingkungan kantor administrasi perusahaan serta biaya
biaya lain yang sifatnya untuk keperluan perusahaan
secara keseluruhan

Biaya Administrasi dapat dikelompokkan :


a. Gaji Karyawan kantor

b. Gaji Pemeliharaan kantor


c. Biaya perbaikan kantor

d. Depresiasi peralatan kantor

e. Depresiasi gedung kantor

f. Biaya listrik, air telephon


g. Biaya asuransi kantor

h. Biaya perlengkapan kantor


3. Biaya Penjualan

Adalah Semua biaya yang terjadi serta terdapat didalam


lingkungan bagian penjualan serta biaya biaya lain yang
berhubungan dengan kegiatan kegiatan yang dilakukan
oleh bagian penjualan.

Kelompok dari biaya penjualan :


a. Gaji karyawan penjualan
b. Biaya pemeliharaan bagian penjualan
c. Biaya perbaikan bagian penjualan
d. Depresiasi peralatan bagian penjualan
e. Depresiasi gedung bagian penjualan
f. Biaya listrik, telephon bagian penjualan
g. Biaya perlengkapan bagian penjualan
h. Biaya iklan dan promosi
i. Biaya asuransi bagian penjualan.
Biaya produksi
atau Harga
Biaya Pabrik
pokok barang
yang akan
diproduksikan

Harga Pokok
Biaya Utama Penjualan

- Biaya Administrasi Biaya


- Biaya Penjualan Komersial
b. Subsektor Biaya bukan utama
Adalah Biaya yang menjadi beban
tanggungan perusahaan yang tidak
berhubungan erat dengan biaya usaha pokok
utama perusahaan. biaya usaha sampingan
Anggaran Operasional

Anggaran Induk Anggaran Pendukung


Laba/Rugi Laba/Rugi
Komprehensif Komprehensif

anggaran tentang penghasilan Anggaran tentang penghasilan


dan biaya perusahaan yang berisi dan biaya perusahan yang
taksiran secara global. Contoh berisi taksiran yang lebih
Laporan Anggaran tahunan, terperinci dari bagian laporan
semesteran anggaran induk laba rugi
komprehensif
Anggaran Induk laba/rugi komprehensif

Anggaran yang mencerminkan perkiraan


semua kegiatan aktivitas perusahaan secara
umum / global

Anggaran
Penjualan

Anggaran
Produksi
ANGGARAN
LABA/RUGI
KOM PR E H EN S IF
P T. I N D O M E B E L
PERIODE 2015

Rp. 7.400.000.000
# Penjualan

# HPP :

Rp.136.000.000
- Persediaan bahan, 1/1/15

1.831.675.000
- Pembelian bahan

1.967.675.000
- Bahan siap digunakan

Rp.(103.750.000)
- Persediaan bahan, 31/1/15

Rp.1.863.925.000
- Biaya bahan

421.650.000
- Biaya tenaga kerja

- Biaya overhead Rp.200.000.000

- Biaya produksi Rp.2.485.575.000

786.000.000
- Persedian BJ, 1/1/15

3.271.575.000
- BJ siap dijual

(314.936.404)
- Persediaan BJ, 31/12/15
Anggaran Pendukung Laba Rugi
Komprehensif

Penjabaran serta pemerincian lebih lanjut dari


Anggaran Induk laba rugi komprehensif yang
hanya membuat taksiran secara global.

Kegunaan Anggaran Pendukung adalah


anggaran digunakan manajer sebagai alat
pedoman kerja, sebagai alat koordinasi kerja
dan sebagai alat pengawasan kerja.
Anggaran Pendukung Laba/Rugi Komprehensif

Anggaran ini meliputi seluruh rencana


kegiatan-kegiatan aktivitas perusahaan
yang mendukung penyusunan laporan
laba rugi (income statement)
1
Anggaran
Penjualan
2
Anggaran
Produksi
Anggaran Pendukung Laba/Rugi
Komprehensif

Anggaran
Penjualan

Anggaran penjualan o Jenis produk


mengambarkan tingkat
o Volume produk
pendapatan yang bakal di terima
sebagai akibat dilakukannya o Harga produk
penjualan-penjualan di masa yang o Wilayah pemasaran
akan datang, rencana penjualan
menjadi unsur dasar dilakukanya
penyusunan anggaran lain.
Anggaran Pendukung Laba/Rugi
Komprehensif

