Anda di halaman 1dari 26

Laporan Kasus

KURETASE
Arra Maulana (2014-16-157)
Putri Arianty (2015-16-014)
Retno Kinasih N (2014-16-178)

Dosen Pembimbing :
drg. Adrianus Wicaksono, Sp.Perio
PERIODONTITIS
suatu penyakit peradangan jaringan
pendukung gigi yang disebabkan oleh
kelompok mikroorganisme tertentu, yang
mengakibatkan penghancuran progresif
ligamentum periodontal dan tulang
alveolar, dengan pembentukan poket,
resesi, atau keduanya
Periodontitis terbagi:

Periodontitis Periodontitis
Kronis Agresif

Periodontitis
Manifestasi Penyakit
Sistemik
Klasifikasi
Localized
periodontitis Generalized periodontitis

Periodontitis dimana Periodontitis dimana


kehilangan tulang kehilangan tulang alveolar
alveolar dan dan perlekatan mengenai
perlekatan mengenai lebih dari 30 % dari seluruh
kurang dari 30 % dari jumlah gigi yang ada pada
seluruh jumlah gigi rongga mulut
yang ada pada
rongga mulut
Etiologi

Bakteri dan plak.

P. gingivalis, T. forsythia, P, intermedia, P.


nigrescens, C. rectus, Eikenella corrodens, F.
nucleatum, A. actinomycetecomitans, P. micra,
E. nodatum, Leptotrichia buccalis, Treponema,
Selenimas spp, S. noxia dan Enterobacter spp
Predisposisi
FAKTOR LOKAL:
Kalkulus, food impaction, food retention,
merokok, faktor iatrogenik, pengunyahan
satu sisi, kebiasaan buruk, keadaan gigi
geligi, protesa, tambalan yang overhanging
atau under/over countour, iritasi kimia,
radiasi terapi.

FAKTOR SISTEMIK:
Sistem imun, defisiensi vitamin, penyakit
sistemik, psikologis/stress.
KURETASE
penyingkiran jaringan granulasi yang
terinflamasi kronis yang berada pada dinding
poket periodontal.
Sebagai bagian dari prosedur

Indikasi
perlekatan baru pd saku infraboni dgn
kedalaman sedang yg berada pd sisi yg
aksesibel dimana bedah "tertutup"
diperhitungkan lebih menguntungkan.

Kuretase Sebagai perawatan alternatif untuk


meredakan inflamasi sebelum
penyingkiran poket dgn tehnik bedah lain
Kuretase dilakukan pd kunjungan
berkala dlm rangka fase pemeliharaan
dalam beberapa kasus yg rekuren

Acute necrotizing ulserative gingivitis


Kontra Kelainan mucogingiva karena
gingiva/mukosa yang rapuh dan tipis
mudah sobek
Indikasi Poket dengan dinding gingival yang
fibrotik.

Kuretase
Adanya cacat tulang yang harus
dikoreksi
Identitas
Pasien

Nama OS : Rusmadi
No. Rekam Medis : R 3215/V/16
TTL : Jakarta, 1 januari 1947
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : pensiunan PNS
Alamat: : Jl. H Usman Raya no.43 RT 4/6
No. telp : 08179901872
ANAMNESA

Pasien laki-laki usia 69 tahun datang ke RSGM Univ Prof.


Dr. Moestopo (Beragama) dengan keadaan gusi pada gigi
depan bawah dan gigi belakang atas kiri terasa ngilu
sesaat dan tajam saat minum dingin sejak kurang lebih 1
tahun yang lalu. Gusi bengkak dan mudah berdarah saat
menyikat gigi. Gusi terlihat turun dan gigi bawah depan
terasa goyang. Pasien sudah membersihkan karang
giginya +/- 1 bulan yang lalu. Sebelumnya pasien telah
melakukan pencabutan gigi +/- 3 minggu yang lalu.
Pasien tidak memiliki kelainan sistemik, tidak memiliki
alergi obat-obatan namun memiliki alergi terhadap
kacang tanah. Pasien datang dalam keadaan baik dan
ingin dirawat.
Status
Baik
Penyakit jantung (-)
Diabetes (-)
Hipertensi (-)
Hepatitis (-)

