Anda di halaman 1dari 14

Self Cleaning

Disusun Oleh :
1. Boby Nurhakim (3335121953)
2. Heri Paski (333512
Polusi udara yang berupa debu, jamur, bakteri dan partikel lainnya
yang melimpah di beberapa area, dapat dengan mudah mengotori
kaca outdoor, kaca jendela, cermin, kaca otomotif, dan benda lain
Pemurnian lingkungan dengan menggunakan fotokatalis TiO2 telah
menarik banyak perhatian dengan meningkatnya jumlah masalah
lingkungan baru-baru ini di masyarakat.
Fotokatalis Titanium (IV) Oksida (TiO2) umumnya berperan
sebagai zat pendegradasi polutan.
Pendahulua
n
Fotokatalis adalah reaksi yang melibatkan cahaya (fotoreaksi) dan
mengalami peningkatan kecepatan reaksi akibat adanya katalis yang
mengabsorbsi energi cahaya ultraviolet (UV) sehingga
menghasilkan senyawa pereduksi dan pengoksidasi pada
Fotokatalis permukaan katalis.
Beberapa material yang digunakan sebagai fotokatalis pengolahan
polutan yang umumnya merupakan semikonduktor, diantaranya
TiO2, WO3, SnO2, ZnO, CdS, dan ZnS.
TiO2 adalah katalis semikonduktor yang paling efektif karena
mempnyai energi gap relatif kecil (3,2 eV) yang cocok digunakan
untuk fotokatalis.
Beberapa keunggulan yang dimiliki titania, diantaranya (Habib dkk,
2013):
Fotokatalis 1. memiliki sifat optik yang baik
TiO2 2. tidak beracun,
3. harganya murah,
4. memiliki aktivitas fotokatalis yang baik
Mekanisme
Fotoreaksi
TiO2
Self cleaning merupakan kemampuan suatu material untuk menjaga
kebersihan permukaannya dengan memanfaatkan sifat hidrofilik
dari katalis TiO2.Dengan fenomena hidrofilik tersebut, air yang
Self dating melalui hujan atau penyemprotan biasa akan membentuk
Cleaning lapisan tipis dan dengan mudah membawa kotoran yang menempel
pada permukaan (Asthana, 2000)
Fenomena
Self
Cleaning
Sol-gel
Sol gel merupakan proses secara luas digunakan untuk membut pelapis
hidrofobik dan hidrofilik. Dalam proses ini bahan prekursor dihidrolisis /
dipolimerisasi untuk mendapatkan koloid sebuah sol. sol diendapkan pada
substrat dan film padat diperoleh dengan pemanasan substrat. Proses sol-
gel digunakan untuk mendapatkan bentuk bulat, bubuk, lapisan film tipis,
berserat, berpori atau material padat dan bahan sangat aerogel berpori.

Teknologi Dip Coating


Pada lapisan dip, substrat dicelupkan di tangki yang berisi sol koloid
danketebalan lapisan akhir ditentukan oleh kecepatan deposisi dan
solusiviskositas. Selain dua faktor utama tersebut, fungsional
awalpermukaan substrat, waktu perendaman, kecepatan penarikan, jumlah
siklus dicelupkan, komposisi solusi, konsentrasi dan suhu, jumlah solusi di
setiapmencelupkan urut dan kelembaban lingkungan memiliki pengaruh
pada lapisan akhir. Dip coating dapat digunakan untuk melapisi pada
struktur yang kompleks
Spray Coating
Pada pelapisan semprot, sol koloid disemprotkan pada substrat
dengan pistol semprot. Ini proses dapat digunakan untuk melapisi
setiap bentuk kompleks. Proses semprot lapisan lebih cepat dan
kurang pemborosan sol terjadi. udara penyemprotan konvensional,
volume tinggi tekanan rendah (HVLP) dan penyemprotan
elektrostatik berbagai jenis coating semprot.Fabrikasi lapisan tipis
TiO2 untuk aplikasi selfcleaning dengan dip-coating, semprot-coating
atau spin-coating membutuhkan proses pasca-anil mengkristal ke
dalam struktur anatase. Telah menyadari bahwa proses pasca-anil
berdifusiion natrium dari jendela kaca menjadi film TiO 2 dengan
demikian menurunkan fotokatalitik yang efisiensi.
Ukuran Kristal
Ditinjau dri ukurannya, TiO2 yang disintesis secara kristalisasi dingin
dapat dikatakan kurang efektif untuk diaplikasikan sebagai material anti
kabut dan self cleaning pada kaca karena dapat mengganggu transparasi.
Energy band-gap
Energi band gap TiO2 berkisar antara 3-3,2 eV. Besar energy ini diduga
mampu mengoksidasi senyawa-senyawa organic maupun anorganik
Faktor - yang menempel pada permukaan semikonduktor TiO 2 menjadi CO2 dan
H2O.
Faktor Waktu maksimum penyinaran
Waktu maksimum penyinaran UV pada permukaan sampel untuk
menghasilkan permukaan yang bersifat hidrofilik adalah 4 jam.
Sudut kontak
Semakin kecil sudut kontak yang dihasilkan, maka sifat anti kabut
maupun self cleaning material akan semakin baik (Puzenat, 2009).
Self Cleaning pada kaca
Fungsi dari self-cleaning glass yaitu permukaan material tetap bersih
ketika jumlah cahaya UV melebihi kotoran dan diserap pada suatu
permukaan. Karena sifat yang super hidrofilik sehingga kotoran
tidak melekat bahkan tidak ada, dapat dengan mudah dicuci dengan
air.

Aplikasi
Pada Self
Cleaning
Terimakasih