Anda di halaman 1dari 26
Ileus Obstruksi ec Hernia Incarserata dr. Seravina Adila Izzati
Ileus Obstruksi ec Hernia Incarserata
dr. Seravina Adila Izzati

Pendahuluan

Pendahuluan

Identitas Pasien

Nama

:

: Tn. A

Jenis Kelamin Usia

: Laki-laki

Agama/Suku

:

55 tahun Islam / Jawa

Alamat Tanggal MRS

: Kesamben : 25 November

2015

No RM

: 078xxx

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi

Case Discussion

Perut distensi, dapat ditemukan kontur dan steifung. Benjolan pada regio inguinal, femoral dan skrotum menunjukkan suatu

Keluhan utama

: Nyeri perut

hernia inkarserata. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa

abdomen berbentuk sosis. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya.

Auskultasi

Pasien datang dengan keluhan nyeri diseluruh

bagian perut, terutama perut bagian bawah

Hiperperistaltik, bising usus meningkat. Pada fase lanjut

bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang.

Perkusi

Hipertimpani

Palpasi

Kadang teraba massa seperti pada tumor, invaginasi,

hernia.

sejak 4 hari yang lalu, perut terasa sebah. Mual

(+) dan muntah (+) tiap kali makan. Pasien juga mengeluhkan tidak bisa BAB sejak 5 hari yang lalu dan tidak bisa kentut sejak 4 hari yang lalu disertai perut yang semakin membesar. Pasien memiliki riwayat benjolan di lipatan paha kanan

yang masih hilang timbul sejak 3 tahun yang

lalu. Namun menurut pasien sejak 5 hari SMRS benjolan pada lipatan paha timbul kembali dan

menetap. Pasien tidak pernah sakit seperti ini

Rectal Toucher

  • - Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi,

neoplasma

  • - Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi

sebelumnya, dan tidak pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Pasien belum melakukan

pengobatan apapun sejak keluhan didapatkan.

  • - Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi

Riwayat pijat perut (-), Riwayat operasi (-)

Physical Examination

Keadaan Umum

Pasien tampak sakit sedang, compos mentis, GCS 456.

Tanda Vital

Tekanan darah

: 90/60 mmHg

Nadi

: 86 x/mnt

Respirasi : 18 x/mnt

Suhu

: 36,4 ⁰C

Kepala

Conjunctiva anemis -/- Sclera icteric -/- Palpebra edema -/-

Thoraks

Jantung

: S1S2 tunggal, ictus invisible, palpable at ICS IV MCL S

LHM ~ ictus RHM ~ sterna line dextra

Paru :

v

v

rhonki

-

-

wheezing -

-

S

S

  • v v

-

-

- -

S

S

  • v v

-

-

-

-

S

S

Abdomen

Slightly distended, BU(+)meningkat, metallic sound (+), hipertimpany, hepar & lien unpalpable, bruit

sound (-), nyeri tekan (-), mc burney (-), defans muscular (-). Benjolan scrotalis teraba kenyal dan

tidak nyeri.

Ekstremitas

 

Ekstremitas

Atas

Bawah

Kanan

Kiri

Kanan Kiri

Akral

Hangat kering

 

Hangat kering

Hangat kering

Hangat kering

Anemis

Edema

-

-

Capillary Refill Time detik

<2 detik

<2 detik

<2 detik

<2

Status Neurologis

GCS : 456

PBI : 2mm l 2mm

RC : + l +

RK : + l +

Motorik :

5

5

MS : (-), KK : (-)

5

5

Pemeriksaan Rectal Toucher

Ampula recti kolaps dan tidak didapatkan feses.

