Anda di halaman 1dari 9

AKAD

(PERJANJIAN/PERIKATAN)
FIQIH MUAMALAH
STATISTIK UNISBA
15/10/2015
AKAD
akad menurut bahasa (etimologi)
berasal dari kata -
- ) ) yang
berarti perjanjian atau persetujuan.
Akad diartikan juga
ar-rabthu ) ) yang berarti ikatan
dan (

) kesepakatan
Pengertian umum akad menurut ulama
syafiiyyah, malikiyyah, hanabilah:
Segala perbuatan yang dikerjakan oleh
seseorang berdasarkan keinginannya
sendiri.
Pengertian khusus akad menurut ulama fiqih
yaitu:
Perikatan yang ditetapkan dengan ijab qabul
berdasarkan ketentuan syara yang
berdampak pada objeknya
RUKUN DAN SYARAT AKAD
Rukun akad:
1. Al-aqidain ( para pihak yang terlibat langsung dengan akad)
contoh penjual pembeli. Syaratnya baligh, berakal, dengan
kehendak sendiri
2. Maqud alaih (objek akad) syaratnya:
objeknya hrs sesuai dengan syara
Barang dapat diserahkan pada waktu akad
Objeknya harus diketahui oleh kedua belah pihak yang berakad
Objeknya milik sendiri
3. Shigat akad (ijab qabul) syaratnya:
Keadaan ijab dan qabul berhubungan
Makna keduanya hendaklah mufakat (sama) walaupun lafadnya berbeda
Keduanya tidak disandarkan/digantungkan dengan urusan yang lain seperti:
kalau saya jadi pergi, saya akan jual barang saya dengan harga sekian
Tidak berwaktu
DEFINISI IJAB DAN QABUL
Ijab adalah penetapan perbuatan
tertentu yang menunjukkan
keridhaan yang diucapkan oleh orang
pertama.
Qabul adalah orang yang berkata
setelah orang yang mengucapkan
ijab yang menunjukkan keridhaan.
MACAM-MACAM AKAD
Akad ditinjau dari keterkaitannya dengan
harta ada dua:
1. Akad maliyah yaitu akad yang melibatkan
harta atau benda. Baik untuk transaksi
komersial (jual beli) maupun non komersial
(hibah, hadiah)
2. Akad ghoir maliyah yaitu akad yang hanya
terkait dengan perbuatan saja tanpa ada
kompensasi tertentu contoh akad hudnah
(perjanjian damai), mewakilkan, wasiat dll.
Akad ditinjau dari tujuannya dibagi
dua:
1. Akad tabarru (akad non komersial)
contoh akad hibah, ariyah, wadhiah,
wakalah, rahn, wasiat, hutang piutang
dll
2. Akad muawwadhat/tijari (akad
komersial) contoh jual beli, ijarah,
mudharabah, muzaraah, musaqah dll.
Akad ditinjau dari hukumnya dibagi
menjadi dua:
1. Akad yang sah. Akad yang yang
terpenuhi rukun dan syaratnya
2. Akad yang tidak sah. Akad yang tidak
terpenuhi rukun dan syaratnya.
BERAKHIRNYA AKAD
Akad dapat berakhir :
1. ketika akad itu rusak (ada unsur
yang tidak terpenuhi dari rukun dan
syaratnya),
2. adanya khiyar (opsi) pembatalan
akad,
3. meninggal dunia, masa akad
berakhir