Anda di halaman 1dari 39

KODE ETIK PROFESI

Persyaratan menjadi Konsultan Pajak

1. WNI dan berdomisili di Indonesia


2. Berijazah S1
3. Tidak bekerja pada pemerintah
4. Berkelakuan baik
5. Memiliki NPWP
6. Memenuhi kewajiban perpajakan
7. Bersedia menjadi anggota IKPI (Ikatan
Konsultan Pajak Indonesia)
8. Memiliki sertifikat Konsultan Pajak
9. Memiliki ijin praktek dari Dirjen Pajak.

6/1/17 06:56:39 AM 2
Konsultan Pajak Indonesia
Konsultan PajakI sesuai pasal 1 ayat 1 KMK. 485
setiap orang yang dalam lingkungan pekerjaannya
secara bebas memberikan jasa profesional pada Wajib
Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi
kewajiban perpajakannya sesuai Peraturan
Peundang Undangan
Sesuai ART pasal 1 ayat 2 harus memiliki Ijin Praktek
yang dikeluarkan oleh DJP

Untuk bisa menjalan hak dan memenuhi kewajiban harus


memiliki kuasa Khusus , sesuai dengan PMK-
22/PMK/03/2008 dan SE-16/PJ/2008 dan dirubah dengan
PMK 229/PMK.03/2014
6/1/17 06:56:40 AM

3
HAK DAN KEWAJIBAN

HAK
1. Ijin Praktik Tingkat A untuk WP OP
2. Ijin Praktik Tingkat B untuk WP OP dan
Badan kecuali WP PMA, BUT dan WP yg
punya P3B dgn Indonesia
3. Ijin Praktik Tingkat C untuk semua WP

BERIKUT
6/1/17 06:57:01 AM 4
HAK DAN KEWAJIBAN
KEWAJIBAN
1. Mematuhi perundang2 yang berlaku
2. Menyampaikan ke WP tentang UU
Perpajakan
3. Memiliki Ijin praktek dan kuasa khusus
4. Mematuhi tata tertib dari DJP
5. Mengikuti penataran minimal 1 kali
6. Mematuhi AD/ART dan kode etik
7. Membuat Laporan tahunan

6/1/17 06:57:01 AM 5
SANKSI
Sanksi dapat diberikan :
1. Tidak tertib
2. Tidak patuh tata tertib di DJP
3. Melanggar AD/ART dan Kode Etik
4. Tidak membuat laporan tahunan
5. Menyampaikan SPT Tahunan Nihil
6. Merugikan negara
7. Dipidana penjara

BERIKUT
6/1/17 06:57:01 AM 6
Sanksi diberikan berdasarkan usulan Ikatan
Konsultan Pajak (IKPI)
Jenis Sanksi : Teguran Tertulis,
Pembekuan Sementara
Pencabutan Ijin
Sanksi diberitahukan secara tertulis.

6/1/17 06:57:02 AM 7
KODE ETIK

P E N D A H U L U A N ( BAB I )

KEPRIBADIAN (( BAB
KEPRIBADIAN BABIIII ))
HUBUNGAN
HUBUNGANDENGAN
DENGANTEMAN
TEMANSEPROFESI
SEPROFESI( (BAB
BABIIIIII) )

HUBUNGANDENGAN
HUBUNGAN DENGAN WP
WP((BAB
BABIV
IV))

PUBLIKASI ((BAB
PUBLIKASI BABVV))
PELAKSANAANKODE
PELAKSANAAN KODEETIK
ETIK((BAB
BABVI
VI))
DEWANKEHORMATAN
DEWAN KEHORMATAN((BAB
BABVII
VII))
KEPUTUSANDEWAN
KEPUTUSAN DEWANKEHORMATAN
KEHORMATAN((BAB
BABVIII
VIII))
PENUTUP((BAB
PENUTUP BABIX
IX))

6/1/17 06:57:02 AM 8
IKATAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA

Dasar hukum pasal. 1 Anggaran Dasar


Didirikan Tgl. 27 Agustus 1965
Tempat kedudukan di Ibukota RI
Asasnya Pancasila
Sifatnya : Satu-satunya Wadah Konsultan
PajakI

