Anda di halaman 1dari 110

Parasitologi

Parasitos artinya adalah jasad yang mengambil


makanan

Jadi ilmu yang mempelajari jasad yang hidup


untuk sementara atau tetap didalam atau
pada permukaan jasad lain dengan maksud unt.
mengambil makanan sebagian atau seluruhnya
dari jasad itu
Parasitisme

Menurut derajat parasitisme dibagi:

1. Komensalisme: suatu jenis jasad mendapat


keuntungan dari jasad lain akan tetapi jasad lain tidak

dirugikan.

2. Mutualisme: Hubungan dua jenis jazad yang


keduanya mendapat keuntungan.

3. Simbiosis : Hubungan premanen antara dua jenis


jasad dan tidak dapat hidup terpisah.

4. Predator (pemangsa): Adalah parasit yang


membunuh terlebih dulu mangsanya dan kemudian
memangsanya.
Parasit

1. Zooparasit=parasit yang berupa hewan dibagi

a. Protozoa=hewan bersel satu seperti amoeba.


b. Metazoa= hewan yang bersel banyak yang dibagi lagi
dalam helminthes (cacing) dan arthopoda (serangga).

2. Fitoparasit = parasit yang berupa tumbuh-tumbuhan


yang terdiri dari
a. bakteri
b. fungus (jamur)

3. Spirochaeta (Treponema pallidum, Borrelia,) dan


Virus (V.hepatitis, V.influenza, H5N1, V.herpes)
HOSPES
Hospes definitif: hospes tempat parasit hidup, tumbuh
menjadi dewasa dan berkembang biak secara seksual.

Hospes perantara: hospes tempat parasit tumbuh


menjadi bentuk infektif yang siap ditularkan kepada
manusia (hospes).

Hospes reservoar: hewan yang mengandung parasit dan


merupakan sumber infeksi bagi manusia.

Hospes paratenik: hewan yang mengandung stadium


infektif parasit tanpa menjadi dewasa; dan stadium infektif
ini dapat ditularkan dan menjadi dewasa pada hospes
definitif.
Vektor
Yaitu suatu jasad (biasanya serangga)
yang dapat menularkan parasit pada
manusia dan hewan.
Contoh: nyamuk Anopheles yang
menularkan parasit malaria dan Culex
sebagai vektor filariasis
Zoonosis
Adalah penyk. hewan yang dapat ditularkan
kepada manusia.
Contoh: balantidiosis disebabkan Balantidum
coli, suatu parasit babi yang ditularkan kpd
manusia.
Beberapa istilah:
hospes adalah spesies yg dihinggapi parasit.
Daur hidup:
Pada helminthes: stadium dewasa-telur dan
larva.
Pd protozoa: Stadium trofozoit (vegetatif) dan
kista.
Helmintologi
1. Nemathelminthes (cacing gilik, nema = benang)
Kelas nematoda pada stadium dewasa berbentuk bulat
memanjang, pada potongan transversal tampak rongga
badan dan alat-2, dan mempunyai alat kelamin terpisah.

2. Platyhelminthes (cacing pipih)


Kelas trematoda (cacing daun), berbentuk daun
badannya tidak bersegmen, mempunyai alat pencernaan.

3. Kelas cestoda (cacing pita), mempunyai badan berbentuk


pita dan terdiri atas skoleks, leher dan badan (strobila)
yang bersegmen (proglotid). Makanan diserap melalui
kulit badan (kutikulum).
Nematoda
(mempunyai spesies terbesar, dan berbeda-beda
dlm.daur hidup dan hub.hospes parasit)
Morfologi dan daur hidup: panjang beberapa mm
sampai lebih dari satu meter.
Biasanya sistem pencernaan, ekskresi dan reproduksi
terpisah.pada umumnya bertelur ttp ada yang vivipar
(melahirkan) dan berkembang biak secara
partenogenesis.

Cacing dewasa tidak bertambah banyak didalam


tb.manusia. Seekor cacing betina dapat mengeluarkn
telur atau larva 20 200.000 bt per hr.Telur dan larva
dikeluarkan melalui tinja.

Larva mengalami pergantian kulit. Bentuk infektif dapat


memasuki badan man. Dengan masuk secara aktif,
tertelan, atau vektor melalui gigitan.
Nematoda usus
(Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Ancylostoma
duodenale,Tricuris trichiura, Strongyloides stercorales,
Oxyuris vermicularis, Trichinella spiralis)
A. lumbricoides, satu-2nya hospes adalah manusia
penyakitnya disebut askariasis

Di Indonesia parasit ini ditemukan kosmopolitan prevalensi


( jml.pnyk tertentu dalm waktu tertentu)70% atau lebih
(survei 1970-1980).

Morfologi dan daur hidup, cacing ukuran 10-30


cm,cacing 22-35 cm.
Stdium dewasa hidup di rongga usus muda. Seekor
cacing dpt bertelur 100.000-200.000 bt sehari ( yg
dibuahi dan tidak dibuahi).telur yg dibuahi besarnya
60x45. Yg tidak dibuahi 90x40.
Daur hidup Ascaris lumbricoides
Telur bersama tinja keluar dari usus, Telur infektif
(telur matang) tertelan oleh manusia, menetas
diusus halus larva menembus dinding usus
masuk ke pembuluh darah atau saluran
limfejantungparu.
Larva di paru menembus dinding pembuluh
darahalveolusrongga alveolustrachea
melalui bronkus.
Dari tracheafaringbatuk,larva tertelan melalui
esofagus kmd menuju usus halus.Diusus halus
berubahcacing dewasa, bertelur dst
Patologi dan gejala klinis
Gejala timbul cacing dewasa dan larva.
Gangguan krn larva terjadi pd saat diparu. Pd org yg rentan
terjadi pendarahan alveolus dan gangguan diparu batuk,
demam, eosinofilia(lekosit granular).

Gangguan krn cacing dewasa lebih ringan. Kadang-2 gejala


gangguan usus ringan (mual,nafsu makan kurang, diare dan
konstipasi).Pada infeksi beratmalabsorbi malnutrisi.

Efek serious cacing menggumpal di dalam usus obstruksi


usus (ileus)
Pada keadaan tertentu cacing dewasa masuk sal.empedu,
kemudian masuk apendiks atau bronchus gawat darurat
tndakan operatif
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosa: pemeriksaan tinja langsung, bila
ditemukan telur askariasis.
Cacing dewasa bisa keluar sendiri lewat hidung,
mulut krn muntah, maupun melalui tinja.

Pengobatan : piperasin, pirantelpamoat,


mebenazol atau albenazol. Oksantel-pirantel
untuk infeksi oleh A.lumbricoides dan T.trichiura.
Toxocara canis dan Toxocara cani
Hospes :T.canis pada anjing,
T.cani pada kucing, pada manusia sebagai
penyakit mengembara (erratic parasite) nama penyakit
visceral larva migrans.

