Anda di halaman 1dari 57

SELAMAT DATANG

PESERTA RAPAT KOORDINASI


LINTAS SEKTOR
BIDANG KESEHATAN
KECAMATAN TULIS

PUSKESMAS TULIS KABUPATEN BATANG


TAHUN 2017
PERTEMUAN KOORDINASI
LINTAS SEKTOR
BIDANG KESEHATAN
KECAMATAN TULIS
TAHUN 2017
LATAR BELAKANG
4
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
KESEHATAN TAHUN 2015 - 2019

1. Peningkatan Kesehatan Masyarakat


2. Peningkatan Akses dan Mutu Fasilitas
Kesehatan
3. Peningkatan Pengendalian Penyakit
4. Peningkatan Jumlah, Jenis, Kualitas
dan Pemerataan Tenaga Kesehatan
5. Peningkatan Kemandirian, Akses dan
Mutu Sediaan Farmasi dan Alat
Kesehatan
6. Peningkatan Sinergitas Antar
Kementerian/Lembaga
Lanjutan

7. Peningkatan Dayaguna Kemitran Dalam


dan Luar Negeri
8. Peningkatan Integrasi Perencanaan,
Bimbingan Teknis dan Pemantauan
Evaluasi
9. Peningkatan Koordinasi dan Efektivitas
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
10.Peningkatan Tata Kelola Kepemerintahan
Yang Baik dan Bersih
11.Peningkatan Kompetensi Dan Kinerja
Aparatur Kementerian Kesehatan
12.Peningkatan Sistem Informasi Kesehatan
Terintegrasi
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN YANG


DIHARAPKAN
SKN 2012
Yankes
PERPRES 72
Tersier
TAHUN 2012

Yankes
Sistem Sekunder
Rujukan
dan Rujuk
Balik
Yankes Primer

Masyarakat

2
UKM UKP
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

MENGAPA PELAYANAN KESEHATAN


PRIMER
1.Tulang punggung pelayanan ?
kesehatan
2.Titik Berat Pelayanan Kesehatan Primer adalah Promosi
dan Prevensi yang mendorong meningkatnya peran serta
dan kemandirian masyarat dalam mengatasi berbagai faktor
risiko kesehatan
3.Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Primer akan
mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional,
dimana akan mengurangi jumlah pasien yang di rujuk.
4.Mengurangi biaya pelayanan kesehatan yang bersifat
kuratif
5.Pelaksanana pelayanan kesehatan primer di daerah yang
baik akan mendukung Pembangunan kesehatan Nasional
Pelaksanaan Pelayanan kesehatan primer akan berbeda antar wilayah
karena :
1. Kondisi geografis dan demografis
2. Kemampuan fiskal daerah dan individu
3. Status kesehatan masyarakat
4. Perhatian pemda pada pembangunan kesehatan di wilayahnya 4
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PERAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

5
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

JENIS FASKES TINGKAT PERTAMA

PUSKESMAS;
PRAKTIK DOKTER;
PRAKTIK DOKTER GIGI; DAN
KLINIK PRATAMA

6
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

STRATEGI PENGUATAN
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
1

7
MENGAPA PERMENKES NO. 75 TAHUN 2014 TENTANG
PUSKESMAS MENJADI SANGAT PENTING ?
Puskesmas merupakan FKTP milik pemerintah yang ada di setiap
kecamatan.
Puskesmas FKTP istimewa yang menyelenggarakan UKM dan UKP
dan memiliki wilayah kerja.
Harmonisasi dengan peraturan perundangan yang baru ditetapkan
(Kebijakan Otonomi Daerah, JKN).
Puskesmas diharapkan:
1. Gate Keeper yang berkualitas di tingkat pelayanan kesehatan
primer
2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Untuk melaksanakan
peran tersebut maka
Puskesmas

HARUS MEMENUHI SYARAT MINIMAL, SEHINGGA PERLU DASAR HUKUM


PENGATURAN PENYELENGGARAAN PUSKESMAS
8
KONSEP DASAR PENYELENGGARAAN YANKES DI
PUSKESMAS
STANDAR PELAYANAN MINIMAL
STANDAR SDM KESEHATAN MINIMAL
STANDAR ALKES OBAT MINIMAL
STANDAR SARPRAS MINIMAL
TIDAK ADA
PERBEDAAN

KAWASAN KAWASAN KAWASAN


PERKOTAAN PEDESAAN T/ST
9
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POKOK YANG DIATUR DALAM


PERMENKES NO.75 TAHUN
2014 TENTANG PUSKESMAS

10
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

DEFINISI PUSKESMAS
Fasyankes yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya di
wilayah kerjanya.

