Anda di halaman 1dari 39

SURVEILANS

EPIDEMIOLOGI
KAB.BOGOR
PENGERTIAN AKREDITASI

Akreditasi Puskesmas
Proses penilaian eksternal oleh
Komisi Akreditasi dan/atau
Perwakilan di Provinsi terhadap
puskesmas untuk menilai apakah
system manajemen mutu dan
system penyelenggaraan
pelayanan dan upaya pokok
sesuai dengan standar yang
ditetapkan
TUJUAN AKREDITASI PUSKESMAS

Tujuan umum:
Meningkatkan mutu layanan puskesmas.

Tujuan khusus
Memacu puskesmas untuk memenuhi standar yang
ditetapkan
Menetapkan strata akreditasi puskesmas yang telah
memenuhi standar yang ditentukan
Memberikan jaminan kepada petugas puskesmas bahwa
pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar yang
ditetapkan
Memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pelayanan
yang diberikan oleh puskesmas telah sesuai standar
Terbinanya puskesmas dalam rangka memperbaiki sistem
pelayanan, mutu dan kinerja
TAHAPAN KEGIATAN
AKREDITASI PROGRAM
SURVEILANS
1. Juknis / Pedoman kegiatan Surveilans
Dasar Hukum Keg. Surveilans
Buku Pedoman SKDR
Buku Pedoman Penanggulangan KLB
Buku Pedoman Surveilans Acute Faralysis (AFP)
Buku Pedoman Surveilans Campak
Buku Pembinaan Kesehatan Haji
Kalender Mingguan pelaporan Surveilans
Form Pelaporan, W1,W2,C1 Campak, SKDR, FP1,KU 60 hari, PE KLB,
RIKKES Haji
2. Standard Operasional Prosedur (SOP)
SKDR, KLB, Surveilans AFP, Surveilans Campak, Surveilans Haji
3. SK Tim Gerak Cepat ( Tingkat UPT Puskesmas )
4. SK Petugas Surveilans Puskesmas
5. Kerangka Acuan kegiatan Surveilans
DASAR HUKUM

1. UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular


2. UU NO. 13 TAHUN 2008 tentang Penyelenggaraan Kesehatan
Haji
3. UU NO. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. PP No. 560/MENKES/PER/VIII/1989 tentang Jenis Penyakit
tertentu yang dapat menimbulkan Wabah, Tatacara
penyampaian Laporan dan Tata Cara Penanggulangan
Seperlunya
5. PP No. 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah
Penyakit Menular
6. KEPMENKES No. 949/MENKES/SK/VIII/2004 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar
Biasa (KLB)
7. KEPMENKES No. 15 Tahun 2016 tentang Pemeriksaan
Istithaah kesehatan haji
8. KEPMENKES No. 1501 Tahun 2010 tentang tentang penyakit
tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya
KEGIATAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

NO JENIS KEGIATAN INDIKATOR KET


I. SURVEILANS
EPIDEMIOLOGI RUTIN
LAPORAN MINGGUAN
1. LAP. EWARS / SKDR SETIAP HARI SENIN BY. SMS
MELAMPIRKAN FORM RESPON
( VIA WA GROUP)
2. LAP W2 SETIAP HARI SELASA MEMBUAT GRAFIK SKD PER
(MINGGUAN WABAH) MINGGU
LAPORAN BULANAN
1. LAP SURVEILANS MAX TANGGAL 5
TERPADU PENYAKIT PERBULAN
(STP)
2. LAP C1 CAMPAK MAX TANGGAL 5
PERBULAN
II. SURVEILANS < 24 JAM MASING MASING UPT PKM
SURVEILANS ACUTE WAJIB MENEMUKAN MIN 1
FLACID PARALYSIS KASUS AFP DALAM RANGKA
SKD TERHADAP PENYAKIT
( LAMPIRKAN LAP W1) POLIO
III SURVEILANS CAMPAK < 24 JAM SETIAP DI TEMUKAN 1 KASUS
(CASE BASED MEASLES KLINIS CAMPAK WAJIB DI
SURVEILANS) C1 CBMS AMBIL SAMPEL DARAH
UNTUK PENENTUAN
KEGIATAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