Morfologi: T.canis 3,6-8,5 cm, 5,7-10,0 cm.T.cati


2,5-7,8cm dan 2,5-14,0 cm.
Bentuknya~A.lumbricoides muda.
Pd.T.canis terdpt sayap servikal yang berberntuk spt
lanset,
T.cani bentuk sayap lebih lebar shg menyerupai ular
cobra.
Bentuk ekor kedua sp.hampir sama, ekor yg runcing.
ekor spt jari yang sedang menunjuk
Patologi dan gejala klinis
Penyakit yg disebabkan larva mengembara
visceral larva migrans dg gejala
eosinofilia, demam, hepatomegali.
Penyk. ini dpt disebabkan oleh larva
nematoda lain.
Pada manusia larva cacing ini tdk menjadi
dewasa dan mengembara di alat2 dalam
terutama hati.
Diagnosis
Reaksi imunologi dapat menegakkan
diagnosis ini, ttp menemukan larva atau
pot. larva susah ditegakkan.
Cestoda

Taenia solium (cacing pita pada


babi)taeniasis dan cysticerosis.
Taenia saginata(cacing pita pada
daging)taeniasis,
Diphyllobothrium latum(cacing pita pada
ikan)diphyllobothriasis,
Echinococcus granulosus(cacing pita
pada anjing) penyebab penyakit
unilocular hydatidcyst.
Cestoda(cacing pita)
mempunyai badan berbentuk pita dan terdiri
atas skoleks, leher dan badan ( strobila)
yang bersegmen (proglotid).
Bila proglotid mature(cukup umur) akan
meninggalkan scolex
Makanan diserap melalui kulit badan
(kutikulum).
Cacing tambang
(hookworm)
Beberapa species yang penting:
Necator americanus ---- manusia
Ancylostoma duodenale ----- manusia
Ancylostoma braziliense ----- kucing, anjing
Ancylostoma ceylanicum ----- anjing, kucing
Ancylostoma caninum ----- anjing, kucing
N.americanus dan A.duodenale
Cacing ini pada awalnya ditemukan di Eropa
pd.pekerja tambang cacing tambang
Hospes : manusia. nekatoriasi
ankilostomiasis
Daur hidup: Telur larva rabditiform larva
filariform menembus kulit kapiler darah
jantung kananparubronkustrachea
laringusus halus.
Morfologi dan daur hidup
Cacing betina 1cm, cacing jantan 0,8 cm. Bentuk
N.americanus sperti huruf S, A.duodunale sperti huruf
C.
Kedua mulut cacing ini besar dan N.americanus
mempunyai benda kitin. A.duodunale mempunyai dua
pasang gigi.

Daur hidup:
Telur larva rabdiformlarva filariform menembus
kulitkapiler darahjantung kanan
parubronkustrakea laring usus halus.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur pada
tinja segar. Pada tinja lama mungkin ditemukan
larva.Untuk membedakan kedua spesies ini dapat
dibiakkan pada biakakn Hirada Mori.

Pengobatan:
Pirantelpamoat pada beberapa hari berturut-turut.

Epidemiologi:
Penduduk Indonesia dipedalaman/diperkebunan.
Karena defikasi biasanya memakai tinja
Untuk menghindari infeksi dengan memakai sandal atau
sepatu
Enterobius vermicularis(Oxyuris vermicularis)
cacing kremi, pinworm, seatworm)
Satu-2nya hospes manusia -->`enterobiasis/
oksiuriasis . Habitat cacing dewasa dirongga sekum,
usus halus di dekatnya, usus besar. Makanannya isi
usus.

Telur bermigrasi kedaerah perianal.


Telur-2 ditemukan di dalam tinja.
Telur resisten terhadap udara dingin dan desinfektan.dalam
keadaan lembab dapat hidup selama 13 hari.
Infeksi terjadi bila tertelan telur matang atau telur dari daerah
perianal berpindah ke usus besar.(waktu 2minggu)
Gejala klinis
Iritasi didaerah sekitar anus, perineum (daerah
antara dua paha) dan vaginapruritus
lokal.penderita menggaruknyaluka garuk
Kurang nafsu makan, berat badan turun,
aktivitas meninggi, insomia, masturbasi

Diagnosis: dapat ditemukan telur dan cacing


dewasa diambil dengan anal swab pagi hari.
Pengobatan:Piperazin pagi hari dg 1 gelas air
dan kombinasi Pirvium pamoat dan tiabendazol
Penularan:
1. dari tangan ke mulut sesudah menggaruk
daerah perianal, tangan dapat
menyebarkan ke orang lain /diri sendiri
sesudah memegang benda-2 terinfeksi.
2. Debu yang mengandung telur kemudian
tertelan
3. Retrofeksi yi. Larva dari telur yang
menetas disekitar anus kembali ke usus.
Anjing dan kucing dapat menjadi sumber
infeksi krn telur menempel pada bulunya .
Penanggulangan:
kebersihan, kuku dipotong pendek.
Anak yg mengandung cacing kremi
supaya memakai celana panjang
supaya kasur tidak
terkontaminasi.makanan terhindar
dari debu.
Mikologi
Mykes dan logos=ilmu
Ilmu yang mempelajari jamur serta
penyakit yg. ditimbulkannya pada man.
Penyakit yang disebabkan jamur disebut
mikosis.
Mikosis superfisialis: mengenai
permukaan kulit, rambut, kuku.
Mikosis sistemik/ profunda: mengenai
alat dalam.
Sifat umum jamur
Perlu zat organik unt sumber energi.
1). Saprofit atau parasit.
2). Sistim enzimnya dapat mengubah
selulosa, KH, zat organik lain dari tmb.an
lain, binatang yang mati.
3). Bila masuk ke tubuh manusia
menimbulkan penyakit.
Morfologi
1. Khamir, sel-sel berbentuk bulat lonjong atau memanjang;
berkembang biak dengan membentuk tunas dan membentuk
koloni yang berlendir.

