Anda di halaman 1dari 50

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN


DARAT

Disampaikan dalam
Bimbingan Teknis Sistem Lalu Lintas di Perkotaan
Samarinda, 24 25
2

Dasar Hukum

UU No. 22 tahun 2009 ttg Lalu Lintas dan Angkutan


Jalan.
PP No. 32 tahun 2011 ttg Manajemen dan Rekayasa,
Analisis Dampak serta Manajemen Kebutuhan Lalu
Lintas.
KepMenHub No. KM.60 / 1993 tentang Marka Jalan.
KepMenHub No. KM.61 / 1993 tentang Rambu LL
KepMenHub No. KM.62 / 1993 tentang APILL
KepMenHub No. KM.3 / 1994 tentang Alat Pengendali
dan Pengaman Pemakai Jalan.

2
3

UU 22/2009 tentang
LLAJ

Bab VI Jaringan LLAJ


Pasal 25 jalan untuk LL umum, wajib
dilengkapi dgn perlengkapan jalan.
Pasal 28 larangan untuk merusak atau
mengganggu fungsi perlengkapan jalan.

Terkait penggunaannya tersebar dalam Bab-


bab lainnya.
3
4

Perlengkapan Jalan (1)

MRLL
(UU 22/2009
Pasal 1butir 29)

Proses (Perencanaan,
Pengadaan, Pemasangan,
Pemeliharaan) Perlengkapan
Jalan

Tujuan (Mewujudkan,
Mendukung, Memelihara
Keamanan,
Keselamatan, Ketertiban,
dan Kelancaran Lalu
Lintas)
4
5

Perlengkapan Jalan (2)

Perlengka a.Rambu Lalu Lintas;


b.Marka Jalan;
pan c.Alat Pemberi Isyarat Lalu
Lintas;
Jalan d.Alat Penerangan Jalan;
e.Alat pengendali dan
pengaman Pengguna Jalan;
f. Alat pengawasan dan
pengamanan Jalan;
Setiap Jalan yang g.Fasilitas untuk sepeda,
digunakan untuk Lalu Pejalan Kaki, dan
Lintas umum wajib penyandang cacat; dan
dilengkapi dengan h.Fasilitas pendukung kegiatan
(UU 22/2009 Pasal 25) Lalu Lintas dan angkutan
Jalan yang berada di Jalan
dan di luar badan Jalan.

5
6

Perlengkapan Jalan (5)

WEWENAN
G
(UU 22/2009 Pasal 26)

6
7

Perlengkapan Jalan (5)

LARANGAN PERUSAKAN
(2) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan
gangguan pada fungsi perlengkapan jalan (UU 22/2009 Pasal 28)
pidana Pasal 275

Mengakibatkan
Kurungan max 1 bulan; atau
gangguan pada fungsi
Denda max Rp250.000,-
perlengkapan jalan

Kurungan max 2 bulan; atau


Merusak
Denda max Rp50.000.000,-
perlengkapan jalan

7
8

Perlengkapan Jalan (6)

PETUNJUK TEKNIS TENTANG PERLENGKAPAN JALAN

spesifikasi
teknis bahan;
cara
pemasangan
(konstruksi).

8
9

PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN


PERLENGKAPAN JALAN TERBARU
NO AJ.003/5/9/DRJD/2011, TANGGAL 21 Juni 2011

UKURAN DAUN RAMBU DIAMETER MINIMAL 750 MM UNTUK JALAN


NASIONAL.
RAMBU LALU LINTAS STANDAR MINIMAL MEMILIKI NILAI RETROREFLEKTIF
ASTM TIPE II DAN RPPJ MINIMAL MEMILIKI NILAI RETROREFLEKTIF ASTM
TIPE IV.
MARKA JALAN HARUS MEMILIKI TINGKAT RETROREFLEKTIF MINIMAL 200
MCD/M2/LUX (WARNA PUTIH MAUPUN KUNING) PADA UMUR 0-6 BULAN
SETELAH APLIKASI. PADA AKHIR TAHUN KE-2 TINGKAT RETROREFLEKTIF
MINIMAL 100 MCD/M2/LUX.
DI BEBERAPA LOKASI YANG RAWAN DAPAT DIGUNAKAN MARKA PROFILE
YANG MEMBERIKAN EFEK PANTULAN YANG LEBIH JELAS DAN EFEK KEJUT.
BAHAN PAGAR PENGAMAN JALAN HARUS SESUAI DENGAN SNI NO 07-0950-
1989.

