Anda di halaman 1dari 123

Ns.H.RIFAI. S.Kep., M.

Kep
Pengorganisasian Masyarakat
PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS
Manajemen merupakan proses pelaksanaan
kegiatan organisasi melalui upaya orang lain
untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan manajemen keperawatan dapat
diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan
keperawatan melalui staf keperawatan untuk
memberikan asuhan keperawatan, pengobatan
dan rasa aman, kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
Pengorganisasian merupakan fungsi
manajemen kedua yang penting dilaksanakan
oleh setiap unit kerja sehingga tujuan
organisasi dapat dicapai dengan berdaya guna
dan berhasil guna.
Pengorganisasian merupakan pengelompokan
yang terdiri dari beberapa aktifitas dengan
sasaran untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan masing-masing kelompoknya
untuk melakukan koordinasi yang tepat
dengan unit lain secara horizontal dan vertikal
untuk mencapai tujuan organisasi.

Ruang rawat merupakan salah satu pusat


pelayanan kesehatan termasuk pelayanan
keperawatan yang dilakukan oleh semua tim
kesehatan dimana semua tenaga termasuk
perawat bertanggung jawab dalam
penyelesaian masalah kesehatan klien.
Pengorganisasian pelayanan keperawatan
secara optimal akan menentukan mutu
pelayanan keperawatan.
Yang menjadi bahasan dalam pelayaan
keperawatan diruang rawat meliputi : struktur
organisai ruang rawat, pengelompokkan
kegiatan (metode pengawasan), koordinasi
kegiatan dan evaluasi kegiatan kelompok kerja
; yang bertujuan untuk memberikan gambaran
tentang struktur organisasi dalam pelayanan
keperawatan untuk mencapai tujuan.
Defenisi Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah keseluruhan
pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas,
tugas, kewenangan dan tanggung jawab
sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
organisasi yang dapat digerakkan sebagai
suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan.
(Siagian,1983 dalam Juniati).
Sedangkan Szilagji (dalam Juniati)
mengemukakan bahwa fungsi
pengorganisasian merupakan proses mencapai
tujuan dengan koordinasi kegiatan dan usaha,
melalui penataan pola struktur, tugas, otoritas,
tenaga kerja dan komunikasi.
Model Pengorganisasian Masyarakat Dalam
Keperawatan Komunitas
Ada tiga model yang dipergunakan dalam
pengorganisasian komunitas, yaitu sebagai
berikut :
1. Locality Development
2. Social Planning
3. Social Action
Model ini lebih menekankan pada peran serta
seluruh masyarakat untuk mandiri.
Prinsipnya adalah keterlibatan langsung
masyarakat, melayani sendiri, membantu diri
sendiri dalam penyelesaian masalah, dan
mengembangkan keterampilan
individual/kelompok dalam proses
pemecahan masalah.
Peran perawat komunitas dalam model ini
adalah sebagai pendukung, fasilitator, dan
pendidik (guru).
Model ini lebih menekankan pada perencanaan para
ahli dan menggunakaan birokrasi.
Kepuusan komunitas didasarkan pada fakta / data
yang dikumpulkan, dibuat keputusan secara rasional.
Penekanan pada penyelesaian masalah bukan proses
pengambilan keputusan harus cepat dan berorientasi
pada tujuan / hasil.
Model ini menggunakan pendekatan langsung
(perintah) dalam rangka untuk megubah masyarakat,
dengan penekanan pada perencanaan.
Peran perawat dalam model ini adalah sebagai
fasilitator, pengumpulan fakta/data, serta
menganalisis dan melaksanakan program
implementasi.
Model ini lebih focus pada korban.
Fokus pada model ini adalah mengubah
komunitas pada polarisasi /pemusatan isu yang
ada di komunitas dengan menggunakan
konflik/konfrontasi antara penduduk dan
pengambilan keputusan/kebijakan.
Penekanan pada proses atau tujuan .
fokus utamanya mentransfer kekuatan pada
tingkat kelompok.
Peran perawat sebagai aktivis, penggerak dan
negosiator.
Tahap tahap pengorganisasian Masyarakat
yaitu:
Persiapan sosial
Pelaksanaan
Evaluasi
Dalam praktik perawatan kesehatan, tujuan
persiapan sosial adalah meningkatkan
partisipasi atau peran serta masyarakat sejak
awal kegiatan sampai dengan perencanaan
program, pelaksanaan kegiatan, dan
pengembangan program keperawatan
kesehatan masyarakat.
