Anda di halaman 1dari 42

WELL

LOGGING-
THE METHODS

OLEH
NAMA : LEOVALDO PANGARIBUAN
NPM : 143210663
BOREHOLE GEOMETRY

ELECTRICAL AND ELECTROMAGNETIC LOGS

NUCLEAR LOG

OUTLINE ACOUSTIC AND SONIC LOG

CALIPER LOG

NMR MEASUREMENT

IMAGING TECHNIQUE
A. GEOMETRI LUBANG BOR

Lintasan diameter
sumur sumur

azimuth Caliper log

inklinasi
north

Angle (azimuth)

TVD

Angle (inclination)

MD
Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 41
Well Logging Handbook. Oleh
Obertp Serra. Halaman 507
B. ELECTRICAL AND
ELECTROMAGNETIC LOG

Resistivity Induction Spontaneous


tools tools potential

Menggunakan elektroda Menggunakan antena Potensial listrik alami


yang hanya pada yang hanya pada non- diamati pada water base
konduktif(water base konduktif(oil base mud) mud
mud)
Tujuan secara umum
1. Menghitung resistivitas listrik dari
fungsi kedalaman
2. Konduktivitas formasi dari fungsi
kedalaman

Aplikasi
3. Penentuan saturasi air (Persamaan
Archie)
4. Karakteristik proses invasi
1. Peralatan Resistivitas
a) Normal tool (non-focusing) Peralatan ini tidak berfokus
pada suatu titik formasi,
Rt= V/I . K namun menyebar kesegalah
Dimana K adalah koefisien arah.
penggolongan geomteri distribusi Penyelidikan kedalaman
arus cukup dan resolusi vertikal
yang tidak tajam
Terdapat dua standar konfigurasi
-) Short normal dengan L= 16 in=
0.4 m
-) Long normal dengan L= 64 in= L
A
1,6 m
b) Laterolog (focusing)

Pada formasi dengan resistivitas tinggi, arus


elektroda A cenderung untuk hilang pada
formasi, sehingga dilakukan pengembangan
yaitu focusing electrode system.
Terdapat tiga tujuan:
- Berfokus mengukur aliran arus tegak lurus
terhadap alat
- Penetrasi yang dalam dari arus yang berfokus
(dalam zona invaded)
- Resolusi vertikal tajam
2. PERALATAN INDUKSI
Mengukur konduktivitas formasi (specifik resistivity) dengan cara sebuah elektromagnetik
dengan frekuensi sebesar 20 KHz ditransfer kedalam formasi dan diukur pada basis alat
penghubung eletromagnetik via antena atau gulungan
Pada kedua jenis (resistivitas dan induksi) dapat digunakan
pada lubang dengan water base mud. Beberapa rules of
thumb diformulasikan Asquith dan Krygowski untuk
mendeteksi hidrokarbon pada sumur eksplorasi
- Pada Rmf < 2 Rw gunakan laterolog
- Pada Rmf > 2 Rw gunakan induction log

Note: Induction log memberikan pembacaan langsung Rt


dibawah kondisi Rmf/Rw > 3, invasi dangkal, resistivitas
formasi rendah
3. SPONTANEOUS POTENTIAL

SP adalah potensial listrik


alami yang diamati pada water
base mud di lubang bor.
Tegangan ini diukur pada
elektroda lubang bor relatif
terhadap elektroda referensi.

Sumber dari SP adalah


proses charge exchange yang
didorong oleh perbedaan
konsentrasi antara Cw dan
Cmf
APLIKASI SP LOG

1. Profil litologi, yaitu pemisahan sand-shale atau mendeteksi zona permeabel


Shale content dapat diperkirakan dengan

2. Perhitungan Rw, yaitu dengan persamaan:

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 51-57, 64-66
Well Logging Handbook. Oleh
Obertp Serra. Halaman 154-156
C. NUCLEAR LOG

Nuclear log adalah pengukuran log dengan menggunakan


radiasi nuklir yang dapat dilakukan pada open hole dan cased
hole. Diperlukan koreksi lubang bor pada tiap pengukuran

GAMM NEUTR
A- ON
GAMMALO GAMM LOG
G
Radiasi gamma A LOG Menggunak
Mengguna an sumber
alami dari formasi neutron
kan
sumber kimia/
gamma generator
1. PENGUKURAN GAMMALOG

Pemancaran
Penetrasi sangat
rendah Radiasi
Penetrasi sangat Penetrasi tinggi
rendah

Uranium
Waktu paruh
4,4. 10^9 tahun
Thorium
Waktu paruh
1,4. 10^9 tahun
Potassium
Waktu paruh 1,3. 10^9
tahun
Jumlah kandungan K, U, Th pada beberapa
mineral
Pengukuran hasil peluruhan

Parameter teknik pada Gammalog


Absorpsi radiasi didalam fluida lubang bor

Posisi alat
Beberapa koreksi yang
perlu diperhatikan
Jenis lumpur

Kecepatan logging
APLIKASI
a) Desain profil litologi
b) Perkiraan kandungan
shale
c) Penyesuaian
kedalaman
d) Korelasi litologi
2. GAMMA-GAMMA LOG

