Anda di halaman 1dari 32

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB
KELOMPOK B - 2

KETUA : MUCHAMAD TANWIRUL Q. R (1102013176)

SEKRETARIS : MUHAMMAD KHALIL AKBAR (1102014169)

ANGGOTA: MILATI WICAHYANING SUKMA (1102013170)


RAUDHATUL JANNAH (1102014222)
RIZKI MARFIRA (1102013255)
RIANTY FADIAH (1102014226)
WINDA AFDILLA. J (1102014280)
ZEGOVINE ZUNUSIYAH (1102014292)
LIKA IRIANA RISDA PUTRI (1102014148)
NAZZA RIZKY RAMADHAGAMA (1102014190)
GONDOK
Nn. B, 36 tahun, mengeluh terdapat benjolan di leher sebelah kanan yang semakin
membesar sejak 6 bulan yang lalu. Tidak ada keluhan nyeri menelan, perubahan suara
ataupun gangguan pernafasan. Pasien juga tidak mengeluh berdebar-debar, tidak
banyak berkeringat dan tidak mengalami perubahan berat badan. Pada leher sisi
sebelah kanan teraba nodul berukuran 5x4 cm, berbatas tegas, tidak nyeri tekan dan
turut bergerak saat menelan. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan
laboratorium fungsi tiroid, USG tiroid, sidik tiroid (thyroid scintigraphy) dan
pemeriksaan aspirasi jarum halus.
Hasil sitology yang diperoleh menunjukkan tidak didapatkannya sel ganas,
sehingga pasien diberikan terapi hormone tiroksin sambil dimonitor fungsi tiroidnya.
Pasien juga diingatkan bahwa bila nodulnya semakin membesar maka perlu dilakukan
operasi tiroidektomi. Mendengar penjelasan dokter, pasien yang merupakan seorang
muslimah merasa cemas menghadapi kemungkinan akan dilakukannya tindakan
operasi.
Sasaran Belajar
LI.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Kelenjar Tiroid dan Paratiroid
LO 1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopis Kelenjar Tiroid dan Paratiroid
LO 1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikroskopis Kelenjar Tiroid dan Paratiroid
LI.2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi dan Biokimia Kelenjar Tiroid
LO 2.1 Memahami dan Menjelaskan Fungsi dan Metabolisme Kelenjar Tiroid
LO 2.2 Memahami dan Menjelaskan Sintesis dan Sekres Tiroid
LO 2.3 Memahami dan Menjelaskan Regulasi Hormon Tiroid
LO 2.4 Memahami dan Menjelaskan Peranan Iodium
LO 2.5 Memahami dan Menjelaskan Hubungan Tiroid dengan Kelenjar Endokrin lainnya
LO 2.6 Memahami dan Menjelaskan Perubahan Hipofungsi dan Hiperfungsi Tiroid
LI.3 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi, Etiologi, dan Patogenesis Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.2 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.3 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Klinis Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.4 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi dan Prognosis Kelainan Kelenjar Tiroid
LI.4 Memahami dan Menjelaskan Peranan Penunjang Pada Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 4.1 Memahami dan Menjelaskan Laboratorium Pada Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 4.2 Memahami dan Menjelaskan Radiologi Pada Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 4.3 Memahami dan Menjelaskan Aspirasi Jarum Halus
LI.5 Memahami dan Menjelaskan Farmakologi Hormon Tiroid
LI.6 Memahami dan Menjelaskan Tindakan Pembedahan pada Kelainan Tiroid
LO 6.1 Memahami dan Menjelaskan Jenis, Indikasi dan Resiko pada Pembedahan Kelainan Tiroid
LI.7 Memahami dan Menjelaskan Mengatasi Rasa Cemas dalam Menghadapi Tindakan Operasi dalam Syariat Islam
LO.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Kelenjar Tiroid dan
Paratiroid
LO 1.1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makroskopis Kelenjar
Tiroid dan Paratiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin


