Anda di halaman 1dari 26

Pemurnian dan

pembaharuan /Tajdid di
dunia Muslim
Oleh Puji Handoko
Makna Tajdid

Tajdid secara kebahasaan (lughawi) berarti


pembaharuan, yakni proses memperbaharui
sesuatu yang dipandang usang atau rusak.
Tajdid dari kata yang kata
dasarnya
Tajdid didefinisikan menghidupkan ajaran
Quran dan Sunnah yang telah banyak
ditinggalkan umatnya, dan memurnikan
pemahaman dan pengamalan agama Islam
dari hal-hal yang tidak berasal dari Islam.
(Syams al-Haq al-Azhim, Imam al-Syatibi)
Dari segi bahasa, tajdid berarti
pembaharuan, dan dari segi istilah, tajdid
memiliki dua arti, yakni :
1). Pemurnian,
(2). Peningkatan, pengembangan,
modernisasi dan yang semakna dengannya.
Pemurnian sebagai arti tajdid yang pertama,
dimaksudkan sebagai pemeliharaan matan
ajaran Islam yang berdasarkan dan bersumber
kepada Al-Quran dan Sunnah Shahihah
(Maqbulah).
A. Kejayaan Islam di
Baghdad
Baghdad didirikan o/ Al-Manshur
( khalifah Dinasti Abbasiyah ke-2) pada
tahun 762 M.

Baghdad menjadi pusat peradaban,


kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Al-
Manshur memerintahkan agar buku2
dari bahasa asing diterjemahkan ke
dalam bahasa arab.
Puncak Kejayaan Baghdad
Masa keemasan Baghdad terjadi pada
kepemimpinan Harun Al-Rasyid (786-809 M)
dan anaknya Al-Mamun (813-833 M)

Al-Mamun memiliki Perpustakaan pribadi


Bait Al Hikmah yang dipenuhi beribu2 buku.

Didirikan berbagai akademi, sekolah, rumah


sakit dan perguruan tinggi. Yang terkenal
adalah Perguruan Nizhamiyah, didirikan o/
Nizham Al-Mulk
Ilmuwan yang Terkenal
1. Al Farazi : ahli Ekonomi
2. Ibnu Haitam : ahli Optik
3. Al Baituni : ahli Fisika
4. Ar Rozi : ahli Kimia, Filosofi, Kedokteran
5. Al Masud : ahli Geografi
6. Ibnu Sina : ahli Kedokteran, Filosofi
7. Al Farabi : ahli Kedokteran, Filosofi
8. Imam Bukhari dan Imam Muslim: ahli Hadits
9. Imam Malik, Imam Hanifah, Imam syafiI, Imam Hambal :
ahli Fiqih
10.Ibnu Hisyam : ahli Sejarah
Abad Keemasan Islam
Kejayaan Islam di Cordova
Cordova terletak di Spanyol, yang
ditaklukkan umat Islam pada dinasti
Umayyah, pimpinan Khalifah Al-Walid (705-
715 M).

Pasukan Islam dipimpin o/ : Tharif Ibn Malik,


Thariq Ibn Ziyad dan Musa Ibn Nushair.

Spanyol dikuasai umat Islam selama 7


(tujuh) abad
Kemajuan Ilmu Pengetahuan
1. Filsafat, tokohnya : Abu Bakar Muhammad
Ibn Al-Sayid (Ibn Bajjah), lahir di Zaragosa
2. Sains, meliputi bidang kedokteran,
matematika, astronomi, kimia dll.
3. Fiqih, tokohnya : Ziyad Ibn Abd Al-Rahman,
Yahya Qadhi, Ibn Hazm
4. Kesenian,
5. Bahasa dan Sastra,
6. Arsitektur, dibangun berbagai pusat
perdagangan, jalan, sarana pertanian. Yang
terkenal adalah : Masjid Cordova dan
Istana Al-Hambra
Penemuan Muslim
B. Kemunduran Dunia Islam
(Abad XI-XVIII)
Umat Islam pada masa ini mengalami
kemunduran karena sudah
meninggalkan ajaran Islam yang
murni yang bersumber kepada Al-
Quran dan Sunnah.
Ditambah lagi dengan penyakit
WAHN, seperti yang telah
diisyaratkan Nabi saw, yaitu penyakit
Cinta Dunia dan Takut Mati.
Tokoh-tokoh Pembaharuan
Di Dunia Islam
Tokoh Pembaharu Pada Periode Klasik
Sampai Modern

