Anda di halaman 1dari 13

Studi Kasus

Toyota Motor Sales, USA, Inc.

Oleh Kelompok 4
Dosen : Bu. Hendy
Nama Kelompok

Rifwan Rosadi 221308287


Dimas Harimurti 221308517
Kartika Diana 1221408680
Dwi Febrianti 1221408752
Latifatul Fajriah 1221408771
Doni Rosadi 221308 549
Rumusan Masalah
. A. Manajer level atas Toyota Motor Sales, USA, Inc (TMS) membahas manfaat dari
perubahan organisasi perusahaan yang akan meningkatkan otoritas dan tanggung
jawab yang diberikan kepada manajer umum regional TMS. Mereka yang
properubahan berpendapat bahwa GM harus diberikan otoritas untuk sebagian
besar kegiatan yang menentukan kegiatan kesuksesan atau kegagalan wilayah
mereka. Kegiatan tersebut meliputi, keuangan , pemasaran, sumber daya
manusia, dan bahkan operasi port-of-entry , disamping fungsi bantuan diler yang
sudah dimiliki. Sedangkan mereka yang tidak sepakat dengan perubahan karena:
. Takut bahwa target laba akan mempengaruhi GM Regional menjadi terlalu fokus
pada laba jangka pendek dan mengorbankan komitmen jangka panjang kepada
konsumen.
. Takut bahwa manajer regional hanya berpengalam di fungsi terkait dengan
penjualan tetapi tidak punya cukup pengalaman yang dibutuhkan untuk
menjalankan peran manajer pusat laba yang efektif.
. Dalam hal peran manajer umum regional, terdapat dua peran penting yaitu
pertama, sebagai penyemangat ketika perekonomian sedang berjalan baik dan
sebagai pemadam kebakaran ketika perekonomian sulit. Masalah potensial
terbesar dalam peran GM adalah arus kas diller, diller mendanai persediaan
sendiri, jika penjualan turun maka sulit membayar bunga sehingga kurangnya kas
dapat mematikan bisnis. Manajer regional tidak banyak terlibat proses
perencanaan karena dua hal. Sebagian perencanaan bisa dilangsungkan dengan
lebih efisien pada level TMS sebab penjualan regional dulunya tidak konsisten.
.
Rumusan Masalah
B. Apakah indikator yang digunakan untuk
mengukur keunggulan bersaing TMC?

C. Bagaimana Sistem-sistem pengendalian dapat


dibangun untuk memantau fungsi fungsi,
proyek proyek atau divisi divisi tertentu?

D. Permasalahan apa saja yang dihadapi


perusahaan?

E. Bagaimana TMC menciptakan kebijakan untuk


mempertahankan tingkat produksi yang tepat
Pembahasan
KASUS | Bagian A

Pada dasarnya setiap perusahaan yang


bersaing dalam suatu lingkungan
industry mempunyai keinginan untuk
dapat lebih unggul dibandingkan
pesaingnya. Jika diubah menjadi pusat
laba masih menimbulkan masalah bagi
perusahaan, maka manajemen bisa
menggabungkan atau mengguakan
variasi dari pusat laba. Alternatif yang
memungkinkan adalah diubah
menajadi pusat laba lengkap. Dengan
adanya penerapan desentralisasi pada
KASUS | Bagian B
Beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur keunggulan
bersaing adalah keunikan, jarang dijumpai, tidak mudah ditiru,
tidak mudah diganti, dan harga bersaing.
Keunikan produk adalah kenaikan produk perusahaan yang
memadukan nilai seni dengan selera pelanggan.
Harga bersaing adalah kemampuan perusahaan untuk
menyesuaikan harga produknya dengan harga umum di
pasaran.
Tidak mudah dijumpai berarti keberadaannya langka dalam
persaingan yang saat ini dilakukan.
Tidak mudah ditiru berarti dapat ditiru dengan tidak
sempurna.
Sulit digantikan berarti tidak memiliki pengganti yang sama.

Pembahasan
Pembahasan
KASUS | Bagian C
Sistem-sistem pengendalian dapat dibangun untuk memantau
fungsi fungsi, proyek proyek atau divisi divisi tertentu.
Sebagai contoh, anggaran biasanya digunakan untuk
mengontrol indicator indicator kinerja keuangan bersama
dengan pusat pusat pertanggung jawaban.