Ada dua pendekatan dalam partisipasi
masyarakat, antara lain sebagaia berikut :
1. Pendidikan partisipasi.
Dalam kegiatan ini komunitas dilibatkan dalam
perencanan, penyelesaian masalah, tetapi biasanya
dengan pendekatan ini proses perubahan lambat.
Namun keuntungannya, kelompok/masyarakat
merasa memiliki
komunitas berubah, dalam jangka waktu yang
panjang.
2. Pendidikan langsung (perintah).
Dalam pendekatan ini proses berubah ditentukan
oleh kekuatan luar,
proses berubah berjalan cepat.
Namun kerugiannya, masyarakat merasa memiliki
dan perubahan hanya berlangsung dalam jangka
pendek.
Kegiatan kegiatan dalam persiapan sosial ini lebih
ditingkatkan kepada persiapan persiapan yang
harus dilakukan baik aspek teknis, administrative,
dan program program kesehatan yang akan
dilaksanakan.
Dalam tahap persiapan sosial ada tiga kegiatan
yang harus dilakukan, antara lain sebagai
berikut.
1. Pengenalan masyarakat
2. Pengenalan masalah
3. Penyadaran masyarakat
1. melalui jalur formal
sebagai pihak yang bertanggung jawab secara teknis,
administrative dan birokratif terhadap suatu wilayah yang
akan dijadikan daerah binaan.
leader umumnya melalui pemerintahan setempat yang
bertanggung jawab terhadap wilayah tersebut dan pusat
kesehatan masyarakat atau instansi terkait yang bertanggung
jawab dalam bidang kesehatan masyarakat. Pendekatan ini
diawali dengan surat permintaan daerah binaan yang akan
dijadikan lahan praktik dan dilengkapi proposal rencana
pembinaan.
2. Pendekatan terhadap informal
Selanjutnya, mengadakan pendekatan dengan tokoh-yokoh
di wilayah tersebut.
Untuk dapat mengenal masalah kesehatan masyarakat
secara menyeluruh, dapat dilakukan :
survey kesehatan masyarakat dalam ruang lingkup
terbatas, sehingga masalah masalah yang
dirumuskan benar benar masalah yang menjadi
kebutuhan masyarakat setempat. OKI , keterlibatan
masyarakat sangat diperlukan, sehingga mereka
menyadari sepenuhnya masalah yang mereka hadapi
dan mereka sadar bagaimana cara mengatasi masalah
tersebut.
Masalah yang ditemukan pada tahap ini tentunya
tidak hanya satu masalah, sehingga perlu disusun
skala prioritas penanggulangan masalah bersama
sama maSyarakat formal dan informal.
Tujuan tahap ini adalah menyadarkan masyarakat
agar mereka :
Menyadari masalah- masalah kesehatan dan
keperawatan yang mereka hadapi;
Secara sadar mereka ikut berpartisispasi dalam
kegiatan penanggualangan masalah kesehatan
dan keperawatan yang mereka hadapi;
Tahu cara memenuhi kebutuhan upaya
pelayanan kesehatan dan keperawatan sesuai
denngan potensi dan sumber daya yang ada
pada mereka.
Agar masyarakat dapat menyadari masalah
dan kebutuhan mereka akan pelayanan
kesehatan dan keperawatan diperlukan suatau
mekanisme yang terencana dan terorganisasi
denga baik.
Istilah yang sering digunakan dalam
keperawatan komunitas untuk menyadarkan
masyarakat adalah
lokakarya mini kesehatan,
musyawarah masyarakat desa atau rembuk desa.
Libatkan masyarakat;
Dalam menyusun rencana penanggulangan
masalah disesuaikan dengan potensi dan
sumber daya yang ada pada masyarakat;
Hindari konflik dari berbagai kepentingan
dalam masyarakat;
Kesadaran dari kelompok- kelompok kecil
masyarakat hendaknya disebarkan kepada
kelompok masyarakat yang lebih luas;
Adakan interaksi dan interelasi dengan tokoh
tokoh masyarakat secara intensif dan akrab,
sehingga mereka dapat di manfaatkan untuk
usaha motifasi, komunikasi-yang kemudian
dapat menggugah kesadaran masyarakat
Dalam mengatasi sifat-sifat masyarakat,
perawat komunitas dapat memanfaatkan jalur
kepemimpinan masyarakat setempat untuk
mendapatkan legitimasi, sehingga kesadaran
masyarakat dapat dipercepat.