Menggunakan interaksi radiasi


gamma yang dihasilkan dari
sumber (tool) dengan formasi
Komponen utama
a) Sumber gamma (Cs atau
Co)
b) Satu atau lebih detektor
c) Perlindungan unruk
menghindari radiasi
langsung antara sumber dan
detektor
APLIKASI
a) Penentuan porositas dari GG- Density log
b) Penurunan porositas dan mineralogi dari interpretasi kombinasi
dan GG-density dan Neutronlog
c) Penentuan densitas untuk karakteristik batuan pada umumnya dan
sebagai input proses seismik
3. METODE NEUTRON
Metode dengan menggunakan Neutron diklasifikasi
interaksi radiasi neutron dari berdasarkan energi
sumber dan formasi, komponen a) Fast neutron >500 keV
utama yaitu: b) Intermediate neutron 500-1
a) Sumber neutron keV
b) Satu atau lebih detektor c) Slow neutron <1 keV
c) Perlindungan sumber dan (epithermal 1-0,1 keV,
detektor thermal <0,1 keV
Note: ketika alat neutron dikalibrasi untuk matriks
limestone dan air sebagai fluida pori, untuk situasi ini,
porositas neutron yang diukur adalah porositas neutron
APLIKASI

- Indikasi shale dari Gammalog


dan kombinasi
- Deteksi karbonat
menggunakan plot neutron
densitas
- Identifikasi dolomite atau dan
limestone didukung oleh
photoelectric
- Identifikasi anhydrit dari
densitas yang tinggi didukung
oleh pengukuran PE

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 67-88
D. ACOUSTIC LOG, SONIC LOG
Mengukur kecepatan gelombang elastik dari formasi.
Informasi yang diberikan berupa porositas, litologi, dan
mendukung eksplorasi seismik
Didalam alat terdapat sumber yang
menghasilkan pulsa. Berikut beberapa
model esktasi dari akustik

a) Sumber monoploe, bertingkah


ditengah titik sumber
b) Sumber dipole,memiliki perilaku seperti
piston.
c) Sumber quadrupoile, memakai empat
sumber ditengah
Tujuan utama log akustik yaitu
a) Membantu interpretasi seismik
b) Penentuan porositas berdasarkan persamaan Wyllie atau
lainnya
c) Penentuan litologi dan porositas (kombinasi alat) dengan cross
plot
d) Penurunan sifat batuan elastik (Poissons ration, Young
Modulus
e) Perkiraan permeabilitas dari Stoneley wave analysis

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 94-96
Well Logging Handbook. Oleh
Obertp Serra. Halaman 433-435
E. CALIPER LOG
Untuk mengetahui diameter lubang bor sebagai fungsi
kedalaman dan dapat digunakan pada sumur open
hole dan cased hole.

Sistem mekanik

Satu atau lebih pad diletak pada


Prinsip kerja
dinding lubang bor

Sistem akustik

Ultrasonic caliper atau acoustic


borehole televiewer
Aplikasi pada caliper log
- Geometri lubang bor dan
stabilitas
- indikasi zona permeabel (mud
cake)
- Ketebalan mud cake
- Indikasi zona rekah
- Volume lubang bor (untuk
operasi penyemenan)

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 41-43
F. PENGUKURAN NMR (NUCLEAR
MAGNETIC RESONANCE)

NMR ditemukan pada 1945 oleh NME mengacu pada reaksi


Felix Bloch dan Edward Mills Purcell nuclei terhadap medan
Nuclei tertentu memiliki angka ganjil magnet.
dari proton dan atau neutron (seperti Terdapat 3 sifat: memiliki
1H, 13C, 19F, 23 Na, dll) momen magnetik, putaran
1H berlimpah pada minyak, air, dan momentum angular
gas, sehingga ini adalah elemen makroskopik.
yang diukur alat logging NMR
Analisa rekaman NMR (plot T2) memberikan
a) Informasi mengenai komponen utama
- CBW
- BVI
- volume pada BVM
b) Interpretasi numerik
- porositas efektif dengan integrasi BVI dan BVM
- pengukuran permeabilitas dengan persamaan
Coates

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 97-103
G. IMAGING TECHNIQUE

Teknik pemindaian akustik atau resistivity listrik dapat menghasilkan


gambar elektronik demngan fluida non transparan (lumpur) pada dinding
lubang bor

Acoustic borehole Electrical formation


televiewer microscanner

Memancarkan sinar Pencatatan resistansi


berfrekuensi tinggi listrik
Acoustic Borehole Televiewer Electrical Resistivity Imaging

Resistansi diplot sepanjang


Amplitudo memiliki kode warna, orientasi yang umumnya memiliki
sehingga terlihat seperti gambar kode warna seperti gambar nyata.
nyata. Jenis pembacaan yaitu: Jenis pembacaan yaitu:
- Amplitudo tinggi pada formasi - Resistansi tinggi pada formasi
berhalus tebal dan lapisan berhalus tebal dan lapisan
keras (limestone tebal, keras (limestone tebal,
anhydrate) anhydrate)
- Amplitudo menengah pada - Resistansi menengah pada
batuan berpori, shale batuan berpori berisi air, shale
- Amplitudo rendah pada - Resistansi rendah pada
rekahan, vug rekahan terbuka, vug
Seringkali kedua sistem tersebut dikmbiasi meadi suatu alat (STAR). Sering interpretasi berpegalaman
menurunkan informasi berguna terhadap untuk
- Sedimetnasi layerig, laminasi, dipping, dll)
- Jenis pori pada karbonat
- Rekahan, arah rekaha, dan elemen tektonik
- medan tegangan

Beberapa contoh Imaging tool yaitu

Referensi:
Basic Well Logging and Formation
Evaluation. Oleh Prof. Dr Jurgen
Schon. Halaman 105-108
WE ARE HERE!

THANK YOU
FOR ATTENTION