Anda di halaman 1dari 31

TATA KELOLA PERUSAHAAN

DAN DEWAN DIREKSI


Tata Kelola Perusahaan
Anglo american SYARIAH
KEIRETSU JAPAN
I KOREA CHINA
N CHAEBOLS GERMAN
D
SCANDINAVI
I
AN
A Top
&dow
MCSs CGSs n
contro
l
Corporate Governance
Orientations

Continental
Anglo-American
European/Japan
system
ese System
Section
404
BOARD OF
DIRECTORS, KOMITE
AUDIT & KOMITE
KOMPENSASI
ELEMEN TUGAS DASAR FIDUSIA BOARD OF DIRECTORS

Kewajiban Pemeliharaan

Kewajiban Loyalitas

Kewajiban Itikad Baik

Kewajiban Untuk Tidak Melakukan


Pemborosan
TANGGUNG JAWAB BOARD OF DIRECTORS

Menjaga kepentingan investor


Memastikan bahwa manajemen berusaha untuk memaksimalkan
nilai ekuitas saham

Melindungi kepentingan stakeholder lainnya.


Memastikan bahwa karyawan bertindak sesuai hukum dan
bertanggung jawab secara sosial
PRINSIP DASAR SEBAGAI PANDUAN BERTINDAK

Mematuhi hukum dan peraturan yang relevan

Mencoba untuk mengikuti praktik terbaik

Memeriksa kriteria penilaian tata kelola


perusahaan

Melibatkan keputusan hukum


KOMITE AUDIT

Terdiri dari anggota non eksekutif (independen)

Mengerti hal-hal yang berkaitan dengan keuangan

Memberikan pengawasan independen atas proses pelaporan keuangan


perusahaan, pengendalian internal dan auditor independen
Meningkatkan kemampuan dewan untuk fokus dan tidak menggunakan
biaya relative mahal pada fungsi pelaporan keuangan yang berkaitan
dengan perusahaan

Menetapkan prosedur untuk menangani keluhan mengenai akuntansi,


proses audit, dan hal-hal terkait pengendalian internal

Bertanggung jawab atas penunjukan dan pengawasan pekerjaan


auditor eksternal
TANGGUNG JAWAB KOMITE
AUDIT

AREA PELAPORAN Memberikan jaminan bahwa pengungkapan keuangan


KEUANGAN perusahaan wajar dan akurat

AREA TATA KELOLA


PERUSAHAAN Memberikan jaminan bahwa perusahaan berjalan sesuai hukum
dan peraturan

KENDALI Memonitor manajemen perusahaan dan sistem pengendalian


PERUSAHAAN internal
KOMITE KOMPENSASI

Terdiri dari direksi independen

Menangani masalah yang berkaitan dengan kompensasi dan pemberian


manfaat kepada karyawan terutama top excecutive

Memiliki tanggung jawab fidusia untuk memastikan bahwa kompensasi


eksekutif perusahaan berjalan adil dan tepat

Dapat menggunakan konsultan dari luar untuk menyediakan data dan


kompetensi yang tidak dimiliki perusahaan
STUDI
KASUS
Golden Parachute
Latar Belakang
Database Technologies, Inc. (DTI) adalah
sebuah perusahaan softare terkemuka yang
berkaitan dengan database.
Pada November 2006, perusahaan besar
teknologi berbasis di Eropa menyatakan
minatnya unutk mengakuisisi DTI.
John Hoffman, CEO DTI, meminta Alan
Adamson, ketua komite kompensasi DTI, untuk
meminta komite mempertimbangkan
pelaksanaan perjanjian pesangon.
Manajemen DTI diharapkan untuk menerima
tawaran akuisisi resmi pada semester pertama
tahun 2007.
Kelompok dengan Kompensasi
Tinggi