Umum Haemophilia (-)


Alergi (+)
Pemeriksaan Ekstra Oral
Wajah : Simetris (TAK)
Bibir : Kompeten (TAK)

Status
Pipi : Tidak ada pembengkakan
(TAK)
Mata : Sklera (normal)

Lokal
Konjungtiva (normal)
Pupil (simetris)
Limfonodi : Tidak teraba (TAK)
Kel.Submandibularis: Teraba, lunak,
tidak sakit (berhubungan dengan gigi
P1-M2 rahang bawah)
Kel. Sublingualis: Teraba, lunak, tidak
sakit (berhubungan dengan gigi anterior
Status
Lokal
Pemeriksaan Intra Oral :
Gingiv Status Lokal
a

RA.KA : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,


konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
RA.M : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,
konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
RA.KR : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,
konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
RB.KA : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,
konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
RB.M : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,
konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
RB.KR : Kemerahan (+), stippling (-), interdental papil tumpul,
konsistensi lunak, BOP (+), resesi (+)
Kondisi Gigi Geligi
Hasil Probe :

Probe bukal Probe palatal Probe labial Probe lingual


Gigi Gigi
M B D M P D M L D M L D

24 3mm 2mm 3mm 3mm 4mm 3mm 33 3mm 2mm 3mm 3mm 2mm 3mm

25 4mm 2mm 4mm 4mm 4mm 4mm 32 4mm 2mm 5mm 4mm 1mm 5mm

26 5mm 3mm 5mm 5mm 4mm 5mm 31 6mm 1mm 5mm 6mm 2mm 5mm

41 4mm 4mm 4mm 4mm 3mm mm

42 5mm 5mm 6mm 5mm 1mm 6mm

43 5mm 1mm 3mm 5mm 1mm 3mm


Gambaran Radiografi

Gigi 25 & 26 : terdapat radiolusen pada bagian


mesial distal. Lamina dura terputus. Tidak ada
kelainan periapikal
Gigi 27 : terdapat radiolusen > 1/3 mahkota
pada bagian mesial
Gambaran Radiografi

Gigi 31 & 41 : terdapat radiolusen pada bagian


distal dan mesial > 1/3 apikal.
Gigi 32 &42 : terdapat radiolusen pada bagian
distal dan mesial > 1/3 apikal.
Diagnosis
Periodontitis kronis generalis

Etiologi : bakteri plak

Predisposisi :
Lokal :

- Kalkulus RA&RB
- Crowding gigi anterior
- Malposisi (gigi 11,21)
- Kegoyangan (01 gigi 17,16,26,28 dan 02 gigi
31,41,42)
- Missing (gigi 27,38,37,46,45)
- Resesi (gigi 17,16,28,33,32,31,41,42,43,45)
- Atrisi (gigi 31,41)
- Abrasi (gigi 15,14,24,25,26,44)

Sistemik: -
Gambaran Klinis :
Terdapat poket > 5mm, resesi gingiva RA &
RB

Prognosa :
Sedang / kurang baik, resorbsi tulang
alveolar hingga 1/3 apikal, terdapat resesi
gingival dan poket periodontal mencapai
6mm, beberapa gigi goyang
Rencana Terapi
Fase Bedah (Fase II)
Fase Darurat
Kuretasi gigi 24, 25, 26
Dilakukan pencabutan pada gigi 27 karena
goyang 03 dan ekstrud Bedah Flap 31, 32, 33, 41, 42,43

Fase Restoratif (Fase III)