2. Kapang, Kapang terdiri dari sel-sel memanjang dan


bercabang yang disebut hifa. Hifa dapat bersekat sehingga
terbagi menjadi banyak sel, atau bersekat yang disebut hifa
senositik (coenocytic).,dpt berwarna atau jernih. Anyaman hifa
disebut miselium.
Hifa dpt berfungsi sebagai ;
pengambil makananhifa vegetatif
pembentuk sporahifa reproduktif
pengambil oksigenhifa udara
Spora dapat dibentuk secara seksual atau aseksual
(thallospora) dibentuk dari hifa reproduktif
Spora termasuk talospora
Blastospora yi.spora yg berbentuk tunas pada
permukaan sel, ujung hifa atu pada sekat atau
septum hifa semu.
Artrospora yi spora dibentuk langsung dari hifa dengan
banyak septumfragmentasiterbagi menjadi
banyak artrospora berdinding tebal.
Klamidospora dibentuk pada ujung hifaklamidospora
terminal.,ditengahinterkaler., menonjol kelateral
lateral
Aleuriosporapada ujung atu sisi hifa khusus
konidiospora.
Sporangiosporadidalam ujung hifa menggelembung
sporangium
Spora seksual
(dibentuk oleh 2 sel hifa)

Zigospora: dibentuk oleh 2 hifa sejenis


Oospora : dibentuk oleh 2 hifa tidak sejenis
Askospora: spora yg terdapat didalam askus
yang dibentuk oleh 2sel atau 2 jenis
hifa.
Basidiospora:dibentuk pada basidium sebagai hasil
penggabungan 2 jenis hifa.
Spora dapat berwarna atu tidak berwarna.
Pembagian berdasarkan sifat koloni, hifa dan
spora yg dibentuk oleh kapang dan khamir
Actinomycetes:
tergolong bakteri penyk yg ditimbulkan mirip dg
beberapa pnyk.jamur (mikologi)

Myxomycetes:Tdri dari sel2 motil stadium lanjut


sel2 bergabungmikologi

Chytridiomycetes yg patogen pada manusia


Rhinosporidium seeberi
Zygomycetes termasuk Mucor, Rhizopus, Absidia,
Mortierella, Cunninghamellamikosis pada
manusia dan beberapa bntang.

Ascomycetesspora pada askus,


saprofitpenyakit tumbuhan dan penyakit jamur
sistemik pada manusia.

Basidiomycetes:Stadium seksual dari


Cryptococcus neoformans patogen pada
manusia.
Deuteromycetesfungi imperfekti (semua kapang
yang belum dikenal stadium seksualnya).
Mikosis superfisial
yi: pnykt jamur yg mengenai kulit (stratum
cornium), rambut dan kuku.
Disebabkan:
1.Jamur bukan gol.dermatofita (tinea versikolor, Pitiriasis
vesikolor, otomikosis, Piedra hitam, Piedra putih,
onikomikosis, Tinea nigra palmaris).

2.Jamur gol dermatofitadermatomikosis.


Kelainan:bercak warnanya berbeda dengan kulit,
berbatas tegas disertai rasa gatal kadang2 tidak
bergejala.
Diagnosis:kerokan kulit diperiksa dengan larutan
KOHmikroskopis
Pitiriasis versikolor (panu)

Penyebab: Malassezia furfur (Pityrosporum furfur),


mudah ditemukan pada kulit penderita.

Morfologi: sukar dibiak, pada kulit penderita jamur


tampak sebagai spora bulat dan hifa pendek.

Patologi dan gejala klinis: bila hifa dan spora


melekat pada kulit man.infeksi. Lesi bercak
kecilbanyak menyebar disertai sisik.
Kelainan Kulit pada penderita panu or. Kulit
berwarna tampak jelas (hipopigmentasi), pada
orang kulit putih terjadi hiperpigmentasi
kelainan warna kulit ber-macam-2 (versikolor).

Daerah kelainan kulit : leher, muka, lengan,


dada, perut dll.Bila kulit disinari dengan
UVfluorescensi hijau biru (Woods light positif).
Pengobatan: Kelainan kecilpengobatan lokal dg.
Preparat salisil (tinktur salisil spiritus), bentuk
tinktur atau saleb: dari derivat imidazol
(mikonazol, isokonazol, klotrimazol, ekonazol),
tolnatat.

Bila telah menyebar keseluruh tubuh dengan obat


oral yang sistemik dari ketokonazol.
Otomikosis
Penyebab: Aspergillus, Penicillium, Mucor, Rhizopus
dan Candida.
Morfologi: lihat gambar.
Patologi klinis:
Mikosis superfisial mengenai kulit liang telinga bersifat
akut atau menahun.
Keluhan penderita rasa gatal dan rasa penuh di
dalam telingapendengaran terganggu.
Pada otomikosis menahun terdapat sisik2 yg.
mengandung jamur dapat meliputi seluruh kulit di
sekitar telinga sebelah luar.
Bila terjadi infeksi sekunderrasa gatal dan nyeri.
Pengobatan:mengeluarkan kotorannya, kmd. diberi obat
lokal anti jamur.
Piedra
piedra=batu
Infeksi jamur pada rambut, merupakan benjol yg keras
spt batu, berwarna hitam atau putih kekuningan.
Ada 2 macam piedra yi piedra hitam dan piedra putih

Piedra hitam: disebabkan oleh Piedraia hortai


(ascomycetes), membentuk spora seksual. Dalam
sediaan KOH pada rambut benjolan hitam ada yg
jernih, berbentuk bulat atau lonjong yi. askus berisi 2-8
askospora. Askospora lonjong agak lancip ujung2nya
meruncing.
Piedra hortai (Dematiaceae) pada sediaan langsung dari
koloni terlihat hifa hitam berseptum. Dalam koloni yang
padat tersebut juga dibentuk askus berisi askospora.

Patologi dan gejala klinis: rambut kontak dg spora


penyebab, terutama rambut kepala. Benjolan susah
dipisahkan dari rambut, bila dipaksakan rambut akan
patah.

Pengobatan: memotong rambut yang sakit, dapat mencuci


kepala setiap hari dengan lar. Sublimat 1/2000 atau
shampo yng mengandung antimikotik.
Piedra putih
Penyebab: Trichosporon beigelii (Moniliaceae), ditemukan
pada rambut ketiak dan pubis

Morfologi: benjolan lebih memanjang pada rambut dan


tidak padat.

Patologi dan gejala klinis: benjolan pada rambut kepala


warna putih kekuningan, juga dapat menginfeksi rambut
kumis dan janggut.