1. Ibnu Taimiyah (1263-1328)


a. Kelahiran
Nama Lengkap : Taqiyuddin Abu Abbas
Lahir : Harran, Turki, 22 Januari 1263.
Meninggal : 27 September 1328.
Ayah dan kakeknya adalah seorang tokoh ulama
ahli hadis bermazhab Hambali.
b. Pendidikan
Sejak usia 10 tahun ia telah mempelajari kitab-
kitab hadis utama, hafal al-Quran, belajar ilmu
hitung, ilmu kalam, filsafat yang kemudian
menjadi bidang kajiannya
c. Corak pemikiran Ibnu Taimiyah
Pemikiran Ibnu Taimiyah bersifat empiris
sekaligus rasionalis. Empiris artinya
mengakui kebenaran dalam kontek
kenyataan bukan dalam pemikiran.
Rasionalis artinya, tidak mempertentangkan
antara akal dan yang jelas dan naql (Quran
Sunnah Shahihah)

d. Ide pembaharuan
1. Pemurnian Ajaran Tauhid. Aqidah yang
benar adalah bersumber dari Quran dan
Assunah Shahihah bukan berdasar akal. Ia
menolak Takwil, menetapkan sifat Tuhan
tanpa Tamsil
2.Menggalakkan umat Islam agar
bergairah kembali menggali ajaran-ajaran
al-Quran dan Hadis, serta ber-ijtihad
dalam menafsirkan ajaran-ajaran agama.
3. Syarat ar-ruju ila quran wa sunnah
adalah dengan ijtihad tanpa taqlid.
4. Agar murni dalam berijtihad, maka tidak
boleh terikat pada mazhab atau imam.
5. Dalam konteks hukum, tidak
mendasarkan pada illat, tetapi kepada
hikmah.
2. Muhammad Ibn Abdul Wahhab (1115-1206) /
(1703-1787 M)
a. Riwayat Hidup
Muhammad Ibnu Abdul Wahhab lahir di Uyainah di
daerah Najed pada tahun 1115 H dan wafat pada
tahun 1206 H.
dalam kitab sirah al-imam as-syaikh Muhammad
Abdul Wahab oleh Amin Said, bahwa ayahnya adalah
seorang fakih dan ulama terkenal pada masanya ia
bernama Sulaiman bin Ali.
Pada usia 9 tahun Muhammad Ibn Abdul Wahhab
sudah hafal al-Quran, kemudian oleh ayahnya
diajakan tertang fiqih ibnu bin Hambal dll. Setelah
dewasa dikirim ayahnya ke Medinah belajar agama
dengan Syaikh Sulaiman al-Kurdi, Muhammad Hayat
al-Sindi.
b. Ide pembaharuan
Upaya pembaharuan yang dilakukan
oleh Muhammad bin Abdul Wahab
bertolak dari upaya untuk
mengembalikan kehidupan umat
sesuai dengan kehidupan Nabi
Muhammad saw dan para sahabat
yang salih. Usaha yang dilancarkan
adalah : Penghancuran kultus
terhadap orang-orang yang dianggap
suci, pengagungan terhadap kuburan,
benda-benda yang dikeramatkan dll.
c. Karya-karya
1. Kitab al-Tauhid
2. Al-Usul al-Salasah wa al-Qawaid al-
Arbaah
3. Surah al-Shalat qa Arkanuha
4. Ushul al-Imam
5. Fazl al-Islam
6. Kitab al-Khabais
7. Tafsir Kalimat at-Tauhid
8. Kitab al-Mustafid fi Hukm al-Tauhid
9. Tafsir Badli Suwar al-Quran
Gerakan Wahabi (muwahhidun) memiliki
nilai pembaharuan
Sisi keagamaan : taklid ditinggalkan
Sisi akhlak : menjauhkan diri dari sikap
kemewah-mewahan, pemborosan dan
kemaksiatan serta kemalasan
Sisi sosial : Kesatuan masyarakat
menjauhkan konflik sosial,
Sisi sosial ekonomi : menciptakan
semangat kerja dan percaya diri serta
tidak tergantung kepada orang lain.
3. Jamaluddin al-Afghani (1838-1897 M)
a. Riwayat Hidup
Lahir di Asadabad Afghanistan pada tahun
1838/1839. Ia berasal dari keluarga Syiah Iran,