Anggaran
Produksi

o Anggaran jumlah produk


Anggaran pdoduksi yang diproduksi
menggambarkan kegiatan o Anggaran bahan mentah
produksi perusahaan untuk o Anggaran biaya overhead
menunjang anggaran penjualan
yang telah disusun
o Anggaran biaya penjualan
o Anggaran biaya umum dan
administrasi
ANGGARAN PENJUALAN PERWILAYAH
JENIS PRODUK
WILAYAH PERSENTASE Berdasarkan data tersebut diatas,
MEJA TULIS jika disusun anggaran
MEJA KOMPUTER TOTAL (RP)
PENJUALAN (%)
komprehensif
UNIT
HARGA
(RP)
akan
JUMLAH (RP)terlihat
UNIT seperti berikut
HARGA
(RP)
ini :
JUMLAH (RP)

DKI 30%
3,000 200,000 600,000,000 2,400 250,000 600,000,000 1,200,000,000

JAWA BARAT 25%


Anggaran2,500
Penjualan Per Wilayah
200,000 500,000,000 Pemasaran
2,000 250,000 500,000,000 1,000,000,000
JAWA
20%
TENGAH 2,000 200,000 400,000,000 1,600 250,000 400,000,000 800,000,000

JAWA TIMUR 25%


2,500 200,000 500,000,000 2,000 250,000 500,000,000 1,000,000,000

TOTAL
10,000 2,000,000,000 8,000 2,000,000,000 4,000,000,000

JENIS PRODUK
WILAYAH PERSENTASE MEJA BELAJAR MEJA MAKAN TOTAL (RP)
PENJUALAN (%) HARGA HARGA
UNIT JUMLAH (RP) UNIT JUMLAH (RP
(RP) (RP)

DKI 30%
1,800 300,000 540,000,000 1,200 400,000 480,000,000 1,020,000,000

JAWA BARAT 25%


1,500 300,000 450,000,000 1,000 400,000 400,000,000 850,000,000
JAWA
20%
TENGAH 1,200 300,000 360,000,000 800 400,000 320,000,000 680,000,000

JAWA TIMUR 25%


1,500 300,000 450,000,000 1,000 400,000 400,000,000 850,000,000


6,000 1,800,000,000 4,000 1,600,000,000 3,400,000,000
TOTAL
ANGGARAN PRODUKSI

RENCANA PERSEDIAAN PERSEDIAAN VOLUME


JENIS PRODUK
PENJUALAN (UNIT) AWAL (UNIT) AKHIR (UNIT) PRODUKSI (UNIT)

MEJA TULIS 10,000 2,400 600 8,200

MEJA KOMPUTER 8,000 1,500 700 7,200

MEJA BELAJAR 6,000 1,100 1,200 6,100

MEJA MAKAN 4,000 600 750 4,150


ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU

JENIS PRODUK

MEJA TULIS MEJA KOMPUTER MEJA BELAJAR MEJA MAKAN


JENIS
TOTAL
BAHAN
PER VOLUME PER
PER UNIT VOLUME PER UNIT VOLUME VOLUME
UNIT PRODUK TOTAL TOTAL TOTAL UNIT PRODUKSI TOTAL
(METER) PRODUKSI (METER) PRODUKSI
(METER) SI (UNIT) (METER)

KAYU 1
8,200 8,200
0.5
7,200 3,600
1
6,100 6,100
2
4,150 8,300 26,200

KAYU
3 2 2.5 2
LAPIS 8,200 24,600 7,200 14,400 6,100 15,250 4,150 8,300 62,550

MELAMIN 1 1.2 1.5 2


8,200 8,200 7,200 8,640 6,100 9,150 4,150 8,300 34,290
ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN BAKU

KEBUTUHAN PERSEDIAAN PERSEDIAAN HARGA


JENIS KEKURANGAN PEMBELIAN
PRODUK AWAL
(METER)
AKHIR PERMETER TOTAL (RP)
BAHAN (METER) (METER) (METER) (METER)
(RP)

KAYU 4000 2500


26,200 22,200 24,700 19,000 469,300,000

KAYU
2800 3000
LAPIS 62,550 59,750 62,750 15,000 941,250,000

MILAMIN 1500 900


34,290 32,790 33,690 12,500 421,125,000

TOTAL
1,831,675,000
ANGARAN BIAYA TENAGA KERJA

JAM KERJA TOTAL TARIF


VOLUME
JENIS PRODUK PERUNIT JAMKERJA PERJAM TOTAL (Rp)
PRODUKSI
(JAM) (JAM) (Rp)

MEJA TULIS 4
8,200 32,800 3,000 98,400,000
MEJA KOMPUTER 5
7,200 36,000 3,000 108,000,000
MEJA BELAJAR 7
6,100 42,700 3,000 128,100,000
MEJA MAKAN 7
4,150 29,050 3,000 87,150,000
TOTAL
421,650,000
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIKASI
NAMA BIAYA JUMLAH BIAYA (RP)
BIAYA BAHAN TAMBAHAN :