9
10

KUALITAS PENCAHAYAAN PADA SUATU JALAN DIUKUR BERDASARKAN


METODA ILUMINANSI ATAU LUMINASI BERDASARKAN SNI 7391:2008
DENGAN JENIS LAMPU HEMAT ENERGI.
SETIAP BAHAN PERLENGKAPAN JALAN YANG AKAN DIPERGUNAKAN
HARUS LULUS UJI LABORATORIUM DENGAN MENUNJUKKAN SERTIFIKAT
UJI LABORATORIUM BERSKALA NASIONAL ATAU INTERNASIONAL.
PADA SETIAP PERLENGKAPAN JALAN DIBUBUHI STIKER PERLENGKAPAN
JALAN TULISAN SUMBER PENDANAAN, TAHUN ANGGARAN DAN ISI PASAL
275 UU NOMOR 22/2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN.
DALAM PEMASANGAN ZEBRA CROSS HARUS DALAM BENTUK PAKET
BERUPA MARKA DAN RAMBU-RAMBU KELENGKAPANNYA.
DALAM PEMASANGAN WARNING LIGHT HARUS DALAM BENTUK PAKET BERUPA
PITA PENGGADUH DAN RAMBU RAMBU KELENGKAPANNYA.

10
11

1. APILL yang bersifat perintah atau larangan


harus diutamakan daripada rambu LL dan/atau
marka jalan
2. Rambu LL yang bersifat perintah atau larangan
harus diutamakan daripada marka jalan
3. Dalam hal terjadi kondisi kemacetan LL yang
tidak memungkinkan gerak kendaraan, fungsi
marka kotak kuning harus diutamakan
daripada APILL yang bersifat perintah atau
Perintah petugas kepolisian wajib diutamakan
larangan.
daripada perintah APILL, rambu, dan/atau marka
11
12

Perlengkapan jalan yang dipasang dapat


memandu dan menciptakan keselamatan bagi
pengguna jalan
Spesifikasi yang sesuai dengan kecepatan
rencana jalan
Pemanfaatan teknologi hemat energi (LPJU &
APILL solar cell)
Pemanfaatan teknologi informasi
12
13

SPESIFIKASI TEKNIS
RAMBU LALU LINTAS
BAHAN DAN UKURAN

Bahan Alumunium, Alumunium Comosite Panel


(ACP), logam lainnya dengan syarat tertentu dan
bahan non logam dengan syarat tertentu.
Ukuran daun rambu diameter minimal 750 mm
untuk jalan nasional
Retroreflective minimal ASTM Tipe II (rambu
standard) dan Tipe IV (RPPJ)
Jenis Kontruksi Tiang Tunggal, Tiang huruf F, kupu
kupu dengan tiang tunggal dan tiang portal
Rangka untuk menempel daun rambu dengan
double siku.
13
14

PENGGUNAAN RPPJ

RPPJ RPPJ
Tiang Portal
RPPJ Tiang F Kupu-kupu

14
15

Kejelasan pada malam hari

15
16

Rangka utk menempel daun


rambu

X
16
Rambu di Sebelah Kiri Rambu di Sebelah Kanan

1.

A B

2. Posisi rambu tidak boleh terhalangi oleh bangunan, pepohonan atau


benda-benda lain yang dapat berakibat mengurangi atau
menghilangkan arti rambu tersebut.

17
minimum 1,75 meter dan
maksimum 2,65 meter
diukur dari permukaan
jalan sampai dengan sisi
daun rambu bagian bawah

B D

18
19

SPESIFIKASI TEKNIS
MARKA JALAN
Dari bahan yang tidak licin (Thermoplastic dan Cold
Plastic);
Dapat memantulkan cahaya pada malam hari
(retroreflektif) dengan tingkat luminance minimal 200
mcd/m2/lux pada umur 0-6 bulan setelah aplikasi dan pada
akhir tahun ke-2 tingkat refroreflektif minimal 100
mcd/m2/lux;
Harus mempunyai daya tahan luntur cukup lama (minimal
2 tahun);
Harus dapat mengering dengan cepat;
Bahan yang digunakan dalam spesikasi ini tidak boleh
lebih dari 1 Tahun dari tanggal produksi (tidak kadaluarsa)
19
20

TINGKAT RETROREFLEKTIF
(mcd/m2/lux)

20
21

MARKA JALAN

21
22

Kejelasan pada malam hari

22
23

Sticker Peringatan

2012

SEMUA PERLENGKAPAN JALAN


WAJIB DIBERI STICKER PERINGATAN
23
24

MARKA PROFILE

Marka profil merupakan modifikasi bentuk dari


marka membujur yang solid dan yang putus
putus untuk memaksimalkan fungsi pantulannya
(retro reflective) dengan tambahan efek kejut .
Aplikasi Marka
Profile :
1. Jalan menikung
2. Jalan di pegunungan atau daerah tingkat hujan
tinggi
3. Jalan tol
4. Garis pembatas/pemisah jalur dan lajur khusus :
pembatas lajur buslane, bikelane, jogging track
5. Daerah rawan kecelakaan lainnya
24
25

GAMBAR TEKNIS MARKA PROFILE

25
26

IMPLEMENTASI MARKA PROFILE

Jalan menikung dan menjelang simpang berbahaya

26
27
CONTOH IMPLEMENTASI MARKA
PROFILE

Profile

Pembagi jalur pada jalan


menikung

27
28

ALAT UJI RETROREFLECTIVE MARKA

28
29

PAKU JALAN BULAT


SPESIFIKASI :
1. Bahan kaca temper 360
2. Ketahanan terhadap tekanan
35 45 ton.
3. Ketahanan terhadap
benturan yang tinggi (tidak
terjadi keretakan setelah
diuji dengan bola baja
seberat 1,04 kg dijatuhkan
dari ketinggian 1,5 m)
4. Daya pantul 100 % (pada
bagian yang menonjol).