tanpa ductus dan bersifat bilobular
Kedua lobus ini dihubungkan oleh
isthmus
Kelenjar thyroid memiliki posisi axis
(puncak) pada linea obliqua cartilaginis
thyroidea dan memiliki basis (dasar)
setinggi cincin trachea ke-4 atau ke-5
Vaskularisasi :
Arteria : Arteri thyroidea superior,
Arteri thyroidea inferior
Vena : V. thyroidea superior, V.
thyroidea medialis, V. thyroidea
inferior
Kelenjar
Paratiroid
Terletak pada muka dorsal
bawah lobus glandula thyroidea
Berbentuk bulat sebesar kacang
kedelai, berwarna lebih gelap
dibanding dengan glandula
thyroidea
Terdiri dari gld.parathyroidea
superior dan gld.parathyroidea
inferior. Kelenjar paratiroid
(kelenjar anak gondok) terletak
disetiap sisi kelenjar tiroid yang
terdapat di dalam leher, kelenjar
ini berjumlah 4 buah yang
bersusun berpasangan yang
menghasilkan hormon tiroksin
LO 1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi
Mikroskopis Kelenjar Tiroid dan Paratiroid
Kelenjar tiroid memiliki kapsula
tipis,terdiri dari jaringan ikat
padat irregular, terutama serabut
reticular, masuk ke dalam
parenkim kelenjar membentuk
repta, sehingga membagi kelenjar
ke dalam lobulus-lobulus. Tidak
seperti kelenjar endokrin lain
yang terdiri dari kelompokan sel,
kelenjar tiroid terdiri dari folikel-
folikel yang mengandung
koloid.. Dalam setiap lobulus
terdapat ribuan folikel. Setiap
folikel memiliki sel folikel dan
sel parafolikular.
Paratiroid
Terdapat dua jenis sel di
kelenjar paratiroid: sel
prinsipalis atau chief cell
(parathyrocytus principalis)
fungsional dan sel oksifil
(parathyrocytus oxyphilicus).
Sel oksifil lebih besar,
ditemukan tunggal atau dalam
kelompok kecil, dan jumlahnya
lebih sedikit daripada sel
prinsipalis. Pada sediaan
histologik rutin, sel ini terpulas
sangat asidofilik. Kadang-
kadang, folikel terisi koloid
yang kecil mungkin terlihat di
kelenjar paratiroid.
LO.2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi dan
Biokimia Kelenjar Tiroid
LO 2.1 Memahami dan Menjelaskan Fungsi dan
Metabolisme Hormon Tiroid
Efek Hormon Tiroid:
Efek pada laju metabolisme dan produksi panas.Hormon tiroid meningkatkan laju metabolisme basal
keseluruhan tubuh.
Efek pada metabolisme antara. Efek hormon tiroid pada bahan bakar metabolik memiliki banyak
aspek, hormon ini tidak saja dapat mempengaruhi pembentukan dan pengurain karbohidrat, lemak,
dan protein tetapi hormon ini dalam jumlah sedikit atau banyak dapat juga menimbulkan efek yang
sebaliknya.
Efek simpatomimetik. Hormon tiroid meningkatkan responsivitas sel sasaran terhadap katekolamin
(epinefrin dan norepinefrin), pembawa pesan kimiawi yang digunakan oleh sistem saraf simpatis dan
medula adrenal.
Efek pada sistem kardiovaskular. Melalui efek meningkatkan kepekaan jantung terhadap katekolamin
dalam darah, hormon tiroid meningkatkan kecepatan jantung dan kekuatan kontraksi sehingga
curah jantung meningkat.
Efek pada pertumbuhan dan sistem saraf. Hormon tiroid penting bagi pertumbuhan normal karena
efeknya pada hormon pertumbuhan (GH) dan IGF-1
Hormon tiroid berperan penting dalam perkembangan normal sistem saraf, khususnya SSP, suatu
efek yang terganggu pada anak dengan defisiensi tiroid sejak lahir.