6/1/17 06:57:02 AM 9
TUJUAN IKPI
Mepersatukan Konsultan Pajak Indonesia
Meningkatkan peranan Konsultan Pajak
Meningkatkan mutu anggota Konsultan
Pajak
Memperjuangankan kepentingan
Konsultan Pajak
Membina anggota Konsultan Pajak
Membantu Wajib Pajak

6/1/17 06:57:03 AM 10
ANGGOTA IKPI
Anggota Biasa
Anggota Luar Biasa
Anggota Kehormatan

KEWAJIBAN ANGGOTA :
1. Kode Etik dan standar Profesi IKPI

6/1/17 06:57:03 AM 11
Syarat Anggota
Anggota Biasa :
1. WNI
2. Berjiwa Pancasila dan Setia pada
UUD
3. Domisili Indonesia
4. Tidak terikat bekerja pada
pemerintah
5. Memiliki Sertifikat / Piagam
6. Memiliki NPWP
7. Memiliki Ijin Praktek
Anggota Luar Biasa :
Tidak perlu memiliki ijin praktek
6/1/17 06:57:03 AM 12
KODE ETIK PROFESI

PENDAHULUAN ( BAB I ps. 1 )


1. Merupakan kaidah moral bagi anggota
2. Untuk menjaga citra setiap anggota
3. Mengatur semua sanksi bagi anggota

6/1/17 06:57:04 AM 13
KEPRIBADIAN Konsultan Pajak Indonesia
( kewajiban & larangan )
KEWAJIBAN ps. 2
1. Setia dan taat
2. Patuh pada hukum
3. Tanggungjawab pada profesi
4. Wajib Pajak yg baik
5. Menjaga rahasia profesi

6/1/17 06:57:04 AM 14
KEPRIBADIAN Konsultan Pajak
Indonesia
LARANGAN ps. 3
1. Menjalankan profesi lain sbg PNS
2. Meminjamkan ijin
3. Menugaskan pegawai yang tidak
menguasai pajak

6/1/17 06:57:04 AM 15
HUBUNGAN DENGAN TEMAN ( BAB III )

Pasal 6
Bila terjadi sengketa sesama anggota
- Dimusyawarahkan di Cabang
- Dibawa ke PP / Dewan kehormatan

6/1/17 06:57:05 AM 16
HUBUNGAN DG KLIEN
BAB IV

Wajib : ps. 7
Menjaga sifat profesional dan kerahasiaan
Menolak permintaan klien yang bisa merugikan negara

Tidak diperkenankan ps. 8


a) Memberikan petunjuk yang menyesatkan
b) Memberi jaminan pekerjaan yang berhubungan dengan
instansi perpajakan pasti dapat diselesaikan.
c) Memberikan syarat membatasi
d) Melakukan tindak pidana perpajakan

6/1/17 06:57:05 AM 17
PUBLIKASI ( BAB V )

Pasal : 9
Konsultan Pajak Indonesia tunduk patuh
tentang penggunaan papan nama :
a. Nama sesuai ijin
b. Harus dicantumkan nomor ijin
c. Bila persekutuan dicantumkan salah satu
d. Ukuran dan warna disesuaikan kebutuhan

Pasal : 10
Dilarang melakukan iklan

6/1/17 06:57:05 AM 18
PELAKSANAAN KODE ETIK
( BAB VI )
Pasal : 11
1. Mematuhi dan melaksanaan Kode Etik
2. Pengawasan dilakukan DK

6/1/17 06:57:06 AM 19
BAB : VII
DEWAN KEHORMATAN ps. 12
DK memeriksa keputusan /sanksi
DK membentuk Majelis DK
DK bertindak pengaduan tertulis
Keputusan sanksi melalui cabang
DK memberitahukan hasil pd anggota

6/1/17 06:57:06 AM 20
Ps. 13
Sanksi pelanggaran Kode Etik
Salinan keputusan
Anggota dapat Membela diri di MDK
Pemberhentian tetap setelah membela
di konggres.
Keputusan konggres final.