Dari penjelasan tersebut diatas dapat
dipahami bahwa dalam pembelajaran praktik
di komunitas yang harus di lakukan adalah
pertemuan (temu kenal).
Selanjutnya melakukan pengkajian pada
masyarakat dan melakukan mini lokakarya.
Setelah rencana penanggulangan masalah
disusun dalam mini lokakarya atau
musyawarah masyarakat desa,
maka langkah selanjutnya adalah
melaksanakan kegiatan sesuai dengan
perencanaan yang telah disusun.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan
dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan
masalah kesehatan masyarakat adalah :
Pilihlah kegiatn yang dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.
Libatkan peran serta masyarakat secara aktif
dalam upaya penanggulangan masalah.
Kegiatan disesuaikan dengana kemampuan,
waktu dan sumber daya yang tersedia di
masyarakat.
Tumbuhkan rasa percaya diri masyarakat
bahwa mereka mempunyai kemampuan dalam
penanggulangan masalah.
Dalam tahap ini, salah satu kegiatan yang
dapat dilakukan untuk memecahkan masalah
adalah penyuluhan kesehatan untuk
menanggulangi masalah sesuai dengan skala
prioritas masalah.
Agar penyuluhan tersebut mudah dipahami
masyarakat, maka petugas kesehatan
atau mahasiswa keperawatan komunitas harus
membuat Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
disertai lampiran materi penyuluhan dan
leaflet.
Penillaian dapat dilakukan setelah pelaksanaan
dijalankan dalam jangka waktu tertentu.
Penilaian dapat dilakukan dalam dua cara
yaitu:
1. penilaian formatif)
2. (penilaian sumatif),
3. Perluasan
1. Selama kegiatan berlangsung (penilaian
formatif), penilaian ini dilakukan untuk
melihat apakah pelaksanaan kegiatan yang
dijalankan sesuai perencanaan
penanggulangan masalah yang disusun.
Penilaian ini juga dapat dikatakan monitoring,
sehingga dapat diketahui perkembangan hasil
yan g akan dicapai.
2.Setelah program selesai dilaksanakan
(penilaian sumatif), penilaian ini dilakukan
setelah melalui jangka waktu tertentu dari
kegiatan yang dilakukan.
Penilaian ini disebut juga penilaian pada akhir
program, sehingga dapat diketahui apakah
tujuan atau target dalam pelayanan kesehatan
dan keperawatan telah tercapai atau belum.
Perluasan merupakan pengembangan dari
kegiatan yang akan dilakukan. Perluasan dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Perluasan kuantitatif, yaitu perluasan dengan
menambah jumlah kegiatan yang akan dilakukan,
apakah pada wilayah setempat atau di wilayah
lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perluasan kualitatif, yaitu: perluasan dengan
meningkatkan mutu atau kualitas kegiatan yang
telah dilaksanakan , sehingga dapat meningkatkan
kepuasan dari masyarakat yang dilayani.
Legitimasi (bahasa Inggris: legitimize
pengucapan bahasa Inggris: [/-ji-t-m-zr/])
adalah kualitas hukum yang berbasis pada
penerimaan putusan dalam peradilan, dapat
pula diartikan seberapa jauh masyarakat mau
menerima dan mengakui kewenangan,
keputusan atau kebijakan yang diambil oleh
seorang pemimpin.
Legitimasi menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia memiliki dua makna:
(1) Istilah Hukum : keterangan yang
mengesahkan atau membenarkan bahwa
pemegang keterangan adalah betul-betul orang
yang dimaksud; kesahan;
(2) pernyataan yang sah (menurut undang-
undang atau sesuai dengan undang-undang);
pengesahan.
Masyarakat merupakan suatu kumpulan
keluarga-keluarga dan perorangan-perorangan
di suatu wilayah, yang tertata secara baik dan
benar-benar saling berdekatan dengan unsur-
unsur kehidupan umum, yang ditunjukkan
dalam sikap, budaya/adat, kebiasaan, dan
bahasa.
Suatu masyarakat mempunyai ciri-ciri berikut:
(a) mempunyai nilai-nilai umum yang diakui
bersama;
(b) mempunyai batasan hubungan normatif;
(c) saling membutuhkan;
(d) mengenal pemilikan;
(e) mempunyai pembagian peran (tingkatan-
tingkatan); dan
(f) mencakup suatu wilayah tertentu.
