Anda di halaman 1dari 10

HIPNOTIKA DAN

SEDATIVA
HIPNOTIKA:
OBAT TIDUR
SENYAWA DALAM DOSIS TERAPI DAPAT
MENINGKATKAN KEINGINAN FAAL UNTUK TIDUR,
MEMPERMUDAH ATAU MENYEBABKAN TIDUR.
DIBERIKAN PADA MALAM HARI. DOSIS DITURUNKAN
MAKA TIMBUL EFEK SEDATIVA (MENENANGKAN).
SEHINGGA TIDAK ADA PERBEDAAN YG SPESIFIK

PERBEDAANNYA
SEDATIVA:
BERFUNGSI MENURUNKAN AKTIVITAS, MENGURANGI
KETEGANGAN, DAN MEMBERIKAN RASA TENANG
HIPNOTIKA:
MENIMBULKAN RASA KANTUK (DROWSINESS),
MEMPERCEPAT TIDUR MENYERUPAI TIDUR ALAMI,
SEHINGGA TIDAK BERPENGARUH PADA ESOK HARI.
Sejarah Sedativ-hipnotik
Kriteria hipnotik-sedativ harus
memperhatikan faktor-faktor kinetik berikut:

Lama kerja obat dan berapa lama tertinggal di


dalam tubuh (T1/2 eliminasi)
Pengaruhnya pada kegiatan keesokan harinya
Kecepatan mulai kerjanya (onset)
Bahaya timbulnya ketergantungan (ketagihan)
Efek rebound insomnia bila pemberian obat
dihentikan mendadak
Pengaruhnya terhadap kualitas tidur
Interaksi dengan obat lain
toksisitasnya
Efek samping obat
hipnotika:
Depresi pernafasan, terutama pada dosis tinggi
(hati-hati pada pasien asma). ES ini paling
ringan pada flurazepam dan benzodiazepin
lainnya, kloralhidrat, paraldehida.
Tekanan darah menurun, terutama oleh
barbiturat.
Sembelit, terjadi pada pemakaian jangka waktu
lama oleh barbiturat.
Hang-over, mual, perasaan ringan dikepala.
Disebabkan T1/2 nya panjang, bersifat lipofil dan
terakumulasi di jaringan lemak
ANTIPSIKOTIKA
PERBEDAAN SEDATIF DENGAN
TRANQUILIZERS

SEDATIF-HIPNOTIKA:
MENEKAN SSP, BILA DOSIS DITINGKATKAN AKAN
MENIMBULKAN EFEK ANESTESI (PEMBIUSAN)
DOSIS LEBIH BESAR LAGI TERJADI KOMA, DEPRESI
PERNAFASAN DAN KEMATIAN.
BILA DIBERIKAN PADA DOSIS BERULANG DAN JANGKA
PANJANG DAPAT MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN
DAN KETAGIHAN.

TRANQUILIZERS
ATARAKTIKA
ANXIOLITIKA
MENEKAN SSP DENGAN EFEK SEDATIF DAN HIPNOTIS
BERDAYA ANXIOLITIS, ANTIKONVULSI DAN RELAKSASI
OTOT.
ANXIOLITIS:

MENGHALAU RASA TAKUT DAN GELISAH,


TIDAK TERGANTUNG PADA DAYA SEDATIF,
IDEALNYA TRANQUILIZER BERDAYA SEDATIF
SEKECIL MUNGKIN.
PENGGUNAAN JANGKA PANJANG JUGA
MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN TETAPI
LEBIH RINGAN DIBANDING HIPNOTIKA.
OVER DOSIS JARANG MENIMBULKAN
DEPRESI PERNAFASAN DAN EFEK PADA
JANTUNG, TIDAK MENIMBULKAN KOMA.
(TRANQUILIS: TENANG; ANXIOS:
KUATIR/CEMAS; LYSIS:
MENGURAIKAN/MENGHILANGKAN;
ATARAKTOS: TENANG)
NITRAZEPAM

MOGADON, DUMOLID
SEBAGAI ANTIKONVULSIF (ANTIKEJANG),
RELAKSAN: MELEMASKAN OTOT.
DIGUNAKAN SEBAGAI ANTIEPILEPTIKA
ONSET (AWAL TIDUR): 30 MENIT.
PLASMA T PANJANG : 30-40 JAM, TETAPI
PADA GANGGUAN TIDUR DURASINYA HANYA 6-
8 JAM.
DOSIS:
2,5-10 mg SETENGAH JAM SEBELUM TIDUR,
UNTUK EPILEPSI LOADING DOSE: 1 dd 5 mg,
DINAIKKAN MENJADI 10-30 mg SEHARI.
KLORDIAZEPOKSID

CETABRIUM, LIBRIUM, LIBRAX


DAYA ANXIOLITISNYA TIDAK SEKUAT DIAZEPAM
HANYA SEBANDING DENGAN OKSAZEPAM
SEBAGAI TRANQUILIZER YANG PALING BANYAK
DIPAKAI.
DIGUNAKAN SELAIN UNTUK MENGURANGI KETAKUTAN
DAN KETEGANGAN JUGA UNTUK MELAWAN EFEK
ABSTINENSI ALKOHOL DAN EKSITASI AKUT.
RESORPSI:
PADA USUS BAIK DAN CEPAT. KADAR DARAH MAX 1
JAM.
PLASMA T 1/2 : 5-30 JAM
DOSIS:
3-4 dd 5-10 mg, PADA KASUS SERIUS SAMPAI: 100 mg
SEHARI.