Setje
CEO COO CFO CTO
n DTI
Perjanjian Pesangon
Perjanjian pesangon tersebut dibuat untuk kepentingan
eksekutif utama DTI dan perusahaan.
Perjanjian pesangon akan membantu menjaga para
eksekutif bekerja pada kepentingan pemegang saham
tanpa kekhawatiran terganggu oleh ketidakpastian pribadi
dan risiko yang diciptakan oleh kemungkinan bahwa
mereka mungkin akan kehilangan pekerjaan mereka.
Eksekutif tersebut berhak menerima imbalan jika menerima
Kualifikasi Pemutusan setelah perubahan pengendalian
perusahaan.
Perubahan dalam pengendalian dianggap telah terjadi
sejak hari pertama 40% atau lebih hak suara yang beredar
berpindah tangan.
Estimasi Pembayaran Parachute DTI
(ribu $)
Jabatan Perubahan Kelebihan Total
dalam Pembayara
Kendali n
Pembayara Parachute
n
CEO $4,474 $1,670 $6,144
COO 2,110 2,110
CFO 1,685 1,685
CTO 1,400 1,400
Setjen 623 623
Total $10,292 $11,962
*anggota komite kompensasi tidak diberi data
benchmark resmi
Reaksi Komite Kompensasi
Dennis Feingold (anggota komite kompensasi) memiliki
perasaan bercampur aduk. Dennis percaya bahwa rencana
tujuan tersebut adalah valid untuk mempertahankan eksekutif
perusahaan. Kebanyakan, jika tidak semua, dari eksekutif ini
mungkin tidak akan dipertahankan oleh manajemen
perusahaan yang mengakuisisi.
Dennis memiliki empati untuk CTO yang baru direkrut
beberapa bulan sebelumnya .
Dennis tidak secara khusus menaruh kekhawatiran tentang
biaya total dari pembayaran pesangon.
Akan tetapi Dennis memiliki kekhawatiran tentang pembayaran
yang besar dapat menimbulkan kebencian dari pemegang
saham atau karyawan.
Pros & Cons

+ -

Mempertahankan Pembayaran
eksekutif tetap pesangon mungkin
objektif; menurunkan nilai
Perjanjian akuisisi;
pesangon adalah Pemberhentian
wajar pada sudah merupakan
sebagian besar risiko, dan
perusahaan. eksekutif sudah
Internally fair,
externally
competitive...
Kesimpulan
Komitekompensasi harus bekerja
berlandaskan pada data-data terkait SDM.
Perlu
adanya data benchmark terkait
rencana kompensasi, jika perlu meng-hire
konsultan.
Rencanagolden parachute harus
memperhatikan kaitan antara reward
dengan kinerja.
Dennis dapat menyuarakan pendapatnya
kepada anggota komite lain dengan
berdasarkan data & fakta tanpa dipengaruhi
oleh interest pribadi sebagai bentuk
profesionalisme kerjanya sebagai anggota
komite audit.
STUDI KASUS
SEKTOR PUBLIK
PEMDA KABUPATEN BELITUNG
KOMITE AUDIT UNTUK MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN
DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DALAM RANGKA
MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAHAN DAERAH
TATA KELOLA PEMERINTAHAN
YANG BAIK
LaPorte (2002)menyebutkan lima dasar tata kelola pemerintahan yang baik,

yaitu

(1) administrasi negara haruslah jujur dan transparan

(2) administrasi negara harus sederhana dan diselenggarakan seefisien mungkin

(3) Pemerintah pusat harus mendesentralisasikan sebagian besar fungsinya

kepada pemerintahan dibawahnya dan melayani publik pada tingkat yang paling

dekat dengan masyarakat

(4) Negara demokrasi harus menjamin keamanan warga negaranya (baik di

bidang politik maupun ekonomi)

(5) Negara demokrasi harus berdasar pada sistem peradilan yang modern .
Kerangka Konseptual Kebijakan
Akuntansi Pemerintah Daerah
Laporan keuangan Pemerintah Daerah disusun untuk menyediakan
informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh
transaksi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah selama satu
periode pelaporan. Laporan keuangan Pemerintah Daerah terutama
digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja
dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan,
menilai efektivitas dan efisiensi Pemerintah Daerah, dan membantu
menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.
PERAN KOMITE AUDIT DI SEKTOR
PEMERINTAHAN
Association of Government Accountants (2008)menyebutkan bahwa Pemerintah

membentuk komite audit untuk berbagai misi, di antaranya untuk meningkatkan

kemampuan audit, meningkatkan kontrol internal, meminimalkan kecurangan masa

depan dan mengimplementasikan"Praktik terbaik dalam tatakelola pemerintahan.

Manfaat yang dirasakan oleh pemerintah dari komite audit banyak dan beragam,

termasuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi, saran yang berkualitas, isolasi

auditor internal dari tekanan,meningkatkan kredibilitas audit internal dan

departemenkeuangandan peningkatan Informasi dan komunikasi keuangan.


