Anda di halaman 1dari 2

WHO. Viral Hepatitis in the WHO South-East Asia Region. Journal [serial in the Internet].2011.

Available
Epidemiologi from: http://www.searo.who.int//Diarrhoea,_ARI_and_hepatitis_SEA232.pdf Kementerian.

Hepatitis Kronik
Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di
Indonesia, yang terdiri dan Hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis A dan E sering muncul sebagai
kejadian luar biasa, ditularkan secara fecal-oral dan biasanya berhubungan dengan perilaku
hidup bersih dan sehat, bersifat akut dan dapat sembuh dengan baik. Sedangkan Hepatitis B, C
dan D (jarang) ditularkan secara parenteral, dapat menjadi kronis dan menimbulkan sirosis
hepatis dan lalu kanker hati (carcinoma hepatocellular). Virus Hepatitis B telah menginfeksi
sejumlah 2 milyar orang di dunia, sekitar 240 juta orang di antaranya menjadi pengidap
Hepatitis B kronik, sedangkan untuk penderita Hepatitis C di dunia diperkirakan sebesar 170
juta orang. Sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya karena Hepatitis.
Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi Hepatitis B, terbesar kedua di
negara South East Asian Region (SEAR) setelah Myanmar. Berdasarkan hasil Riskesdas, studi
dan uji saring darah donor PMI maka diperkirakan di antara 100 orang Indonesia, 10
diantaranya telah terinfeksi Hepatitis B atau C. Riskesdas 2013 menemukan bahwa prevalensi
HBsAg adalah 7,2%. Diperkirakan terdapat 18 juta orang memiliki Hepatitis B dan 3 juta orang
menderita Hepatitis C. Sekitar 50% dari orang-orang ini memiliki penyakit hati yang berpotensi
kronis dan 10% berpotensi menuju fibrosis hati yang dapat menyebabkan kanker hati. Besaran
masalah tersebut tentunya akan berdampak sangat besar terhadap masalah kesehatan
masyarakat, produktifitas, umur harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi Iainnya.
1. Menurut laporan rumah sakit umum pemerintah di Indonesia, rata-rata prevalensi sirosis hati adalah
3,5% seluruh pasien yang dirawat di bangsal Penyakit Dalam, atau rata-rata 47,4% dari seluruh pasien
penyakit hati yang dirawat.
2. Perbandingan prevalensi sirosis pada pria:wanita adalah 2,1:1 dan usia rata-rata 44 tahun.

WHO (2004)
http://pphi-online.org/
- Merupakan penyebab kematian ke-18 di dunia dengan prevalensi 1,3%
- Case Spesific Death Rate (CSDR) di Inggris (2002) sebesar 26,9 per 100.000 penduduk

WHO (2007) Penyebab kematian ke-12 di USA dengan prevalensi 1,2%

http://www.who.int/
Penyebab paling umum sirosis di USA: Penyebab sirosis terbanyak di Indonesia:
- Hepatitis C (26%) - Virus hepatitis B menyebabkan sirosis sebesar 40-50%
- Penyakit hati alkoholik (21%) - Virus hepatitis C menyebabkan sirosis sebesar 30-40%
- Penyebab kriptogenik (18%)
- Hepatitis C + peny. hati alkoholik (15%)
http://www.who.int/ http://www.who.int/
- Hepatitis B (15%)
Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia / Indonesian Association for the Study of the Liver (2013)

Anda mungkin juga menyukai