BIAYA PELITUR DAN CAT 20,000,000

BIAYA PAKU DAN PASAK 6,000,000

BIAYA TKL :

BIAYA MANDOR DAN SATPAM 48,000,000

BIAYA LAINYA:

BIAYA LISTRIK PABRIK 60,000,000

BIAYA TELEPON PABRIK 12,000,000

BIAYA AIR PDAM PABRIK 6,000,000

BIAYA DEPRESIASI MESIN 30,000,000

BIAYA DEPRESIASI BANGUNAN PABRIK 18,000,000

TOTAL 200,000,000
B. Anggaran Keuangan (Financial Budget)
adalah merencanakan tentang keadaan
posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang
akan datang.

Posisi keuangan perusahaan adalah keadaan


aktiva, keadaan liabilitas, dan keadaan ekuitas
perusahaan.

Posisi keuangan perusahaan didalam akuntansi


dituangkan kedalam laporan posisi keuangan
Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan ini disusun sebagai


akibat terjadinya perubahan aktiva,
liabilitas, dan ekuitas perusahaan.

Anggaran Posisi Anggaran Posisi


keuangan Induk keuangan Pendukung
Anggaran Posisi Keuangan Induk

Anggaran posisi keuangan yang


mencerminkan perkiraan semua aktiva dan
pasiva yang akan dimiliki oleh perusahaan
pada akhir periode produksi

Aktiva meliputi; asset Lancar dan


asset tidak lancar.
Pasiva meliputi; Liabilitas (Hutang
Lancar dan Hutang tidak lancar) dan
Ekuitas.
Anggaran Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2015
Kas Rp.4.556.345.000 Hutang Usaha Rp.1.007.670.000
Piutang Usaha Rp.2.000.000.000 Hutang Bank Rp.750.000.000
Perlengkapan
Kantor
Rp.4.000.000 Obligasi Rp.500.000.000
Persediaan akhir
Bahan Baku
Rp.103.750.000
Persediaan akhir
Barang Jadi
Rp.314.936.404 Modal Saham Rp.2.000.000.000
Aktiva Tetap Rp.2.095.000.000 Laba Ditahan Rp.4.816.361.404

Total Aktiva Rp.9.074.031.404 Total Pasiva Rp .9.074.031.404


Anggaran Posisi Keuangan Pendukung
Anggaran ini merinci masing-masing pos yang ada
dalam laporan posisi keuangan, terutama pos-pos yang
berhubungan dengan masalah likuiditas perusahaan

1. Anggaran kas
2. Anggaran piutang
3. Angran Persediaan
4. Anggaran perubahan aktiva tetap
5. Anggaran Hutang
6. Anggaran perubahan ekuitas
Anggaran Kas
Keterangan Penerimaan (Rp) Pengeluaran(Rp)

Saldo Kas, 1 Januari 2015 1.625.000.000

Aktivitas Operasional :
- Penjualan tunai 5.550.000.000

- Pembelian bahan baku 1.099.005.000

- Biaya tenaga kerja 421.650.000

- Biaya overhead 200.000.000

- Biaya pemasaran 228.000.000

- Biaya administrasi 400.000.000

- Biaya depresiasi 180.000.000


Aktivitas Investasi :
- Pembelian kendaraan 375.000.000

- Pembelian mesin 600.000.000

- Pembangunan gedung 300.000.000

- Penjualan kendaraan 200.000.000

Aktivitas Pendanaan :
- Kredit bank 300.000.000

- Obligasi 500.000.000

- Penerimaan Piutang usaha 400.000.000

- Pembayaran Hutang bank 250.000.000

- Pembayaran Hutang Usaha 325.000.000

Jumlah 8.755.000.000 4.198.655.000

Saldo Kas, 31 Desember 2015 4.556.345.000


TUGAS 2
1. Jelaskan Perbedaan Anggaran dengan ramalan dan
berikan contohnya?
2. Carilah 1 perusahaan manufaktur, analisa perusahaan
tersebut dengan menjelaskan gambaran profil
perusahaan secara ringkas, serta lampirkan laporan
keuangannya?
3. Jelaskan tentang angangaran operasional dan anggaran
keuangan?
4. Jelaskan perbedaan anggaran induk dengan anggaran
pendukung pada anggaran operasional dan keuangan?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan anggaran penjualan
dan anggaran produksi serta bagian yang terdapat di
dalam anggaran penjualan dan anggaran produksi?