Masyarakat, termasuk masyarakat pesisir,
terdiri dari berbagai macam latar belakang
seperti mata pencarian, tingkat penghasilan,
pendidikan, dan sebagainya. Tujuan hidup
setiap orang pun berbeda-beda. Namun
demikian, mestinya setiap orang ingin agar
taraf hidup keluarganya meningkat dari waktu
ke waktu. Hanya mungkin belum tahu apa
yang harus diperbuat selain apa yang sudah
dijalani selama ini.
Boleh jadi sebagian anggota masyarakat
mempunyai latar belakang mata pencarian yang
sama, permasalahan yang dihadapi sama, dan
bahkan nasib yang sama. Namun mereka bekerja
sendiri-sendiri dan menghadapi masalah sendiri-
sendiri pula. Apalah daya, nasib hampir tidak
berubah dari dulu sampai sekarang. Oleh karena
itu, para anggota masyarakat yang mempunyai
kesamaan latar belakang dan tujuan tersebut perlu
berhimpun dalam suatu wadah; wadah yang
bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan
bersama. Wadah ini berupa organisasi
masyarakat. Dengan berhimpun dalam wadah
tersebut, para anggota dapat sering melakukan
silaturahmi, kemudian dapat saling tukar
informasi dan pengalaman.
Dengan demikian, mereka dapat melahirkan gagasan-
gagasan baru dan secara tidak disadari, mereka
membangun jaringan kerjasama. Ini berarti bahwa
organisasi masyarakat merupakan sarana untuk
pemberdayaan masyarakat. Bentuk dan namanya
dapat saja beraneka ragam, misalnya kelompok usaha
bersama pemindang ikan, perkumpulan pengolah ikan
asap, koperasi serba usaha pengolah ikan, himpunan
nelayan, serikat nelayan, dan semacamnya. Anggota
kelompok perlu menyepakati aturan bersama demi
kelancaran usaha atau kegiatan bersama dan
memperoleh keuntungan bersama.
Secara umum, berbagai jenis organisasi
masyarakat yang ada dapat dirangkum dalam
tiga kelompok, yaitu:
(a) memperjuangkan kepentingan ekonomi,
yaitu langsung berhubungan dengan
kepentingan usaha para anggotanya (misalnya
kelompok usaha bersama/KUB, koperasi,
lembaga keuangan mikro);
(b)memperjuangkan kepentingan anggota
yang senasib atau bertujuan sama (misalnya
himpunan/serikat nelayan, perkumpulan
wanita nelayan); dan
(c) memperjuangkan kelestarian sumberdaya
alam (kelompok pelestari terumbu karang,
kelompok masyarakat pengawas bakau,
kelompok pengawas daerah perlindungan laut,
himpunan pecinta laut bersih).
Sebenarnya, tujuan akhir kelompok (b) dan (c) sama
dengan kelompok (a),
yaitu untuk kepentingan ekonomi juga.
Tujuan jangka panjang pengorganisasian masyarakat
ialah:
(a) meningkatkan peran-serta masyarakat dalam
kegiatan sosial-ekonomi;
(b) membentuk dan memperkuat organisasi-organisasi
masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola
sumberdaya alam;
(c) meningkatkan pendapatan dan perbaikan kesejahteraan
masyarakat melalui penyediaan peluang mata pencarian
sampingan dan pengganti secara berkelanjutan;
(d) mengembangkan keterampilan dan kemampuan
swadaya masyarakat melalui organisasi mereka;
(e) meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat
untuk melindungi dan memulihkan sumberdaya alam; dan
(f) menggali dan mengembangkan teknologi terapan,
tepatguna, murah, dan menggunakan bahan yang dapat
dengan mudah diperoleh dari daerah setempat.

Dalam setiap organisasi diperlukan pengurus,


yaitu sebagian diantara anggota yang diberi
kepercayaan berdasarkan kesepakatan para
anggota untuk menjalankan kegiatan organisasi
selama masa bakti tertentu. Susunan pengurus
ialah ketua yang dipilih oleh seluruh anggota,
sekretaris dan bendahara yang ditunjuk oleh ketua
ataupun dipilih oleh anggota (yang tergantung
pada kesepakatan anggota), dan boleh saja
tambahan jabatan lainnya sesuai dengan
kebutuhan setempat, misalnya wakil ketua, ketua
seksi, dan seterusnya.