NO JENIS KEGIATAN INDIKATOR KET


IV KEJADIAN LUAR BIASA / KLB < 24 JAM ( LAMPIRKAN LAP W1)

MEMBUAT SK TIM GERAK CEPAT


TK UPT PUSKESMAS
VI SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
KESEHATAN HAJI
1. MASING- MASING UPT PKM AWAL TAHUN
MEMBUAT SK TIM PEMERIKSA
KESEHATAN & PEMBINAAN
JAMAAH HAJI
2. HASIL PEMERIKSAAN & SETIAP SELESAI DILAKSANAKAN MULAI BULAN
PEMBINAAN KESEHATAN HAJI PEMERIKSAAN JANUARI
DI ENTRY DI WEB
SISKOHATKES
3. LAPORAN HASIL 21 HR SETELAH KARTU K3JH
PEMERIKSAAN K3JH DI ENTRY KEPULANGAN JEMAAH
DI WEB SISKOHATKES HAJI
V SURVEILANS EPIDEMIOLOGI MAX TANGGAL 6
PENYAKIT TIDAK MENULAR
MENULAR
INDIKATOR PROGRAM
KEGIATAN
SURVEILANS
KAB.BOGOR
SKDR

1. Kengkapan laporan
52 MG 53 Minggu ( 80 %)

2. Ketepatan Laporan ( 80%)

3. Alert yang di Respon 100%


KEGIATAN SISTIM KEWASPADAAN DINI DAN
RESPON

Periode: Mingguan Unit dan Tingkat Koordinator Cara


(Minggu-Sabtu) Yang bertanggung
Waktu jawab
Sabtu sore Pustu, Bidan Desa Petugas kesehatan Melalui SMS, WA
kirim via SMS. yang bertanggung
Format Surveilans jawab terhadap
Mingguan ke pengumpulan data
puskesmas

Senin Data agregat Petugas surveilans Melalui SMS ke


Puskesmas dikirim di tingkat ewars pusat
ke Dinkes kab puskesmas
Selasa Petugas surveilans Petugas Melalui On line di
Kab melakukan surveilans Software SKDR
analisis data dan
Kabupaten
input menghasilkan
laporan mingguan
SISTIM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON

Periode: Mingguan Unit dan Tingkat Koordinator Cara


(Minggu-Sabtu) Waktu Yang bertanggung
jawab
Selasa Petugas surveilans Petugas surveilans Membuat Grafik
PKM menganalisa Puskesmas Sistim Kewaspadaan
penyakit yang Dini (SKD) dan
berpotensi Mapping penyakit
menimbulkan KLB potensial KLB
Kamis Petugas surveilans Petugas surveilans Petugas PKM
Menganalisa Alert yg Kabupaten mengirimkan hasil
muncul, kemudian Respon melalui
ditindak lanjuti dengan SMS/WA atau
respon Puskesmas Email
pada alert yg muncul Petugas Kab Input
diwilayahnya hasil respon secara
On line di Software
SKDR
KODE SMS PENYAKIT JUMLAH KASUS BARU
A Diare Akut
B Malaria Konfirmasi
C Tersangka Demam Dengue
D Pneumonia
FORMAT E Diare Berdarah ATAU Disentri
LAPORAN F Tersangka Demam Tifoid
MINGGUAN G Sindrom Jaundis Akut
(W2) H Tersangka Chikungunya
J Tersangka Flu Burung pada Manusia
K Tersangka Campak
L Tersangka Difteri
M Tersangka Pertussis
N AFP (Lumpuh Layuh Mendadak)
P Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
Q Tersangka Antraks
R Tersangka Leptospirosis
S Tersangka Kolera
T Klaster Penyakit yang tidak lazim
U Tersangka Meningitis/Ensefalitis
V Tersangka Tetanus Neonatorum
W Tersangka Tetanus
Y ILI (Influenza Like Illness)
Z Tersangka HFMD
SURVEILANS CAMPAK
SURVEILANS CAMPAK