Fase Non Bedah (Fase I)
Pro GTSL gigi 27,46
- OHI + DHE
- Scalling
- Root planning gigi Fase Maintenance (Fase IV)
18,17,16,15,14,13,12,23,28,36,35,34,44,45,47
kontrol plak, & kalkulus, kondisi
- HD gigi 17,16,28,33,32,31,41,42,43,45
gingiva, oklusi, OHI
- Splinting 31, 32, 33, 41, 42, 43

Rujukan:
Bagian Radiologi
Bagian Prostodonsia
Tata Laksana

Seorang pasien laki-laki datang ke RSGM


FKG Moestopo (Beragama), usia 69 tahun.
Pasien di diagnosis periodontitis kronis
generalis.
Pasien tersebut akan dilakukan perawatan
kuretase disertai bedah flap.
Alat dan Bahan
Bahan :
Alat :
Anastetikum (lidocaine
1 Set alat diagnostik 2% dengan adrenaline)
Alat suntik : syringe 23 gauge Periodontal pack
Alat curret gracey : Antiseptik (betadine)
Gigi Alkohol 70%
13,12,11,21,22,23,33,32,31,41,42,43 Kapas, cotton roll, kassa
menggunakan curret gracey no. 1-2 Bahan irigasi (H2O2 3%)
dan 3-4 NaCl dan aquadest
Alat irigasi Analgesik, antibiotik dan
- syringe obat kumur
- cawan untuk menempatkan NaCl, Vaseline
aquadest, dan H2O2
Microbrush/sikat gigi dan pasta gigi
Masker, Hanscoon, Slubber, Lap putih
Nierbekken
Saliva ejector
Glass Lab + Spatle
Tahapan
Kerja
1. Mengukur tekanan darah

2. Asepsis daerah kerja

3. Lakukan anestesi lokal untuk mengatasi rasa sakit dan adanya perdarahan

4. Lakukan root planing dan pembuangan jaringan granulasi pada : Epitel lining
pada dinding poket dan epitel attachment pada dasar poket

5. Daerah operasi diirigasi dengan larutan garam fisiologis atau H2O2 3% untuk
membersihkan kotoran yang mungkin tertinggal. Dinding gingiva ditekan
dengan jari 1-2 menit agar terbentuk jendalan darah dengan baik.

6. Bila dianggap perlu dapat dipasang periodontal pack.

7. Setelah dilakukan kuretase penderita hendaknya dianjurkan meningkatkan


kebersihan mulutnya, dan kontrol pasca kuretase.
INSTRUKSI PASCA PERAWATAN

1. Kontrol paska kuretase (5-7 hari)


2. Diet makanan keras, pedas, dan panas yang dapat
memicu perdarahan.
3. Menghentikan kebiasaan merokok
4. Instruksikan kepada pasien untuk menjaga OH
mulut. Teknik sikat gigi yang tepat paska operasi
adalah teknik horizontal
5. Hati-hati saat makan atau menyikat gigi pada
daerah paska operasi
6. Tehnik sikat gigi yang digunakan paska bedah
adalah tehnik horizontal: sikat gigi digerakkan maju
mundur tanpa mengenai gingiva.
7. Minum obat sesuai aturan
8. Jika ada keluhan atau terjadi perdarahan, langsung
menghubungi operator atau dokter gigi terdekat
ta I

Resep Obat

R/ Amoxcicilin 500mg No. X


3 dd tab I

R/ Asam mefenamat 500mg


No. X
prn

R/Minosep garg. 60ml fl No. I


coll oris
Kesimpulan
Kuretase merupakan prosedur penyingkiran jaringan
granulasi yang terinflamasi kronis yang berada pada dinding
poket periodontal.

Pada kasus ini, pasien laki-laki usia 69 tahun di diagnosis


periodontitis kronis generalis. Dengan rencana perawatan
akan dilakukan kuretase. Prognosa dalam kasus ini sedang
karena kehilangan tulang sedang, beberapa gigi goyang, dan
resorbsi tulang alveolar.