Metabolisme Hormon Tiroid


Kira-kira 93 persen hormon-hormon aktif merabolisme yang disekresikan oleh kelenjar tiroid adalah
tiroksin dan 7 persen adalah triiodotironin. Akan tetapi, hampir semua tiroksi akhirnya akan diubah
menjadi triiodotironin di dalam jaringan, sehingga secara fungsional keduanya penting. Secara
kualitatif fungsi kedua hormon sama, tetapi keduanya berbeda dalam kecepatan dan intensitas
kerjanya. Triiodotironin kira-kira empat kali lebih kuat daripada tiroksin, namun jumlahnya di dalam
darah jauh lebih sedikit dan keberadaannya di dalam darah jauh lebih singkat daripada tiroksin.
LO 2.2 Memahami dan Menjelaskan
Sintesis dan Sekresi Hormon Tiroid
LO 2.3 Memahami dan Menjelaskan
Regulasi Hormon Tiroid
Umpan balik negatif antara tiroid
dan hipofisis anterior melaksanakan
regulasi kadar hormon tiroid bebas
sehari-hari, sementara hipotalamus
memerantarai penyesuaian jangka
panjang. Tidak seperti kebanyakan
sistem hormon lainnya, hormon-
hormon di aksis tiroid pada orang
dewasa tidak mengalami perubahan
sekresi yang mendadak dan lebar.
Sekresi hormon tiroid yang relatif
tetap sesuai dengan respons lambat
dan berkepanjangan yang diinduksi
oleh hormon ini; peningkatan atau
penurunan mendadak kadar hormon
tiroid tidak memiliki manfaat
adaptif.
LO 2.4 Memahami dan Menjelaskan
Peranan Iodium
Kelenjar thyroid membutuhkan iodine untuk
membuat hormone thyroid. Hormone ini
mengatur pertumbuhan dan metabolism tubuh
dan penting dalam perkembangan otak bayi
dan anak kecil. Tanpa iodine yang cukup,
kelenjar thyroid tidak dapat memproduksi
hormone yang cukup dan dapat menyebabkan
masalah yang serius.
2.5 Memahami dan Menjelaskan
Hubungan Tiroid dengan Kelenjar
Endokrin lainnya
Efek pada kelenjar endokrin lain.
Meningkatnya sekresi hormon tiroksin, meningkatkan
kecepatan metabolisme glukosa di seluruh bagian tubuh dan
oleh karena itu meningkatkan kebutuhan insulin yang
diekskresikan oleh pankreas.
Meningkatkan sebagian besar aktivitas metabolisme yang
berkaitan dengan pembentukan tulang dan, akibatnya,
meningkatkan kebutuhan hormon paratiroid.
Meningkatkan kecepatan inaktivasi hormon glukokortikoid
adrenal oleh hati. Oleh karena itu, juga meningkatkan
kecepatan sekresi glukokortikoid oleh kelenjar adrenal.
Efek hormon tiroid pada fungsi seksual
Pada pria, berkurangnya hormon tiroid menyebabkan hilangnya libido, dan
sebaliknya, sangat berlebihan hormon ini seringkali menyebabkan impotensi.
Pada wanita, kekurangan hormon tiroid seringkali menyebabkan timbulnya
menoragia dan polimenore, yang secara berurutan berarti, timbulnya
perdarahan menstruasi yang berlebihan dan sering. Namun, yang cukup
mengherankan, pada bebrapa wanita lain, kekurangan hormon ini
menimbulkan periode menstruasi yang tak teratur dan kadangkala, bahkan
dapat timbul amenore.
Seorang wanita hipotiroid, seperti halnya pada pria, cenderung mengalami
penurunan libido yang sangat besar.
Yang lebih membingungkan lagi, pada wanita yang menderita hipertiroidisme,
biasanya menderita oligomenore, yang berarti sangat berkurangnya
perdarahan, dan kadangkala timbul amenore.
2.6 Memahami dan Menjelaskan
Perubahan Hipofungsi dan Hiperfungsi
Tiroid
Hipotiroidisme
Hipotiroidisme dapat terjadi karena kegagalan primer kelenjar tiroid
itu sendiri, sekunder karena defisiensi TRH, TSH, atau keduanya,
atau karena kurangnya asupan iodium dari makanan.