TARGET KASUS CAMPAK


DALAM RANGKA REDUKSI
CAMPAK SELURUH KASUS
CAMPAK KLINIS YANG
DITEMUKAN PADA SUATU
WILAYAH HARUS DIAMBIL
SAMPEL DARAH DAN
DIPERIKSA SAMPEL DARAHNYA
DI LABORATORIUM BIO FARMA
BANDUNG

TARGET PELAPORAN
PERBULAN 100%
PELAPORAN KLB CAMPAK <24
JIKA DITEMUKAN KASUS CAMPAK

1. BERSAMA LINTAS PROGRAM TERKAIT MLAKUKAN


PENGOBATAN DENGAN MEMBERIKAN ANTIPIRETIK DAN
PEMBERIAN VITAMIN A DOSIS TINGGI SESUAI USIA
2. PELACAKAN KASUS BARU DISEKITAR WILAYAH TEMPAT
TINGGAL PENDERITA
3. CROSS CHEK STATUS IMUNISASI CAMPAK PENDERITA
DENGAN BUKU KUNING IMUNISASI
4. KASUS DI CATAT DALAM FORM C1 DAN DI BERI NO EPID
5. AMBIL SPEC DARAH DAN DIJADIKAN SERUM KIRIM KE
DINKES KAB
6. LAPORKAN KASUS PADA LAP EWARS, STP, C1
7. PETUGAS KAB MENGIRIM SAMPEL (SERUM) KE LAB
RUJUKAN KASUS CAMPAK BIOFARMA BANDUNG
NO EPID KASUS CAMPAK
Pemberian Nomor Epid Kasus
Individu
Digit 1 dan 2 kode provinsi
Digit 3 dan 4 kode kabupaten / kota
Digit 5,6 dan 7 kode puskesmas di
kabupaten
Digit 8 dan 9 kode tahun
Digit 10,11, dan 12 kode kasus yang
Kasus 1 dg: 001
dimulai 10 05 001 10 001/K1
Kasus 2 : 10 05 001 10 002/K1
Kasus 3 : 10 05 001 10 003/K1

Prop Kab PKM TH Kasus KLB


LANGKAH-LANGKAH
PENGAMBILAN SPECIMEN CAMPAK

1.Spesimen (serum/darah) untuk


pemeriksaan serologi
a)iapkan label identitas pasien lekatkan
pada syringe tau tabung vacutainer dan
tabung serum
b)Darah diambil 3-5 ml dengan
menggunakan syringe atau vacutainer
lalu di centrifuge 3000 rpm selama 10
menit
c)Bila tidak ada centrifuge, diamkan
selama 30 menit 1 jam sampai serum
terpisah
d)Serum diambil dengan menggunakan
pipet steril, masukkan ke dalam tabung
serum
e)Selanjutnya tabung serum dimasukkan
dalam plastik, yang telah diberi tissue /
kertas yang bisa menyerap, ikat yang
rapat / selotip lalu masukkan dalam
Catatan :
1)Darah dapat disimpan dulu pada
suhu 2-80C 24 jam sebelum dipisahkan
serumnya.
2)Darah tidak boleh dibekukan dalam
freezer
3)Spesimen boleh disimpan dalam
lemari es (bukan freezer) maksimal 7 hari
sebelum diperiksa laboratorium
4)Isi formulir C1/ c1 KLB data pasien
disertai surat pengantar dan dikirimkan ke
LaboratoriumCampak Nasional
2 Spesimen urin untuk isolasi campak
Pada daerahyang belum diketahui Genotype virus campak,
maka perlu diambil spesimen urin. Tatalaksana spesimen :
a.Diperlukan 10-50 ml dari urin untuk setiap kasus
b.Saat yang optimal pengambilan sampel adalah hari pertama
samapi hari ke lima timbulnya rash
c.Urine ditampung pada wadah yang steril/bersih
d.Secepatnya pot ditutup rapat lalu dimasukkan ke dalam
kantong plastik dan diikat kuat
e.Masukkan ke dalam spesimen carrier yang telah diberi 3-4
buah ice pack beku, diatur sedemikian rupa sehingga tidak
pecah pada saat terjadi goncangan saat pengiriman.
TENJO PR.PANJANG
GN. SINDUR
CILEUNGSI
GN.PUTRI
PARUNG