namun tidak ada bukti dia seorang Syiah.
Pendidikan dasar di tempuh di tanah kelahirannya,
kemudian melanjutkan di daerah-daerah lainnya
kepada beberapa guru, seperti Ibnu Sina, At-Tusi
dll. Perjalanan hidupnya banyak banyak dipenuhi
lika-liku sebagai seorang politikus. Pada umur 22
tahun menjadi pembantu Pangeran Dos
Muhammad Khan di Afganistan. Pada tahun 1864
menjadi penasehat Sher Ali Khan, dan diangkat
menjadi Perdana Menteri oleh Muhammad Azam
Khan beberapa tahun kemudian.
b. Gerakan Pembaharuan
Jamaluddin Al-Afghani pindah dan menetap di
Mesir dari 1871 hingga 1879. Di Mesir dihabiskan
untuk mengajar dan memperkenalkan penafsiran
filsafat Islam. Ketika Mesir berada pada krisis
ekonomi dan politik 1870, ia memerintahkan
murid-muridnya untuk menerbitkan majalah dan
memimpin gerakan bawah tanah. Bersama para
pengikutnya seperti Muhammad Abduh, Abdullah
Annadim dll, mendirikan sebuah parpol bernama
Hisbul Wathani dan berhasil menggulingkan Raja
Mesir Khedewi Ismail. Meskipun diusir penguasa
baru Tawfik.
Setelah diusir dari Mesir, Jamaluddin pergi ke Paris
bersama-sama dengan muridnya Muhammad Abduh
dan menerbitkan Majalah al-Urwa al-Wustqa. Pada
tahun 1884 pergi ke Inggris untuk berunding dengan
Sir Henry Drummond Wolff tentang masalah Mesir.
Dua Tahun kemudian ia pergi ke Iran ikut
menyelesaikan krisis Iran Rusia. Akhirnya diusir dari
Iran oleh Syah Nashir al-Din karena berbeda faham.
Selanjutnya ia pindah ke Istambul Turki atas
undangan Ottoman Abdul Hamid II untuk membantu
pelaksanaan politik Islam, namun karena pengaruh
Jamaluddin cukup besar mengalahkan Sultan
Ottoman, maka Sultan membatasi pengaruh
politiknya, dan di kota ini Istambul pada tahun 1897
Jamaluddin al-Afghani tutup usia karena Kangker.
c. Ide Pembaharuan.
Dunia Islam jauh tertinggal dengan dunia
Barat. Hal ini dipengaruhi sikap taqlid,
statis, dan fatalis al-Islam mahjubun bi al-
muslim. Umat Islam terbelakang karena
umat Islam meninggalkan ajaran Islamnya.
Langkah-langkah mengatasinya :
1. Pentingnya kepercayaan akal dan hukum
2. Melancarkan gerakan Pan-Islam sebagai
anti-imperialisme dan mempertahankan
kemerdekaan.
3. Perlu persamaan jender (pria dan wanita)
dalam beberapa hal. Seperti menuntut ilmu,
bekerja di luar rumah, berfikir maju dll.
4. Muhammad Abduh
5. Muhammad Rasyid Ridha
Dua-duanya menempuh pembaharuan
lewat jalur pendidikan. PT Al-Azhar Kairo
Mesir
Caranya : Memasukkan mata kuliah
Filsafat dalam seluruh struktur kurikulum.
Filsafat dipandang sangat efektif untuk
memasukkan ide-ide pembaharuan (inti
filsafat adalah pemikiran)
Abduh dan Rasyid Ridha Mengarang
sebuah tafsir yang sangat terkenal
dan menjadi rujukan para mufassir
modern : KITAB TAFSIR AL-MANAR
5. Indonesia
Pembaharuan di Indonesia dipengaruhi oleh ulama2
yg belajar di negara2 Arab. Antara lain : KH.
Ahmad Dahlan, Syech Ahmad Soorkati, H. Abdul
Karim Amrullah.

Tokoh yg mempengaruhi pemikiran KH. Ahmad


Dahlan adl ; Ibnu Taimiyah, Muhammad Abduh,
Muhammad Rasyid Ridha, Jamaludin Al Afghani.