Hipertiroidisme
Sekresi TSH yang berlebihan akibat defek hipotalamus atau
hipofisis anterior akan jelas disertai oleh gondok dan sekresi
berlebihan T3 dan T4 karena stimulasi pertumbuhan tiroid yang
berlebihan. Karena kelenjar tiroid dalam situasi ini juga mampu
berespons terhadap kelebihan TSH disertai peningkatan sekresi
hormon maka pada gondok ini terjadi hipertiroidisme.
LO.3 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis
Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi,
Etiologi, dan Patogenesis Kelainan Kelenjar Tiroid
Definisi
Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada
salah satu tingkat dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid-end organ,
dengan akibat terjadinya defisiensi hormon tiroid, ataupun gangguan
respon jaringan terhadap hormon tiroid.
Hipertiroid adalah kelainan berlebih dari sintesis dan sekresi hormone
tiroid oleh kelenjar tiroid, yang dapat mengakibatkan kondisi
hipermetabolik (thyrotoxicosis). Bentuk yang hipertiroidisme yang paling
sering adalah Grave disease, Plummer Disease dan adenoma toxic.
Struma adalah pembesaran kelenjar gondok yang disebabkan oleh
penambahan jaringan kelenjar gondok yang menghasilkan hormon tiroid
dalam jumlah banyak.