Pengobatan : Memotong rambut yang sakit atau mencuci


daerah yg terkena infeksi dengan lar. Sublimat
kons.1/2000 atau dengan shampo yang mengandung
ketokonazol
Onikomikosis
Penyebab: Candida dan dermatofita atau
Fusarium, Cephalosporium, Scopulariopsi,
Aspergillus.
Penyakit jamur pada kuku yg disebabkan
dermatofita tinea unguium (unguium=kuku)

Morfologi: Candida (jamur yg merup.sel ragi)


dan hifa semu.Dermatofita :jamur berkoloni
filamen dg. konidia yang khas untuk masing2
sp (lihat gb)
Patologi dan gejala klinis:
Dpt mengenai satu kuku atau lebih,
permukaan kuku tdk rata, tdak mengkilat,
rapuh dan mengeras.
Bila penyebabnya Candida ditemukan
radang jaringan di sekitar kuku).
Diagnosis: kerokan kuku pemerksaan
mikroskopik dg lar. KOH 10% atau biakan pada
agar Sabouraud kmd diamati koloninya.
Pengobatan: berupa cairan obat supaya masuk
ke sela-2 rongga kuku.yi tinktur antijamur (lar.
derivat azol).
Azol dpt pula secara oral. Unt. orang dg BB 60kg
atau lebih.Ketokonazol 1x400mg/hari;
itrakonazol1x400mg/harifluokonazol
1x100mg/hari
Dermatofitosis
Sinonim: tinea, ringworm, herpes sirsinata
Dermatofitosis adalah mikosis superfisialis pd jar. Yg
mengandung zat tanduk (keratin), yakni kuku, rambut,
stratum corneum pada kulit.

Penyebab: jamur dermatofita yg memp.sifat dpt


mencerna keratin.
Berdasarkan morfologinya dikelompokan menjadi 3
genus:
1. Trichophyton, 2. Microsporum, 3. Epidermophyton
Morfologi: lihat gambar.
Patologi dan gejala klinis
Genus Trichophyton dan Microsporum menimbulkan kelainan
rambut, kuli dan kuku.

Genus Trichophyton:
T.rubrum; T.menthagrophytes, T.concentricum,
T.tonsurans,T.violaceum, T.shoenleini, T.ferrugineum dan
T.verrucosum.

Genus Microsporum: M.canis; M.gypseum dan M.audouini


Genus Epidermiphyton: E.floccosum
Morfologi: lihat Gambar
Patologi dan gejala klinis
Genus Tricophyton dan Microsporumkelainan kulit, rambut dan
kuku
Genus Epidermophytonkelainan kulit dan kuku
Diagnosis: Pemeriksaan langsung kerokan kulit,
rambut dan kuku dg 10-20% KOH akan tampak hifa berseptum
dan bercabang. Biakan pada agar Sabouraud +antibiotik

Pengobatan:Obat topikal larutan spiritus atau salep yang


mengandung fungistatik (fungisid) dan kerolitik (sulfur dan asam
salisilat).Obat topikal yang mengandung derivat azol:mikonazol,
kotrimazol, ketokonazol, bifonazol, naftilin, terbinafin,
siklopiroksolamin, amorofin.

Penyakit menahun dengan infeksi sekunder dapat diberi obat oral


griseofulfin, ketokonazol (1x200-400mg/hari dan
itrakonazol1x100-200mg/hari)
Infeksi dermatofita
Nama penyk kulit lokasi fungi penyebab
T.corporis kulit licin T.rubrum,E.floccosum
(ringworm)
T.pedis antara jari kaki T.rubrum,T.mentagophytes,
E.floccosum
T.cruris lipatan paha T.mentagrophytes, M.canis
T.capitis kulitkepala T.menthagrophytes
T.barbae jenggot T.menthagorphytes
T.unguium kuku T.rubrum,T.menthagrophytes
E.floccosum
Dermatophytid jari-2, badan tidak ada infeksi fungi.
krn infeksi sekunder oleh bakteri
Jamur-jamur dibawah kulit
Jamur masuk kedalam jaringan dibawah
kulit(subkutan) sehingga menimbulkan
penyakit.penyebaran melalui saluran getah
bening.

1.Sporothrix schenckii:jamur ini hidup pada


kayu-2sporothrikhosis suatu infeksi
granuloma menahun, bila masuk kadalam kulit
melalui trauma.menyebar sepanjang aliran
getah bening regonal, jamur ini bersifat
dimorfik.
Morfologi dan identifikasi
M.o ini terdapat dalam nanah dan jaringan yang
terinfeksi.
Mikroskpik:
sel bertunas, bulat sampai berbentuk cerutu, Gram
positif.
Makroskopik:
Biakan Sabourouds dalam 3-5 hari berwarna krim
sampai hitam,menyerupai kulit, pembentukan
pigmen bervariasi.Konidia berbentuk ovoid terletak
pada ujung konidiofor, serta sepanjang hifa yang
tipis.Biakan pada 37oC menghasilkan sel-2 bertunas
berbentuk sferis sampai ovoid.
Patogenesis

Jamur masuk ke dalam kulit anggota gerak melalui


trauma.Lesi lokan salurau tukak, dan berbentuk
sebagai pustula, abses, atau tukak dan saluaran
getah bening dari tempat ini menjadi tebal.Secara
histologik lesi-lesi menunjukkan peradangan
menahun dan granulomatosa yang mengalami
nekrosis.

Tes diagnosis laboratorium:


nanah atau biopsi dari lesi; pemeriksaan
mikroskopik(lihat gb) dan makroskopik pada
media agar Sabourauds dan serologi dengan
aglutinasi suspensi partikel latexdg diliputi Antigen
penderita dengan titer yang tinggi.
Pengobatan
Infeksi sembuh sendiri pada beberapa
kasus. Kalium Jodida diberikan per oral
selama berminggu-minggu.Pada
serangan sistemik diberikan Amphoterisin
B secara intravena.Kadang- kadang
diberikan ketokonazol per oral
Khromomikosis
Adalah suau infeksi kulit granulomatosa progresif
lambat dan disebabkan beberapa spesies jamur
hitam: Phialophora verrucosa (Fonsecaea) dan
Cladosporium carronii.

Morfologi dan Identifikasi:


Dalam eksudat dan jaringan, jamur-2 ini
menghasilkan sel-2 coklat tua, berdinding tebal
dan coklat, bulat garis tengah 5-15m, yang
membelah dengan pembentukan septa.Koloni
pigmentasi abu-2 sampai coklat hitam.Permukaan
seperti beludru.
a. P.verrucosa: konidia dihasilkan oleh
fialida berbentuk sperti pot bunga.

b. P.pedrosoi:konidia berbentuk seperti


rantai pendek bercabang (kadang-2 tidak
bercabang) dengan sel terminal bertunas
membentuk konidium baru.

c.C.carrionii:berbentuk konidia panjang


berantai dan bercabang pada konidiofora
yang memanjang
Patogenesis
Jamur masuk melalui trauma kedalam kulit, seringkali
menyerang tungkai dan kaki.

Setelah berbulan-bulan/bertahun-tahun pertumbuhan


seperti kutil tersebar sepanjang aliran getah bening
yang berasal dari daerah yang terserang.

