Anda di halaman 1dari 16

KUASA PERTAMBANGAN

ISTILAH, PENGERTIAN, JENIS-JENIS, PEJABAT YANG MENERBITKAN,


SYARAT DAN PROSEDUR, DAN LUAS WILAYAH KUASA PERTAMBANGAN.
KELOMPOK 4
ANDREYAN ADITYA S.N. DBD 115 061
ROINTO FIRNANDUS BERUTU DBD 115 018
DAVIDTO KARESDBD 112 117
DENI APRILIANTO DBD 115 064
ADITYA PRATAMA DBD 115 029
DIKO PURWANTO DBD 115 044
MARDENI DBD 115 067
SUMARIOZI DBD 115 051
JAKARIYA DBD 115 036
JUMARA DBD 115 071
ACHMAD RISCKI DBD 115 063
ISTILAH DAN PENGERTIAN
KUASA PERTAMBANGAN

Mining Authorization atau Kuasa


Pertambangan (KP) adalah wewenang
yang diberikan kepada badan /
perseorangan untuk melaksanakan
usaha pertambangan.
JENIS JENIS
KUASA
PERTAMBANGAN
Dikenal 6 jenis Kuasa Pertambangan
(KP) yaitu :
- KP Penyelidikan Umum
- KP Explorasi
- KP Eksploitasi
- KP Pengolahan dan Pemurnian
- KP Pengangkutan
- KP Penjualan
PEJABAT YANG BERWENANG
MENERBITKAN KUASA
PERTAMBANGAN

Instansi Pemerintahaan yang di tunjuk oleh Menteri Energi


dan Sumber Daya Mineral
KUASA PERTAMBANGAN DAPAT
DIBERIKAN KEPADA :
Perusahaan Negara
Perusahaan Daerah
Perusahaan dengan modal bersama antara negara dan daerah
Koperasi
Badan atau Perseorangan Swasta yang memenuhi syarat
Perusahaan dengan modal bersama antar Negara dan atau daerah
dengan koperasi dan atau badan/perseorangan swasta yang memenuhi
syarat-syarat
Pertambangan Rakyat
SYARAT DAN PROSEDUR
MEMPEROLEH DALAM
PERTAMBANGAN
Syarat yang diperlukan bagi setiap jenis Kuasa Pertambangan,
baik penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi maupun tahap
selanjutnya, pada umumnya sama. Namun oleh karena
berbeda tujuannya, maka terdapat perbedaan akan tetapi tidak
terlalu penting. Semua Kuasa Pertambanganmemerlukan peta
dasar yang menunjukkan wilayah yang dimohon dan juga jenis
mineral yang akan diusahakan. Berkenaan dengan peta, oleh
karena terdapat bermacam peta, maka dilakukan pengaturan
untuk menggunakan peta standar yang telah disediakan oleh
instansi yang berwenang. Hal ini juga dimaksudkan untuk
menghindari tumpang tindih. Dalam hal ini Pemerintah Daerah
dapat mengadakan pengaturan tersendiri mengenai standar
peta ini yang memungkinkan (workable)untuk dilaksanakan di
daerahnya masing-masing.
Kuasa PertambanganEksplorasi
(peningkatan dari Kuasa
PertambanganPenyelidikan Umum)
Kuasa PertambanganPenyelidikan Umum
dan Kuasa PertambanganEksplorasi

Peta wilayah sesuai standar

Laporan lengkap penyelidikan umum

Tanda bukti pembayaran iuran tetap

Rencana kerja dan rencana biaya

Peta wilayah yang dimohon dibuat di atas peta standar

Akte pendirian perusahaan

Tanda bukti penyetoran uang jaminan kesungguhan

Laporan keuangan yang telah diaudit akuntan publik


Kuasa PertambanganEksplorasi Kuasa PertambanganEksploitasi
(peningkatan dari Kuasa
Perpanjangan PertambanganEksplorasi)