Etiologi:
Hipotiroidisme:
Didapat: Tiroiditis Hashimoto, defisiensi Iodium, bahan
goitogenik, sitokin (INF-gama, IL-2), tiroiditis infiltratif
(amiloidosis, hemokromatosis, sarkoidosis, struma-Riedel,
skleroderma)
Kongenital: kelainan transportasi iodium (NIS atau mutasi
pendrin), defisiensi dehalogenasiiodotirosin, defisiensi TPO,
gangguan sintesis tiroglobulin, agenesis atau displasi
kelnjar tiroid, kelainan reseptor TSH)
Hipertiroidisme:
Hipertiroid Primer : Terjadinya hipertiroid karena berasal dari
kelenjar tiroid itusendiri, contohnya :Graves disease,
Functioning adenoma, Toxic multinodular goiter , Tiroiditis
Hipertiroid Sekunder : Jika penyebab hipertiroid berasal dari
Struma NT Struma NT Struma T Struma T Diffusa
luar kelenjar Nodusa
tiroid,contohnya Diffusa :Tumor
Nodusa hipofisis, Pemberian
hormone tiroid
Etiologi dalam
Defisiensi jumlah besar
yodium Genetik , Pemasukan
Hipersekresi Autoimun sistemik iodium
tiroid
berlebihan
KLASIFIKASI MEKANISME
Patogenesis PENYEBAB PATOGENESIS
Hipotiroid
Kelenjar tiroid membutuhkan iodine untuk Produksi hormone
sintesis dan mensekresi hormone tiroid. Jika tiroid : Antibodi
diet seseorang kurang mengandung iodine Penyakit Grave merangsang TSH-R
atau jika produksi dari hormone tiroid Goither [TSH_R (stim)Ab]
tertekan, tiroid akan membesar sebagai multinodular toksik
usaha untuk kompendasi dari kekurangan Hiperfungsi
Adenoma folikular otonom
hormone. Pembesaran dari kelenjar terjadi
sebagai respon untuk meningkatkan respon Penyakit Hiperfungsi
sekresi pituitary dari TSH. TSH menstimulasi hipotalamus otonom
tiroid untuk mensekresi T4 lebih banyak. Tumor sel germinal Produksi lebih TRH
Biasanya, kelenjar akan membesar dan (Multihidatidosa, Stimulasi HCG
menekan struktur di leher dan dada Koriokarsinoma) Metastasis
menyebabkan gejala respirasi disfagia. Karsinoma tiroid fungsional
Penurunan tingkatan dari hormone tiroid folikular metastasis
mempengaruhi BMR secara lambat dan
menyeluruh. Perlambatan ini terjadi pada Kerusakan sel tiroid Penglepasan
seluruh proses tubuh : hormone simpanan
Tiroiditis limfositik Penglepasan
Tiroiditis hormone simpanan
Hipertiroid granulamatosa Penglepasan
(subakut) hormone simpanan
Tiroiditis hashimoto selintas
Lain-lain : Makan hormone
Tirotoksikosis tiroid eksogen
medikamentosa berlebihan
Struma
Gangguan pada jalur TRH-TSH hormon tiroid ini
menyebabkan perubahan dalam struktur dan
fungsi kelenjar tiroid gondok. Rangsangan TSH
reseptor tiroid oleh TSH, TSH-Resepor Antibodi
atau TSH reseptor agonis, seperti chorionic
gonadotropin, akan menyebabkan struma diffusa.
Jika suatu kelompok kecil sel tiroid, sel inflamasi,
atau sel maligna metastase ke kelenjar tiroid,
akan menyebabkan struma nodusa.
Defisiensi dalam sintesis atau uptake hormon
tiroid akan menyebabkan peningkatan produksi
TSH. Peningkatan TSH menyebabkan peningkatan
jumlah dan hiperplasi sel kelenjar tyroid untuk
menormalisir level hormon tiroid. Jika proses ini
terus menerus, akan terbentuk struma.
LO 3.2 Memahami dan Menjelaskan
Klasifikasi Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 3.3 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi
Klinis Kelainan Kelenjar Tiroid
Hipotiroidisme
Gejala: Merasa lelah dan lemah, kulit kering, tidak tahan terhadap suhu dingin, rambut rontok,
sulit berkonsentrasi, cepat lupa dan terkadang disertai gangguan mental, depresi, konstipasi, BB
bertambah dengan nafsu makan yang berkurang, gangguan haid, lambat bergerak, lambat
berbicara, bengkak pada wajah kaki dan tangan (myxedema).
Hipertiroidisme
Tirotoksikosis: hiperaktivitas, iritabilitas, disforia, tidak tahan terhadap udara panas, berkeringat
berlebihan, palpitasi, lelah, penurunan berat badan (namun nafsu makan meningkat), diare,
poliuria, oligomenorea, dan penurunan libido.
STRUMA
Meningkatnya denyut nadi.
Peningkatan simpatis seperti ; jantung menjadi berdebar-debar, gelisah, berkeringat,tidak tahan
cuaca dingin, diare, gemetar, dan kelelahan.
Pembesaran pada leher yang dapat mengganggu nilai penampilan
Rasa tercekik di tenggorokan kadang disertai nyeri karena trachea dan esofagus tertekan jaringan
yang membesar.
Suara serak karena terdapat timbunan secret dan obstruksi pita suara
Fotofobia
LO 3.4 Memahami dan Menjelaskan
Komplikasi dan Prognosis Kelainan
Kelenjar Tiroid
Komplikasi
Hipotiroid :
Koma miksedema
Miksedema dan Penyakit Jantung
Hipotiroidisme dan Penyakit Neuropsikiatrik

Hipertiroid :
Krisis Tirotoksikosis ("thyroid strom")
Aritmia akibat kontraksi otot jantung tidak teratur dan serangan jantung
Pada kehamilan meliputi morbiditas dan mortalitas pada ibu, janin dan
bayi baru lahir. Pada ibu dapat diinduksi hipertensi pada kehamilan, pre-
eklamsia, gagal jantung, danpersalinan preterm. Pada janin dan
neonatus dapat terjadi kelahiran mati, goiter, hipertiroiditis dan
hipotiroiditis
Struma :
Gangguan menelan atau bernafas
Gangguan jantung
Osteoporosis
Pembengkakan pada leher depan secara bertahap membesar dan
Prognosis
Hipotiroid
Perjalanan miksedema yang tidak diobati menyebabkan
penurunan keadaan secara lambat yang akhirnya menjadi koma
miksedema dan kematian.