Nodula seperti bunga kol disertai abses-abses berkrusta


akhirnya menutupi daerah tersebut, terjadi elefantiasis
akibat obstruksi dan fibrosis saluran getah bening.
Penyebaran ketubuh lainnya sangat jarang terjadi.
Diagnosa laboratorium
Mikroskopik: preparat ditetesi Kalium Jodida
10% ditutup dengan gelas penutup, mencari
sel-2 jamur yang bulat dan gelap.
Biakan: dengan biakan agar Sabourouds

Pengobatan:
Flusitocin, 150 mg/kg/hari melalui mulut.
Tabendazol, 25mg/kg/hari melalui mulut.
Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk
membuang lesi-2 dan dilakukan pencakokan
kulit.
Jamur-jamur sistemik
Mikosis sistemik disebabkan oleh jamur tanah.
Infeksi diperoleh melalui inhalasi dan sebagian
besar infeksi adalah asimptomatis.
Penyebaran penyakit simptomatik menyerang
setiap organ.
Semua jamur ini bersifat dimorfik, mempunyai
daya adaptasi morfologik yang baik terhadap
jaringan atau pertumbuhan pd 37 0C.
Coccidioides immitis
Adalah jamur tanah penyebab
koksidioidomikosis. Infeksi bersifat endemik
pada tanah kering di Amerika Serikat dan
Amerika Latin. Infeksi biasanya sembuh
sendiri, penyebarannya jarang terjadi, tetapi
dapat mematikan.
Morfologi dan Identifikasi
Mikroskopik:
Pada seksi jaringan, dalam nanah, dalam dahak:tampak
sebagai bola(=sferul) dengan garis tengan 15-60 m,
endospora terbentuk dalam sferul dengan dinding
yang tebal, berbias ganda.
Bila dinding sferul pecah endospora mengalir ke
jaringan sekelilingnya dan membentuk sferul baru.
Bila ditumbuhkan pada agar Sabourouds terbentuk
koloni putih sampai coklat seperti kapas.
Hifa aerial bergantian membentuk
artrospora dan sel-2 kosong.Hifa mudah
pecah dan mengeluarkan spora.
Artrospora, ringan, mengapung diudara
sangat mudah menimbulkan infeksi.
Artrospora bila diinokulasi pada binatang
atau terhirup oleh manusia, spora yang
menular ini menjadi sferul jaringan. Sferul
bisa didapat dengan membiakan C.immitis
dg cara-2 khusus
Patogenesis
Infeksi didapat melalui inhalasi artrospora yang
terdapat di udara Penyakit menyerupai
influenza, demam, lesu, batuk dan rasa sakit
terjadi di seluruh tubuh.Sekitar 5-10% individu
mengalami hipersensitivitas, eritema multiform.
Komplek gejala-2 ini dinamai valley fever atau
desert rheumatism dan sembuh sendiri.Dari
hasil radiologik terlihat rongga-2 pada paru-2,
dapat sembuh atau menjadi kronik.
Pada ras tertentu (Filipina, bangsa kulit hitam,
atau bangsa Meksiko sangat sensitif).
Demikian pada orang hamil yang biasanya
kadar estradiol dan progesteron juga sensitif.
Secara histologik, lesi merupakan granuloma
yang khas dan diselang-seling oleh supurasi.
Tes diagnosis laboratorium.
Bahan terdiri dari dahak, nanah, cairan spinal
bahan biopsi dan darah untuk serologi

Mikroskopik: terhadap pemeriksaan sferul yang


khas

Makroskopik: biakan pada agar darah suhu


37oC dan agar Sabourouds pada 20 oC
Inokulasi pada binatang: Tikus disuntik
intraperitonial lesi-2 progesif dari koksidioides
dapat ditumbuhkan

Serologi: Tes imuno defusi dapat ditemukan Ig M


dan Ig G setelah 2-4 mingguinfeksi.

Tes Kulit: Indurasi maksimal antara 24 dan 48 jam


setelah penyuntikan, 0,1 mL pengenceran 1:100
Pengobatan
Pada infeksi primer dapat tumbuh sendiri
hanya dg pengobatan suportif.
AmphotericinB secara intravena (0,4-0,8
mg/kg/hari) selama beberapa bulan. Mikonazol
dan ketokonazol untuk infeksi paru-2 menahun.
Histoplasma capsulatum
H.capsullatum adalah suatu jamur tanah dimorfik yang
terdapat di banyak tempat di dunia, menyebabkan
histoplasmosis, suatu mikosis intrasel dari sistem
retikuloendotelial.
Stadium seksual, askommisetosa jamur dinamakan
Emmonsiella capsulata.
Morfologi dan Identifikasi
H.capsulatum membentuk sel-2 lonjong bertunas
uninukleat, 2-4m dalam sel-2 fagosit dieramkan pada
biakan agar miring glukosa sistein.Pada agar
Sabourouds terdapat koloni putih seperti kapas
sampai coklat.
Patogenesis
Infeksi terjadi melalui saluran
pernafasanKonindia terhirup menyebar
keseluruh tubuh, sebagian besar infeksi
asimptomatik. Banyak menginfeksi saluran
pernafasan dan paru-2 pneumonia. Banyak
menginfeksi individu-2 yang kekebalannya
menurun.
Tes Diagnosis Laboratorium
Sampel: dahak, air kemih, kerokan dari lesi
biopsi sumsum tulang, kulit, kelenjar getah
bening untuk pemeriksaan histologik. Untuk
pemeriksaan serologik dari darah
Pemeriksaan mikroskopik: Sel-2 lonjong
ditemukan intrasel pada histologik sumsum
tulang/ darah dengan pewarnaan Giemsa.
Biakan:membentuk sel-2 lonjong bertunas
uninukleat, 2-4m dalam sel-2 fagosit
dieramkan pada biakan agar miring glukosa
sistein.Pada agar Sabourouds terdapat koloni
putih seperti kapas sampai coklat.
Serologi
Tes aglutinasi latex, persipitasi dan
imunodifusi menjadi positif dalam 2-5
minggu infeksi.
Pada tes imunodifusi , 2 pita presipitin
bersifat diagnostik. Satu (H)
histoplasmosis aktif, lainnya (M) dapat
timbul dari tes kulit yang berulang.
Tes kulit: Tes kulit histoplasmin(1:100)
positif infeksi
Pengobatan
Pengobatan suportif, istirahat untuk
histoplasmosis paru-2 primer asimptomatik.
Amfoterisin B dan ketokonazol.
Jamur-jamur oportunistik
Candida albicans adalah jamur lonjong bertunas
menghasilkan pseudomiselium dalam biakan
maupun dalam eksudat.Flora normal selaput
lendirsaluran pernafasan,saluran pencernaan
dan genitalia wanita.Bila pada penderita yang
kekebalannya menurun menjadi patogen.
Morfologi dan Identifikasi
Mikroskopik eksudat: Ragi lonjong, Gram
positif, 2-3 x 4-6m, memnjang menyerupai
hifa (pseudohifa). Pada agar Sabourouds
yang dieramkan pada suhu kamar berbentuk
koloni-2 lunak berwarna krim berbau
ragi.C.albicans meragikan glukosa dan
maltosa asam dan gas.
Patogenesis
Dapat menyebar keseluruh tubuh.Candida dapat
dibawa aliran darah kebanyak organ, termasuk
selaput otak, penyebaran terjadi pada
penderita yang kekebalannya
menurunmisalnya mereka yang menerima
terapi kanker, penderita limfoma,
AIDS,perbaikan sementara dengan pemberian
imunomodulator lain.
Gambaran klinik
Mulut: infeksi mulut (sariawn) pada bayi
bercak-2 putih.

