Anda di halaman 1dari 31

Elsya Natalia P

15.710.263
Pergerakan pita suara dipengaruhi oleh otot-
otot yang terdapat disekitar laring

M. Cricothyroideus : menegangkan pita


suara
M. Tyroarytnoideus (vocalis): relaksasi pita
suara
M. Cricoarytenoideus lateralis : adduksi pita
suara
M. Cricoarytenoideus posterior : abduksi pita
suara
M. Arytenoideus transversus : menutup
bagian posterior rima glotidis
Nn. Laringeus Superior
Cabang Interna ; bersifat sensoris, mempersarafi vallecula,
epiglotis, sinus pyriformis dan mukosa bagian dalam laring di atas
pita suara sejati.
Cabang Eksterna ; bersifat motoris, mempersarafi m. Krikotiroid
dan m. Konstriktor inferior.
N. Laringeus Inferior (N. Laringeus Rekuren)
Sensoris, mempersarafi daerah sub glotis dan bagian atas
trakea
Motoris, mempersarafi semua otot laring kecuali M.
Krikotiroidea
1. Proteksi penutupan aditus laring dan rima glotis
2. Batuk jika ada benda asing dan sekret dari paru
3. Respirasi atur besar kecilnya rima glotis
4. Sirkulasi perubahan tekanan udara dalam traktus
trakeobronkial pengaruhi sirkulasi alveoli
5. Menelan gerakan laring bagian bawah ke atas,
menutup aditus laring, mendorong bolus makanan
turun ke hipofaring
6. Emosi berteriak, mengeluh, menangis, dll
7. Fonasi
Stadium respirasi: korda vokalis ditarik ke
lateral oleh m. abduktor aritenoid ke
lateral rima glotis melebar
Stadium fonasi: korda vokalis digerakkan ke
medial oleh m. adduktor aritenoid
bergerak ke medial rima glotis merapat
Merupakan fungsi fisiologi yang
terkendali dan terintegrasi

Sistem pernafasan
Sistem pendengaran
Sistem saraf

Untuk dapat berbicara, seseorang harus bisa mendengar

Membantu pembentukan suara

Gangguan/ kelainan struktur dalam pertumbuhan/ perkembangan

Kualitas vokal & proses bicara terganggu


Aliran udara ekspirasi melalui glotis
Organ laring yg berperan dlm fonasi:
Pita suara bergetar -Kartilago krikoid
-Kartilago tiroid
Menghasilkan suara (FONASI) -Kartilagi aritenoid

Inervasi : N. laryngeal eksternus


N. Laryngeal rekuren
Suara yg terbentuk masuk ke ruang resonator
m. aritenoid mengatur kartilago
RESONANSI & ARTIKULASI
aritenoid u/ membuka & menutup
pita suara
Terbentuk suara yg keluar lewat bibir dan mulut

Faktor panjang pita suara


Frekuensi
Faktor ketegangan pita suara
Pitch dipengaruhi Faktor ketebalan pita suara
Loudness
Faktor pembukaan rima glotis
Timbre
Faktor besarnya tekanan udara
Vowels
ekspirasi
Karena vibrasi lipatan-lipatan pita suara:
Pasif : saat melemas (relaks) oleh dorongan udara
ekspirasi saat pernapasan normal, shg udara
masuk ke celah glotis scr bebas
Aktif : udara yang menggetarkan pita suara yang
menegang/ melemas celah glotis menyempit/
melebar karena kontraksi m. laring, m.mylohyoid
yang menggerakkan kartilago aritenoid dan tiroid
tempat menempelnya pita suara masuk
Variasi posisi glotis pembentukan bunyi suara
dan bunyi pernapasan :
Terbuka lebar: saat bernafas normal
Terbuka sempit: menghasilkan bunyi tak bersuara
Tertutup : menghasilkan bunyi bersuara
Tertutup rapat : menghasilkan bunyi hamzah
Proses yang mengubah suara yang dihasilkan laring menjadi vowel/ konsonan
Struktur utama yang berperan adalah lidah

Bunyi vowel
disebabkan oleh suara yang dihasilkan
oleh proses fonasi selama berjalan dalam
jalan udara dlm ruang resonator tidak
mengalami interupsi oleh hambatan
artikulasi

Bunyi konsonan
disebabkan oleh interupsi aliran
udara suara yang telah terbentuk
melalui fonasi dalam ruang
resonator oleh gerakan palatum
mole, lidah, bibir, dan perubahan
posisi gigi
Huruf vocal (a, i, u, e, o) tekanan udara di
paru-paru dan menekan udara untuk
bergerak ke glottis (lubang antara vocal
cords) vocal cords bergetar.
Naik dan turunnya pitch dari suara dikontrol
oleh aksi dari tensor cricothyroid dan m.
vocalis.
Variasi dalam tekanan subglotal juga penting
untuk mengatur derajat getaran layngeal