Hipertiroid
Perjalanan penyakit Graves ditandai oleh remisi dan eksaserbasi
jangka lama kecuali bila kelenjar dirusak melalui pembedahan
atau iodin radioaktif. Walaupun beberapa pasien bisa tetap
eutiroid untuk jangka waktu lama setelah terapi, banyak yang
akhirnya menjadi hipotiroidisme. Jadi, follow-up seumur hidup
merupakan indikasi untuk semua pasien dengan penyakit Graves

Struma
Kebanyakan pasien yang diobati memiliki prognosis yang baik.
Prognosis yang jelek berhubungan dengan hipertiroidsm yang
tidak terobati.
LO.4 Memahami dan Menjelaskan Peranan Penunjang Pada
Kelainan Kelenjar Tiroid
LO 4.1 Memahami dan Menjelaskan Laboratorium Pada
Kelainan Kelenjar Tiroid
Status fungsional kelenjar tiroid dapat dipastikan dengan perantaraan tes-tes fungsi
hormone tiroid. Tes-tes berikut ini sekarang digunakan untuk mendiagnosis penyakit tiroid:

a. Kadar Tiroksin dan triyodotironin serum diukur dengan radioligand assay.


b. Kadar TSH plasma dapat diukur dengan assay radioimunometrik; nilai normal dengan
assay generasi ketiga, berkisar dari 0,02 hingga 5,0 mU/ml. Kadar TSH plasma sensitif
dan dapat dipercaya sebagai indikator fungsi tiroid.
c. Beberapa uji dapat digunakan untuk mengukur respons metabolik terhadap kadar
hormon tiroid dalam sirkulasi namun uji-uji ini tidak digunakan secara rutin dalam
menilai fungsi tiroid secara klinis. Uji-uji ini terdiri dari laju metabolisme basal (BMR)
yang mengukur jumlah penggunaan oksigen pada keadaan istirahat; kadar kolesterol
serum; dan tanda respons refleks tendon Achilles

d. Tes ambilan yodium radioaktif (RAI ) digunakan untuk mengukur kemampuan kelenjar
tiroid dalam menangkap dan mengubah yodida.
Hormon Normal Hipotiroidisme Hipertiroidisme
Primer Sentral Subklinis Primer Sentral
T3 60-118 mg/dl N
T4 4,5mg/dl N
TSH 0,4-5,5
mIU/l
LO 4.2 Memahami dan Menjelaskan
Radiologi Pada Kelainan Kelenjar Tiroid
Foto Rontgen leher
Pemeriksaan ini untuk melihat struma telah menekan
atau menyumbat trakea (jalan nafas).
Ultrasonografi (USG)
USG dapat memperlihatkan ukuran gondok dan
kemungkinan adanya kista/nodul yang mungkin tidak
terdeteksi waktu pemeriksaan leher.
Sidikan (Scan) tiroid
Hasil pemeriksaan dengan radioisotop adalah teraan
ukuran, bentuk lokasi dan yang utama adalah fungsi
bagian-bagian tiroid.

