Anda di halaman 1dari 35

REFERAT

HERNIASI OTAK

FIKI SETIAWAN
1102012086

Pembimbing:
Dr. H. Nasir Okbah Sp.S
ANATOMI
Definisi

Perpindahan
Peningkatan
jaringan otak Efek dari
tekanan
melalui atau massa
intrakranial
antar wilayah
EPIDEMIOLOGI

42% kasus di amerika pada trauma kapitis


indonesia
Asia 76.3% tidak
pasca ada data
trauma
dan tumor otakkapitis dan
tumor otak
ETIOLOGI

Trauma Tumor Abses

Stroke Hidrocepalus Perdarahan


PATOFISIOLOGI

Kompensasi
Peningkatan Kellie csf dan
Etiologi Pergeseran Herniasi
Tik Monroe adaptasi
otak
Kompensasi CSF
Kebutuhan glukosa : 75 mg/ dl
Kebutuhan O2 : 500cc/ menit

Normal CBF : 53cc/100gr jar otak/ menit


Kompensasi otak : 3.5 cc/ 100g jar otak/ menit
Cbf turun : 20-25 cc : Autoregulasi otak
: 18cc : Brain Electrical Failure
: 15cc : Gg hematosensorik Hipopotensial
:10-15cc : Penumbra (3-6jam golden periode)
: <10cc : Ionic Failure
PATOFISIOLOGI

PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL (TIK) SAMPAI TERJADINYA HERNIASI :


HIPOTESIS MONRO-KELLIE MEMBERIKAN SUATU CONTOH KONSEP PEMAHAMAN PENINGKATAN
TIK. TEORI INI MENYATAKAN BAHWA TULANG TENGKORAK TIDAK DAPAT MELUAS SEHINGGA BILA
SALAH SATU DARI KETIGA RUANGANNYA MELUAS, DUA RUANG LAINNYA HARUS
MENGKOMPENSASI DENGAN MENGURANGI VOLUMENYA (APABILA TIK MASIH KONSTAN).
MEKANISME KOMPENSASI INTRAKRANIAL INI TERBATAS, TETAPI TERHENTINYA FUNGSI NEURAL
INI DAPAT MENJADI PARAH BILA MEKANISME INI GAGAL. KOMPENSASI TERDIRI DARI
MENINGKATNYA ALIRAN CSF KE DALAM KANALIS SPINALIS DAN ADAPTASI OTAK TERHADAP
PENINGKATAN TEKANAN TANPA MENINGKATKAN TIK. MEKANISME KOMPENSASI YANG
BERPOTENSI MENGAKIBATKAN KEMATIAN ADALAH PENURUNAN ALIRAN DARAH KE OTAK DAN
PERGESERAN OTAK KEARAH BAWAH ATAU HORIZONTAL (HERNIASI) BILA TIK MAKIN MENINGKAT.

Etiologi Peningkatan tik kellie-monro hipotesis-


kompensasi oleh aliran csf- adaptasi otak- pergeseran otak
kearah bawa/ horizontal ( herniasi) bila tik makin meningkat
Klasifikasi

Supratentorial
1. Subfalcine ( Cingulate )
2. Transalar
3. Central (transtentorial)
4. Post Surgical/ Post Trauma
(Fungus Cerebri)

Infratentorial
1. Upward (upward cerebellar or upward transtentorial)
2. Tonsillar (downward cerebellar)
Normal Antomy
Subfalcine/ Cingulate
Gyrus cingulate tertekan ke falx
Bagian gyrus kontralateral gyrus cingulate dan corpus collosum
tertekan

Klinis :
Tekanan pada arteri cerebral anterior infark pada Frontal lobe
Subfalcine/ Cingulate
Transalar Herniasi
Penekanan dapat bersifat ascending atau descending
Penekanan massa dari frontal
Sifat penekanan kebelakang dan kebawah
Small Herniasi : Efek pada Gyrus Orbital
Larger Herniasi : Efek gyrus rektus

Klinis :
Pergeseran ke belakang menekan A carotis Media ke spenoid wing
Pergeserang ke atas menekan A carotis Interna
Transalar Hernia
Transtentorial Herniasi
Herniasi Uncus
Penekanan dapat bersifat ascending atau descending
Efek masa bersifat sentral
Menekan Midbrain

Klinis :
Lateralisasi mata terfixir dan dilatasi pupil
Infark pada Uncus dan Parahippocampus
Hidrocepalus tipe obstruktif
Duret Hemoragik
Gangguan Irama jantung dan pernafasan
Transtentorial Hernia
Tonsilar Herniasi
Cerebellum turun ke foramen magnum
Karena massa pada Infra/ supratentorial
Menekan A cereblum posterior dan anterior- infark cerebelum
Tonsilar Hernia
Post surgical/Trauma defect
Herniasi
Sering pada trauma masif tidak terkontrol
Jaringan berpindah dari tek kuat- tek rendah
Fungal cerebri
Post surgical/Trauma defect
Herniasi
HERNIASI SENTRAL