JONGGOL
CIBINONG KLAPANUNGGAL
CISEENG TAJUR BJ.
HALANG GEDE
RUMPIN
CIGUDEG CARIU
KEMANG
JASINGA
RANCA CITEUREUP
BUNGUR

CIBUNGBULANG
LW.SADENG TANJUNGSARI
SUKAMAKMUR
CIAMPEA BBK.MADANG
Dramaga SUKARAJA

LEUWILIANG CIOMAS
SUKAJAYA MG.MENDUNG

TM.SARI
NANGGUNG CISARUA
TENJO
CIGOMBONG
LAYA
CIAWI
PAMIJAHAN Keterangan
CIJERUK

CARINGIN KLB
Kasus
Tidak ada Kasus
NO INDIKATOR TARGET

1 KELENGKAPAN 90 %

2 KETEPATAN 80 %

Sumber Permenkes No.1479/SK/X/2003


Tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans
Epidemiologi Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular
Terpadu
PENYELENGGARAAN SURVEILANS
TERPADU PENYAKIT

Pengumpulan dan Pengolahan Data


Unit surveilans Puskesmas mengumpulkan dan mengolah data
STP Puskesmas harian bersumber dari register rawat jalan &
register rawat inap di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, tidak
termasuk data dari unit pelayanan bukan puskesmas dan kader
kesehatan. Pengumpulan dan pengolahan data tersebut
dimanfaatkan untuk bahan analisis dan rekomendasi tindak lanjut
serta distribusi data

Input Data

Input data laporan STP menggunakan Form STP PUS Form 4, dan
dilaporkan ke dinkes Kab, di Bulan berikutnya maksimal tanggal 5
via Email
SURVEILANS AFP
PELAKSANAAN SURVEILANS AFP MASIH TERUS BERLANJUT KARENA
BELUM SEMUA REGIONAL BEBAS POLIO,

NEGARA YANG MASIH ENDEMIS POLIO YAITU NIGERIA, PAKISTAN


DAN AFGANISTAN

TARGET PENEMUAN KASUS AFP 2016 SEBANYAK 34 KASUS,


REALISASI OKTOBER 12 KASUS
1 1/2 Bulan lagi Bisakah kita ?
TAHUN 2016
SETIAP PUSKESMAS HARUS
DAPAT MENEMUKAN KASUS AFP
MIN 1 KASUS
7 PKM sudah memenuhi kesepakatan
pertemuan SE pada bulan februari 2016,
33 PKM ???
Strategi Surveilans AFP
1. Menemukan kasus AFP minimal
2/100.000 penduduk usia < 15 tahun
2. Upaya penemuan :
di Rumah Sakit
di Puskesmas dan Masyarakat
4. Pemeriksaan Klinis dan Laboratorium
5. Keterlibatan ahli
6. Pemeriksaan Ulang 60 hari
7. Zero Reporting
TENJO PR.PANJANG
GN. SINDUR
CILEUNGSI
GN.PUTRI
PARUNG

JONGGOL
CIBINONG KLAPANUNGGAL
CISEENG TAJUR BJ.
HALANG GEDE
RUMPIN
CIGUDEG CARIU
KEMANG
JASINGA
RANCA CITEUREUP
BUNGUR

CIBUNGBULANG
LW.SADENG TANJUNGSARI
SUKAMAKMUR
CIAMPEA BBK.MADANG
Dramaga SUKARAJA

LEUWILIANG CIOMAS
SUKAJAYA MG.MENDUNG

TM.SARI
NANGGUNG CISARUA
TENJO
CIGOMBONG
LAYA
CIAWI
PAMIJAHAN Keterangan
CIJERUK

CARINGIN Kasus Polio : 0


Kasus AFP 2016 : 12
PENANGGULANGAN KLB

Penetapan KLB didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, sosial budaya,


keamanan, ekonomi yang berdampak menimbulkan malapetaka di
masyarakat tata cara penetapannya yaitu dengan melakukan investigasi yang
meliputi

