Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

KEHAMILAN MULTIPEL DENGAN


PREEKLAMPSIA DAN BBLR
Oleh:
dr. FRIDA SEPTIANI TAVIA

Pembimbing:
dr. SARI RAHMAWATI, SpOG
dr. ARIE KURNIASIH, MSc, SpA

RSUD PETALA BUMI PEKANBARU


2017
ILUSTRASI KASUS
ANAMNESIS
Keluhan Utama: kontrol kehamilan
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIAGNOSIS
G2P1A0H1 Gravid Aterm (39-40 minggu) PEB+Gemeli

PENATALAKSANAAN
Terminasi kehamilan
Follow Up
Follow Up
Follow Up
Follow Up
ILUSTRASI KASUS
ANAMNESIS
Keluhan Utama: berat badan lahir rendah
PEMERIKSAAN FISIK
Gemeli I Gemeli II
DIAGNOSIS
- BBLR, CB, KMK SC ai PEB+Gemeli
- Gemeli I/II

PENATALAKSANAAN
- Rawat IPN
- Jaga kehangatan
- Intake ASI 3 ml/2 jam, ditingkatkan bertahap
Follow Up
PEMBAHASAN

Gemeli I dan II: kembar monozigot dengan monokorion diamnion


(1 plasenta + 2 tali pusat + 2 kantong amnion)
Kelainan ini terjadi akibat memisahnya zigot setelah 4 hari dalam 2
minggu pertama usia kehamilan
Menurut Bernischke, kembar ini (kelompok risiko sedang)
komplikasi gangguan aliran darah ke janin berupa placental shunts
yang mungkin erat kaitannya dengan timbulnya kejadian
preeklampsia pada ibu gemeli ini

Komplikasi kehamilan multipel terhadap maternal


Komplikasi kehamilan multipel terhadap janin dan neonatus
BBLR (BBL 2.000 gram dan 1.900 gram) risiko
hipotermia o.k. luas permukaan tubuh kecil
PJT (sesuai kurva Lubchenco KMK)
PJT lebih sering pada kembar monokorion dibandingkan dengan
kembar dikorion karena adanya gangguan aliran darah ke janin
SKDI 2012 - Tingkat Kemampuan 2
Penegakan diagnosis kehamilan multipel:
PF: ukuran uterus yang usia kehamilan dan auskultasi: 2 DJJ
yang berbeda
Laboratorium: kadar -fetoprotein serum atau kadar Human
Chorionic Gonadotropin (HCG) ibu
Diagnosis pasti dengan USG
THANK YOU