Laboratorium

Pemeriksaan

Nilai

Satuan

Nilai Normal

Kesan

darah

Hemoglobin

11.00

gr/dl

10.5-14

Normal

Leukosit

18.000

cell/cm

6.000-14.000

Meningka

m

t

Eritrosit

4.75.106

/cmm

3.4-5.1

Normal

Hematokrit

33.5

%

32-42

Normal

Trombosit

320.000

cell/cm

150.000-

Normal

m

450.000

GDA

184

mg/dL

<200

Normal

OT

  • 14 U/L

0-40

Normal

PT

  • 19 U/L

0-41

Normal

Ureum

  • 21 mg/dL

16,6-48,5

Normal

Creatinin

0.28

mg/dL

<1,2

Normal

Radiologi

Radiologi • Preperitoneal fat: normal • Distribusi udara: tampak distensi • usus halus sampai kolon Psoas

Preperitoneal fat: normal

Distribusi udara: tampak distensi

usus halus sampai kolon Psoas line: tertutup gambaran

usus Kontur hepar: tidak terlihat

Kontur ginjal: tidak terlihat,

tertutup gambaran usus Kontur lien: tidak terlihat

Cairan: tidak tampak adanya cairan intraabdominal

Kalsifikasi: tidak tampak gambaran batu di sepanjang traktus urinarius

Kesimpulan: Ileus obstruktif letak

Diagnosa

Ileus Obstruktif Letak Rendah ec Hernia Incarserata

Rencana Terapi

Pasang NGT

Pasang DC

IVFD RL 1500cc

O2 nasal canul 2 lpm

IV cefoperazone 2x1gr

IV ranitidine 2x50mg

IV metoclopramide 3x10mg

IV Ketorolac 3x30mg

Konsul bedah : pro-operasi

Rencana Monitoring

Tanda vital Keluhan subyektif Tanda-tanda strangulasi Defans muscular

Rencana Edukasi

Menjelaskan

kepada

keluarga

pasien

tentang

penyakit

yang

diderita

oleh

pasien,

rencana

pemeriksaan,

dan

rencana

terapi

yang

akan

dilakukan.

Menjelaskan terhadap pasien

tindakan

yang

akan

dilakukan

Menjelaskan kemungkinan perkembangan penyakit dan pentingnya kerjasama pasien dan keluarga dalam pelaksanaan tindakan medis dan pengobatan.

Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai prognosis pasien yang bisa sewaktu-waktu memburuk. Serta bagaimana pencegahan agar tidak terjadi gejala berulang.

Pembahasan

Definisi

Gangguan pada paralitik.

Ileus ada

2

macam

yaitu

obstruktif dan

Ileus

obstruktif

atau

disebut

juga

ileus

mekanik

adalah

keadaan dimana

isi

lumen

saluran

cerna

tidak

bisa

disalurkan

ke

distal

atau

anus

karena adanya

sumbatan/hambatan

mekanik

yang

disebabkan

kelainan

dalam

lumen

usus,

dinding

usus

atau

luar

usus

yang

menekan atau kelainan vaskularisasi pada suatu segmen usus yang menyebabkan nekrosis segmen usus tersebut. 2,3

Sedangkan ileus paralitik adalah keadaan dimana usus gagal

/

tidak

mampu melakukan kontraksi peristaltik untuk

menyalurkan isinya akibat kegagalan neurogenik atau hilangnya peristaltik usus tanpa adanya obstruksi usus

mekanik.

 

Anatomi Usus

Anatomi Usus

Klasifikasi Ileus Obstruksi

Klasifikasi Ileus Obstruksi

Faktor Resiko Ileus Obstruksi

 

Persent

Penyebab

ase

Penyakit adesif

60%

Neoplasma

20%

Herniasi

10%

Penyakit

 

inflamatori usus

5%

Intususepsi

<5%

Volvulus

<5%

Manifestasi Klinis

Macam

Nyeri

Diste

Muntah

Bising usus Ketega

ileus

Usus

nsi

borbori

ngan

 

gmi

abdom en

Obstruksi

++

+

+++

Meningkat

-

simple

(kolik)

tinggi

Obstruksi

+++

+++

+

Meningkat

-

simple

(Kolik)

Lambat,

rendah

fekal

Obstruksi

++++

++

+++

Tak tentu

+

strangula

(terus-

biasanya

si

menerus,

meningkat

terlokalisir

)

Paralitik

+

+++

+

Menurun

-

 

+

Oklusi

+++++

+++

+++

Menurun

+

vaskuler

How to Diagnose??