Persiapan
1. Lapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Telp/ HP / Form W1 <24Jam
2. Menyiapkan tenaga ( Tim gerak cepat) yang terdiri dari lintas program
3. Menyiapkan bahan dan alat (instrumen) penanggulangan KLB pengamatan
penyakit sesuai dengan penyakit yang berjangkit seperti ; Kaporit, Abate,
neddle, wing neddle, pot specimen, botol specimen, vaccin carier, cold pack,
label, Bed, Form pelacakan kasus, juknis penanggulangan penyakit menular,
masker, sarung tangan, stetoskop, termometer, timbangan, obat-obatan dll
4. Menyiapkan Posko pelayanan kesehatan
5. Persayaratan administrasi
6. Berkordinasi dengan lintas sektor di wilayah kecamatan setempat
Pelaksanaan

1. Pengobatan terhadap penderita


2. Pendirian Posko pelayanan kesehatan
3. Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi di lokasi kejadian
4. Pelacakan kasus dengan menggunakan Form Investigasi KLB
disesuiakan dengan jenis penyakit yang sedang berjangkit
5. Pengambilan specimen/sampel pada penderita maupun pada kontak
(keluarga/teman sepermainan dll) disesuaikan dengan jenis penyakit
yang berjangkit (Sampel darah, urine, muntahan, tinja, dan bebearapa
jenis sampel tertentu dilakukan oleh BLK Prop/BBTKL/ Litbangkes RI. dll)
6. Pencegahan dan pemberian kekebalan terhadap populasi rentan
7. Pemusnahan penyebab penyakit
8. Penyuluhan
9. Monitoring kasus dilakukan selama 2 kali masa inkubasi suatu penyakit
10. pelaporan
Upaya Penanggulangan Wabah
(UU No.4 tahun 1984)

1. Penyelidikan Epidemiologi
2. Pemeriksaan, Pengobatan, Perawatan, serta
Isolasi / karantina bila diperlukan
3. Pencegahan & Pengebalan
4. Pemusnahan penyebab penyakit
5. Penanganan jenazah
6. Penyuluhan
7. Upaya penanggulangan lainnya.
DISTRIBUSI FREKUENSI KLB MENURUT JENIS PENYAKIT
DI KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2011 Okt 2016

NO KLB 2011 2012 2013 2014 2015 2016

1 Keracunan Makanan 2 10 8 5 9 2
2 Suspek H5N1 0 3 1 1 2 0
3 H5N1 0 1 0 0 0 0
4 Diare 0 0 0 0 0 0
5 H1N1 0 0 0 0 0 0
6 Hepatitis A 1 0 0 0 2 1
7 Campak 2 0 0 0 0 3
8 Difteri 2 1 1 0 1 7
Jumlah 7 15 10 6 14 13
Sumber Laporan STP KLB
TENJO PR.PANJANG
GN. SINDUR
CILEUNGSI
GN.PUTRI
PARUNG

JONGGOL
CIBINONG KLAPANUNGGAL
CISEENG TAJUR BJ.
HALANG GEDE
RUMPIN
CIGUDEG CARIU
KEMANG
JASINGA
RANCA CITEUREUP
BUNGUR

CIBUNGBULANG
LW.SADENG TANJUNGSARI
SUKAMAKMUR
CIAMPEA BBK.MADANG
Dramaga SUKARAJA

LEUWILIANG CIOMAS
SUKAJAYA MG.MENDUNG

TM.SARI
NANGGUNG CISARUA
TENJO
CIGOMBONG Keterangan
LAYA
CIAWI
PAMIJAHAN
CIJERUK
KLB HEPATITIS A
CARINGIN KERACUNAN
MAKANAN
CAMPAK
DIFTERI
PELAPORAN PROG SURVEILANS

PELAPORAN PROGRAM SURVEILANS TAHUN 2016 SUDAH


MENGGUNAKAN EMAIL :

1.SKDR/EWARS : ewarskabbogor@yahoo.com
2.W2 : ewarskabbogor@yahoo.com
3.SURVEILANS PD31 : surveilanskabbogor@yahoo.co.id
4.STP : surveilanskabbogor@yahoo.co.id
5.PROGRAM PTM : ptmkabbogor@gmail.com