6/1/17 06:57:06 AM 21
BAB VIII
KEPUTUSAN DK Pasal 14

1. Mempunyai kekuatan tetap sejak


diucapkan.
2. Paling lambat 14 hari salinan harus
disampaikan.
3. Pelakasanaan kode etik oleh PP

KEMBALI
6/1/17 06:57:07 AM 22
PENUTUP

Pasal 15
Perkara perkara pelanggaran Kode Etik
IKPI yang belum diperiksa dan belum
diputuskan akan diperiksa dan
diputuskan berdasarkan Kode Etik
Ikatan Konsultan Pajak Indonesia
6/1/17 06:57:07 AM

KEMBALI 23
MAJELIS DK
Ketua DK sebagai Ketua
Sekretaris DK sebagai Sekretaris
Ketua/Sekretaris Dewan Pembina Sbg
Anggota.
Ketua/Sekretaris IKonsultan PajakI sbg
anggota
Pihak lain yang dianggap perlu.

6/1/17 06:57:07 AM 24
JENIS SANKSI ps. 13
ayat 1

Teguran Tertulis
Pemberhentian sementara
Pemberhentian tetap

6/1/17 06:57:08 AM 25
Salinan keputusan
pasal 13 ayat 2 :

Pengurus Ikatan Konsultan Pajak Indonesia


dimana terdaftar
Pengurus Pusat Ikatan Konsultan Pajak
Indonesia
Kantor Pusat DJP dan Konsultan PajakP

6/1/17 06:57:08 AM 26
Salinan keputusan
pasal 14 ayat 2 :
Anggota bersangkutan melalui IKPI Cabang
Pengurus IKPI dimana terdaftar
Pengurus Pusat IKPI
Kantor Pusat DJP dan KPajak

6/1/17 06:57:08 AM 27
Pasal
3.
32 ayat 3
Orang pribadi atau badan yang dapat
menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa
khusus untuk menjalankan hak dan
memenuhi kewajiban menurut ketentuan
peraturan perundang undangan
perpajakan.
3a. Kuasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
harus memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dengan keputusan Menteri
Keuangan.

6/1/17 06:57:09 AM 28
SYARAT
1.
MENJADI KUASA
Kuasa diberikan dengan surat kuasa khusus yang
diperlukan untuk urusan tertentu dalam
melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan
2. WP dapat menunjuk seorang kuasa yang telah
memenuhi persyaratan tertentu
3. Boleh pada konsultan pajak maupun bukan
konsultan pajak (Karyawan wajib pajak )
4. Kecuali : Dikecualikan, kewajiban mendaftarkan diri
bagi Wajib Pajak orang pribadi untuk memperoleh
Nomor Pokok Wajib Pajak dan melaporkan usahanya
untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
harus dilaksanakan sendiri oleh Wajib Pajak.

6/1/17 06:57:09 AM 29
SYARAT MENJADI KUASA

1. Konsultan pajak dapat menerima kuasa dari


Wajib Pajak orang pribadi dan/atau Wajib
Pajak badan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang
perpajakan.
2. memiliki izin praktik konsultan pajak yang
diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau
pejabat yang ditunjuk, dan harus
menyerahkan Surat Pernyataan sebagai
konsultan pajak

6/1/17 06:57:09 AM 30
SYARAT MENJADI KUASA

Dalam hal seorang kuasa merupakan konsultan


pajak, dokumen kelengkapan sebagai berikut:
a. fotokopi kartu izin praktik konsultan pajak;
b. surat pernyataan sebagai konsultan pajak;
c. fotokopi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak; dan
d. fotokopi tanda terima penyampaian Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun
Pajak terakhir bagi kuasa yang telah memiliki
kewajiban untuk menyampaikan Surat
pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.