Genitalia wanita:Vulvovaginitis menyerupai


sariawan, iritasi, gatal, pengeluaran sekret.
Dabetes melitus, kehamilan, progesteron,
pengobatan antibiotik menimbulkan
predisposisi terhadap penyakit
Kulit:pada tempat-2 yang basah, hangat
(ketiak, lipatan paha, skrotum, lipatan
dibawah payudara, kulit diantara jari-2.
Daerah infeksi merah, mengeluarakan
cairan.
Kuku: rasa sakit, bengkak kemerahan dari
lipatan kuku.

Paru-2 dan organ lain: merupakan invasi


sekunder paru-2, ginjal dan organ-2 lain
dimana terdapat penyakit sebelumnya
(Tuberkulosis, kanker, leukemia). Endokaditis
Candida akibat C.parapsilopsis) pada pecandu
narkotika.
Tes Diagnostik Laboratorium
Bahan usapan dan kerokan permukaan lesi,
dahak, eksudat dan bahan yang ditularkan
dari kateter intravena.
Mikroskopik: Dahak, eksudat, trombi Gram
terhadap pseudohifa. Kerokan kulit dengan
10% KOH.
Biakan: agar Sabourouds dieramkan pada
suhu kamar pseudohifa.
Pengobatan
Candida sistemik dengan ketokonazol secara oral 200-
600mg/hari. Ampoterisin B 0,4-0,8 mg/kg/hari I.V.
Kadang-2 dikombinasi dengan flusitosin 150/kg/hari.

Gentian ungu 1% untuk sariawan topikal, ester-2 asam


parahidroksibenzoat Napropionat, kandisudin,
mikonazol 2% untuk vaginitis.
Cryptococcus neoforman
Suatu ragi/yeast yang ditandai adanya selubung
karbohidrat yang tebal dalam biakan dan dalam cairan
jaringan. Ditemukan dalam jumlah besar pada tinja
burung merpati yang kering. Penyakit pada manusia
umumnya oportunistik
Morfologi dan identifikasi:
Pada cairan spinal atau jaringan berbentuk bulat lonjong.
Hifa aerial bergantian membentuk artrospora dan sel-2
kosong. Hifa mudah pecah dan mengeluarkan
spora.Artrospora, ringan, mengapung diudara sangat
mudah menimbulkan infeksi.Artrospora bila diinokulasi
pada binatang atau terhirup oleh manusia, spora yang
menular ini menjadi sferul jaringan. Sferul bisa didapat
dengan membiakan C.immitis dg cara-2 khusus
Diagnosis cepat dengan pewarnaan
negatif dengan tinta India. Dimana kapsul
akan terlihat jernih jelas disekeliling bulat
an lonjong(yeast). Identifikasi cepat untuk
sakit meningitis karena bakteri ini.

Pengobatan Amphotericin B dan flusitusin


Untuk melindungi pasien AIDS dari
meningococcol/meningitis diberikan
fluconazol.
Pada agar Sabourouds pada suhu kamar,
koloninya berwarna krem, mengkilat dan
mukoid.
Biakan tidak meragi/ memfermentasi
karbohidrat tetapi mengasimilasi glukosa,
maltosa, sukrosa, galaktosa, tetapi tidak
pada pada laktosa.
menghidrolisis urea
Tumbuh baik pada suhu 370C pada
perbenihan yang ada di lab. Dengan
syarat tidak mengandung sikloheksimida.
Aspergillosis
Penyakit yang disebabkan oleh jamur aspergillus
terutama Aspergillus fumigatus.
Aspergillus jarang bersifat patogen pada inang
kecuali bila daya tahan tubuh inang menurun dan
pasien diberikan pengobatan dengan antibiotik
spektrum luas.
Aspergillus ada dimana-mana tumbuh dengan
filamentus dengan konidia sangat banyak.
Terdapat di tanah dan debu dan diuraikan atau
membusuk karena bahan-bahan kimia.
Wabah dirumah sakit dapat terjadi tergantung pada
daya tahan tubuh pasien
Infeksi aspergillus akut
Infeksi aspergillus yang gawat dan fatal apabila
aspergillosis menyerang paru-paru infeksi paru-
paru akut kemudian dapat menyebar keotak,
saluran pencernaan dan organ-organ lain.
Infeksi yang kurang berbahaya bila tidak terjadi
invasif pada paru-paru tetapi membentuk tonjolan
bulat dari jamur (aspergilloma), suatu massa yang
padat dapat menempati rongga paru-paru pada
awal sakit.
Kecuali paru-paru juga dapat menyerang mata,
telinga, sinus hidung dan kulit
Diagnosis dan pengobatan

Deteksi mikroskopik dengan melihat adanya


massa padat dari hypha dan kan diisolasi
sebagai sampel pemeriksaan. Karakteristik dari
hifa yang bersepta, berbentuk V (kira-kira) sudut
450 yang membedakan dengan jamur mukor.
Karena jamur ini ada dimana-mana dapat
memberikan hasil positif palsu pada sampel.
Pengobatan

Pembedahan pada bola jaringan mengeras


karena massa hifa yang memadat.,
kemudian diberi antifungi amphoterisin B
Obat-obat antifungi yang lain:mikonazol,
ketokonazol, fluconazol, sedangkan
itrakonazol sangat efektif terhadap
Aspergillus osteomyelitis.
Mucormikosis
Infeksi ini disebabkan oleh jamur Rhizopus
oryzae (atau disebut Rhizopus arrhizus) atau
disebabkan anggota order mucorales seperti
Absidia corymbifera dan Rhizomucor
pusillus.Mucor juga ada dimana-mana termasuk
pada roti dan buah.
Infeksi karena mucor dapat karena daya tahan
tubuh menurun seperti lukabakar, leukemia,
dalam keadaan acidotic pada penderita diabetes
mellitus.
Pada kondisi infeksi dapat fatal dalam
seminggu, terjadi rhinocerebral
mucormycosis, infeksi terjadi pada saluran
nafas atau sinus, kemudian menjalar ke
langit-langit kemudian ke otak, infeksi
cepat berkembang sehingga kadang-
kadang tidak terdeteksi sampai pasien
meninggal.
Pengobatan
Infeksi dapat diobati dengan amphotericin
B dosis tinggi, kalau mungkin dengan
pembedahan dengan membersihkan pada
jaringan-2 tempat infeksi.
Obat antifungi yang lain tidak dapat
digunakan.
Pneumocystis jiroveci pneumoniae
Penyebab Pneumocystis jiroveci (P.carinii)
Infeksi ini dapat terjadi karena daya tahan tubuh
menurun oleh penderita HIV-1, merupakan jamur
oportunis dan 100% fatal bila tidak diobati.
Klasifikasi: Sebelumnya P. jiroveci termasuk protozoa,
tetapi pada penelitian lanjutan secara molekuler
termasuk fungi /ragi ascomycetes.

