Anda di halaman 1dari 11

Kasus Tentang Polip Nasi

Kelompok: 6
Ike Priyani dewi
Latifah Hanum
Mila Nurmala
Risky Sawitri
Raditia Prayoga
Taufik Rohman
Wulan Yulanda
Pengertian
Polip nasi adalah massa lunak yang
tumbuh di dalam rongga hidung yang
terjadi akibat inflamasi mukosa.
Permukaannya licin, berwarna putih
keabu-abuan dan agak bening karena
mengandung banyak cairan (polip
edematosa). Polip yang sudah lama
dapat berubah menjadi kekuning
kuningan atau kemerah merahan,
suram dan lebih kenyal (polip fibrosa).
Etiologi
Terjadi akibat reaksi hipertensitif atau
reaksi alergi pada mukosa hidung. Polip
dapat timbul pada penderita laki-laki maupun
perempuan, dari usia anak-anak sampai usia
lanjut. Polip disebabkan oleh reaksi alergi
atau reaksi radang. Bentuknya bertangkai,
tidak mengandung pembuluh darah. Di
hidung polip dapat tumbuh banyak, apalagi
bila asalnya dari sinus etmoid. Bila asalnya
dari sinus maksila, maka polip itu tumbuh
hanya satu, dan berada di lubang hidung
yang menghadap ke nasofaring (konka)
Faktor predisposisi
terjadinya polip
Alergi terutama rinitis alergi.
Sinusitis kronik.
Iritasi.
Sumbatan hidung oleh kelainan
anatomi seperti deviasi septum dan
hipertrofi konka.
Patofisiologi
Polip di kavum nasi terbentuk akibat
proses radang yang lama. Penyebab
tersering adalah sinusitis kronik dan rinitis
alergi. Dalam jangka waktu yang lama,
vasodilatasi lama dari pembuluh darah
submukosa menyebabkan edema mukosa.
Mukosa akan menjadi ireguler dan
terdorong ke sinus dan pada akhirnya
membentuk suatu struktur bernama polip.
Biasanya terjadi di sinus maksila, kemudian
sinus etmoid. Setelah polip terrus
membesar di antrum, akan turun ke kavum
nasi.
Manifestasi klinis
Gejala utama yang ditimbulkan oleh polip nasi
adalah hidung tersumbat. Sumbatan ini tidak
hilang timbul dan makin lama makin memberat.
Pada sumbatan yang hebat dapat menyebabkan
timbulnya gejala hiposmia bahkan anosmia. Bila
polip ini menyumbat sinus paranasal, akan timbul
sinusitis dengan keluhan nyeri kepala dan rhinore.
Bila penyebabnya adalah alergi, maka gejala
utama adalah bersin dan iritasi di hidung.
Sumbatan hidung yang menetap dan semakin
berat dan rinorea. Dapat terjadi sumbatan
hiposmia atau anosmia. Bila menyumbat ostium,
dapat terjadi sinusitis dengan ingus purulen.
Karena disebabkan alergi, gejala utama adalah
bersin dan iritasi di hidung
Penatalaksanaan

Tujuan utama pengobatan pada kasus


polip nasi adalah menghilangkan
keluhan-keluhan, mencegah komplikasi
dan mencegah rekurensi polip.
Pemberian kortikosteroid untuk
menghilangkan polip nasi disebut juga
polipektomi medika mentosa. Dapat
diberikan topical atau sistemik. Polip tipe
eosinofilik memberikan respons yang
lebih baik terhadap pengobatan
kortikosteroid intranasal dibandingkan
polip tipe neurotrofilik.
Tiga macam penanganan
polip nasi
1. Cara konservatif
2. Cara operatif
3. Kombinasi keduanya.
Cara menegakkan diagnosa
polip hidung
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Rinoskopi anterior
4. Naso-endoskopi
Komplikasi

Satu buah polip jarang menyebabkan


komplikasi, tapi dalam ukuran besar
atau dalam jumlah banyak (polyposis)
dapat mengarah pada akut atau infeksi
sinusitis kronis, mengorok dan bahkan
sleep apnea - kondisi serius nafas
dimana akan stop dan start bernafas
beberapa kali selama tidur. Dalam
kondisi parah, akan mengubah bentuk
wajah dan penyebab penglihatan
ganda/berbayang.
TERIMA
KASIH