Siapa bertanggung jawab kepada siapa dinyatakan
pada bagan organisasi yang diperjelas dalam
rincian tugas setiap jabatan pengurus. Dalam hal
organisasi masyarakat yang berkecimpung dalam
kegiatan riil, misalnya kelompok usaha bersama
atau kelompok pelestari sumberdaya perikanan,
jumlah anggota organisasi biasanya dibatasi antara
20 hingga 30 orang agar berhasilguna. Maksudnya,
seluruh anggota dapat terlibat bersama-sama.
Organisasi tersebut harus menetapkan sekretariat
sebagai tempat pertemuan dan guna memudahkan
pihak luar organisasi apabila perlu menghubungi
pengurus. Para anggota perlu menyepakati nama
organisasi mereka dan papan nama organisasi
perlu dipasang di depan sekretariat. Organisasi
perlu menjalankan administrasi, misalnya
mencatat surat keluar/ masuk, menyimpan
dokumen (termasuk risalah pertemuan), informasi
mengenai usaha anggota, mencatat penerimaan
dan pengeluaran keuangan organisasi, dan
semacamnya
. Apabila dikehendaki, kartu anggota dapat
diterbitkan. Organisasi masyarakat membutuhkan
pengakuan, misalnya pengesahan oleh Kepala
Desa (misalnya kelompok masyarakat pengawas
bakau), berbadan hukum yang diterbitkan oleh
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah
Kabupaten/Kota (misalnya koperasi perikanan),
pengukuhan oleh Bupati (misalnya kelompok
pengelola bakau), dan sebagainya. Sejauh mana
pengakuan tersebut tergantung pada tahap
kemajuan organisasi masyarakat dan apa manfaat
pengakuan tersebut.
Setiap organisasi harus menetapkan kapan saja rapat
berkala sebagai sarana demokratis untuk antara lain
membicarakan rencana kerja, mengatasi masalah yang
timbul, dan menetapkan keputusan. Jenis rapat berkala
di luar rapat pengurus sewaktu-waktu sesuai
kebutuhan antara lain ialah:
(1) rapat pengurus bulanan,
(2) rapat anggota tahunan, dan
(3) rapat lengkap anggota (untuk menilai laporan
pertanggungjawaban pengurus dan memilih pengurus
masa bakti berikutnya).
Segala ketentuan/peraturan dalam organisasi
masyarakat perlu dirumuskan dalam
Anggaran Dasar (berisi ketentuan pokok) dan
Anggaran Rumah Tangga (berisi penjelasan
ketentuan dalam Anggaran Dasar).
PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian ada 2 pengertian, yaitu;
Sebuah organisasi adalah pola hubungan banyak
hubungan yang saling terjalin secara
simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan
pengarahan dari manajer, untuk mencapaisasaran bersama.
Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk
pembuatan keputusan, penciptaan
kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan
dari keadaan yang baik pada
masa kini hingga masa depan.
Teori-teori organisasi :
a. Menurut G. R Terry :
Pengorganisasian dalam pengertian real (real
sense) menunjukkan hubungan antar
manusia sebagai akibat organisasi.
Pengorganisasian dalam pengertian abstrak
menunjukkan hubungan antara unit-unit/
departemen-departemen kerja.
b. Menurut Drs. M. Manullang :
Organisasi dalam arti dinamis adalah suatu proses penetapan
dan pembagian pekerjaan
yang akan dilakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung
jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan
antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-
orang dapat bekerja bersama seefektif mungkin untuk pencapaian
tujuan.
Organisasi dalam arti statis adalah setiap gabungan yang
bergerak ke arah tujuan
bersama, dengan istilah populer adalah struktur organisasi atau
bagan organisasi. Jadi
organisasi dalah arti dinamis disebut pengorganisasian, dalam arti
statis disebut organisasi.
c. Menurut Drs. Soekarno K. :
Organisasi sebagai alat manajemen adalah wadah, tempat
manajemen, sehingga
memberikan bentuk bagi manajemen yang memungkinkan
manajer dapat bergerak. Jadi,
sama dengan organisasi dalam arti statis.
Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam
pengertian dinamis) adalah
organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen
dapat bergerak dalam batas
tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu
mengadakan pembagian
pekerjaan.

