Anda di halaman 1dari 15

REFERAT

CARPAL TUNNEL SYNDROME

Norman Yudha Mahendra


PENDAHULUAN

Carpal tunnel syndrome


merupakan kelainan
yang paling sering mengenai
N. Medianus
Hal ini berkaitan dengan
penggunaan tangan yang
eksesif tak terbatas dan
trauma repetitif akibat
paparan okupasi
berkelanjutan
DEFINISI

Carpal Tunnel Syndrome


(CTS) merupakan tanda dan
gejala klinik yang timbul
akibat tekanan terhadap N.
Medianus yang berjalan
melalui canalis carpi
tepatnya di bawah fleksor
retinakulum
EPIDEMIOLOGI

Biasanya timbul pada usia


pertengahan

Wanita lebih banyak menderita


penyakit ini daripada pria

pada keadaan awal bersifat


unilateral tetapi kemudian bisa juga
bilateral

Biasanya lebih berat pada tangan


yang dominan
ANATOMI

Canalis carpi (carpal tunnel)


berada di dalam dasar
pergelangan tangan
Sembilan ruas tendon fleksor dan
N.Medianus berjalan di dalam
canalis carpi yang dikelilingi dan
dibentuk oleh tiga sisi dari tulang
tulang carpal
PATOFISIOLOGIS

PERSENDIAN TANGAN MENGALAMI TEKANAN


ATAU PEREGANGAN YANG BERLEBIHAN

RESPON TUBUH MENGKOMPENSASI


DENGANMEMPERTEBAL LIG. CARPI TRANSVERSUM

TEROWONGAN CARPAL MENYEMPIT

MENEKAN NERVUS MEDIANUS

TIMBUL GEJALA
etiologi

Hubung Faktor resiko


pekerjaan akibat
an penggunaan
repetitif,
dengan pemaksaan,
pekerjaa postur
pergerakan, dan
n paparan vibrasi
berulang

Rheumatoid
arthritis
Hubungan Kehamilan
dengan trauma
penyakit Tumor
Infeksi
lain degeneratif
GEJALA KLINIK

ketiga jari yang Tangan dan


lengan dan
diinervasi oleh N. pergelangan
pundak
Medianus tangan

rasa rasa sakit sakit terutama


(numbness) hilangnya di malam hari
kesemutan, kekuatan saat tidur
sensasi menggenggam
terbakar
pembengkakan
dan kekakuan
padaKelemahan
jari-jari dan atrofi otot otot thenar akan timbul
selanjutnya jika kondisi ini semakin tak terobati.

Pada tahap yang lebih lanjut penderita mengeluh jari-jarinya


menjadi kurang trampil misalnya saat menyulam atau
memungut benda-benda kecil
DIAGNOSA

Pemeriksaan fisik
Flick's sign.
Penderita diminta mengibas-ibaskan tangan atau
menggerak-gerakkan jari-jarinya. Bila keluhan
berkurang atau menghilang akan menyokong diagnosa
Thenar wasting.
Pada inspeksi dan palpasi dapat ditemukan
adanya atrofi otot-otot thenar.
Menilai kekuatan dan ketrampilan serta
kekuatan otot secara manual maupun dengan
alat dinamometer.
Penderita diminta untuk melakukan abduksi
maksimal palmar lalu ujung jari dipertemukan
dengan ujung jari lainnya. Di nilai juga kekuatan
jepitan pada ujung jari-jari tersebut
Wrist extension test.
Penderita melakukan ekstensi tangan secara
maksimal, sebaiknya dilakukan serentak pada
kedua tangan sehingga dapat dibandingkan
Phalen's test.
Penderita melakukan fleksi tangan secara maksimal.
Bila dalam waktu 60 detik timbul gejala seperti Carpal
Tunnel Syndrome
Torniquet test.
Dilakukan pemasangan tomiquet dengan
menggunakan tensimeter di atas siku
dengan tekanan sedikit di atas tekanan
sistolik
Tinel's sign.
Tes ini mendukung diagnosa hila timbul
parestesia atau nyeri pada daerah
distribusi nervus medianus kalau
dilakukan perkusi pada terowongan
karpal dengan posisi tangan sedikit
dorsofleksi
Pressure test.
Nervus medianus ditekan di
terowongan karpal dengan
menggunakan ibu jari. Bila dalam
waktu kurang dari 120 detik timbul
gejala seperti Carpal Tunnel Syndrome,
tes ini menyokong diagnosa.
Pemeriksaan
neurofisiologi(elektrodiagnos
tik)
Pemeriksaan EMG dapat
menunjukkan adanya
fibrilasi, polifasik, gelombang
positif dan berkurangnya
jumlah motor unit pada otot-
otot thenar.
Pemeriksaan radiologis
Pemeriksaan laboratorium
TERAPI