PADA HERNIASI SENTRAL (JUGA DIKENALI SEBAGAI HERNIA TRANSTENTORIAL),


DIENSEFALON DAN LOBUS TEMPORAL PADA KEDUA HEMISFER CEREBRII DITEKAN OLEH
NOTCH PADA TENTORIUM CEREBRAL. HERNIA TRANSTENTORIUM BISA TERJADI APABILA
OTAK BERGESER KE ATAS MAUPUN KE BAWAH MELEWATI BATAS TENTORIUM YANG DIKENALI
SEBAGAI HERNIA TRANSTENTORIUM ASENDENS DAN DESENDENS. NAMUN HERNIA INI BISA
MENYEBABKAN ROBEKNYA ARTERI BASILAR SEHINGGA BERLAKU PERDARAHAN YANG
DISEBUT DURET HEMORRHAGE. HERNIASI INI SELALU BERAKHIR DENGAN KEMATIAN
HERNIASI UNCAL

PADA HERNIASI UNCAL, HERNIA TRANSTENTORIUM YANG SERING, BAGIAN PALING DALAM PADA
LOBUS TEMPORAL YAITU UNCUS BISA SANGAT TERHIMPIT SEHINGGA MELEWATI TENTORIUM DAN
MENYEBABKAN TEKANAN YANG TINGGI PADA BATANG OTAK TERUTAMA MIDBRAIN. TENTORIUM
MERUPAKAN STRUKTUR DALAM TENGKORAK KEPALA YANG TERBENTUK DARI LAPISAN MENINGEA
YAITU DURA MATER. JARINGAN BISA TERKELUPAS DARI KORTEKS CEREBRAL DIMANA PROSES INI
DINAMAKAN SEBAGAI DEKORTIKASI. UNCUS INI AKAN MENEKAN NERVUS KRANIALIS KE-3 YANG
BERFUNGSI MENGONTROL INPUT PARASIMPATIS PADA ORGAN MATA. KEADAAN INI AKAN
MENGGANGGU TRANSMISI NEURAL PARASIMPATIS SEHINGGA MENYEBABKAN PUPIL PADA MATA
TERKAIT AKAN BERDILATASI DAN GAGAL UNTUK BERKONSTRIKSI APABILA ADANYA RESPON CAHAYA
SEBAGAIMANA SEHARUSNYA. MAKA DENGAN ADANYA GEJALA DILATASI PUPIL YANG TIDAK BERESPON
DENGAN CAHAYA, ITU MERUPAKAN TANDA PENTING ADANYA PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL.
DILATASI PUPIL SERING DIIKUTI DENGAN BEBERAPA GEJALA LAIN KOMPRESI NERVUS KRANIALIS KE-3
YAITU DEVIASI BOLA MATA KEARAH ATAS DAN BAWAH .
HERNIASI SEREBRAL

PENINGKATAN TEKANAN DALAM FOSSA POSTERIOR AKAN MENYEBABKAN


SEREBELUM BERGESER KE ATAS MENDORONG TENTORIUM KEARAH ATAS ATAU
DIKENALI SEBAGAI HERNIASI SEREBRAL. MIDBRAIN AKAN TERDORONG KE
TENTORIUM, SEHINGGA MENYEBABKAN MIDBRAIN IKUT TERDORONG KE
BAWAH.
HERNIASI TONSILLAR

PADA HERNIASI TONSILLAR, YANG JUGA DIKENALI SEBAGAI HERNIASI SEREBRAL KE


ARAH BAWAH, TONSIL SEREBRAL AKAN BERGESER KE BAWAH MASUK KE FORAMEN
MAGNUM DAN MENYEBABKAN KOMPRESI PADA DISTAL BATANG OTAK DAN PROKSIMAL
DARI KORDA SPINALIS SERVIKAL.
HERNIASI TONSILLAR JUGA DIKENALI SEBAGAI MALFORMASI CHIARI, ATAU
MALFORMASI ARNOLD CHIARI (ACM). SEKURANG-KURANGNYA TERDAPAT TIGA TIPE
MALFORMASI CHIARI YANG DITEMUKAN YANG MANA MASING-MASING MENIMBULKAN
PROSES PENYAKIT YANG BERBEDA DENGAN SYMPTOM DAN PROGNOSIS YANG
BERBEDA. KONDISI INI BISA DITEMUKAN DENGAN ADANYA PASIEN YANG BERSIFAT
ASIMPTOMATIK DAN ADA PULA YANG BERSIFAT BERAT SEHINGGA MENGANCAM NYAWA.
HERNIASI SINGULATA