Patologi: Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang


tetapi berasal dari Pneumocystis jiroveci pada seseorang
yang daya tahan tubuhnya menurun yang tidak aktif
menetap pada paru-parunya. Setelah alveolinya
meradang,membentuk kista memproduksi eksudat dan
mengeluarkan gas
Diagnosis dan pengobatan
P. jiroveci tidak dapat dibiakkan.
Secara mikroskopik biakakan jaringan paru-paru
atau cucian paru-paru.

Pengobatan:Kombinasi sulfametosaksol dan


trimethroprim, hal ini juga digunakan untuk
propilaksis untuk melindungi pasien AIDS dari
infeksi jamur ini.
Protozoa
Protozoa termasuk dunia Protista
Morfologi:Bersel tunggal, dan membentuk koloni.
Satu koloni mewakili 1 unit bebas meskipun
fungsi khusus teramati beberapa sel.
Bentuk bulat sampai bulat telur, beberapa
memanjang bahkan mengubah bentuk waktu
bergerak pada permukaan.
Ukuran terkecil 10 m dan terbesar 200m.
Jenis tertentu berukuran 1 sampai 2mm, jadi
cukup besar untuk dilihat dengan mata biasa.
Struktur protozoa tidak berbeda dengan struktur
sel hewan lainnya.
Sel protozoa terdiri dari pelindung yan kuat
(=pelikel), membran plasma, lapisan sitoplasma
( =ektoplasma), sitoplasma dalam
(=endoplasma).
Didalam sitoplasma terdapat satu atau dua
nukleus, mitokondria (yang mengandung
seluruh kegiatan enzim) vakuola makanan
(rongga dalam sitoplasma yang mengandung
makanan untuk dicerna), dan satu atau lebih
vakuola kontraktil, yang mempompa keluar
kelebihan air. Mempunyai struktur untuk
mobilitas dan memastikan makanan.
Protozoa
Protozoa suatu sel sederhana tetapi sel ini
memungkinkan melangsungkan aktivitas yang
khas untuk kehidupan hewan, jadi sel ini
beroperasi dengan cara yang komplek.

Proses kehidupannya, merupakan hewan


aquatik dengan habitat yang berkisar dari
tetesan air di sekitar batu tanah sampai badan
air yang besar (sungai dan samudra).
Beberapa sebagai parasit obligat pada hewan.
Distribusinya meliputi seluruh dunia
menyebabkan penyakit kronis akut pada
manusia.
Nutrisi

Kebanyakan protozoa adalah holozoik artinya


makanan langsung ditelan sebagai partikel
padat melalui lubang mulut atau sitostoma.
Makanan yang ditelan umumnya bakteri, alga
atau protozoa lain.

Didalam vakuola makanan akan dipecah oleh


enzim yang dikeluarkan oleh protozoa partikel
lebih sederhana, sekali larut akan untuk sintesis
bahan sel atau dirombak menjadi energi. Bahan
yang tidak dipakai dikeluarkan. Bakteri parasit
memperoleh nutrisi dari inang.
Respirasi
Respirasi protozoa seperti pada fungi dan
bakteri secara difusi, yaitu oksigen
mendefusi ke dalam sel dan
karbondioksida yang terjadi kegiatan sel
mendefusi keluar sel. Suatu perbedaan
protozoa memerlukan banyak oksigen
sedangkan bakteri ada yang bisa hidup
tanpa oksigen.
Reproduksi
Hampir semua protozoa berkembang biak dengan seksual
dan aseksual.

Pembiakan secara aseksual kebanyakan membelah


membujur menjadi dua sama besar,pada beberapa
dijumpai pembelahan tidak merata, atau pertunasan.

Pembiakan secara seksual terjadi apabila dua sel berbeda


berkonjugasi dan saling bertukar bahan nukleus.
Protozoa yang menyebabkan malaria mempunyai tehnik
pembiakan sangat komplek, yang didalamnya sel
membelah secara seksual dalam sel inang hewan dan
secara seksual dalam nyamuk. Dalam keadaan tidak
menguntungkan akan membentuk sista didalam sel
inang.
Jenis-jenis Plasmodium:Malaria
4 jenis sporozoa penyebab malaria pada manusia:
Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium
malariae, Plasmodium palsiparum.

Sumber infeksi karena gigitan nyamuk Anopheles


betina yang terinfeksi, dan manusia menjadi reservoir
biasa bagi nyamuk yang menginfeksi.

Daur hidup parasit malaria berbeda, tetapi ada daur


hidup umum parasit yaitu perlu diingat bahwa pada
manusia parasit dapat mengalami hanya reproduksi
aseksual dan reproduksi seksual terjadi hanya pada
nyamuk.
Daya patogen

Malaria (P.falciparum dan spesies lain)


