Anda di halaman 1dari 38

AMENORRHEA

Karlina Dahlianingrum
1410221052
Latar Belakang
Amenorrhea the absence of mens
Usia menarch rata-rata 10-16 tahun, dengan usia
tersering 12.5 tahun
Faktor menarche:
1. Faktor keturunan
2. Keadaan gizi
3. Kesehatan umum
.Amenorrhea dibagi menjadi amenorrhea primer
(2.5% ) dan amenorrhea sekunider (3% dan 100%)
Tujuan
Tujuan Umum
Memenuhi syarat dalam mengikuti program studi Ilmu
Kebidanan dan kandungan di RSUPPersahabatan
Tujuan Khusus
Untuk memahami definisi, epidemiologi, etiologi,
patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, tata laksana,
dan prognosis amenorrhea pada perempuan.
Definisi
Amenorrhea secara harafiah didefinisikan sebagai tidak adanya
menstruasi
Dibagi menjadi 2:
1. Amenorrhea primer tidak adanya menstruasi pada usia 13
tahun tanpa disertai pertumbuhan normal atau perkembangan
seksual sekunder, atau tidak adanya menstruasi pada usia 15 tahun
yang disertai pertumbuhan yang normal dan perkembangan seksual
sekunder
2. Amenorrhea sekunder tidak adanya menstruasi selama interval
lebih dari 3 siklus, atau 6 bulan berturut-turut pada wanita yang
telah mengalami menstruasi sebelumnya. 1
Etiologi
Kelainan Anatomis
Diturunkan
1. Obstruksi Jalan Keluar (outflow tract obstruction
2. Mullerian Defects
.Didapat
1. Stenosis serviks conization, electrosurgery, atau
cryosurgery
2. Jaringan parut/sinekia uteri/asherman syndrome
(tuberkulosis endometriosis)
Didapat
Obstruksi Jalan Keluar
ditemukan pada himen imperforata (1 dari 2000
perempuan), septum vagina tranversal (1 dari 70000
perempuan), atau atresia dari vagina / serviks
Ciri-ciri:
1. kariotipe 46XX
2. dengan karakteristik seksual perempuan
3. fungsi ovarium yang normal
4. Jumlah perdarahan uterus normal
Gejala:
1. payudara,
2. food craving,
3. perubahan mood
4. Nyeri abdomen dan massa abdomen siklik
Komplikasi:
1. Endometriosis
Mullerian Defect
1. Duktus mulleri pada saat embrionik berkembang
menjadi vagina atas,serviks,korpus uteri, dan tuba
fallopi.
2. Pasien gagal mengembangkan semua struktur mulleri
3. Agenesis parisal atau komplit (Mayer-Rokitansky-
Kster-Hauser syndrome)
4. Kasus ini terjadi 1 dari 5000 bayi perempuan baru
lahir
Kelainan Endokrin
Hipergonadotropik Hipogonadism (Premature
Ovarian Failure)
fungsi ovarium menurun atau hilang (hipogonadism)
karena feedback negatif yang kurang,maka terjadi
peningkatan LH dan FSH
Disebut premature menopause or premature ovarian
failure (POF)
Angka kejadian 1 dari 1000 perempuan<30thn, dan 1
dari 100 perempuan <40tahun
Kelainan Herediter
Defek kromosom oosit menjalani percepatan atresia
dan ovarium diganti oleh jaringan fibrotik
Abnormal kariotip
1. Delesi materi genetik dari kromosom X merupakan
2/3 penyebab disgenesis gonad sindroma turner
2. Ciri-ciri: perawakan pendek, webbed neck, low
hairline, shield-shaped chest, dan defek kardiovaskular
Normal Kariotip
1. Sisa 1/3 pasien dengan disgenesis gonad memiliki
kariotip normal (46 XX atau 46 XY) dan disebut
memiliki disgenesis gonad murni.
2. Pada pasien ini terjadi penurunan aktivitas 17--
hydroxylase and 17,20-lyase , dimana mencegah
produksi kortisol,androgen, dan estrogen
.Penyakit Autoimun kerusakan ovarium dikarenakan
SLE
.Penyakit iatrogenik
Hipogonadotropik Hipogonadism
abnormalitas yang utama terdapat pada axis
hipotalamus-pituitary
Kelainan pada Hipotalamus
1. Kelainan herediter
.sindroma Kallman,yaitu penyakit yang diturunkan
secara autosomal dominan / autosomal resesif, dan
terkait kromosom X
.GnRH yang disekresi gagal menstimulasi gonadotropin
dari hipofisis penurunan produksi estrogen
2. Disfungsi Hipotalamus Yang Didapat
Gangguan fungsional atau amenorrhea hipotalamus
Eating disorders anorexia nervosa dan bulemia dapat
menyebabkan amenorrhea.
Exercise-induced amenorrhea memiliki menstruasi,
siklusnya biasanya memiliki variabilitas pada jarak dan
lama haid karena menurunnya fungsi
hormonal,termasuk pemendekan fase luteal.
Stress induced Amenorrhea
3. Destruksi Anatomis
Tumor-tumor yang sering menyebabkan amenorrhea
termasuk craniopharyngioma, germinomas, tumor sinus
endodermal, granuloma eosinofilik (Hand-Schller-
Christian syndrome), dan glioma, tentu saja juga lesi-
lesi metastase.
Infeksi tuberkulosis dan sarcoidosis
Trauma
Kelainan pada Kelenjar Hipofisis Anterior
1. Kelainan herediter
.Disfungsi hipotalamus dan pituitari yang terkait dengan
agenesis gonad dan hipoplasia adrenal pasien
dengan mutasi pada reseptor hormon nuklear, faktor
steroidogenic-1 (SF-1; NR5A1) dan DAX1 (NR0B1)
2. Kelainan yang didapat
Adenoma pituitari hipersekresi prolaktin peningkatan sekresi
dopamin