LO 4.3 Memahami dan Menjelaskan


Aspirasi Jarum Halus
Biopsi Aspirasi Jarum Halus
Dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu
keganasan.Biopsi aspirasi jarum tidak nyeri, hampir tidak
menyebabkan bahaya penyebaran sel-sel ganas.Kerugian
pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif palsu karena
lokasi biopsi kurang tepat.Selain itu teknik biopsi kurang
benar dan pembuatan preparat yang kurang baik atau positif
palsu karena salah intrepertasi oleh ahli sitologi.
LO.5 Memahami dan Menjelaskan
Farmakologi Hormon Tiroid
Hipotiroid: Secara umum, hipotiroidisme dapat diobati
dengan dosis harian konstan levothyroxine (LT4) dengan
tujuan untuk menambah atau mengganti produksi endogen.
Hipertiroid: Penatalaksanaan hipertiroidisme secara
farmakologi menggunakan empat kelompok obat ini yaitu:
obat antitiroid, penghambat transport iodida, iodida dalam
dosis besar (menekan fungsi kelenjar tiroid), yodium
radioaktif yang merusak sel-sel kelenjar tiroid. Obat
antitiroid bekerja dengan cara menghambat pengikatan
(inkorporasi) yodium pada TBG (thyroxine binding globulin)
sehingga akan menghambat sekresi TSH (Thyreoid
Stimulating Hormone) sehingga mengakibatkan berkurang
produksi atau sekresi hormon tiroid.
LO.6 Memahami dan Menjelaskan Tindakan
Pembedahan pada Kelainan Tiroid
LO 6.1 Memahami dan Menjelaskan Jenis, Indikasi
dan Resiko pada Pembedahan Kelainan Tiroid

Indikasi operasi tiroidektomi ialah:


Curiga keganasan
Penekanan pada jaringan sekitar goiter
Pasien yang cemas akan keganasan
Goiter hipersekresi yang menyebabkan tirotiksikosia

Tindakan operasi yang dikerjakan tergantung jumlah lobus


tiroid yang terkena. Bila hanya satu sisi saja dilakukan
subtotal lobektomi, sedangkan bila kedua lobus terkena
dilakukan subtotal tiroidektomi. Bila terdapat pembesaran
kelenjar getah bening leher maka dilakukan juga deseksi
kelenjar leher fungsional atau deseksi kelenjar leher
radikal/modifikasi tergantung ada tidaknya penyebaran dan
luasnya penyebaran di luar KGB.

Komplikasi pasca bedah :
Perdarahan
Komplikasi pada luka : sepsis, luka hipertrofi
Obstruksi pernafasan : akibat edema laring,
trakheomalasia, kelumpuhan n. Recurrent
laryngeus bilateral
Kerusakan syaraf : kelumpuhan n. Recurrent
laryngeus
Hipokalsemia
Pneumotoraks
Emboli udara
Krisis tiroid : hiperpireksia, aritmia, gagal jantung
Hipertiroidism recurrent
Hipotiroidism
LO.7 Memahami dan Menjelaskan Mengatasi
Rasa Cemas dalam Menghadapi Tindakan
Operasi dalam Syariat Islam

Tawakal Kepada Allah


Tadabbur Quran
Berdzikir
Berpikir bahwa apa yang terjadi,
adalah yang terbaik bagi kita, (QS Al
Baqarah: 216)
Ikhtiar Yang Optimal
Daftar
Pustaka
FKUI, Departemen Farmakologi dan Terapeutik. 2007. Farmakologi dan Terapi,
Edisi 5. Jakarta: Gaya Baru
Ganong, W.F . 2008 . Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. Jakarta: EGC
Harrison. 1999. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Edisi 13. Jakarta: EGC
http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/minerals/iodine/
http://maribacalah.blogspot.com/2010/12/dzikir-mengatasi-kecemasan.html
http://quran.com/2
http://www.mydr.com.au/nutrition-weight/iodine-and-your-thyroid-gland
Guyton, Arthur C dan John E Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11.
Masjhur S. Johan (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi VI.
Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.Jakarta
Rudjianto Achmad (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi VI.
Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.Jakarta.
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem ed. 2.Jakarta:
EGC.
Sjamsuhidayat R, De jong W. Sistem endokrin. Jakarta EGC 2005:2:683-695.
TERIMAKASIH