Anda di halaman 1dari 28

Terapi Terbaru Tuberkulosis Kutis

Lukman Baihaqi
201620401011126

SMF KULIT DAN KELAMIN


RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi
granulomatosa kronis yang disebabkan oleh
basil mycobacterium tuberculosis

Tuberkulosis kutis, seperti tuberkulosis paru,.


terutama terdapat di negeri yang sedang
berkembang.
Definisi
Tuberkulosis kutis adalah tuberculosis pada
kulit yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis dan mycobacterium atypical.
Etiologi
Tuberkulosis pada kulit disebabkan oleh
mycobacterium tuberculosis, mycobacterium
bovis dan pada beberapa kondisi, Bacilli
Calmette-Guerin (BCG)
Patogenesis
Mycobacterium berkembang biak secara
intraseluler dan pada awalnya ditemukan
dalam jumlah besar di dalam jaringan.
Mycobacterium tuberculosis bisa menjadi aktif
dalam jaringan host.
Penjalaran langsung ke Inokulasi langsung pada
kulit dari organ dibawah kulit sekitar orifisium
kulit yang telah dikenai alat dalam yang dikenai
penyakit tuberculosis penyakit tuberculosis

Penjalaran secara Penjalaran secara


hematogen limfogen

Kuman langsung masuk


Penjalaran langsung
ke dalam kulit, jika ada
dari selaput lendir yang
kerusakan kulit dan
sudah diserang penyakit
resistensi lokalnya telah
tuberculosis
menurun
Klasifikasi
Tuberkulosis kutis sejati
Tuberkulosis kutis primer
- Inokulasi tuberculosis primer (tuberculosis chancre)
Tuberkulosis kutis sekunder
- Tuberkulosis kutis miliaris
- Skrofuloderma
- Tuberkulosis kutis verukosa
- Tuberkulosis kutis gumosa
- Tuberkulosis kutis orifisialis
- Lupus vulgaris
Tuberkulid
Bentuk papul
- Lupus miliaris diseminatus fasia
- Tuberkulid papulonekrotika
- Liken skrofuloderma
Bentuk granuloma dan ulseronodulus
- Eritema nodusum
- Eritema induratum
Inokulasi Tuberkulosis Primer
(Tuberculosis chancre)
Tuberkulosis Kutis Verrucosa
Lupus vulgaris
Skrofuloderma
Tuberkulosis kutis orifisialis
Eritema induratum
(Basyns disease)
Diagnosis
Klinis
Bakterioskopi basil tahan asam pada lesi
Kultur Bakteri
Histopatologi
Tes Tuberculin
Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan Tuberkulosis Kutis
sama dengan Tuberkulosis pada paru.
Prinsip pengobatan :
- Pengobatan harus dilakukan secara teratur tanpa
terputus agar tidak terjadi resistensi
- Pengobatan harus dengan kombinasi. Dan dipilih
sedikitnya 2 obat yang bersifat bakterisidal
Menurut WHO pengobatan lini pertama untuk
tuberculosis yaitu :
Isoniazid
Isoniazid akan teraktivasi dengan cara mengkatalisis
bakteri bakterisidal.
isoniazid menghambat sintesis asam mikolik
(komponen utama dinding sel mycobacterium
tuberculosis) berinteraksi dengan nikotinamida
adenin dinukleotida (NADH) NADH aktif diproduksi
yang merusak proses penting kehidupan
mycobacterium tuberculosis, termasuk (sintesis asam
mikolik)
Rifampisin
Berkerja dengan menghambat DNA-
dependent RNA polymerase RNA dan
sintesis protein mycobacterium tuberculosis
dapat dicegah
Ethambutol
Mekanisme kerja :
ethambutol menghambat transport asam
mikolik ke dinding sel
Ethambutol dilaporkan memiliki pengaruh thd
degenatif saraf optic yang dapat
mengakibatkan penurunan visus dan
gangguan lapang pandang, bahkan dapat
secara irreversible menyebabkan kebutaan.
Pirazinamid
Pirazinamid adalah senyawa pro-drug
Ditransformasikan menjadi bentuk aktifnya
oleh pyrazinamidases
Metabolit aktif obat ini merusak fungsi dari
sintesa asam lemak bakteri.
Streptomisin
Streptomisin merupakan kelompok antibiotic
aminoglikosida
Obat ini berikatan secara irreversible dengan
ribosom subunit 30s sehingga menhambat
sintesi protein bakteri.
Pengobatan TB Kutis memiliki 2 tahapan :
Tahapan Awal
- Membunuh kuman bakteri dengan cepat dan
tepat dengan obat yang bersifat bakterisidal.
Tahapan Lanjutan
Umumnya pengobatan TB Kutis cukup
digunakan 2 atau 3 obat.
Misal kombinasi 3 obat (H, R, Z) selama 2
bulan. Setelah 2 bulan hentikan Z dan yang
lainnya diteruskan sampai 6 bulan.
Prognosis
Prognosis dari penyakit ini cukup bervariasi,
tergantung pada jenis infeksi kulit, jumlah
inoculums, tingkat infeksi extracutaneus, usia
pasien, imunitas dan terapi.
Jika terapi dilakukan dengan baik dan adekuat
maka prognosis akan baik
TERIMA
KASIH