3. Penyebab lain
penderita gagal ginjal terminal
penyakit liver,
malignansi,
sindroma immunodefisiensi,
sindroma malabsorbsi
Amenorrhea Eugonadotropin
Polycystic ovarian syndrome (PCOS) gangguan siklus
ovulasi,menometroragia, hingga amenorrhea komplit
(disebabkan efek atropi dari endometrium yang
berploriferasi oleh androgen)
Adult-Onset Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH)
hiperandrogenisme dan siklus menstruasi yang iregular.
Progesteron gagal berubah menjadi kortisol dan
aldosteron peningkatan produksi androgen
kegagalan maturasi oosit anovulasi
Hiperprolaktinemia dan Hipotirodisme
Diagnosis
Anamnesa
Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum
Anorexia : BMI <18
Tumor Hipofisis : perubahan funduskopi, gangguan lapangan pandang,
cranial nerve signs.
Sindroma polikistik ovarii : acne, acanthosis nigricans, hirsuitisme, BMI
> 30
Inflammatory Bowel Disease :
Gonadal dysgenesis ( misal : Sindroma Turner ) : webbed neck, tidak
adanya pembesaran payudara dan postur yang pendek.
2. Payudara
Galaktorea : dengan mempalpasi
payudara
Delayed pubertas : belum berkembang
dan rambut pubis jarang.
Gonadal dysgenesis ( misal : Sindroma
Turner ) : belum berkembang dengan
pertumbuhan rambut pubis yang normal.
3. Rambut Pubis dan Genitalia Ekterna
Hiperandrogenisme : distribusi rambut pubis, rambut
di wajah yang berlebih
Androgen Insensitivity syndrome : rambut pubis dan
axilla tidak ada atau tipis dengan payudara yang
berkembang ( gejala dan keparahan tergantung pada
defek reseptor androgen )
Delayed pubertas : tanpa payudara yang
berkembang
Tumor adrenal atau ovarium : Klitoromegali,
virilization
4. Vagina
Hymen imperforata : pembengkakan vagina
eksternal
Agenesis ( Syndrome Rokitansky Hauser ) :
pemendekan vagina dengan uterus yang
rudimenter atau tidak adanya uterus, rambut
pubis normal
Androgen insensitivity syndrome -
pemendekan vagina tanpa uterus, rambut
pubis tidak ada
6. Cervix cairan mukus
Diagnosis Amenorrhea Primer
Diagnosis Amenorrhea +
Galaktorea-hiperproteinemia
Diagnosis Amenorrhea Sekunder
Penatalaksanaan
Sindrom PCO
induksi withdrawal bleeding siklik progesteron dan
kontrasepsi oral
Metformin
Mempertahankan rasio BB-TB
Olahraga
Hipotalamik amenorrhea
modifikasi tingkah laku , secara multidisipliner,
tergantung dari apa penyebabnya

Hiperprolaktinemia
Hiperprolatinemia simptomatis agonis dopamin
seperti bromokriptin dan cabergolin
Hypergonadotropik hipogonadism
Pasien yang memiliki kromoson Y gonad dibuang,
terapi sulih hormon
POF sulih estrogen

Disfungsi tiroid sesuai causa


Terima Kasih