LATAR BELAKANG
Berdasarkan data ICW, sebanyak 280 kepala daerah tersandung
masalah hukum. Ketua presidium indonesia police watch (IPW)
neta S pane meminta komisi pemberantasan korupsi (KPK) sebagai
institusi penegakan hukum independen agar lebih fokus dalam
memberantas korupsi.Dia mensinyalir, banyak kepala daerah yang
memanfaatkan jabatannya untuk mengeruk keuntungan dari pihak-
pihak tertentu, seperti pengusaha yang berinvestasi di daerahnya
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh alexander ikhsan dan
antar mt sianturi (2014) terhadap 15 responden (bupati, wakil
bupati, ketua dprd, wakil ketua dprd dan berbagai anggota pemda
dan lsm di pemda belitung) dari pemda belitung terkait tata kelola
pemerintahan dan penyajian laporan keuangan di pemda belitung
serta peran komite audit
MASALAH DALAM TATA KELOLA
PEMERINTAHAN PEMKAB BELITUNG
13dari 15 responden menyatakan tata kelola pemerintahan kabupaten belitung
belum terlalu baik hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidaktransaparanan
biaya dan akses yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat.
Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan
pengambilan keputusan oleh Stakeholders tidak memenuhi target dilihat
dari lakip pemkab belitung tahun 2013Persentase hasil pengawasan atas
permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan
oleh stakeholders Kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai kinerja
IKU ini menggunakan dana sebesar Rp.287.594000,00 atau 77,82% dari
anggaran sebesar Rp369.549.000,00 dengan menggunakan kapasitas
SDMsebanyak 2.047OH atau 116,04% dari rencana sebanyak 1.764OH
BUMD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP adalah
0%.Persentase peningkatan penerimaan negara dari hasil pengawasan
0%BUMD yang kinerjanya memperoleh minimal predikat baik
MASALAH DALAM PENYAJIAN
LAPKEU PEMKAB BELITUNG
belum memperoleh opini WTP adalah karena penyajian yang belum sepenuhnya
sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), lemahnya sistem pengendalian
intern, belum tertatanya barang milik negara/daerah dengan tertib, pengadaan
barang yang belum mengikuti ketentuan yang berlaku, dan kurang memadainya
kapasitas SDM pengelola keuangan
Praktek-praktek
korupsi yang terjadi dan penyajian laporan keuangan oleh
pemerintah yang tidak kurang akuntanbel tersebut mengakibatkan kinerja
pemerintah di mata masyarakat Indonesia buruk.
Pendapat dari 13 (tiga belas) responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa
komite audit sangat diperlukan di pemerintahan daerah dengan anggota komite
audit yang terdiri dari orang-orang independen dan professional di bidang
keuangan dan tata kelola pemerintahan. Peranan komite audit ini, untuk
membantu Pemerintah dalam penyajian laporan keuangan dan pengelolaan tata
kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabilitas.
Pendapatdari 14 responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa tata kelola
pemerintahan yang baik dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah
yang berkualitas memiliki hubungan positif dengan kinerja pemerintah daerah
Pertanyaan
Rio
Nanya pendapat terkait sektor pemerintah, di swasta ada board of director
Mana yang lebih baik pemimpin diambil dari internal atau dari eksternal.
Contohnya itu di Dinas Perhubungan.
Destiko
Terkait kompensasi, jarak antara CEO dengan pelaksana. Misalnya gaji CEO 42x
pelaksana. Apakah rendahnya gap dapat mempengaruhi motivasi pelaksana
Febriyanto
Peradilan yang modern itu seperti apa? Apakah di Indonesia sudah
menerapkan hal tersebut?
Hermance

Masyarakat susah menyampaikan keluhan di Belitung, terkait


ombudsman (lembaga yang mengawasi pelaksanaan pelayanan
publik). Di Indonesia peranan ombudsman kurang terdengar,
bagaimana pendapat saudara terkait hal ini?
Doni

Menyebutkan beberapa background story terkait tata kelola


perusahaan. Kalo boleh apa titik ekstrim yang membedakan 2 aliran
ini dan di Indonesia cenderung kemana?
Vigor
Langkah-langkah apa biar dapet best practice yang paling sesuai?
Terima Kasih