29
30

Dengan
menggunakan paku
Jalan bulat berbahan
kaca, berdasarkan
pengamatan
dilapangan daya
pantulnya lebih
menyala jika terkena
pantulan sinar lampu
seperti gambar di
samping

30
31

31
32

SPESIFIKASI TEKNIS
APILL

Mempunyai fasilitas pendeteksian


conflict green dan conflict signal
dlm keadaan fault otomatis
menyalakan kuning flashing
Jenis lampu (LED atau LED jenis
highflux).
Tiang lurus atau overhead.

32
33

33
34

Jenis lampu yang berbeda


memberikan tingkat
kejelasan yang berbeda

34
35

APILL Solar Cell

Latar Belakang :
Ketersediaan energi matahari
yang melimpah
Keterbatasan Sumber daya PLN
Proses instalasi yang mudah
Low and effective cost
Efiesinesi Energi dan ramah
lingkungan

35
36

1. Panel Surya
Difungsikan untuk
merubah energi matahari
menjadi energi Listrik.
2. Battery
Menyimpan energi listrik.
3. LED
Mengubah energi listrik
menjadi cahaya.
4. Control
Mengatur pengisian
battery, sistem
management &
pensaklaran lampu.
36
37

GUARDRAIL (Pagar Pengaman Jalan)


Dipasang dengan maksud untuk
memperingatkan pengemudi akan
adanya bahaya (jurang) dan
melindungi pemakai jalan agar tidak
sampai terperosok.

Umumnya dipasang pada bagian-


bagian jalan menikung, baik terdapat
jurang maupun tidak, yang
dikombinaasikan dengan
pemasangan rambu chevron (tabel
I no. 1i dan 1j).

Dapat juga dipasang pada jalan-jalan


lurus dimana disisi jalan terdapat
jurang ataupun sisi jalan yang
terdapat perbedaan ketinggian
dengan badan jalan yang dapat
membahayakan pemakai jalan.

37
38

DELINIATOR

Delineator dapat terbuat dari pipa besi atau pipa plastik yang dilengkapi
dengan bahan bersifat reflektif.

Pemasangan delineator
mengacu pada
Keputusan Menhub
Nomor : KM. 3 Tahun
1994 dan lampirannya
tentang Alat
Pengendali dan
Pengaman Pemakai
Jalan.
Lokasi serta jarak
pengulangan
penempatan delineator
disesuaikan dengan
hasil manajemen dan
rekayasa lalu lintas.

38
39

UNTUK MEMPERMUDAH DALAM


INVENTARISASI FASILITAS
PERLENGKAPAN JALAN YANG
SUDAH DIPASANG MELIPUTI JENIS,
JUMLAH DAN LOKASI
PEMASANGANNYA MAKA PERLU
DILAKUKAN INVENTARISASI DALAM
BENTUK TABEL SEBAGAI BERIKUT

39
40

Contoh Tabel Inventarisasi Marka Jalan

40
41

Contoh Tabel Inventarisasi Rambu Lalu Lintas

41
42

CONTOH PENGADAAN FASILITAS JALAN


SECARA PAKET (1)

42
43

CONTOH PENGADAAN FASILITAS JALAN


SECARA PAKET (2)

43
44

Paket guard rail dengan rambu chevron


untuk daerah tikungan

44
45

www.hubdat.web.id
www.dephub.go.id
E-mail :
hubdat@hubdat.web.id

45
46

Alat Pengendali dan Pengaman


Pengguna Jalan
Alat Pengendali Pengguna Jalan:
alat pembatas kecepatan;
alat pembatas tinggi dan lebar.

Alat Pengaman Pengguna Jalan:


pagar pengaman;
cermin tikungan;
delineator;
pulau-pulau lalu lintas;
pita penggaduh.
46
47

Alat Penimbangan:
yang dapat dipasang secara tetap; atau
yang dapat dipindahkan.

47
48

jalur khusus angkutan umum;


jalur/lajur sepeda motor;
parkir pada badan jalan;
bangunan pengawas LLAJ;
fasilitas perpindahan moda dalam rangka
integrasi pelayanan intra dan antar moda;
dan/atau
tempat istirahat.

48
49

Contoh Makra Kotak Kuning

49
50

NOMOR RUTE PULAU JAWA


NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL

1 3 5 7 9 11 2 4 6 8 1 1
0 2

NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL NASIONAL

1 15 17 1 2 2 2 1 1 1 2 2 2
3 9 1 3 5 4 6 8 0 2 4

50