Peta wilayah sesuai standar


Peta wilayah sesuai standar Laporan lengkap eksplorasi
Tanda bukti pembayaran iuran tetap Laporan studi kelayakan
Laporan kegiatan eksplorasi Laporan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan
Rencana kerja dan rencana biaya Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

Tanda bukti pembayaran iuran tetap


Kuasa PertambanganPengangkutan,Kuasa
Kuasa PertambanganPengolahan PertambanganPenjualan atau
dan Pemurnian Perpanjangannya

Rencana teknis pengolahan dan pemurnian

Laporan Analisis Dampak Lingkungan, Upaya Pengelolaan Lingkungan Persetujuan/kesepakatan dari pemegang Kuasa PertambanganEksploitasi
(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
Laporan kegiatan
Persetujuan/kesepakatan dari Pemegang Kuasa PertambanganEksploitasi
Rencana kerja
Untuk perpanjangan, perlu ditambah laporan kegiatan pengolahan dan
pemurnian yang telah dilakukan
KUASA
PERTAMBANGANEKSPLOITAS
I
Peta wilayah sesuai standar
Laporan akhir eksploitasi
LUAS WILAYAH KUASA
PERTAMBANGAN
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
1969 Tentang PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1967
TENTANG KETENTUANKETENTUAN POKOK PERTAMBANGAN
BAB IV KUASA PERTAMBANGAN BAGIAN KETIGA mengenai LUAS WILAYAH
KUASA PERTAMBANGAN SEBAGAI BERIKUT :
Pasal 18
Suatu wilayah Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum, Kuasa
Pertambangan Eksplorasi dan Kuasa Pertambangan Eksploitasi diberikan
dalam proyeksi tegak lurus dari sebidang tanah yang luasnya ditentukan
pada pemberian Kuasa Pertambangan yang bersangkutan.
Pasal 19
Luas wilayah yang dapat diberikan untuk satu Kuasa Pertambangan
Penyelidikan Umum tidak boleh melebihi 5.000 (lima ribu) hektare.
Luas wilayah yang dapat diberikan untuk satu Kuasa Pertambangan
Eksplorasi tidak boleh melebihi 2.000 (dua ribu) hektare.
Luas wilayah yang dapat diberikan untuk satu Kuasa Pertambangan
Eksploitasi tidak boleh melebihi 1.000 (seribu) hektare.
Pasal 20
Untuk mendapat satu Kuasa Pertambangan yang luas wilayahnya melebihi
ketentuan-ketentuan termaksud dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah ini,
peminta Kuasa Pertambangan harus terlebih dahulu mendapat izin khusus
dari Menteri
Pasal 21
(1) Jumlah luas wilayah beberapa Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum,
Kuasa Pertambangan Eksplorasi dan Kuasa Pertambangan Eksploitasi
yang dapat diberikan kepada satu badan atau seorang pemegang Kuasa
Pertambangan tidak boleh melebihi berturut-turut 25.000 (dua puluh
lima ribu) hektare, 10.000 (sepuluh ribu) hektare dan 5.000 (lima ribu)
hektare dari wilayah hukum pertambangan Indonesia.
(2) Untuk mendapat jumlah luas wilayah beberapa Kuasa Pertambangan
yang melebihi luas termaksud pada ayat (1) pasal ini, Peminta Kuasa
Pertambangan harus terlebih dahulu mendapat izin dari Menteri.
Pasal 22
(1) Pekerjaan usaha pertambangan berdasarkan suatu Kuasa
Pertambangan tidak boleh dilakukan di tempat yang dinyatakan sebagai
wilayah tertutup untuk kepentingan umum dan di tempat-tempat
secara khusus ditentukan oleh Menteri.
(2) Untuk tempat-tempat yang sebelum ada penetapan Menteri termaksud
pada ayat (1) pasal ini telah dinyatakan sebagai wilayah yang tertutup
untuk kepentingan umum oleh instansi lain, maka penambangan bahan
galian hanya dapat dilakukan atas izin Menteri dengan mengingat
pendapat dan pertimbangan dari instansi yang bersangkutan.
SEKIAN PRESENTASI KELOMPOK 4
MAKAN BANG?