12
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

TUJUAN PUSKESMAS
Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di
Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang:
a.Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat;
b.Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu;
c.Hidup dalam lingkungan yang sehat;
d.Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat.

Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan


Puskesmas mendukung terwujudnya Kecamatan sehat.

13
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PRINSIP
PENYELENGGARAAN
1. PARADIGMA SEHAT
2. PERTANGGUNGJAWABAN WILAYAH
3. KEMANDIRIAN MASYARAKAT
4. PEMERATAAN
5. TEKNOLOGI TEPAT GUNA
6. KETERPADUAN DAN
KESINAMBUNGAN

14
PARADIGMA SEHAT :
Mengutamakan promotif -preventif

Sehat (70%) Mengeluh Sakit (30%)

Self care Yankes


(42%) (58%)
KIE, Self care
Promosi Kesehatan
Self care Sarana
Nasional Kesehatan

UKBM( Posyandu, Posyandu


Lansia, Posbindu PTM, Polindes,
Poskesdes, Desa Siaga, SBH,
Kualitas
Dokter kecil, dll
Yankes
Sumber : Susenas 2010 15
MASYARAKAT DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS

PENGUATAN UPAYA
PROMOTIF & PREVENTIF

SEHAT ADALAH HARTAKU


YANG HARUS KUJAGA DAN
KUPELIHARA 16
TUGAS DAN FUNGSI
PUSKESMAS

Selain menyelenggarakan fungsi diatas, Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana


pendidikan tenaga kesehatan.
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA

melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan


masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang
kesehatan;
menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait;
melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan
UKBM;
melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu,
dan cakupan pelayanan kesehatan; dan
Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.
21
KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA

menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komperhensif,


berkesinambungan dan bermutu;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan
dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan
kerjasama inter dan antar profesi;
melaksanakan rekam medis;
melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan
akses yankes;
Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di
wilayah kerjanya, dan
melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem
rujukan.

22
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Upaya Puskesmas
UKM Tingkat Pertama
UKM Esensial
UKM Pengembangan
UKP Tingkat Pertama
Untuk melaksanakan UKM dan UKP tingkat pertama, Puskesmas harus
menyelenggarakan:
1. Manajemen (sumber daya, operasional, dan mutu);
2. Pelayanan kefarmasian;
3. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat; dan
4. Pelayanan laboratorium.
34
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

UKM TINGKAT PERTAMA DI PUSKESMAS


A. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ESENSIAL meliputi:
Pelayanan Promosi Kesehatan;
Pelayanan Kesehatan Lingkungan;
Pelayanan KIA-KB;
Pelayanan Gizi; dan
Pelayanan Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit.

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT esensial harus


diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung
pencapaian SPM kabupaten/kota bidang kesehatan.

B. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PENGEMBANGAN


merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya
memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan atau bersifat
ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan
potensi sumber daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

UKP TINGKAT PERTAMA DI PUSKESMAS


dilaksanakan dalam bentuk:
rawat jalan;
pelayanan gawat darurat;
pelayanan satu hari (one day care);
home care; dan atau
rawat inap berdasarkan pertimbangan
kebutuhan pelayanan kesehatan

36
Hasil Kegiatan Program Kerja
Puskesmas Tulis

sampai dengan Bulan April


2017
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. Promosi Kesehatan
a. Pendataan Keluarga Sehat
Sudah dilaksanakan :
Desa Kaliboyo, Simbangdesa,
Simbangjati, Kebumen,
Entry Pendataan : Simbangdesa,
Cluwuk, Manggis , Siberuk, Posong,
Sembojo, Jolosekti, Kaliboyo,
Simbangdesa, Simbangjati

27
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. Promosi Kesehatan
a. Pendataan Keluarga Sehat
Yang belum dilaksanakan :
Desa Kedungsegog, Ponowareng,
Kenconorejo, Wringingintung, Tulis,
Beji, Jrakah Payung

28
(lanjutan) Promosi Kesehatan
b. Posyandu Balita
50 Posy di 17 Desa

c. Posyandu Lansia
34 Posy di 17 Desa

d. Posbindu : 1 Pos di Desa Beji

29
(lanjutan) Promosi Kesehatan
Penyuluhan Kelompok diluar gedung :
Pada kegiatan Kelas Ibu Hamil dan Aksi
Bersih di 8 Desa
Penyuluhan dalam gedung
Dalam bentuk pemutaran film2 Promkes
dan Edukatif di ruang tunggu puskesmas
Penguatan FKD di 6 Desa :
Desa Wringingintung, Tulis, Simbangjati,
Beji dan Kenconorejo,Ponowareng