Adalah penyakit akut pada darah yang
disebabkan oleh salah satu spesies
sporazoa dari genus plasmodium.
50% kasus oleh P.falciparum
8% kasus oleh P.vivax
Parasit plasmodium masuk ketubuh
manusia melalui gigitan nyamuk
Anopheles atau oleh kemasukan darah
terinfeksi dan jarum suntik yang terinfeksi
Reproduksi
Reproduksi sporozoa aseksual didalam sel
manusia dengan proses yang disebut
schizogony, dimana inti membelah
menjadi banyak kemudian diikuti
pengkapsulan dari inti oleh dinding sel dan
dihasilkan merozoit-2, selanjutnya
menjadi tropozoit-2..
Reproduksi secara seksual terjadi didalam
badan nyamuk, terbentuk spora-2 baru
yang disebut sporozoit-2
Patologi dan gejala klinik
Sporozit-2 masuk kedalam sirkulasi darah, dan secara
cepat sporozit-2 akan menuju ke liver; dimana akan
terbentuk struktur seperti kista yang mengandung
beratus-ratus merozoit-2.
Merozoit masuk ke sel darah merah dan hemoglobin
sebagai nutrisinya.
Pada saat sel darah merah rusak, merozoit
meninggalkannya dan masuk ke eritrosit-2 yang lain.
Jika sejumlah besar eritrosit rusak pada saat yang
sama, terjadi demam dan menghasilkan zat-2 yang
toksis.
Infeksi oleh P.falciparum adalah spesies
plasmodium yang paling berbahaya ditandai
dengan demam hebat dan hipotensi. Infeksi
didahului oleh kerusakan
kapiler dan kematian bila segera mendapat
pengobatan.
P.vivax, P.malaria, P.ovale menyebabkan penyakit
yang lebih ringan karena hanya bisa masuk ke
sel darah merah yang muda atau yang berumur
tua. Sedangkan
P.falciparum dapat masuk kedalam sel segala
umur. Kasus infeksi malaria kira-2 300 ribu/th
dengan kematian 1%
Diagnosis dan pengobatan
Mikroskopis: mendeteksi parasit dengan
pewarnaan Giemsa pada preparat darah.
Tes serologi: mencari spesies parasit dari
sediaan darah.
Penobatan tergantung pada tingkatan
infeksi.
Contoh Primaquin untuk pengobatan
exoerythrocytic didalam hati, bentuk
gametisit di dalam sirkulasi darah.Tetapi
tidak aktif pada parasit didalam sel darah
merah (bentuk eritrositik)
Obat-2 lain
Kloroquin
Kinin
Artemisimin
Mefloquin
pyrimetamin
Siklus hidup parasit malaria P.falcifarum
Sporozoit masuk ke dalam sel
Nyamuk menghisap darah manusia, sporozoit
hati,dan berkembang menjadi
masuk ke dalam peredaran darah manusia.
merozoit. Merozoit berkembang terus

dan menginfeksi sel darah

merah. Sebagian merozoit

memberntuk gametosit

jantan dan betina yang siap

diambil nyamuk lain


Apabila nyamuk
anopheles betina lain

menghisap darah yang

mengandung gametosit,

di dalam tubuh

nyamuk,gamet jantan

dan betina melakukan


Zigot berkembang menjadi ookinet
Sporozoit siap pembuahan menjadi
kemudian menembus dinding lambung
ditularkan zigot
nyamuk dan menjadi ookista lalu
Siklus hidup parasit malaria P.falcifarum
(1). Nyamuk yang terinfeksi parasit menggigit manusia
(2). Sporozoit dari nyamuk berpindah ke liver dan
membentuk merozoit.
(3). Merozoit bergerak masuk ke dalam sel darah merah
(4). Di dalam sel darah merah merozoit membentuk
tropozoit dan memperbanyak diri membentuk merozoit
baru. Bila SDM rusak merozoit akan menginfeksi SDM
yang lainnya.
(5). Beberapa merozoit membentuk gametozit
(6) Nyamuk betina menghisap gametozit dari manusia
yang terinfeksi. Terjadi siklus seksual didalam nyamuk
terbentuk sporozoit
Toxoplasmosis (T.gondii)

Sporozoa tersebar diseluruh dunia, dapat


menginfeksi vertebrata.
Host definitif kucing.
Masuk ketubuh manusia melalui makanan
tercemar oocyst (daging kurang matang),
melalui ibu yang terinfeksi masuk ke janin
secara kongenital,
dan melalui transfusi darah.
Patologi dan gejala klinis
Tropozoit dari Toksoplama ditemukan pada
manusia terinfeksi.
Pada infeksi akut (tachyzoit) bila ditemukan
tropozoit secara cepat pada cairan tubuh.
Terutama pada sel parechym dan
retikuloendotelial.
Bila ditemukan tropozoit berbentuk kista pada di
dalam jaringan otak dan didalam mata disebut
dengan bradyzoit. Infeksi terjadi secara
perlahan-lahan. Bradyzoit terjadi bila jaringan
rusak dan tropozoit meninggalkannya
menyebabkan penyumbatan pembuluh darah
dan nekrosis.
Infeksi pada manusia normal dapat tanpa
gejala.infeksi kongenital:parah, pada kelahiran
bisa terjadi infeksi otak, hidrosepali, dan bisa
menyebabkan kebutaan pada bayi.
Diagnosis: ditemukan parasit pada sampel
jaringan. Dapat digunakan kit diagnosis (uji
serologi) untuk identifikasi toksoplasma pada
sampel jaringan, termasuk uji Ig (imunoglobulin)
G dan Ig M.
Pengobatan:Pyrimetamin dikombinasi dengan
sulfadiazin
Infeksi pada urogenital (saluran urin)
Trichomoniasis (T.vaginalis)
Trichomoniasis disebabkan oleh T.vaginalis
Protozoa yang menginfeksi saluran urin pada manusia,
bentuk protozoa seperti buah pir, berflagel dengan
membran berombak-ombak.
Pada wanita menyebabkan peradangan pada jaringan
mukosa vagina, vulva dan servik. Disertai sekret
berlebihan, berwarna kuning dan berbau busuk.Dapat
ditularkan melalui hubungan seksual.
Diadnosis. Dapat ditemukan tropozoit pada sekret vagina
atau sekret urethra. Dapat pemeriksaan langsung dari
sekret atau melaui biakan.
Pengobatan: mitronidazol
Infeksi protozoa pada usus
Entamoeba histolytica, protozoa berflagel
Infeksi pada usus terjadi dapat melalui makanan
atau air yang terkontaminasi oleh kista,
menembus kolon kemudian ke ephithelium dan
menyebabkan luka pada usus. Pada kolon
tropozoiit-2 dari kista masuk ke feses.( kista
amoeba ini tahan terhadap klorin untuk
desinfeksi pada air).
Diagnosis: feses untuk menemukan tropozoit atau
kista.
Pengobatan: iodoquinol,paramomisin, diloxanida
furoat. Pada infeksi parah dikombinasi dengan
mitronidazol ddengan kloroquin,diloxamida
furoat atu emetin.
Cryptosporodiosis(Cryptospororidium sp)
Cryptospororidium, parasit intraseluler,
menginfeksi usus kecil
Sumber infeksi feses binatangternak, kontaminasi
dari air minumnya. Tidak ada gejala pada
manusia normal dan dapat sembuh tanpa terapi.
Tetapi pada seseorang yang daya tahannya
turun (penderita AIDS), infeksi dapat parah.
Untuk proflaksis diberikan paromomycin.tetapi
kadang-2 tidak efektif.
Diagnosis: Pewarnaan tahan asam pada sampel
feses segar akan ditemuakn oocyst.