PADA HERNIASI SINGULATA ATAU SUBFALCINE, YANG PALING SERING YAITU BAGIAN
PALING DALAM PADA LOBUS FRONTALIS AKAN TERDORONG KE FALX SEREBRI.
HERNIASI SINGULATA BISA TERJADI APABILA SALAH SATU DARI HEMISFER
MEMBENGKAK DAN MENDESAK GIRUS SINGULATA KEARAH FALX SEREBRI. WALAUPUN
KEADAAN INI TIDAK TERLALU MENEKAN BATANG OTAK SEPERTI TIPE-TIPE HERNIASI
YANG LAIN, NAMUN BISA MEMBERIKAN EFEK PADA PEMBULUH DARAH YANG
BERDEKATAN DENGAN LOBUS FRONTALIS TEMPAT TRAUMA YAITU ARTERI SEREBRAL
ANTERIOR ATAU BISA MENJADIPROGRESIF KE HERNIA SENTRAL. KESAN TERHADAP
PEMBULUH DARAH AKAN MENYEBABKAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL YANG
BERBAHAYA SEHINGGA BISA MEMBURUK MEMBENTUK HERNIASI YANG LEBIH BERAT.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
MRI
CT-SCAN
PEMERIKSAAN PENUNJANG
- MRI
- CT SCAN
PENATALAKSANAAN
HERNIASI OTAK MERUPAKAN SUATU KASUS GAWAT DARURAT. PENANGANAN UTAMA HARUSLAH MENYELAMATKAN NYAWA PASIEN. UNTUK MENCEGAH DARI TERJADINYA KEKAMBUHAN DARI HERNIASI OTAK, MAKA PENANGANAN HARUS BERTUJUAN UNTUK MENURUNKAN
PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL DAN MENURUNKAN EDEMA OTAK. HAL INI DAPAT DITANGANI DENGAN CARA BERIKUT:

- KORTIKOSTEROID SEPERTI DEXAMETHASONE, TERUTAMA UNTUK MENURUNKAN EDEMA OTAK.


- MANITOL ATAU PEMBERIAN DIURETIK YANG LAIN.
- DRAINASE PADA OTAK DENGAN TUJUAN UNTUK MENGELUARKAN CAIRAN BERLEBIHAN DARI OTAK, TERUTAMA PADA KASUS OBSTRUKSI MEKANIKAL YAG MENYEBABKAN HERNIASI.
- PENGALIRAN DARAH KELUAR PADA KASUS PERDARAHAN MASIF YANG MENYEBABKAN HERNIASI, WALAUPUN PROGNOSIS PADA KASUS SEPERTI INI JELEK.
- PEMASANGAN INTUBASI ENDOTRAKEAL DAN PEMASANGAN VENTILASI UNTUK MENURUNKAN KADAR KARBON DIOKSIDA DALAM DARAH.
- OPERASI DENGAN MENGANGKAT MASSA TUMOR YANG MENYEBABKAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL ATAU DRAIN KATETER VENTRIKULER EKSTERNA DENGAN TUJUAN UNTUK PENGALIRAN LCS KELUAR PADA KASUS AKUT ATAU DENGAN CARA VP-SHUNT
-PUNGSI LUMBAR ADALAH SUATU KONTRAINDIKASI SEKIRANYA CURIGA ADANYA KELAINAN MASSA YANG MENYEBABKAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL.
TATALAKSANA

Kortikost
eroid

Intubasi Drainasi
Menurunkan
TIK dan udem
cerebri

Cairan
hiperos Operasi
molar
KOMPLIKASI

- GANGGUAN NEUROLOGI YANG PERSISTEN


- KEMATIAN OTAK
PROGNOSIS

HERNIASI OTAK YANG TERJADI PADA LOBUS TEMPORALIS


ATAU SEREBELLUM, MAKA PROGNOSISNYA JELEK YAITU
KEMATIAN. NAMUN PADA HERNIASI OTAK DI DAERAH LAIN
MEMBERIKAN PROGNOSIS YANG TERGANTUNG DARI
DERAJAT BERATNYA DAN PENYEBAB HERNIANYA.
DAFTAR PUSTAKA

McComb JG, Davis RL. Choroid plexus, cerebrospinal fluid, hydrocephalus,


cerebral edema, and hemiation phenomena. In: Davis RL, Robertson DM, eds.
Textbook ofneuropathology. Baltimore: Williams & Wilkins, 1985:164-171 2.
Nguyen JP, Djindjian M, Brugieres P. et al. Anatomy: computerized correlations in
transtentorial brain herniation. J Neuroradioli989:16:181-196 3.
Klintworth GK. Paratentorial grooving of human brains with particular reference to
transtentorial herniation and the pathogenesis of secondary brainstem
hemorrhages. Am J Pathol 1968:53:391-408 4.
Reich JB, Sierra J. Camp W, et al. Magnetic resonance imaging: measurements
and clinical changes accompanying transtentorial and foramen magnum brain
herniation. Ann Neuroli993:33:159-170 5.
Aboulezz AO, Sartor K, Geyer CA, et al. Position of cerebellar tonsils inthe normal
population and in patients with Chiari malformation: a quantitative approach with
MR imaging. J Comput Assist Tomogr 1985:9:1033-1036 6.
Kaseff LG, Seidenwurm DJ, Nieberding PH, et al. Magnetic resonance imaging of
brain herniation into the middle ear. Am J Oto1i992:13:74-77
Koenig MA et al. Reversal of transtentorial herniation with hypertonic saline.
Neurology 2008 Mar 25; 70:1023.
TERIMA KASIH