30
(lanjutan) Promosi Kesehatan
Aksi Bersih di 8 Desa :
Desa Wringingintung, Tulis, Sembojo,
Beji, Simbangjati, Kedungsegog,
Pomowareng.
Pembentukan Bank Sampah baru di
3 Desa :
Desa Sembojo, Ponowareng dan
Kedungsegog

31
(lanjutan ) Promosi Kesehatan
Kegiatan Bank Sampah di 8 Desa :
Desa Wringingintung, Tulis, Beji, Kenconorejo,
Simbangjati, Ponowareng, Kedungsegog, Sembojo

Refreshing Kader Posyandu dihadiri 250 kader dr 50


posy 17 desa, Materi : Pemantauan Pertumbuhan
balita diposyandu, Pendataan PHBS, Pendataan
PHBS, Pendataan Rumah Sehat.

Pendataan PHBS yang sudah laporan : Jolosekti, Beji,


Cluwuk, Sembojo, Ponowareng, Kebumen,
Tulis (1 pedukuhan)

Pertemuan Linsek Tingkat Kecamatan Tulis

32
UPAYA KESEHATAN WAJIB
2. Kesehatan Lingkungan
a. Inspeksi Sanitasi TTU Sekolah di 8 SD:
SD Ponowareng,SD Simbangjati, SD
Kaliboyo, SD Siberuk, SD Kebumen,
SD Jolosekti, SD Manggis,
SD Kenconorejo
Hasil Pelaksanaan :

33
(lanjutan) Kesehatan Lingkungan
Hasil Pelaksanaan :
- Sarana sanitasi WC : kotor, Tempat cuci
tangan ada jarang digunakan dan belum
tersedia sabun dan lap/tisu
- Pencahayaan ruang kelas kurang diukur
dgn LUX METER hasil dibawah 200
- Sampah organic blm diolah
- Belum tersedia kantin sekolah

34
(lanjutan) Kesehatan Lingkungan
b. Penyuluhan STBM CTPS di sekolah,
1 desa : SD Posong.
c. Penyuluhan STBM CLTS/Kesling di
masyarakat, 7 Desa :
Ponowareng, Simbangjati, Wringingintung,
Kenconorejo, Sembojo, Simbangdesa,
Posong
d. Inspeksi TP2 ( Tempat Penjual Pestisida, 4
tempat :
KUD Simbangdesa, Kios Kebumen, Kios
Tulis, Kios Kenconorejo.

35
(lanjutan) Kesehatan Lingkungan
e. Pemberian Stimulan Jamban/WC
APBD I untuk ds. Kenconorejo :
30 Unit ( Closet 30, semen 60 zak,
pralon 3 30 bua, besi cor 30
f. Pelatihan Dokcil dan Refreshing kader
telah dilaksanakan
g. Pendaataan rumah sehat 17 desa sudah
dilaksanakan.
Laporan yg sudah selesai dan dikirim ke
Dinkes : Ds. Jolosekti, Sembojo, Cluwuk,
Ponowareng, Beji dan Kebumen

36
(lanjutan) Kesehatan Lingkungan
h. Pendataan EHRA (Enviroment Health
Risk Assesment )
Sampel 1 desa 40 rumah.
Sudah dilaksanakan di 17 desa.

37
UPAYA KESEHATAN WAJIB
3. P2P
Hasil Laporan Bulanan bulan April 2017
1. Diare
L : 6 P : 12 Jml : 18
2. Typoid
L : 6 P : 11 Jml : 15
3. Pnemonia
L:1 P:0 Jml : 1

38
UPAYA KESEHATAN WAJIB
(lanjutan) P2P
Imunisasi Lengkap sampai dgn April 2017
Puskesmas Tulis 31,64 %

39
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. KIA
a. Laporan Bumil/Bufas KEK April 2017
Jml bumil baru : 52
Jml bumil baru KEK : 8

Jml bulin baru : 39


Jml bulin baru KEK : 3

40
(lanjutan) KIA
b. Lap. Pelayanan Antenatal
Jm; bumil : 695
K1 : 52 (7,48%)
K4 : 42 (6%)
TT1 : 26 (3,74%)
Fe1 : 51 (7,34%)
Fe3 : 40 (5,76%)

41
(kanjutan) KIA
b. Lap. Pelayanan Antenatal
Deteksi Resiko : Nakes 4
Rujukan kasus resti :
a. Maternal : 5
b. Neonatal : 5
Lahir Mati : 1 (P) Sembojo
Lahir Hidup : L 19, P 20
Tatalaksana bayi muda 1 hari
2 bulan
Jml bayi : 39 Kunjungan MTBM : 39