How to Diagnose??

Anamnesis

Gejala Utama:

Nyeri-Kolik Obstruksi usus halus : kolik dirasakan disekitar umbilikus Obstruksi kolon : kolik dirasakan disekitar suprapubik. Muntah Stenosis Pilorus : Encer dan asam Obstruksi usus halus : Berwarna kehijauan Obstruksi kolon : onset muntah lama. Perut Kembung (distensi) Konstipasi Tidak ada defekasi Tidak ada flatus Riwayat Operasi Riwayat pijat perut Riwayat Benjolan keluar masuk

Pemeriksaan Penunjang (1)

Pemeriksaan Laboratorium

-

Darah lengkap

Meningkatnya level urea nitrogen pada darah
Meningkatnya
level
urea
nitrogen
pada
darah

menunjukkan adanya dehidrasi, hemoglobin dan hematokrit juga dapat meningkat. Sel darah putih dapat meningkat bila bakteri usus bertranslokasi ke dalam pembuluh darah, menyebabkan systemic inflammatory response syndrome atau sepsis.

-

Serum elektrolit Hipokalemia dan metabolic alkalosis mungkin terjadi pada pasien dengan muntah profuse
Serum elektrolit
Hipokalemia
dan
metabolic
alkalosis
mungkin
terjadi pada pasien dengan muntah profuse

Pemeriksaan Penunjang (2)

Pemeriksaan Radiologi : Abdomen 3 posisi

1. Ileus obstruksi letak tinggi :

Dilatasi di proximal sumbatan (sumbatan paling distal di ileocecal junction) dan kolaps usus di bagian distal sumbatan.

Coil spring appearance

Herring bone appearance

Air fluid level yang pendek-pendek dan banyak (step ladder sign)

2. Ileus obstruksi letak rendah :

Gambaran sama seperti ileus obstruksi letak tinggi

Gambaran penebalan usus besar yang

juga distensi abdomen

tampak

pada

tepi

Air fluid level yang panjang-panjang di kolon.

Pemeriksaan Penunjang (2) Pemeriksaan Radiologi : Abdomen 3 posisi 1. Ileus obstruksi letak tinggi : –

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan

Konservatif

Penderita dirawat di rumah sakit. Penderita dipuasakan Kontrol status airway, breathing and circulation. Dekompresi dengan nasogastric tube. Intravenous fluids and electrolyte

Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan.

Lavement jika ileus obstruksi, dan kontraindikasi ileus paralitik.

Farmakologis

Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.

Analgesik apabila nyeri.

Opeartif

Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis.

Obstruksi usus dengan prioritas tinggi adalah strangulasi, volvulus, dan jenis obstruksi kolon.

Operasi

dilakukan

setelah rehidrasi dan dekompresi

nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus.

Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil explorasi melalui laparotomi.

Lisis pita untuk band

Herniorepair untuk hernia inkarserata

Pintas usus : ileostomi, kolostomi.

Reseksi usus dengan anastomosis

Diversi stoma dengan atau tanpa reseksi.

Prognosis

Mortalitas ileus obstruktif ini dipengaruhi banyak faktor seperti umur,etiologi, tempat dan lamanya obstruksi. Jika umur penderita sangat muda ataupun tua maka toleransinya terhadap penyakit maupun tindakan operatif yang dilakukan sangat rendah sehingga meningkatkan mortalitas. Pasa obstruksi kolon mortalitasnya lebih tinggi dibandingkan obstruksi usus halus. 9,10