Ada 5 jenis utama pusat pengendalian yang ada pada Toyota


Motor Sales USA meliputi :

1. Pusat Biaya Standar.


2. Pusat Pendapatan.
3. Pusat Pengeluaran
4. Pusat Laba.
5. Pusat Investasi.
KASUS | Bagian C
Ukuran kinerja pusat investasi yang paling banyak digunkaan
adalah ROI. Pengukuran yang lain yang biasa disebut sebagai
sisa pendapatan (residensial income), atau after capital charge,
yang diperoleh dengan mengurangi biaya bunga dari
pendapatan bersih yang diterima.

Biaya bunga dapat didasarkan pada tingkat bunga perusahaan


yang akan dibayarkan pada pemberi pinjaman atas asset yang
digunakan perusahaan. Tingkat biaya bunga dapat pula
didasarkan pada jumlah pendapatan yang akan diperoleh jika
asset perusahaan diinvestasikan di tempat lainnya. Walaupun
metode sisa pendapatan ini lebih baik dai ROI oleh karena
kemampuannya menghitung biaya modal yang diinginkan,
metode ini tidak pernah mampu menyamai popularitas ROI.

Pembahasan
Pembahasan
KASUS | Bagian D

Permasalahan yang dihadapi oleh


perusahaan yakni pabrik TMC
membutuhkan empat bulan lead time
perkiraan pemesanan kendaraan. Empat
bulan ini dibutuhkan untuk
memungkinkan penyimpanan
pemesanan kepada pemasok serta
penetapan dan pemenuhan jadwal
produksi. Produksi pada tingkat tertentu
dapat tapi diubah sedikit dalam batas
waktu tiga bulan. Perubahan besar dalam
produksi bisa membutuhkan waktu
KASUS | Bagian D
Sebulan sebelum pabrik TMC mengirimkan kendaraan yang
sudah selesai, TMS akan memberikan perintah tugas kepada
manager pabrik dengan berdasarkan pada kondisi pasar terkini.
Apabila perkiraan empat bulan terbukti sangat tidak tepat, TMC
mungkin tidak akan mampu memenuhi campuran pesanan yang
sudah direvisi tersebut. Sistem TMC tidak memungkinkan
dilakukan distribusi ulan unit antar region lainnya sesudah
tibanya barang di port, tetapi tindakan ini jarang dilakukan
akibat besaran biaya yang terlibat.
Mobil yang sudah dirakit dikirimkan ke salah satu port of
entry di Amerika Serikat. Operasi port melapor ke H. Imai, Wakil
direktur perusahaan, manufaktur, hubungan, dan distribusi.
Ketika mobil sudah di port personel port menurunkan mobil dari
kapal, memasang label jendela dan mungkin beberapa aksesoris
yang telah dipesan oleh diler tetapi tidak mau dipasang oleh
diler (misalnya, rak atap), mencuci mobil dan memasukkannya
dalam gerbong kereta untuk kemudian dikirimkan ke diler.

Pembahasan
Pembahasan
KASUS | Bagian E
TMC berkebijakan untuk mempertahankan tingkat produksi yang
tetap dalam operasi manufakturnya. Kebijakan tersebut
diciptakan sebab kebijakan ini mampu membuat aktiva tetap
dan tenaga kerja jadi digunakan lebih banyak dan efisien serta
meringankan masalah penjadwalan pemasok.

TMC mempunyai jaringan pemasok yang luas di jepang yang


membutuhkan lead time yang lama untuk mamasok beberapa
suku cadang, dan banyak dari perusahaan itu yang bergantung
pada TMC untuk keberlangsungan bisnis mereka.
KASUS | Bagian E
Layaknya penghasil mobil pada umumnya, Toyota memakai
intenif diler untuk membantu menjual kendaraan yang sudah
dialokasikan ke region region. TMS memberikan intensif
kepada karyawan jika berhasil mencapai target volume
penjualan yang sudah ditetapkan sebelumnya berdasarkan lini
mobi, dan terkadang berdasarkan peringkat (misalnya, model
yang hanya empat pintu).

Intensif biasanya diberikan kepada diler dalam bentuk uang


tunai, tetapi kadan dalam bentuk cash trip yang diberikan
kepada karyawan penjualan maupun manajer penjualan diler
perorangan. Pada tahun 1990, total biaya dari program intensif
diler Toyota di Amerika Serikat mencapai sekitar $250 Juta, atau
sekitar $250 per kendaraan yang terjual. Program intensif
biasanya berlangsung dalam siklus 60 hari. Oleh karena itu, ada
program Januari / Februari, Program Maret / April, dan
seterusnya.
Pembahasan
TERIMA
KASIH !!!!!!!!!!!