d. Menurut Koontz & ODonnel


Fungsi pengorganisasian manajer meliputi
penentuan penggolongan kegiatan-kegiatan
yang diperlukan untuk tujuan perusahaan,
pengelompokkan kegiatan tersebut ke dalam
suatu bagian yang dipimpin oleh seorang
manajer,serta melimpahkan wewenang untuk
melakukannya.
e. Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian :
Organisasi ialah suatu bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang bekerja
bersama serta secara formal terikat dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan dan dalam ikatan itu terdapat
seorang atau sekelompok orang yang disebut
bawahan.
f. Menurut James D. Mooney :
Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
g. Menurut Chester I. Barnard :
Organisasi adalah suatu sistem kerja sama
yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan
oleh dua orang atau lebih.
h. Menurut Prof. Dr. Mr. S. Pradjudi
Atmosudiro :
Organisasi adalah struktur tata pembagian
kerja dan struktur tata hubungan kerja antara
sekelompok orang pemegang posisi yang
bekerja sama secara tertentu untuk
bersamasama mencapai suatu tujuan tertentu.
Aspek-aspek penting dari definisi-definisi di atas adalah :
1. Adanya kelompok orang yang bekerja sama.
2. Adanya tujuan tertentu yang akan dicapai
3. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan
4. Adanya penetapan dan pengelompokkan pekerjaan
5. Adanya wewenang dan tanggung jawab
6. Adanya pendelegasian wewenang
7. Adanya hubungan (relationship) satu sama lain
8. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan
pekerjaan
9. Adanya tata tertib yang harus ditaati.
Macam-macam organisasi :
a. Berdasarkan proses pembentukannya :
1. Organisasi formal : Organisasi yang
dibentuk secara sadar dengan tujuan-tujuan
tertentu,
yang diatur dengan ketentuan-ketentuan
formal (misalnya : AD, ART dan peraturan
tertulis).
2. Organisasi informal : Organisasi yang
terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, dengan
tujuan yang juga tidak sepenuhnya disadari
karena terjalin lewat hubungan-hubungan
pribadi yang tidak tertulis.
b. Berdasarkan kaitannya dengan pemerintah :
1. Organisasi resmi, organisasi yang dibentuk
oleh (atau ada hubungannya dengan)
pemerintah, misalnya jawatan, lembaga
pemerintah, perusahaan negara, dll.
2. Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak
ada hubungannya dengan pemerintah,
misalnya organisasi swasta.
c. Berdasarkan skala (ukuran) :
1. Organisasi besar
2. Organisasi sedang (menengah)
3. Organisasi kecil
d. Berdasarkan tujuan :
1. Public organization (organisasi pelayanan),
organisasi sosial yang tujuan utamanya untuk
melayani kepentingan umum, tanpa perhitungan
untung-rugi; tujuannya adalah layanan dan bukan
laba. Misalnya pemerintah, yayasan, dll.
2. komersil (mendapatkan laba)dan semua
tindakannya selalu bermotifkan laba (profit
motive).

e. Berdasarkan organization chart (bagan organisasi) :


1. Berbentuk segitiga vertikal, pada bagan organisasi ini,
manajemen puncak terdapat pada
puncak segitiga, semakin dekat ke puncak segitiga, jabatan
semakin tinggi dan sebaliknya. Bagan organisasi ini semakin ke
bawah semakin melebar.
2. Berbentuk segitiga horisontal dari kiri ke kanan, manajemen
puncak terdapat pada sebelah kiri dan cara membacanya dari kiri
ke kanan. Bagan ini melebar ke kanan, berarti posisi yang paling
kanan adalah kedudukan yang paling rendah.
3. Berbentuk lingkaran (circulair), menurut bagan ini puncak
manajemen terdapat pada pusat lingkaran; semakin dekat posisi
jabatan ke pusat lingkaran, semakin penting fungsinya.
Struktur departemen organisasi secara formal
dapat dilakukan dengan tiga cara pokok :
1. Departementasi Fungsional, organisasi
menurut fungsi menyatukan semua orang
yang
terlibat dalam satu aktivitas atau beberapa
aktivitas berkaitan yang disebut fungsi dalam
satu departemen. Seperti pemasaran atau
keuangan dikelompokkan ke dalam 1 unit.
2. Departementasi divisional, departemen
perusahaan besar yang berupa bisnis terpisah;
mungkin ditujukan untuk membuat dan menjual
produk spesifik atau melayani pasar spesifik.
3. Organisasi proyek dan matriks, struktur sebuah
organisasi yang di dalamnya setiap
karyawan melapor kepada manajer fungsional
atau manajer divisi.