6/1/17 06:57:10 AM 31
SYARAT MENJADI KUASA
KARYAWAN PERUSAHAAN

1. Karyawan Wajib dapat menerima kuasa dari


Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak
badan sepanjang merupakan karyawan tetap
dan masih aktif yang menerima penghasilan
dari Wajib Pajak yang dibuktikan dengan daftar
karyawan tetap yang dilakukan pemotongan
Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam Surat
Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal
21 yang telah dilaporkan

6/1/17 06:57:10 AM 32
SYARAT MENJADI KUASA
KARYAWAN PERUSAHAAN

2. Karyawan Wajib Pajak sebagai seorang kuasa


dianggap menguasai ketentuan peraturan perundang-
undangan di bidang perpajakan apabila memiliki:
a. sertifikat brevet di bidang perpajakan yang diterbitkan
oleh lembaga pendidikan kursus brevet pajak;
b. ijazah pendidikan formal di bidang perpajakan,
sekurang-kurangnya tingkat Diploma III, yang
diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta
dengan status terakreditasi A; atau
c. sertifikat konsultan pajak yang diterbitkan oleh
Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak.

6/1/17 06:57:10 AM 33
SYARAT MENJADI KUASA
KARYAWAN PERUSAHAAN

Dalam hal seorang kuasa merupakan karyawan Wajib Pajak,


dokumen kelengkapan sebagai berikut:
a. fotokopi sertifikat brevet di bidang perpajakan, ijazah
pendidikan formal di bidang perpajakan, atau sertifikat
konsultan pajak
b. fotokopi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak;
c. fotokopi tanda terima penyampaian Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak terakhir bagi kuasa
yang telah memiliki kewajiban untuk menyampaikan Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan
d. fotokopi daftar karyawan tetap yang dilakukan pemotongan
Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam Surat Pemberitahuan Masa
Pajak Penghasilan Pasal 21 yang telah dilaporkan Wajib Pajak.

6/1/17 06:57:11 AM 34
SYARAT UTAMA KUASA WAJIB PAJAK
a. menguasai ketentuan peraturan perundang-
undangan di bidang perpajakan;
b. m memiliki surat kuasa khusus dari Wajib Pajak
yang memberi kuasa;
c. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
d. telah menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak terakhir,
kecuali terhadap seorang kuasa yang Tahun Pajak
terakhir belum memiliki kewajiban untuk
menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan
Pajak Penghasilan; dan
e. tidak pernah dipidana karena melakukan tindak
pidana di bidang perpajakan.
6/1/17 06:57:11 AM 35
ISI SURAT KUASA
1. Surat kuasa khusus sebagaimana dimaksud sedikit
memuat:
a. nama, alamat, dan tanda tangan di atas meterai
serta Nomor Pokok Wajib Pajak dari Wajib Pajak pemberi
kuasa;
b. nama, alamat, dan tanda tangan serta Nomor Pokok
Wajib Pajak penerima kuasa; dan
c. hak dan/atau kewajiban perpajakan tertentu yang
dikuasakan yang mencakup keperluan perpajakan, jenis
pajak, dan Masa Pajak/Bagian Tahun Pajak/Tahun Pajak.
2. 1 (satu) surat kuasa khusus hanya untuk seorang
kuasa dan untuk 1 (satu) pelaksanaan hak dan/atau
pemenuhan kewajiban perpajakan tertentu
6/1/17 06:57:12 AM 36
Tingkat A : Pajak Orang Pribadi
1) Pancasila
2) PPh Orang Pribadi
3) PPh Pasal 21 dan SPT 1721
4) PPh Pasal 22/23/26
5) PPN dan SPT Masa PPN
6) KUP/PPSP/BPSP
7) BM/PBB/BPHTB
8) Akuntansi Perpajakan
9) SPT PPh Orang Pribadi (1770)
10)Kode Etik Profesi

6/1/17 06:57:12 AM 37
Tingkat B : Pajak Badan

1) Pancasila
2) PPh Badan
3) PPh Pasal 21
4) PPh Pasal 22/23/26
5) PPN
6) KUP/PPSP/BPSP
7) BM/PBB/BPHTB
8) Akuntansi Perpajakan
9) SPT PPh Badan
10)SPT Masa PPN
11)Kode Etik Profesi

6/1/17 06:57:12 AM 38
Tingkat C : Pajak Internasional
1) PPh Badan
2) PPh Pasal 21 dan SPT 1721
3) PPh pasal 22/23/26
4) PPN
5) KUP/PPSP/BPSP
6) Perpajakan Internasional
7) Akuntansi Perpajakan
8) SPT PPh Badan
9) SPT Masa PPN
10) Kode Etik Profesi
6/1/17 06:57:13 AM 39