1.Terapi langsung terhadap Carpal


Tunnel Syndrome.

a. Terapi konservatif. b.Terapi operatif.


1.Istirahatkan pergelangan Operasi hanya dilakukan
tangan. pacta kasus yang tidak
2. Obat anti inflamasi non mengalami perbaikan
steroid. dengan terapi
3. Pemasangan bidai pada konservatif atau hila
posisi netral pergelangan terjadi gangguan
tangan sensorik yang berat atau
4.lnjeksi steroid. adanya atrofi otot-otot
5.Kontrol cairan, misalnya thenar
dengan pemberian
diuretika.
6.Vitamin B6 (piridoksin).
2. Terapi terhadap keadaan atau penyakit
yang mendasari Carpal Tunnel
Syndrome.
Usahakan agar pergelangan tangan
selalu dalam posisi netral
Perbaiki cara memegang atau
menggenggam alat benda..
Batasi gerakan tangan yang
repetitif.
Istirahatkan tangan secara periodik.
Kurangi kecepatan dan kekuatan
tangan agar pergelangan tangan
memiliki waktu untuk beristirahat.
Latih otot-otot tangan dan lengan
bawah dengan melakukan
peregangan secara teratur
Prognosis

Prognosa Carpal Tunnel


Syndrome dengan terapi
konservatif maupun operatif
cukup baik ,tetapi resiko
untuk kambuh kembali
masih tetap ada. Bila terjadi
kekambuhan, prosedur
terapi baik konservatif atau
operatif dapat diulangi
kembali.
DAFTAR PUSTAKA

Moeliono F. Etiologi, Diagnosis dan Terapi Sindroma


Terowongan Karpal (S.T.K.) atau (Carpal Tunnel
Syndrome/CTS). Neurona. 1993; 10 : 16-27.
DeJong RN. The Neurologic Examination revised by AF.Haerer,
5th ed, JB Lippincott, Philadelphia, 1992; 557-559.
Krames Communication (booklet). Carpal Tunnel Syndrome.
San Bruno (CA) : Krames Comm ; 1994: 1-7.
Salter RB. Textbook of Disorders and Injuries of the
Musculoskeletal System. 2nd ed. Baltimore: Williams&Wilkins
Co; 1983.p.274-275.
Adams RD, Victor M, Ropper AH. Principles of Neurology. 6 th ed.
New York:McGraw-Hill ; 1997.p.1358-1359.
Weimer LH. Nerve and Muscle Disease. In : Marshall RS, Mayer
SA, editors. on Call Neurology. Philadelphia: WB Saunders Co;
1997 .p.254-256.
Walshe III TM. Diseases of Nerve and Muscle. In: Samuels MA,
editor. Manual of Neurologic Therapeutics. 5 th ed. Boston :
Little, Brown and Co; 1995.p.381-382.
Greenberg MS. Handbook of Neurosurgery. 3rd ed. Lakeland
(Florida) : Greenberg Graphics; 1994.p.414-419.
Devinsky o, Feldman E, Weinreb HJ, Wilterdink JL. The
Resident's Neurology Book. Philadelphia: F.A. Davis
Co;1997.p.173-174.
http://adam.about.com/encyclopedia/Compression-of-the-
median-nerve.htm