42
2. KB
Sasaran PUS : 8874
KB aktif : 7145
Jml KB aktif mnrt Metode Kontrasepsi
- Kondom : 442
- Pil : 1510
- Suntik : 3701
- AKDR : 214
- Implan : 732
- MOW : 334
- MOP : 212

43
(lanjutan) KB
Jml peserta KB Pasca Persalinan menurut
Metode :
- Kondom : 0
- Pil : 2
- Suntik : 19
- AKDR : 0
- Implan : 0
- MOW : 0
- MOP : 0

44
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. Gizi
a. Laporan Kegiatan Bulan April 2017
Posyandu :
Partisipasi Masyarakat (D/S)
86, 04 %, SPM=90%
Balita di Timbang Naik BB
82,65 %, SPM=90%
Balita BGM ( BGM/D)
1.02 %

45
UPAYA KESEHATAN WAJIB
(lanjutan) Gizi
b. ASI Ekslusif
48,87 %, SPM = 44%
c. Inisiasi Menyusui Dini ( IMD )
90,57 %, SPM= 44%
d. Balita Gizi Buruk
BB/U 28 Balita
PB/U atau TB/U 4 Balita
BB/PB atau BB/TB 12 Balita
Mendapatkan perawatan/intervensi
=100%

46
UPAYA KESEHATAN WAJIB
(lanjutan) Gizi
Kegiatan :
a. PMT Gizi Buruk/Gizi Kurang
Dilakukan mulai bulan April 2017
sebanyak 33 Balita selama 90 hari
b. PMT Bumil KEK
Dilaksanakan mulai bulan April 2017
sebanyak 31 bumil selama 90 hari

47
UPAYA KESEHATAN WAJIB
(lanjutan) Gizi
c. Pemberian PMT- Penyuluhan di
Posyandu
Dilaksanakan mulai bulan Maret 2017
sebanyak 50 Posyandu selama 6 bulan
d. Pemantauan garam yodium di SD/MI
dilaksanakan di 17 desa, 1 desa 1 SD
e. Pemantauan Kadarzi di sampel 26 KK
di 20 posyandu

48
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. Pengobatan
a. Umum
10 besar penyakit di Puskesmas :
1. ISPA : 1.110
2. Gastritis : 169
3. Chepalgia : 167
4. Arthitis : 157
5. Rhematoid : 147

49
UPAYA KESEHATAN WAJIB
(lanjutan) Pengobatan
6. Hipertensi : 121
7. Carries Gigi : 102
8. Diare : 100
9. Obs. Febris : 98
10. Penyakit Kulit lain : 96

50
UPAYA KESEHATAN WAJIB
b. Gigi dan Mulut
Laporan Poli Gigi dan Mulut April 2017
Jumlah kunjungan Baru : L :28, P :33
JML: 61
Tindakan :
a. Tumpatan Tetap : L :2, P :6 JML : 8
b. Cabut Gigi Tetap : L: 1, P : 2 JML : 3
c. Cabut Gigi Susu : L :1, P :3 JML : 4
d. Scalling : L: 0, P : 2 JML: 2

51
UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN
1. Upaya Kesehatan Sekolah
a. Pelatihan Dokcil di SDN Simbangdesa
selama 4 hari ( Persiapan Lomba
Sekolah Sehat)
b. Pembinaan sekolah sehat di SDN
Simbangdesa ( Persiapan Lomba
Sekolah Sehat )
c. Pembinaan Dokcil se Kec. Tulis
Hasil lomba Dokcil urutan no. 7

52
UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN
(lanjutan) Upaya Kesehatan Sekolah
d. Pemeriksaan berkala SD/MI,
SMP/MTS, SMA/SMK dgn hasil SD/MI,
Jml siswa seluruhnya : L= 1921, P=1711
Siswa yang diperiksa kelas 2-5,
L= 1600 P= 1436

53
UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN
2. Upaya Kesehatan Lansia
Laporan April 2017
Jumlah Kunjungan : 12
Jumlah Kunjungan Lama : 683
Hasil pemeriksaan
Tekanan Darah : T=165, N=0, R=14
Hb : N=0, K=7
Kolesterol : N=0, K=0
Gula darah : N=0, T=21

54
UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN
(lanjutan) Upaya Kesehatan Lansia
Asam urat : N=0, T=0
Gangguan Ginjal : 0
Gangguan Kognitif: 0
Gangguan pendengaran: 0
Pengobatan :
Diobati : 512
Dirujuk : 0

55
UPAYA KESEHATAN
PENGEMBANGAN
(lanjutan) Upaya Kesehatan Lansia
Jml. Kasus Konseling :
Baru = 12
Lama = 673
Selesai = 685
Penyuluhan = 685
Pemberdayaan Lansia = 685

56
Sekian